TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Jemput Istri 2


__ADS_3

Bilqis gelagapan melihat apa yang dilakukan Radit.Suaminya dengan cepat membuka Ikat pinggangnya,dan juga resleting celananya dengan semangat empat lima.


"Mas ngapain sih"Bilqis heran sekaligus panik sambil menutup wajahnya namun mengintip di sela sela jarinya.


"jangan macem macem Mas,mau digrebek sama warga?"ujar Bilqis lagi yang semakin ketakutan saat sang suami justru seperti kesulitan membuka resletingnya.


"Sini sayaaang,katanya mau bukti"


"buka dong matanya,Kamu akan bahagia dengan keperkasaan Suamimu ini Qis"


Radit sibuk dengan resletingnya yang macet sehingga kesulitan membukanya.


"Duhh kok susah banget nih dibukanya"Radit sampe merem melek masih berupaya keras ingin menunjukkan keperkasaanya.


"Mas ngapain sihhh?"


"Repot banget"Bilqis tampak sangat kesal,wajahnya sudah memerah seperti tomat


"bukannya Kamu minta bukti"ujar Radit,namun Bilqis yang justru sibuk melepaskan seatbeltnya,Dia berniat untuk keluar dari mobil itu dan pergi.Dia tidak tahan dengan kelakuan Radit yang benar benar absurd pikirnya.


"Kamu mau kemana?"Tanya Radit yang menghentikan sejenak aktivitas buka celana,Dia melihat gelagat Bilqis yang ingin pergi meninggalkannya,Namun sebelum itu Radit dengan cepat menyergapnya dan memeluknya.


"Kamu mau kemana sayaaang?"Radit menciumi leher Bilqis yang sangat wangi,aroma tubuhnya yang harum lembut semakin membakar gairahnya.Diraihnya tengkuk Bilqis dan dici**nya dengan Rakus bibir sang Istri,penuh dengan nafsu membara,dil***t,dan dihi**apnya dengan sangat kencang bak alat vakum cleaner.Bilqis hanya bisa memejamkan matanya menerima serangan tiba tiba dari suaminya,dia merasa sesak dan sulit bernapas,bukan saja karena karena Radit membungkam bibirnya,namun juga detak jantungnya yang bertalu talu saking gugupnya sekaligus juga ada rasa senang didalamnya.Radit melepaskan pangutannya saat Dia menyadari Bilqis kesulitan bernafas.


"I miss you Qis.."sambil membelai sayang wajah cantik Istrinya itu kemudian diciumnya dengan hangat kening sang Istri.Bilqis merasakan wajahnya menghangat karena malu dan juga senang.Dapat diakui Bilqis memang amat sangat merindukan Suaminya itu,apalagi saat ini sikap Radit membuatnya bahagia.Dia sangat suka saat Radit bersikap seperti itu.


"Kok malah mau pergi."Radit membuyarkan lamunannya,wajahnya berpaling menghindari tatapannya karena malu,Radit semakin gemas dengan sikap Istrinya itu.


"Biasanya kalo mesumnya kumat,mas Radit suka jahat sama Aku"Ujar Bilqis merajuk.


"Lepasin Aaah"ucapnya pura pura marah.


"emang jahat apa sih sayaang"Radit memeluknya lagi.


"Aku kangen banget Qis,walau cuma 2 hari ga ketemu,tapi serasa 2 abad"ujar Radit gombal.


"Aku ini buru buru mau ketemu kamu,kok Kamu malah mau kabur!"


"Ya tapi Mas suka aneh sikapnya"


"Habis cium cium,peluk peluk gini pasti nanti sikapnya langsung berubah dingin"Bilqis mendelik kearah suaminya.


"ngga sayaaang,Aku janji gak bakalan jahat lagi sama Kamu"


"Dan Aku ini normal sayaaang"


"Kalo ga percaya coba pegang"ucap Radit sambil mengarahkan tangan Bilqis ke juniornya yang sudah berdiri tegak.


"AAAAAAA....."Bilqis menjerit kaget memegang perisai Radit yang besar kali panjang,membuat Bilqis ngeri sekaligus geli.


"Mass iiihhh sereeeem"ucap Bilqis bergidik ngeri.


"Sayaaang ini nih buktinya Kalo Aku deket Kamu tuh tegaaang teruss bawaannya"


"Iiiihhh ngeeriiii aaah"Bilqis semakin mengekrutkan tubuhnya menjauh dari Radit


"Bukan ngeri tapi ngeri ngeri sedap sayaaang"Radit semakin merapatkan tubuhnya medekati Istri kecilnya itu,siap siap menerkamnya.


"Stop mas,Udah"

__ADS_1


"jangan begini Mas.."


"Nanti digerebek lagi,dikiranya kita lagi mesum"


"ya kan memang lagi mesum"Radit terkekeh dengan sikap polos Istrinya itu.


"Aku kangen banget Qis mau di Kiss lagi dooong"Radit memejamnya matanya sambil manyun mengerucutkan bibirnya.


"Aww awwwwwww sakiiit Qisss"Bilqis mencubiiit kedua pipi sanga suami dengan gemas sekaligus kesal.


"Ayo pulang Mas,jangan mesum disini"


"Buktikannya nanti lagi aja dirumah,sekarang kita pulang dulu Mas"


"Mampir dulu kerumah Bunda,baru kita pulang ke apartement"..ujar Bilqis


"ngapain kerumah Bunda,Aku udah ga kuat"ujar Radit dengan wajah mesumnya yang begitu mendamba.


"Iya sabaaar,Ayo jalan Mas"


"Oke deh..Tapi bener kan Nanti Kita bisa Anu"


"Iya.."ujar Bilqis sambil sibuk memainkan Handphonenya.


.


.


.


"Bunda sama teteh pada mau kemana?"tanya Bilqis heran melihat Bunda dan Kakanya terlihat sudah berdandan rapi dihalaman sambil membawa satu koper kecil.


"teteh titip Haidar ya!"


"e-emang Mau kemana teh?".


"Ada keperluan mendadak dan mendesak!"


"Nanti saja Bunda jelaskannya"


"Pliss titip ya Qis,mungkin teteh sama Bunda baru pulang besok"


Jadi teteh nitip Haidar ya pliss ya!


"Iya teh tenang aja,Iqis bakalan jagain Kok"


"Qis.. bunda cuma sehari aja kok,maaf ya sayang,Bunda udah ngerepotin"


"Iya bunda gapapa"


"Nak Radit maafin Bunda ya,Bunda ngerepotin sebentar"ujar Bunda dengan wajqh memelas.


"oh iya bunda gapapa"Ucap Radit walau dalam hatinya sedikit tidak rela,karena takut rencananya dengan Bilqis akan terganggu.


"Sebentar Iqis kekamar Bun,Iqis cuma mau ngambil barang yang ketinggalan"


"oh yaudah"


Selesai mengambil barang belanjaannya kemudian Bilqis mengajak Haidar untuk pergi ke apartemennya.

__ADS_1


"Haidar udah kenal kan sama Om Radit?"


tanya Bilqis sambil menggendong Haidar dan mendekatkannya pada Radit.


"Ayo salim dulu"


"Ngga mau takuut"Haidar menyembunyikan


dipundak Bilqis.


"Hallo sayaaang,sini sama Om"Ucap Radot sambil tersenyum tulus kepada Anak gembul itu.


Dengan malu malu Si kecil Haidar pindah kepangkuan Radit.


"Anak.pintar,sudah sekolah belum?"


"sudah Om,baru okut preshcool"


"Wah pantesan pintar,sudah sekolah ternyata"Radit mencubit gemas pipi tembem sang ponakan.Bilqis menurunkan Haidar yang kewalahan dengan berat tubuhnya yang gendut sekalus lucu,Haidar berlari masuk kedalam mobil Radit.


"Duh liat anak kecil,jadi pengen cepet cepet punya anak"


"Qis kita bikin anak yang banyak ya"Radit memeluknya dari belakang,sambil menciumi tengkuknya,menj***t dan mengigit kupingnya dengan gemas.


"Mas jangan kayak gini,itu keliatan Haidar"Bilqis berusaha melepaskan lengan sang suami yang memeluknya begitu erat untuk segera masuk kedalam mobilnya namun Radit belum mau melepaskan pelukannya.


"Udah ga tahan,tadi Kamu janji katanya nanti dirumah"Radit masih memeluk Bilqis dengan erat.


"Eheeem..."Nisha dan Bunda muncul dari berlakang membuat pasangan ini jadi kikuk,cepat cepat Bilqis menghempaskan tangan Radit,dan membuntuti Nisha ke mobil.


"ini baju Haidar sama mainannya"


"Maaf ya,Aku ngerepotin Kamu"


"Gapapa kok,Iqis malah seneng Kak"


"Tapi kayaknya Suami Kamu nanti bakalan keganggu,keliatan banget tuh Dia kayaknya lagi ngebet Qis"


"ya justru itu,untungnya ada Haidar"


Bisik Bilqis ke Kakaknya,Radit hanya melihatnya dengan wajah yang merengut melihat sang Istri sedang berbisik bisik.


"Kalo gitu Kami pulang dulu Bunda,teteh"Ucap Radit pada mertua dan iparnya,Bilqis tampak menuntun Haidar"


"Iday jangan nakal ya Nak"


"Iya Mami"Ucap Haidar yang diduduk di jok belakang.


"Maaf ya Nak Radit Kami sudah banyak merepotkan"


"gapapa kok bunda,tidak merepotkan sama sekali.


.


.


******


Hai Hai Readerss tercinta..Mohon dukungannya terus untuk novel aku ya..Komen,like,vote dan juga kasih rating bintang 5 ya.🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2