
Radit telah menyelesaikan pertemuannya dengan klien,rasanya sudah tidak sabar untuk mengajak sang Istri refresing,untunglah Dia punya waktu yang lumayan banyak hari ini,sedikit santai sehingga bisa punya waktu jalan berdua,Dia ingin sekali menjadi Lelaki yang selalu perhatian,romantis dan selalu sayang pada istrinya.Apalagi Bilqis sedang hamil besar,mungkin waktu berduaan dengannya akan semakin sedikit,karena pastinya saat anaknya sudah lahir nanti, waktu Bilqis akan banyak tersita untuk mengurus Anak mereka,belum lagi Radit sangat ingin mempunyai anak sebanyak banyaknya dari gadis yang amat sangat dicintainya itu.
Radit membuka ponselnya,ternyata pesan dari Bilqis,Radit melihatnya sambil senyam senyum,bergegas Dia mencari toko dimana Bilqis sedang berbelanja.
"ok Honey Aku siap meluncur!"gumam Radit yang todak berhenti menyunggingkan senyumnya,dan kemudian melihat toko yang Bilqis kunjungi,toko peralatan bayi.
Namun saat akan menghampiri Bilqis,sang Istri justru terlihat sedang tertawa bahagia dengan seseorang yang membuat Dia benar benar membuatnya dirinya sangat kesal,kemurkaan kini terlihat jelas siwajahnya,rahangnya sampai mengeras dan tangannya mengepal saking marahnya.Bisa bisanya Bilqis bersenda gurau dengan mantan pacarnya,padahal Dia datang kesini bersama Radit dan tentu Bilqis tau dengan baik bagaimana sifatnya saat sedang cemburu.
Radit bertanya tanya dalam hatinya bagaimana bisa Istrinya itu bertemu dengan Arman,apakah Dia janjian dengannya,atau Laki laki itu mengikuti Istrinya.Bagaimana bisa mereka selalu kebetulan bertemu di Mall.
"Bukankah laki laki itu sedang berada di Amerika?mengapa sekarang Dia ada bersama Istriku?apa mereka memang sudah janjian disini?tapi kenapa?kenapa janjian disini saat sedang bersama Aku,Agar Aku tidak curiga?Agar Aku ga tau kalau ternyata selama ini mereka masih berhubungan?"berbagai pertanyaan berkelebat dalam pikiran Radit,membuatnya berprasangka buruk pada Istrinya,ingin Dia berfikiran jernih tapi hal itu sangat sulit baginya,apalagi kini dilihatnya mereka sedang berebut membawa belanjaan,pramuniaga yang memperhatikan mereka pun tak luput dari perhatian Radit,membuat dadanya benar benar diliputi oleh perasaan cemburunya,Radit dengan rasa marahnya yang besar bersiap untuk melabrak Istrinya dan Arman,namun kemudian langkahnya terhenti saat ingatannya membawanya pada insiden beberapa bulan lalu yang membuat sang Istri pergi meninggalkannya.Radit terdiam,Dia berfikir kembali.Dia berdiri mematung sambil netranya masih memperhatikan istrinya itu,Radit kemudian berbalik meninggalkan Istrinya disana,Dia takut justru emosinya akan meledak ledak,yang akan menyebabkan runah tangganya menjadi kacau bila Dia menuruti kemarahan dan kecemburuannya,dengan langkah gontai,Dia menelepon supir untuk menjemput sang Istri dan mengirimkan pesan pada Bilqis kalau Dia masih ada pekerjaan penting lainnya.
Disisi lain Bilqis tampak bengong membaca pesan dari suaminya.
Radit :Aku masih ada pekerjaan penting,Pulanglah duluan dengan supir.
"Yaaah ada kerjaan penting,padahal masih pengen jalan jalan,nonton,kenapa ada kerjaan siih...sebel!"gumam Bilqis saat membaca pesan dari sang suami.
"Kenapa Bunny?"tanya Arman yang melihat Bilqis nampak cemberut sambil melihat layar ponselnya.
"Ini Suamiku ngajak jalan,tapi malah pergi gara gara ada kerjaan,Aku disuruh pulang sama supir!"ucapnya dengan wajah yang muram dan bibirnya cemberut,membuat Arman gemas melihatnya.
"Jalan sama Aku aja yuk!sekalian temenin Aku belanja beberapa keperluan untuk bapak dan Ibu Aku,terus kita makan dan Kita nonton yuk!"Ajak Arman yang tampak begitu antusias.
__ADS_1
"Aduuh Maaf Mas,ini Suamiku justru nyuruh Aku kekantornya,lagipula ga enak masa udah nikah dan bentar lagi jadi Ibu Ibu malah mau jalan sama cowok lain,kan bahaya,mending Mas Arman cari cewek gih,biar ga jalan sendirian terus,masa Pak dosen idola kampus jomblo terusss,cari sana mumpung masih di Mall,kalo bumill gini bawaannya udah cape,pengen pulang, ga bisa diajak nongkrong hehe!"ucap Bilqis menolak halus ajakan Arman.
"Aku duluan ya Mas,terima kasih kadonya, ini banyak banget,Semoga Mas Arman cepet dapet jodoh yang baik,yang sesuai keinginan ya biar gugur status jomblonya..bye!"Bilqis melenggang pergi meninggalkan Arman,namun kemudian Pria itu mengejar Ibu hamil itu.
"Aku antar sampai supir Kamu dateng,masa Aku biarin Kamu pergi dengan bawa belanjaan segini banyaknya!"ucap Arman,sambil mengambil kembali belanjaan yang dibawa Bilqis.
Arman mengantar Bilqis sampai gadis yang dicintainya itu pergi dengan mobilnya,Dia menatapnya sampai mobil itu hilang dari pandangannya.
.
.
.
Pukul 12 Malam Radit baru tiba dirumahnya,Dia sengaja pulang larut malam,rasa marah dan cemburu masih bercokol dihatinya,Dia sengaja berlama lama dikantornya,Dia belum siap bertemu Bilqis,takut emosinya akan meledak ledak.
Radit melonggarkan dasinya,dibukanya pintu kamarnya,Radit membelalakkan matanya,Bilqis sudah tampil sangat seksi dengan dres warna merah menyala sangat pendek dengan tali yang super tipis,dadanya terlihat membusung indah, karena sepertinya Bilqis tidak mengenakan dalaman sama sekali,karena Bilqis tau,hal itu merupakan favorit suami mesumnya.Rambut panjangnya di gerai kesamping depan,Dia berjalan tersenyum manis menyambut kedatangan Radit,padahal biasanya Istrinya itu selalu tertidur bila Dia pulang larut malam,namun kali ini Bilqis segera mendatanginya,mengambil tas kerjanya dan mencium tangan sang Suami.Radit menelan salivanya melihat kemolekan tubuh Istrinya,rasanya ingin Dia memeluknya,merengkuhnya dan mencumbunya saat itu juga,namun rasa marah dan cemburu masih menguasainya,jadinya sikap Radit hanya datar dan cenderung dingin saat Istrinya itu memeluknya.
"Papi kok baru pulang,Katanya tadi mau jalan jalan,tapi malah kerja,Papi jahat iih,Mami malah ditinggal sendiri di Mall!"ucap Bilqis manja dan masih memeluk suaminya menyandarkan diri kedada sang Suami.
"Maaf Aku banyak kerjaan!"Ucapnya dingin sambil melepaskan pelukan Bilqis.
"Sayangku sibuk banget ya,sampe Aku telepon ga diangkat,pesan Aku juga ga dibalas."
__ADS_1
"Heem!"Ucap Radit sambil pergi ketoilet membersihkan diri.
Sikap Radit yang dingin membuat Bilqis bertanya tanya,mengapa Suaminya bersikap seperti itu.
"Mungkin terlalu cape,saking sibuknya jadi suamiku seperti itu!"gumam Bilqis,mencoba untuk berfikiran positif.
Bilqis dengan setia masih menunggu sang Suami walaupun sudah merasa lelah dan ngantuk,tapi Dia menahannya demi bisa bercengkrama dengan Radit,sekaligus Dia juga ingin melaporkan kejadian Di Mall agar tidak membuatnya salah faham,dan memberitahukan perihal hadiah yang diberikan oleh Arman kepadanya.
Radit sudah selesai membersihkan diri,namun lagi lagi sikapnya sangat datar dan dingin,Dia bahkan tidak memperhatikan sang Istri yang dari tadi menunggunya.Dia bergegas tertidur dan memunggungi Bilqis,membuat Bilqis kaget dengan perubahan sikap suaminya.
"Sayaaang...Papi sayaaang,kok langsung bobo sih,Aku kok ga disayang dulu,ini Dede bayi juga dari tadi nungguin Papinya!"ujar Bilqis sambil menepuk nepuk lengan sang suami yang sedang pura pura tidur.
"Besok aja Qis,Aku lagi capek,tolong jangan ganggu Aku malam ini,Aku pusing banget,pengen Istirahat,please!"ucap Radit sambil tetap membelakangi Istrinya,membuat Bilqis terhenyak,karena tidak biasanya Radit memanggilnya dengan namanya,biasanya Lelaki itu selalu memanggilnya dengan kata 'Mami','Mami kecil','sayang','Honey',tentu saja hal itu membuatnya bertanya tanya,ada apa gerangan yang membuat sang suami bersikap tidak seperti biasanya.
"Tapi Pi,Aku mau ngasih tau kalau di Mall tadi Aku.."
"Denger ga kalau Aku mau Istirahat!"ucap Radit tajam,membuat Bilqis tak berani mengganggu suaminya lagi.
.
.
.
__ADS_1