
Radit menggandeng tangan Bilqis dengan posesif saat memasuki rumah besar kediaman keluarga Arshinta yang dulu juga merupakan rumah mendiang calon Istrinya.Sudah lama sekali Radit tidak menginjakkan Kakinya kerumah megah itu,rumah yang penuh dengan kenangan manis dan pahit antara Dia dan Artika.Radit melangkah dengan pasti dan menggegam tangan Bilqis dengan erat,Saat mereka berjalan seolah semua mata tertuju pada pasangan itu,terutama pada Bilqis,gadis disampingnya itu benar benar sukses memukau banyak orang yang melihatnya,Bilqis lah yang tercantik diantara tamu undangan lainnya yang sudah berdatangan.Begitu mereka sudah sampai didalam,tak ada satu laki laki yang tidak terpesona dengan kehadirannya,semua mata seakan tertuju kepadanya,membuat Radit sangat kesal melihatnya yang seolah mengagumi Istrinya,Ingin rasanya Dia mencolok mata mereka satu persatu,Dia tak rela istrinya dikagumi banyak Pria.
Radit dan Bilqis segera menghampiri si empunya hajat.Arsinta tampak cantik dan seksi, juga elegan dengan gaun warna hitam panjang tanpa lengan,dengan belahan tinggi sampai mengekspose semua bagian pahannya,wanita yang tinggi kurus bagai model segera menghampiri pasangan itu dengan memeluk dan mencium Radit dengan mesranya,Bilqis mencoba mengerti mungkin orang kaya memang begitu saat bertemu.
"Sinta,kenalkan ini Istriku Bilqis"Radit memperkenalkannya Pada Arsinta,Dia menjabat tangannya dengan erat,mimik wajahnya terlihat jelas menampakkan ketidaksukaannya pada Bilqis,namun Bilqis tetap berusaha tenang dan menampakkan senyum manisnya.
"Hai Bilqis Aku Arsinta,adiknya Artika yang dulu calon Istri Kak Radit"ucapnya dengan wajah Judesnya namun Dia berusaha menyembunyikannya,Tapi Bilqis dapat melihatnya dengan jelas,bahwa wanita dihadapannya itu tidak menyukainya.
"Hai,senang berkenalan dengan Tanteu"Sengaja Dia tekan kata Tanteu setelah melihat ekspresi wajah Arsinta yang menampakkan wajah permusuhan padanya.
"Hei apa Aku setua itu haha..panggil saja Kak Sinta,Aku belum menikah"Sinta pura pura tertawa padahal Dia sangat benci bila ada orang memanggilnya demikian.
"Uppss...Maaf Tanteu eh Kak.."Bilqis pun pura pura tidak sengaja,dan Dia tersenyum sinis pada Sinta,Dia sebal dari semenjak kedatangannya,Dia selalu mencari cara untuk dekat dengan Radit dan mengabaikan kehadirannya.Bilqis kini yang justru menggandeng posesif sang Suami,melihat itu membuat Arsinta geram.
"Bilqis boleh pinjam Kak Radit sebentar,Aku ingin memperkenalkannya pada teman-temanku"Bilqis menatap Suaminya seolah memintanya untuk tidak meninggalkannya,Dengan cepat Radit digandenganya,membuat Radit tidak enak pada Bilqis namun juga tak kuasa menolak keinginan Sinta yang sudah Dia anggap seperti adiknya sendiri,dengan berat hati Bilqis melepaskan tangannya.Dia kesal melihat Radit seolah tidak tegas dengan sikap agresifnya Arsinta.
"Gini nih,kalau punya Suami Plinplan dan labil..huh."gumamnya pelan saat melihat Radit tengah tertawa tawa digandeng Arsinta,membuat Bilqis kesal.
Beberapa Pria dan wanita menghampirinya,mengajaknya berkenalan,dengan sopan Bilqis memperkenalkan dirinya,lalu beberapa laki laki ikut nimbrung dan ingin dekat dengan Bilqis,membuat Bilqis merasa risih,setelah berkenalan dan berbasa basi,dengan cepat Dia menghindarinya dengan pura pura ingin ketoilet.
Tak berapa lama Bilqis kembali dari toilet dan mencari cari keberadaan Radit yang sudah lumayan lama membiarkan Dia menikmati pesta itu sendirian,Bilqis berusah tersenyum dan ramah dengan orang yang berpapasan dengannya saat Dia mengambil makanan dan minuman,perutnya keroncongan minta diisi.
Pesta Ulang tahun berlangsung dengan sangat meriah,Arsinta bahkan memberikan potongan kue pertamanya untuk Radit,lagi lagi Radit tidak dapat menolaknya.Hal itu tentu saja disaksikan oleh Bilqis,Arsinta seperti sengaja menas manasinya.
"Cium..CiumC.ciumm"Semua orang yang hadir besorak sorai dan bertepuk tangan seolah menyuruh Radit mencium Arsinta,namun Radit hanya Diam saja,matanya justru mencari cari keberadaan Bilqis,Arsinta menyadarinya,serta merta Dia menggapai punggung Radit dan mencium pipi kanan kirinya,membuat Dada Bilqis sesak dan sakit melihatnya.
__ADS_1
Tidak sampai sisitu saja,mereka bahkan berdansa saat MC meminta mereka,Arsinta lagi lagi melancarkan sikap agresifnya,tangannya merangkul bahu Radit,sedangkan kedua tangan Radit bertumpu pada pinggang Arsinta,dan tentu saja Radit tak kuasa menolak permintaan Arsinta.Mereka berdua bagaikan sepasang kekasih yang sangat serasi,yang membuat kagum orang orang yang hadir dipesta itu,lalu tanpa sengaja,pandangan Radit bersirobok dengan Bilqis yang melihatnya dengan raut wajah yang kecewa,matanya berkaca kaca.Tak tahan melihat kemesraan Suaminya, Bilqis pergi ketaman belakang yang dilihatnya,Dia menangis sambil menepuk nepuk Dadanya,rasanya benar benar sangat sesak.Apalagi saat ini perasaanya lebih sensitif dari biasanya.Seandainya tahu akan begini,Dia tidak sudi untuk datang ketempat ini,batinnya.
"Tega sekali Mas Radit,apa Dia tidak memikirkan perasaanku"
"Mennyebalkan...benar benar pasangan serasi"Sarkasnya dengan sangat emosi.
"Aku benci,Aku benar benar membencimu Om Tua jahat,jutek,mesum,genit,nyebelin.."Bilqis berbicara sendiri,Dia benar benar meluapkan kemarahan dan kekesalannya.
"Menyesal Aku datang kesini hiks hiks"Gumamnya sambil menangis.
"Bunny.."
"Bunny ..beneran Kamu kan?"tiba tiba saja Arman berdiri tegap dibelakang Bilqis yang memunggunginya.Bilqis terkesiap dan membalikkan tubuhnya,membelakakkan matanya,tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Mas..Arman.."
"Justru seharusnya Aku yang bertanya demikian Bunny sayaaaang,kok Kamu bisa ada disini?"Arman balas bertanya.
"Jawab dulu pertanyaanku Mas"
"sepupuku ulang tahun,Aku datang sedikit terlambat,ternyata acaranya sudah berlangsung dari tadi,para undangan sedang berdansa,Kulihat Sinta sangat bahagia,Akhirnya Dia menemukan pasangannya,yang datang sedang berdansa dengan pasangan masing masing,membuatku jengah melihatnya.Jadilah Aku kesini dan ternyata Ada kekasihku disini"panjang lebar Arman menjelaskan,membuat Bilqis bahagia melihat ada orang yang dikenalnya,sekaligus hatinya menjadi sedih saat Arman menyebut Sinta menemukan pasangannya,Dia pasti Rafit Suaminya.Suami yang ga punya perasaan.Istrinya dibiarkan,sedangkan Radit bermesraan dengan Tanteu Tanteu itu,sunggu pasangan serasi pikrnya.
"Hei kok malah melamun,wajahmu pun sedih begitu Bunny.."
"Apa Kamu sakit?"Tanya Arman khawatir saat melihat wajah cantik Bilqis memerah seperti habis menangis."
__ADS_1
"A-Aku gapapa Mas,Aku hanya kurang enak badan,disini dingin"Bilqis tersenyum meringis mengusap usap lengannya dengan kedua tangannya,sambil meringis karena memang Dia kurang enak badan sejak tadi pagi,mungkin karena sedang datang bulan juga.Buru buru Arman menyelimuti bahu Bilqis dengan Jas hitamnya,Dia membenahinya dan berhadapan dengan Bilqis dibawah remang remang lampu taman.
"Kamu habis menangis Qis,mata dan hidungmu merah begitu.."Arman menatap wajahn Bilqis penuh selidik.
"Ah..mmm nggak tadi Aku hanya kelilipan"sanggahnya.
"Jangan bohong Bunny....coba Aku lihat,apa bener kelilipan"Arman meraih bahu Bilqis dan menatapnya dengan seksama.
"Aku ga papa Mas,gausah khawatir..Aku gapapa."Bilqis berusaha melepaskan kedua tangan Arman dari bahunya namun Arman meraihnya kembali.
"Lepaskan Istriku dari tanganmu Brengsek!!"
Tiba tiba saja Radit sudah ada didekatnya dengan wajah bengis menahan luapan amarah yang sudah sangat menggunung.Radit membalikkan tubuh Arman untuk menghadapnya kemudian Dia mencengkram erat kerah leher Arman dan mendorongnya sehingga membuatnya terjatuh,Kemudian Dia meraih tangan Bilqis dan mencengkramnya dengan erat untuk membawanya keluar dan pergi dari pesta itu.Tak lama Arman bangkit kemudian mengejarnya.
"LEPASKAN KEKASIHKU..."Teriak Arman.Tentu saja Radit yang mendengarnya tidak terima dan...
BUG...
.
.
.
******
__ADS_1
Hallo Hallo bestieeπππππ...Mana Votenya Bestieeeβ€β€β€
Tinggalkan jejak demgan Like,komen,Vote.Mana nih Bab paforit kalian...?ππππππ