
Hari ini adalah hari yang paling indah bagi Radit,keinginannya untuk menambah seorang momongan akhirnya terkabul juga,tak henti hentinya Dia menyunggingkan senyum sambil menyetir mobil,membelah jalanan yang lumayan padat.Hatinya membuncah bahagia,walau sang Istri belum juga mencair dari sikap juteknya,namun hal tersebut bisa Dia maklumi,apalagi setelah tadi mendengar penjelasan dari sang Dokter sekaligus sahabatnya bahwa hal itu disebabkan oleh hormon yang meningkat selama kehamilan,membuat Radit sedikit memaklumi.Dia berharap kalau stok sabarnya masih aman untuk menghadapi sikap sang Istri yang memusuhinya.
"Honey mau mamam apa,mau dibeliin apa sayang,mumpung kita sedang diluar.barangkali Kamu ngidam makanan sesautu?"Tanya Radit sambil menatap wajah sang Istri di kaca spion.
"Gamau apa apa,hanya ingin cepet sampai rumah,pusing sama mualnya terasa lagi!"keluh Bilqis sambil mengusap perutnya,dengan wajah yang meringis.
"Ini Bunda bawa permen jahe mau ga?lumayan ini untuk mengurangi mualnya!"Bunda merogoh rogoh tasnya,mencari permen jahe yang hampir selalu ada didalam tasnya.Wanita paruh baya itupun begitu bahagia karena akan kembali dikarunai seorang cucu.
"Boleh deh Bun,Iqis minta satu!"
Radit kembali memperhatikan sang Istri,tidak sabar ingin sekali memeluk tubuh seksinya,mengekspresikan rasa cinta dan sayangnya pada sang Istri.Berita membahagiakan ini benar benar seperti mimpi,setelah sekian lama menunggu,akhirnya impiannya ini datang.
"Besok Kita pulang kerumah ya Honey,untuk malam ini gapapa masih menginap dirumah Bunda,sayang kan rumah Kita udah terlalu lama kosong yang,semenjak Kamu ninggalin rumah,Aku ga pernah tidur disana,Aku ga sanggup tidur sendiri disana,rasanya bener bener sepi,sunyi,ngebayanginnya aja ga sanggup Honey,Aku selalu tidur dirumah Mama,jarang sekali pulang ke rumah.Jadi please yang Sayang,besok Kita pulang ke rumah."Pinta Radit sambil fokus menyetir mobionya.
"Iqisnya tidur nak Radit,kecapean mungkin.Maaf ya Nak Radit,kalau sikap Iqis sedikit menyebalkan,mohon dimaklumi.Biasa hal seperti ini sering terjadi.Dulu juga Bunda begitu,saat hamil Iqis malah lebih parah,mual muntah sampai 6 bulan,da kalau lihat Ayahnya Bilqis bawaannya ingin marah terus,padahal ga bikin salah apa apa hihihi.kayaknya Iqis nurun sama Bundanya.Tapi nanti juga baik lagi.biasanya cuma awal awal aja,dan trimester kedua sudah mulai normal lagi."
"Trimester kedua itu kapan Bun?"Tanya Radit.
"Saat usia kandungan 4 bulan,itu trimester kedua nak Radit!"
"Waah masih lama ya Bun,baru sehari aja Saya ga kuat dijudesin sama Iqis,biasanya kan ga seperti itu Bun!"
"Ya mudah mudahan ga sampe ke trimester kedua,tapi ada juga yang selama hamil benci banget sama bapaknya."
"Maksud Bunda sembilan bulan?"Tanya Radit kaget.
"Iya selama sembilan bulan!"
"Ohh my god,jangaan sampe Bun,Saya ga bakalan kuat kalau semakin lama lagii,bakalan merana hidup Saya aduuuh,semoga saja ada mukjizat ya Bun."
"Yang penting sabar aja nak,kan itu juga bukan keinginannya.Mohon dimengerti ya Nak Radit."
"Iya Bun!"ucap Radit lemah.
__ADS_1
***********
"Mamiiii hiks hiksss Mamiiiiii!"Rafa langsung menghambur pada Bilqis begitu melihatnya datang.Bocah tampan Jelmaan Papinya itu tampak sangat manja pada Bilqis.
"Sayangnya Mami,udah mamam belum?maaf ya Maminya lagi ga enak badan,habis dari rumqh sakit,Rafa main disini sama Abah ya?"Tanya Bilqis yang memeluk sang Anak dengan sayang.
"waaah Ayah bakalan dapet Cucu baru,selamat ya Anak Ayah,Alhamdulillah ya Rafa jadi ada temennya nanti!"
"Selamat ya Nak!"ucap sang Ayah pada Radit.
"Makasih Yah,Alhamdulillah masih dipercaya untuk punya momongan lagi!"
"Semoga perempuan biar cantiknya sama kayak Maminya!"Ucap Bunda sambil kembali berkutat didapur untuk menyiapkan makan siang.
"Bunda ga usah repot tepot masak,Bunda kan cape baru pulang,biar Radit pesankan makanan dari restaurant saja Bun!"ucap Radit.
"Mami sayang Mau mamam apa?biar sekalian dipesenin,Mami kan harus banyak mamam,ingat kata dokter,harus jaga kesehatan,harus makan yang banyak supaya ibu dan bayinya juga sehat!"
"Gapapa Nak,biar Bunda saja yang masak,soalnya sudah disiapkan juga,jadi ga repot!"ujar Bunda yang tangannya begitu telaten mempersiapkan semua bahan yang akan dimasaknya.
"Ok Bunda buatkan sekarang juga.untung bahan bahannya masih ada.Iqis tunggu sebentar ya!"
"Yaudah Mami Istirahat yuk,Rafa sama Papi ya sayang,kasian tuh Maminya lagi sakit."ucap Radit sambil menggendong Rafa yang sedang merajuk.
"Dari tadi rewel terus,padahal sudah Ayah ajak keliling kompleks naik sepeda,biasa paling seneng.Ini malah nangis terus,untung Iqis udah pulang!"ujar Ayah.
"Kenapa jagoan Papi nangis,mau apa sayang hemmh,Rafa ga boleh nangis,Rafa harus sayang sama Mami ya,Kan sebentar lagi Rafa mau punya adek.Jadi Rafa harus pinter,nanti Rafa jagain dede bayi."ujar Radit membujuk sang Anak.mereka semua duduk disofa,Bilqis bersandar duduk bersandar manja pada sang Ayah,membuat Dia sedikit iri,padahal Dia ingin sekali memeluk mesra,menciuminya dan memanjakannya,namun nampaknya sang Istri belum jinak sama sekali.
"Besan katanya mau kesini Bun!"ucap Sang Ayah pada Istrinya."
"Iya yah,Bunda sekalian siapin makanan favorit."
"Gausah repot repot Bun,ini Saya oesan dari restaurant aja,kasian Bunda capek,habis dari rumah sakit malah langsung masak."
__ADS_1
"Gapapa nak,ini juga Bunda dibantu sama Bi ijah,Nak Radit santai aja.ajak Bilqis kekamar,mungkin mau Istifahat."ucap Bunda lagi sambil terlihat sibuk didapur.
"Qis istirahat dulu sana,sekalian ajak suamimu,kasian Dia Qis.Kan habis dari luar kota,pasti capek,kok malah dicuekin,ga boleh gitu Nak!"Nasehat sang Ayah yang melihat menantunya mengajak Rafa yang sedikit rewel sambil mencuri curi pandamg kearah Bilqis yang masih tak mau didekatinya.
"Kayaknya Dia kecapean banget,habis dari luar kota bukannya dikasih senyuman manis malah dimusuhin"
"Siapa juga yang musuhin,Iqis ga musuhin cuma gamau deket deket Yah,gatau kenapa Iqis malah merinding,udah gitu Mas Radit bau banget lagi,Iqis jadi tambah mual!"
"waduuh gawat,penyakitmu sama persis dengan Bundamu dulu,waktu Bunda hamil Iqis juga sama, berarti Radit memang harus sabar menghadapi ujian ini,hihi!"sang Ayah terkikik geli.
Dan tiba tiba saja diluar sudah terdengar suara Mama Radit yang cempreng.Wanita setengah baya bertubuh gemuk namun tetap terlihat cantik itu, dengan cepat menghampiri sang menantu yang terlihat sedang bersantai bersama sang Ayah.
"Sayangnya Mama selamat ya,seneng banget ada kabar membahagiakan ini!"Ucap sang Mama yang memeluk Bilqis dengan sayang.
"nambah lagi cucu Kita nih Pak Imron!"Ucap Papa Radit sambil menepuk nepuk bahu Ayah Bilqis sahabat karibnya itu.
"Iya Pak Riza,Alhamdulillah ya,keluarga kita semakin besar hahahah!"
"ngomong ngomong Radit kemana?"Tanya Mama sambil celingukan mencari sang Anak.
"Sedang momong Rafa yang sedari tadi rewel terus.Biasa kalau mau punya adek ya begitu itu,jadi semakin manja!"Ucap Ayah.obrolan pun kian hangat antara Mereka.Mamapun ikut nimbrung membantu Bunda memasak.sedangkan Bilqis tertidur sambil duduk disofa.Ibu hamil itu tampak kelelahan.Radit yang melihatnya langsung menghampiri dan memberikan Rafa pada Papanya.
"Yaampuun,Istriku ketiduran disini.Sayangnya Aku pasti kecapean!"gumam Radit sambil menggendongnya dengan hati hati.Khawatir Sang Istri akan terbangun dan berontak menjauhinya,saat tahu kalau Dia yang menggendongnya.
"Radit menidurkannya dengan hati hati.Diapun ikut berbaring disamping Bilqis.Memandang sang Istri dengan penuh cinta,Tangannya membelainya dengan penuh sayang.perlahan menelusuri wajah cantik sang Istri.Setelah satu bulan tidak sedekat ini akhirnya Radit bisa melampiaskan juga rasa rindunya itu,walaupun hasratnya masih harus dipendamnya dengan sabar.Radit mengecup bibirnya dengan lembut,seperti tak pernah puas Dia memandangi Bilqis sambil tersenyum sendiri.Istrinya begitu manis saat sedang terlelap,Dia menciuminya kembali,karena tak ada pergerakan dari Bilqis, Dia memberanikan diri mencium lebih lama lagi,bibir nakalnya menjelajahi wajah sang istri juga lehernya tak luput dari ciumannya.
"Aku semakin cinta sama Kamu Sayang!"Gumam Radit sembari merengkuh sang istri kedalam pelukannya.
.
.
.
__ADS_1
*********