
APA?sentak Bilqis terpekik kaget,mendengar sang Suami dilarikan kerumah sakit.Tadi Mama mertuanya memberi tahu kalau Radit tiba tiba jatuh pingsan dikantornya dan kini Radit berada dirumah sakit.
Mendengar hal itu membuat Bilqis terduduk lemas,tubuhnya gemetar.Dia terduduk lunglay dilantai,pikirannya menjadi kacau.Membuat Bi Yuni yang berada didekatnya menjadi panik.
"Neng Iqis,ada apa Neng?"Tanyanya dengan risau.
"Bi tolong titip Rafa ya,nanti Bunda kesini sama Ayah,Iqis mau ke rumah sakit,Mas Radit diraqat disana,Huuuu huuuuu Bibi,Aku takut Bi.Hiks!"Bilqis menangisntersedu,hatinya begitu sesih mendengar kabar yang benar benar membuat hatinya sesak.
"Gapapa Neng,jangan panik.Neng Iqis yang tenang,Bibi yakin,Tuan muda ga kenapa napa.Tuan orang yang kuat.Neng Iqis jangan beepikiran macem macem dulu."
"Iqis gakut Bi,Iqis takut kalau Mas Radit sakitnya kambuh lagi,takut karena ceswra dikepala itu hang bikin Mas Radit sakit."
"Ya sudah Bi,Aku kerumah sakit dulu ya!"
Bilqis tampak sangat panik,karwna fikirannya terus menerus memikirkan Radit membuat Bilqis bingung apa yang harus dilakukannya,untungnya Bi Yuni sigap,Dia membantu Bilqis dan mengingatkan agar selalu tenang.
Setelah mengganti pakainnya dan menitipkan Rafa ke Bi Yuni,Bilqis bergegas pergi kerumah sakit,untuk menemui sang Suami.didalam perjalanan Dia terjebak macet,kendaraan yang sama sekali tidak bergerak kian membuat perasaannya risau.Dia terus saja menelepon sang Mama mertua menanyakan kabar Radit,namun Mama mertuanya meminta Bilqis untuk tenang,Dia mengatakan Radit sudah ditangani oleh dokter.Namun tetap saja Dia gelisah,apalagi mobil yang ditumpanginya tak bergerak sama sekali.
"Bagaimana ini,Aku terjebak disini sedangkan suami Aku dirumah sakit.Hiks..hiks...Mas Radiiiit."Bilqis terisak,Dia merasa takut juga merasa bersisa sekaligus,5 hari ini Dia mendiamkan sang Suami.Dia merasa terhina dan harga dirinya merisa diinjak injak atas perlakuan Radit tempo hari.Dia mendiamkannyabkarwna meeasa sakit hati,tapi Dia tidak bisa membenci Radit,Diansama sekaki tidak bisa membenci sang Suami.Walaupun perlakuannya kemarin sangat tidak termaafkan.Tapi dalam lubuk hatinya Dia sudah memaafkan perbuatan suaminya.
"Pak,apa ga ada jalan alternatif agar cepat sampai ke rumah sakit?"Sangat khawatir dwngan Mas Radit Pak,Takit sakitnya parah,Aku takut Mas Radit marah dan ninggalin Aku.huuu!"Bilqis kembali teringak,menangis mengingat wqjah sang Suami yang 5 hari ini dimusuhinya"
__ADS_1
"Tenang Neng,ini sudah lumayan bergerak,Dimana mana katanya sedang macet neng,karena beberapa jalan ditutup.Ada pejabat lewat,bagi bagi sembako di pasar Neng!"ucap Pak supir memberikan info.
"Terus gimana ini,bisa nyampe jam berapa kerunah sakit!"
"Sabar ya neng!"ucap Pak supir yang hanya mengucapkan hal itu membuat Bilqis semakin tersiksa.Bayangan Radit yang merasa kesakitan dirumah sakit terus saja menghantuinya.Bilqis menggigiti kukunya menahan rasa gelisah,pandangannya melihat kearah kanan kiri jalan yang dipenuhi kendaraan,bergerak begitu lambat.Dia terua saja berdoa selama dalam perjalanan,meminta agar Suaminya diberikan perlindungan,dijauhkan dari segala macam penyakit yang akan membuatnya kesakitan
"Mas Radit,bertahanlah Mas,Aku mohon,Mas harus sehat.jangan sampai kenapa napa,Aku akan merasa bersalah kalau Mas Radit sampai sakit parah,Aku bagaimana,Rafa bagaimana Mas,Aku takut Mas Koma lagi seperti waktu itu,hal itu bener bener membuat Aku takut Mas,tolong jangan tinggalin Aku lagi.bagaimana Aku tanpa Kamu Mas,Aku ga akan Kuaaat!"Ocehnya dalam hati sambil terus saja menangis.
***********
Satu jam setengah Bilqis berada di dalam perjalanan,kini Kakinya berlari seperti orang kesetanan,Dia hampir saja menabrak orang yang sedang berjalan sambil membawa infusan.Bilqis berlari melewati koridor yang cukuo oanajng.Begitu sampai dipintu ruangan tempat sang Suami dirawat,Disana sidah ada kedua mertuanya,Denis dan juga John sahabat baiknya.
"Mama Papa,gimana Mas Radit?ucapnya sambil ngos ngosan namun juga wajahnya sudah berlinang airmata,khawatir kondisi akan Sang Suami.
"Sudah sayaang,sabar ya.Radit tidak apa apa,sebentar lagi juga siuman,Kamu temani saja Dia ya sayang,rawat Suamimu dengan baik,buat agar Dia tidak stress lagi,mungkin Dia butuh kasih sayang Istrinya,Kamu taukan Radit begitu cinta dan sayang sama Kamu.Yah mungkin Radit banyak salah sama Kamu Qis,tapi percayalah Nak,Dia begitu sayang sama Kamu.Mama harap rumah tangga kalian selalu rukun.Saling cinta,saling sayang.Kalau ada pertengkaran cepat diselesaikan,jangan samoai berkarut larut ya Nak.Sekarang Kamu masuk ya kedalam,Fadot pasti sudah nunggu Kamu.Kami akan pulang,mungkin besok kesini lagi.Ucao Mamanya.
"Iya nak,Papa titip bocah tua menyebalkan itu!"ujar Papa kesal.
"Maksud Papa?"Bilqis mengernyit heran.
"Maksud Papa,Papa titip Radit sama Kamu Nak,hanya Kamu yang membuat Radit tenang,Dia pasti senang Istrinya itu selalu sayang dan perhatian sama Dia.Kamu tentu tau kalau Radit itu sangat bergantung sama Kamu.Papa harap Kamu bisa memaafkan Dia,jika Dia membuat Kamu sedih dan terluka.Papa yakin rumah tangga kalian akan baik baik saja.Kalau Radit berbuat salah sama Kamu,bilang sama Papa.Biar Papa sendiri yang akan menghukumnya.Dia mungkin ga tahan bila harus jauh dari Kamu Qis,kan percuma kalian dekat kalau hati kalian jauh!".Peekataan Papa merguanya membuatnya bingung dan tak mengerti,namun Dia hanya mengagguk saja mwndengar penuturan Mertuanya itu.
__ADS_1
"Qis Aku pulang dulu ya,sepertinya kalian butuh waktu berdua,Iqis yang sabar ya menghadapi Bos tuaku yang menyebalkan itu."Ucap Denis.
"Iya Kak,makasih Ya Kak!"
Denis mengangguk mantap.
Bilqis diantar John kedalam ruangannya.Perlahan Bilqis mendekati tempat tidur sang suami.Dia duduk disampingnya,menatap Radit yang terbaring diranjangnya.Radit begitu mengkhawatirkan Bibirnya terlihat pucat,kantung matanya terlihat hitam dari biasanya.Bilqis yang melihatnya menjadi semakin merasa bersalah,apalagi beberapa hari ini Dia mendiamkannya,memusuhinya,membuat Dia merasa sesak melihat kondisinya seperti itu.
"Kak John,apa benar Mas Radit ga Papa?kok wajahnya pucat banget?"
"Gapapa Qis,Iqis tenang aja,beberapa menit lagi juga akan siuman!"ucapnya sambil melipat tangan di dadanya.
"Sebenarnya Mas Radit sakit apa Kak?"Tanya Bilqis melihat kondisi suaminya terlihat parah.
"Dia hanya tidak boleh stress!Paling utama Kamu harus lebih perhatian dan lebih sayang sama Dia Qis,ajak bercerita,ajak ngobrol agar Dia tidak stress.
.
.
.
__ADS_1
*******