TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Permohonan


__ADS_3

"Tenanglah sayaang,Kamu jangan banyak menangis seperti ini,ingat bayi kita Honey.Aku takut kalau Ibunya sedih seperti ini,nanti akan berdampak pada kesehatan Mereka,lebih baik Kita ke hotel dulu.Teh Nisha sudah banyak yang menemani.Ada Ayah Bunda,Ibu Bapak dari Bang Dimas,terus ada sahabatku juga."


"Sahabat?"Tanya Bilqis mengernyit sambil menyeka air matanya.


"Iya ada John juga disana,Aku ga nyangka kalau John kakaknya Bang Dimas!Setau Aku Ibunya John orang Amerika,dan Bapaknya Aku ga tau,Dia ga pernah cerita,tau tau Dia nongol jadi Kakaknya Bang Dimas.Benar benar kebetulan yang sangat unik!"ujar Dimas.


"Ohhh pantas saja tadi Aku seperti kenal,ternyata beneran Kak John,Aku pikir sedang Dinas dirumah sakit ini,tapi tadi ada Perban dipelipisnya."


"Ayo Kita kehotel dulu Sayang,Kamu pasti kecapean,wajah Kamu juga pucat,mata sembab begini,Aku tau Kamu sedih banget tapi jangan berlarut larut seperti ini,pikirin Aku,Rafa dan Anak Anak Kita,Aku takut Kamu sakit Honey,Istri cantikku ga boleh sakit."ucap Radit sambil menangkup wajah sang Istri dan mengecup bibirnya sekilas.


"Tapi Teh Nisha kasian Pi,Aku ga tega lihat Teh Nisha sedih begini!"


"Semua orang disini sedang sedih sayaang,termasuk Aku.Aku juga sama,Namun Kita jangan berlarut dalam kesedihan,lebih baik Kita berdoa agar operasinya berjalan lancar,Kamu akan kecapean kalau menunggu disini terus,Ayah sama Bunda pasti langsung kasih kabar kalau sudah selesai operasinya.Sekarang lebih baik Kita menunggu dulu dihotel,Kamu Istirahat dan makan dulu,nanti Kita kesini lagi ya Honey!"desak Radit,wajahnya terlihat cemas karena Istrinya ini begitu keras kepala.


"Apa yang dikatakan Nak Radit benar Qis,sebaiknya Iqis Istirahat dulu.Nanti kalqu ada kabar apa apa secepatnya Ayah kabari,sekarang Iqis Istirahat,pasti cape dari Jakarta langsung kesini belum Istirahat sama sekali,apalagi sedang hamil besar begini,Iqis nurut ya,doakan abang lancar operasinya,yang dibutuhkan sekarang ini adalah Doa."Ucap Ayah.


Mau tak mau Bilqispun pulang ke hotel yang sudah dibooking oleh Radit,setelah pamit kepada Nisha.


"John,Gue antar Istri gue dulu.Titip keluarga Gue,Dan Gue juga siap denger cerita semua ini dari Lo!"Bisik Radit pada sang sahabat.Yang sedari tadi menemani kedua orang tua Dimas,yang ternyata adalah orang tua John juga.


******


Nisha kini berada diruang ICU menemani sang Suami setelah beberapa jam tadi dilakukan tindakan operasi.Seperti kata dokter,sekarang tinggal menunggu Sang suami tersadar.Menurut dokter,operasi yang dilakukan kali ini berhasil namun masih ada kemungkinan terburuk untuk itu,jadi Nisha belum.sepenuhnya lega.Namun Nisha sangat optimis,kalau suaminya itu akan secepatnya sembuh seperti sedia kala.


Nisha selalu setia disamping sang Suami,walau Ayah Bundanya menyuruhnya untuk Istirahat namun Nisha mengabaikannya.Untuk sekarang Ini Dia hanya berharap agar mukjizat segera menghampirinya.Agar Sang Suami secepatnya bisa siuman,bisa sembuh seperti sedia kala.


Sementara itu John memanggil dokter yang mrnangani sang adik.Sebagai seorang Dokter Dia ingin mengetahui sedetail mungkin yang terjadi oada adiknya setelah operasi dilakukan.


Dia ingin sekali adiknya itu bisa sembuh secepatnya.Apalagi Setelah bertahun tahun lamanya,Dia baru bertemu kembali dengan Adiknya itu.Adik yang sangat dibencinya.


John sudah berada diruangan dokter bersama Sang Ayah.


"Bagaimana keadaan adik saya dok?

__ADS_1


"Sejauh ini Operasi kraniotominya berjalan dengan lancar,namun tentu setiap tindakan ada resiko yang kemungkinan akan terjadi."


"Kita akan tunggu sampai pasien tersadar,karena komplikasi bisa terjadi sewaktu waktu.Entah itu infeksi,kejang,vegetatif,kelumpuhan,semua kemungkinan bisa terjadi.Namun Kami sangat optimis pasien bisa melalui masa kritisnya!semua yang terbaik sudah Kami lakukan,tinggal sekarang serahkan semuanya pada yang Maha pemilik kehidupan ini!"ucap Dokter tersebut dengan bijak.


*********


Nisha langsung terkaget begitu merasakan gerakan tangan suaminya yang sedari tadi tak lepas dari genggamannya.


"Abaaang...Alhamdulillah Abang sudah kembali,Abang kenal Aku kan?"Tanya Nisha dengan wajah cemas dan menangis bahagia.Dimas mengangguk pelan.


"Nis..Kkak John...Nis!"Ucapnya terbata sambil mengangkat tangannya.


"Abang tenang ya...jangan banyak bicara dulu,biar Nisha panggilkan dokter."Dimas menggeleng pelan.


"Kk-Kak Jjohn panggilkan Kakakku!"ucap Dimas bersikeras.


"Baiklah Abang,akan Nisha panggilkan!"


"Kkak...John!"


"Hei Bro Aku senang Kamu tersadar,Kamu memang Adiiku yang hebat,cepatlah sembuh,kasian Bapak Ibu begitu mengkhawatirkanmu!"ucap John dengan mata berkaca kaca.Dimas tersenyum kecil.


"Titip Bapak Ibu ya Kak,Maafkan Aku selama ini.Aku sungguh Minta maaf!"


"Kamu bicara apa sih,Aneh.Tidak ada yang perlu dimaafkan Bro.Kamu harus sembuh Ok!"


"Kak...bolehkah Aku meminta suatu sama Kamu!"


"Tentu saja Dim,tapi Kamu harus sembuh dulu,jangan banyak bicara dulu untuk sekarang,lebih baik Aku panggil Dokter untuk memeriksa keadaanmu!"


"Kak...!"panggilnya sambil mengulurkan tangannya.


Nisha menangis melihat sang Suami yang terlihat sangat aneh,perasaannya benar benar sangat cemas,membuat Dia kini berurai air mata.

__ADS_1


"Tentu saja Dim,tapi Kamu harus sembuh dulu,jangan banyak bicara dulu untuk sekarang,lebih baik Aku panggil Dokter untuk memeriksa kwadaanmu"


"Kak...Aku titip Nisha dan Anakku,Aku titip Mereka padamu!"


"Kamu ini bicara apa sih,Aneh,jangan bicara macam macam Dim,Kamu akan sembuh!"


"Kak... Nisha adalah Istri yang baik,Aku mohon jaga Dia,Dia akan menjadi Istrimu sepeninggalku Kak,Nikahi Dia!"


"Jangan bicara Aneh aneh Dim,Kamu harus sembuh,Kamu harus sehat,kasihanilah Anak Istrimu dan juga Bapak Ibu!"


"Untuk itu Aku berwasiat padamu Kak,berjanjilah Kepadaku,Kamu akan menjadi Suami yang baik Untuk Nisha.Nikahi Dia setelah Aku tiada,setelah masa iddahnya.Aku titipkan perempuan baik Ini padamu,Aku mohon jaga Dia untukku!"


"Dimas,dengerin Aku,Kamu akan sembuh,kalian akan bersama sama,Kamu tidak boleh bicara sembarangan seperti itu."


"Waktuku mungkin tidak banyak Kak,jadi berjanjilah padaku,Kakak Akan menikahinya.Nisha kemarilah...!"Nisha yang awalnya begitu bahagia melihat sang Suami sudah tersadar dari masa kritisnya,kini Dia sangat cemas dan ketakutan,apalagi kata kata aneh yang dia lontarkan.Membuat Dia semakin bertambah kalut.Nisha menghampiri suaminya yang mengulurkan tangan padanya.Dimas meraih tangan Istrinya,kemudian Dia satukan tangan sang Istri dengan Kakaknya itu.


"Berjanjilah sepeninggalku,kalian akan menikah.Aku titip Nisha dan Anakku padamu Kak,Nikahi Nisha segera.Aku mohon Kabulkan permohonan terakhir dariku.Aku mohon!"ucap Dimas dengan wajah penuh harap dengan menyatukan kedua tangan Mereka,sementara Nisha menangis sesenggukkan tak bisa berkata apa apa.Kalian berdua harus menikah.


"Bu...Pak...!"ucap Dimas lirih.Dan kedua orang tuanya pun mendekat kearah Dimas.


"Maafkan Dimas...titip Nisha untuk Kakak,Nikahkan Mereka...Ini wasiat yang harus kalian laksanakan agar Aku tenang...Aku mohon...!"


"Dimas jangan bicara seperti itu Nak...Bapak Dan Ibu ingin agar Kamu bisa sembuh,tolong jangan seperti ini Dim...!"ucap Ibunya menangis pilu.


Nisha jatuh tak sadarkan diri begitu mendengar monitor jantung berbunyi dan tampak hanya garis lurus dilayarnya.


.


.


.


*********

__ADS_1


__ADS_2