
Waktu menunjukkan pukul 10 malam,Radit membantu mengeringkan Rambut panjang Istrinya itu dengan handuk sambil memberikan pijatan lembut dikepalanya membuat Bilqis merasa nyaman dan bahagia dengan perhatian kecil suaminya itu.kemudian
terdengan bel pintu,Radit bergegas membukanya,lalu Dia datang dengan berbagai macam menu yang Dia pesan,dan tidak ketinggalan menu pesanan Bilqis sudah terhidang.
"Honey,Ayo makan dulu.Aku suapin ya."ucap Radit lembut,yang melihat sang Istri masih duduk dimeja rias dengan rambut panjang berantakannya,yang sudah mulai kering.
"ga usah Yang, Aku bisa sendiri"tolak Bilqis sambil berjalan mendekat,Radit tertawa melihat cara jalan Bilqis yang menurutnya sangat lucu.membuat Bilqis hanya tertunduk malu.
"Sudah Kamu duduk saja biar Aku yang nyuapin Kamu"Bilqis mengangguk saja.
"makan yang banyak Honey"ucap Radit sambil menyuapkan Nasi dan sop buntut sesuai permintaan Istrinya,Bilqis mengunyah dengan lahap,kemudian bergantian Radit yang makan.mereka makan berdua dengan nikmatnya sambil sesekali saling memandang dan melemparkan senyum.
"Aku nyesel Honey!"ucap Radit tiba tiba,yang membuat Bilqis kaget sekaligus khawatir.
"Nyesel kenapa?"
"Nyesel kenapa ga dari dulu Aku ketemu Kamu dan nikah sama Kamu,ternyata nikah itu enak ya,apalagiii...."
"apalagi setelah nyicip kue apem legitnya..."blussshhh wajah Bilqis langsung memerah menahan malu.membuat Bilqis menahan senyum sambil menggigit bibirnya.
"boleh nambah ga sayaang"pinta radit manja dengan senyumnya yang menggoda.
__ADS_1
"iiiih ngagetin aja nih Mas Radit,kirain nyesel udah nikah sama Aku"ucao Bilqis dan kemudian kembali menunduk.
"Kok mas lagi sih manggilnya"
"hehe maaf dah kebiasaan"
Radit menyuapinya lagi dan ada sedikit makanan terselip disudut bibir bilqis,Radit mendekatkan wajahnya dan menjilat sisa makanan itu lalu mencium lembut bibirnya.Bilqis diperlalukan seperti itu hanya bisa diam saja,lagi lagi tertunduk malu.membuat Radit gemas melihatnya.
"Honey,Kamu jadi pendiam sekarang"Radit memandang iatrinya dengan mimik wajah yang khawatir.
"kenapa?"
"Apa masih sakit?"tanya Radit khawatir.
"Apa masih malu juga,sampe jadi pendiem gini.Biasanya kamu ceriwis" ucap Radit sambil menyingkirkan makanannya yang sudah habis tak bersisa dan membawa Istrinya itu ke tepi ranjang.
Bilqis lagi lagi hanya terdiam.kemudian Radit meraih dagunya agar bisa menatapnya.
"kalau Kamu sudah terbiasa dengan sentuhanku, ga akan buat kamu malu dan sakit lagi Honey,justru akan membuat Kamu ketagihan saking nikmatnya"bisik Radit sambil tersenyum hangat lalu memeluk dan membelai rambutnya dengan sayang.kemudian kembali menangkup wajahnya,mencium bibirnya dengan lembut.melahapnya,menciumnya semakin dalam sambil Radit menekan kepalanya,geloranya kembali memanas.Radit melemparkan kimono yang membalut tubuhnya,lalu kembali mencium bibir istrinya dengan rakus,dagunya dia gigit dengan gemas,lalu didorongnya tubuh mungil istrinya itu hingga dalam posisi terlentang,dilepasnya tali pengikat kimono itu dengan bibir masih bertaut.
Radit menciumi leher mulus itu lalu tangannya menyentuh setiap bagian tubuh istrinya itu.membuat ******* lolos dari mulut Bilqis.
__ADS_1
Bilqis memekik tertahan saat pusaka itu kembali menerobos tanpa peringatan.
"aaaachhhh ssshhhhh sakiiit"Bilqis merintih,namun Radit sangat menikmati ekspresi wajah yang menggambarkan rasa nikmat dan sakit menjadi satu,Bilqis sungguh amat mempesona,sehingga semakin memacu Radit dengan hentakan semakin cepat.
Erangan dan lenguhan panjang menggema di kamar itu.Doa sejoli itu kini sedang didera amukan badai gelora cinta.
Malam semakin larut ketika Radit melancarkan serangan yang kedua,tubuh lengketnya membuat bilqis tidak nyaman,bergegas bilqis membersihkan diri walau langkahnya agak tertatih.
Setelah selesai membersihkan diri,Rasanya Dia ingin secepatnya Istirahat,namun Baru saja Bilqis bernafa lega,Radit dengan mimik wajah seperti serigala lapar yang melihat mangsanya,dengan cepat tangan lelaki itu merengkuh Bilqis dan membawa kepelukannya.Lagi dan lagi Radit mencumbuinya dengan liar,namun Bilqis pun menyambutnya dengan penuh gairah.karena lelaki ini benar benar pandai memanjakannya dengan sentuhannya disetiap inci tubuhnya,yang perlahan membuat Bilqis kecanduan.
Mereka kembali tenggelam dalam gairah yang menggelora.saling menikmati sentuhan ditubuh masing masing.merasakan hangatnya nafas yang menelusuri setiap lekukan tubuh yang membuat degup jantung kian bertalu.
Lagi dan lagi ruangan itu dipenuhi erangan dan ******* yang lolos dari mukit bilqis,sedangkan Radit melenguh dan mengerang saking nikmatnya,seakan tidak ada kata kata lagi yang bisa keluar dari mulut kedua sejoli itu.Rasa malu dan sakit yang dirasakan Bilqis,kini berganti dengan rasa nikmat tiada tara,Dia tak henti hentinya mendesah seolah meminta sentuhan lebih dari Radit,setiap Dia menyentuh setiap bagian tubuhnya.
Semua bagian tubuhnya menjadi sangat sensitif,matanya semakin terpesona pada Suaminya yang terus berpacu diatas dengan ekspresi yang sangat sulit untuk digambarkan.
Hingga entah berapa lama keduanya salimg menyatu dan kembali merasakan getaran dahsyat yang diterima dari masih masing tubuhnya.seperti melayang kesurga saat merasakannya begitu batin keduanya.
.
.
__ADS_1
.
*******