
Dan seperti janjinya,setelah 2 hari menghabiskan waktu dirumah sang BundaJohn memboyong keluarga kecilnya itu kekediamannya.Rumahnya sangat besar dan Luas,dengan arsitektur modern yang tampak nyaman dengan berbagai macam fasilitas,termasuk kolam renang yang luas dan nyaman.Kehadiran Nisha sudah disambut oleh kedua mertuanya.
"Selamat datang Nak,Ibu dan Bapak sangat bahagia,Kamu tetap menjadi menantu Kami.Ibu sama Bapak numpang tinggal sama Kalian,Kami harap Kamu tidak keberatan menampung kami yang sudah jompo ini!"ucap Ibu mertuanya.Nisha memeluk sang Ibu mertua dengan sayang,semenjak Dia menjadi menantu Mereka,belum sekalipun Nisha mempunyai konflik dengan Mereka,apalagi Ibu mertuanya itu begitu sangat baik dan lemah lembut,hilang sudah cerita tentang Ibu mertua yang cerewet,jahat dan suka Ikut campur dengan rumah tangga sang Anak.Nisha merasakannya sendiri saat pernikahan pertamanya,Mereka sering sekali bahkan sampai bertahun tahun tinggal dengan Mertua,belum pernah ada konflik dengan Mereka,Karena sang mertua menganggap Nisha seperti Anaknya sendiri.
"Jangan berkata seperti itu Bu,Nisha sangat senang.Bapak sama Ibu mau tinggal dengan Kami,jadi Kak John ga khawatir dengan Bapak dan Ibu."Ucap Nisha tulus.
Setelah bercengkrama dengan Bapak dan Ibu mertuanya,John dan Nisha mengantarkan Haidar kekamarnya.Kamar yang sudah disediakan dan ditata sedemikian rupa membuat Haidar terlonjak bahagia.John sengaja mendesign kamar Haidar sangat unik dan futuristik.Karena Haidar suka Dinosaurus,kamarnya didominasi warna hijau pada dinding dan perabotan kamar,bantal bantal dinosaurus,lemari serta pajangan pajangan bertema Dinosaurus pun terlihat sangat unik,membuat Haidar membelalakkan matanya,belum lagi dipojok kamarnya disusun rak buku,yang merupakan koleksi dari Haidar juga beberapa buku yang sengaja dibeli untuk putra sambungnya itu.
"Kamu suka ngga Day,Papa sengaja nyuruh temen Papa bikinin kamar tema Dino,walaupun cuma alakadarnya begini!"ujar John merendah.
"Papa makasih banyak,Iday suka banget!"Haidar memeluk John dengan bahagia.
"Syukurlah kalau Iday suka.Nanti baju baju sama mainannya dibantu sama Bibi untuk dibereskan."Ucap John,Dia sendiri merasa puas dengan hasil karya temannya itu.Nisha pun dibuat terkagum kagum dengan kamar Haidar yang dipenuhi Dinosaurus favorit sang Anak.Matanya memandang takjub dengan interiornya yang sangat menarik.
"Makasih ya Kak,udah repot repot seperti ini!"ucap Nisha tersenyum manis pada sang Suami,yang hanya ditanggapi datar oleh John.
Haidar tampak asyik mengagumi kamarnya,kini Nisha mengekori John yang mengajak kekamarnya.
"Maaf ya,karena ada orang tuaku,Kita terpaksa satu kamar seperti ini,tapi kalau Kamu mau dikamar tamu juga gapapa!"ucap John
"Ya jangan dong Kak,Aku gamau orang tua Kamu curiga,Kita satu kamar saja seperti biasa."ucap Nisha.
"Tapi maaf Aku gamau tidur disofa seperti kemarin kemarin,Kita terpaksa tidur diranjang yang sama.Aku juga keberatan Kamu tidur disofa,itu bahaya,karena bisa menyebabkan saraf kejepit,karena tubuh tidak leluasa bergerak!"ucap John.Nisha hanya mengangguk ngangguk saja,walaupun membuatnya kagetkarena akan tidur satu ranjang dengan pria dihadapannya.
__ADS_1
Nisha pun masuk kekamar sang Suami yang begitu luas,dengan interior kamar bernuansa maskulin,kamarnya tampak begitu rapi dan wangi.Nisha mengedarkan pandangannya,Nuansa warna hitam dan gold mendominasi kamarnya.
Pandangannya tertuju pada tempat tidur yang besar dan nyaman.
******
Sementara John membersihkan diri,Nisha membereskan pakaiannya,Dia kini berbagi tempat dengan sang Suami.Nisha meletakkan pakaiannya disamping pakaian John,dan tangannya kini memegang lingerie pemberian sang Adik dengan berbagai macam warna juga model.Nisha senyam senyum sendiri sembari menjembrengkan lingerie seksi pemberian adiknya itu,sembari menggelengkan kepalanya karena Diapun melakukan hal serupa saat Bilqis menikah dengan Radit,bahkan Dia mengajarkan jurus jurus absurd diranjang,agar Bilqis bisa menaklukan Radit si gunung Es yang terkenal dingin dan arogan.Nisha menjadi teringat dengan sikap John yang juga akhir akhir ini bersikap seperti itu padanya.Tapi tidak mungkin sikap nakalnya itu ditunjukkan kepada suaminya saat ini.Bukankah Dia sendiri yang mengharapkan John bersikap seperti itu padanya.
Setelah selesai membereskan pakaiannya di walk in closet,Nisha kemudian membawa pakaian untuk John.Setelah beberapa hari ini John bersikap cuek padanya,dan sikapnya itu membuat Nisha tersiksa.Untuk itu Dia berinisiatif menjalani peran sebagai mana seorang Istri walaupun memang dihatinya masih ada keraguan,dan belum seratus persen siap berperan sebagai seorang Istri seutuhnya,tapi Nisha mencoba untuk menerima pernikahan ini,perkataan John yang ingin berpisah darinya membuat Nisha ketakutan.tentu saja Dia tidak mau menjadi janda untuk kedua kalinya,walaupun belum bisa berperan sebagai seorang Istri seutuhnya.Diapun menyesali perkataannya tempo hari yang seolah menganggap kalau pernikahan ini hanya permaian.
******
Nisha berdiri mematung,begitu John keluar dari kamar mandi yang hanya melilitkan handuk sebatas pinggangnya.rambutnya yang basah tampak berantakan,lengannya yang berotot,perutnya yang kotak kotak dan dadanya yang bidang dan menonjol dan kesemuanya dipenuhi dengan bulu,John terlihat begitu macho dan maskulin.Berbanding terbalik dengan mendiang suaminya.Nisha begitu asyik memperhatikan John yang sedang mengeringkan rambutnya,padangannya pun kini tertuju pada bulu ketiak yang begitu lebat.
John bukannya tak menyadari Istri mungilnya itu sedang mengagumi tubuhnya yang atletis,namun Dia pura pura cuek saja,padahal hatinya berbunga bunga diperhatikan dan dikagumi Nisha seperti itu.
"Kenapa senyam senyum begitu!"Tanya John membuat terhenyak kaget sekaligus malu,karena kedapatan sedang mengagumi sang suami.Nisha cepat cepat meletakkan pakaian John,dan setengah berlari kekamar mandi melewati John dengan wajah tampak memerah,membuat John tersenyum simpul melihat kelakuan sang Istri.
*******
Setelah tubuhnya terasa segar dengan mandi air hangat,Nisha sudah mengganti pakaiannya dengan gaun tidur selutut warna marun berbahan satin dengan tali kecil yang memperlihatkan tangannya yang putih dan mulus,rambut sebahu dibiarkannya tergerai.John yang sedang duduk ditempat tidur sambil memainkan laptopnya terbengong bengong melihat Nisha yang seperti bidadari baru saja melewatinya dan kini sedang asyik duduk dimeja rias,John mencuri curi pandang kearahnya.John bersumpah Nisha terlihat begitu cantik dan menggoda dengan gaun tidur itu.Rasanya Dia ingin menghampiri sang Istri,menciuminya,memeluknya dan..
"Kak...!"Nisha sudah berada disampingnya,begitu dekat sehingga kini begitu jelas,Istrinya itu tampak begitu cantik dan menggairahkan.Cepat cepat John memasang sikap cuek dan dingin.
__ADS_1
"Hemmhh....!"ucap John pura pura memperhatikan laptopnya.
"Besok kerja jam berapa biar Nisha siapkan bekal makan siang!"
"Gausah repot repot,biar Aku makan dikantin saja!"Ucap John dingin,walaupun sebenarnya Dia merasa tidak tega menolak keinginan Nisha.
"Ga ngerepotin kok,sekalian buat untuk Haidar juga,jadi besok kerja jam berapa?"Tanya Nisha lagi.
"Pagi!"jawab John pendek,dengan pandangan masih ke laptopnya.
"Aku mau ijin main kerumah Bilqis,setelah mampir ke sekolah Haidar."
"Terserah Kamu,Kamu bebas melakukan apapun yang Kamu mau,selama Kamu bisa menjaga diri!"ujar John sambil menutup laptopnya dan menaruhnya,kemudian Dia berbaring tertidur disamping Nisha dan memejamkan matanya.
Nisha pun segera merebahkan dirinya disamping John,Diasedih dan kecewa dengan sikap John yang masih saja ketus dan dingin kepadanya.
Terdengar suara dengkuran halus dari John,Nisha memberanikan diri menghadap kearahnya.Padahal tadi jantungnya sudah dag dig dug karena harus satu ranjang dengan John,Dia pikir ini akan menjadi malam pertamanya,namun ternyata tidak terjadi apa apa,lalu sebenarnya apa yang Nisha harapkan,Apa Nisha berharap Lelaki itu terus mengejarnya,memaksanya dan menyentuhya.Nisha tersenyum kecut.
.
.
.*********
__ADS_1