
Radit baru saja keluar dari ruangan meeting didampingi sekertaris baru yang juga teman lamanya,Kepalanya sedikit pusing setelah berjam jam diruangan itu,belum lagi perutnya terasa lapar.
"Mas Didit eh Bapak,maaf hehehe,bagaimana kalau Aku Siapkan makan siang untuk Bapak,barang kali bapak sudah sangat lapar."Usul Wanda yang melihat Bosnya itu tampak terlihat kelelahan.Mereka beejalan beriringan menuju ruangan Radit.
"Boleh deh ujarnya sambil masuk kedalam ruangannya.Dia merasa ada yang aneh saat memasuki ruangannya.Dia merasa mencium Parfum sang Istri.
"Apa tadi Istriku kesini Wan?"Tanya Radit sambil menghirup dalam dalam ruangan itu karena wangi parfum Istrinya yang khas sangat Dia kenali.
"Oh..Mhhmmm kurang tau Pak,Saya sih ga lihat!"ujar Wanda berbohong.
"Ya sudah Pak,mau makan apa?biar sekalian Kita makan."ujar Wanda mengalihkan perhatian Radit.
"Apaa yaa?"
"Mas Didit mau burger ga,sekali sekali gapapa dong,ga usah takut menggemuk dan berlemak,tinggal exercise aja,gimana?mau ngga?"tawarnya kepada Sang Bos.
"Boleh dehhh,kayaknya enak.Udah lama banget ga pernah makan junk food hahahaha!"uajr Rafit antusias.
"Ok Mas,Aku pesenin ya,kalau lagi berdua begini bolehkan manggil Mas Didit aja?Maaf ya,Aku jadi gaenak sama Istri Kamu,kalian bertengkar ya gara gara Aku?"Tanyanya dengan wajah pura pura menyesal.
"Santai aja,Istri Aku orangnya baik banget,Dia lucu dan polos dan pemaaf!"ujar Radit sambil senyum senyun sendiri membayangkan sang Istri.
"Kamu kenal dimana,kayaknya Dia bukan tipe Kamu banget deeh,Dia masih sangat muda,umurnya sangat jauh sama Kamu,dan Dia terlihat kekanakan,meledak ledak,gampang marah,dan sepertinya Dia egois.Ihhh bukan tipe Kamu banget deh Mas!"ujar Wanda sambio mengedikkan bahunya.
"Ya memang umurku jauh beda dengan Dia,dan tebakan Kamu salah Wan,justru sebaliknya.Dia sangat dewasa,dan gadis kecil super baik.Dan Aku...!"ujarnya sambil tersenyum lucu.
"Aku apa?"Tanya Wanda penasaran sambil wajahnya terlihat sebal melihat Bosnya yang sangat memuja Bilqis.
"Dan Aku sangat tergila gila sama Dia !"ujar Radit sambil tersenyum,wajahnya memperlihatkan rasa cinta yang dalam pada sang Istri,melihat hal otu membuat hati Wanda sangat panas.
"Ohhh yaaa,tapi Aku yakin hati Kamu akan cepat berpaling dari Dia,Kamu berkata seperti itu karena Dia wanita muda,tapi kalau Kamu menemukan wanita matang,cantik,seksi,dan menggoda,Aku yakin kata kata itu tidak berlaku!"
__ADS_1
"Maafkan Aku,tapi sepertinya itu tidak mungkin,cinta Aku hanya untuk Bilqis,tidak wanita lain.Tidak akan pernah ada."Ucap Radit mantap.Mendengar hal itu membuat kupingnya sangat panas.
"Ngomong ngomong kenapa Kamu bertanya seperti itu?"Tanya Radit penasaran.
"Aahhh ngga,cuma nanya aja!"
"Oh iya Mas Didiiit,maaf niih Aku mau ngerepotin Kamu,Aku mau pinjam uang 200juta Mas maaf,Aku sebenernya malu banget,cuma ini kebutuhan mendesak untuk biaya sekolah anak Aku,dan sedikit mencicil hutang hutangku,Kamu taukan beberapa debt colector terus saja menerorku!"Ujarnya manja sambil memegang tangan Radit dengan wajah memelas,duduknya bergeser sehingga lebih lebih dekat dengan Radit.
"Mau kan Mas Didit tolongin Aku,maaf ya Mas,Aku udah banyak ngerepotin Kamu,Mas Didit ga usah khawatir,Aku akan membayarnya.Kalau perlu Aku....Aku akan membayarnya dengan diri Aku sendiri Mas!"ujarnya sambil memegang paha Radit.Melihat hal itu Radit segera menghempaskan tangannya dan wajahnya terlihat kesal,membuat Wanda ketakutan.
"Maksud Kamu apa?"
"Maaf Mas Didit,jangan salah faham.maksud Aku...Aku ingin mengabdi padamu,bekerja padamu sebaik baiknya untuk menjadi sekertaris Kamu Maaas..!"ujarnya dengan wajah tidak enak,takut melihat reaksi Radit yang terlihat tidak suka dengan sikapnya.
"Santai saja Wan.Kamu tidak perlu sungkan padaku!"ucapnya melunak.
"Terima kasih Mas Didit,Kamu memang paling baik,pantas saja suamiku selalu memuji Kamu Mas,Kamu memang orang baik."Ucapnya.
"Ya sudah Aku pesenin beef burger favorit Kamu yang double cheese ya?"
Radit kemudian beranjak ke meja kerjanya,memeriksa laporan laporan kerja,laporan keuangan dan lainnya.
Tak lama kemudian Wanda sudah membawakan makan siangnya.Radit tampak berbinar melihat salah satu makanan favoritnya yang sudah lama tidak Dia jumpai.
"Ya ampuun Mas Didit,lihat deh wajah Kamu itu berbinar binar begitu kayak anak kecil!"Ujarnya membuat mereka tertawa bersama sama.
Suara tawa mereka ternyata membangunkan Bilqis yang sidah sedari tadi menunggu sang Suami,namun apa yang dilihatnya kini benad benad membuatnya kesal.Apalagi Wanita yang meruoakan sekertaris Radit sekarang.Bisa bisanya Dia berkata bohong padanya.
Bilqis menatapnya dengan tatapan kecewa.Ternyata wanita dihadapannya itu telah membodohinya,Dia menyesal sendiri kenapa percaya begitu saja pada wanita ular ini,harusnya Dia hati hati karena sepertinya Dia punya maksud buruk pada pernikahannya.
"Ahahahaa Mas Didit nih,bisa aja.masih aja ga berubah dari dulu,itu saosnya belepotan dimulut Mas!"Ujarnya genit membuat Bilqis semakin naik darah melihatnya.apalagi dengan seenaknya Dia mendekati Radit bermaksud untuk membersihkan noda dibibirnya.
__ADS_1
"Jangan sentuh Suamiku!"Sentaknya.Wajahnya terlihat sangat marah dan kesal.
Radit terlihat kaget,begitupun Wanda.Seketika Radit membalikkan tubuhnya kebelakang,Sang Istri kini sudah berdiri dibelakangnya.
"Ehhh Mamiii,kok tiba tiba ada disini,sejak kapan Mami ada disini.Kok ga ngabarin dulu sayang!"Tanyanya sambil berdiri dan menghampiri sang Istri,dan membawanya untuk duduk didekatnya.
"Katanya Papi meeting sama sampai 2 jam,gataunya malah asyik makan berduaan disini,sementara Aku nungguin Kamu dari tadi!"Sentaknya dengan kesal.Dadanya kembang kempis menahan amarah.
"Maksud Kamu gimana Honey,Aku ga ngerti!"
"Tanya sana sama sekertaris Kamu yang nyebelin itu.Aku udah dari tadi disini,nungguin Kamu.Kata Ibu sekertaris ini,Papi meeting 2 jam lagi ga bisa diganggu,Aku nunggu dikamar itu tadi!"
"Benar begitu Wan?Kamu bilang seperti itu pada Istriku?"
"Ngga,Aku ga bilang seperti itu,cuma bilang kalau meetingnya belum tahu selesai sampai kapan,begitu Mas!"ujarnya dengan wajah memelas dibuat buat sehingga Radit menjadi iba padanya.
"Bohong Pi,Dia bener bener wanita licik menyebalkan,Aku sengaja kesini mau makan siang sama sama,tapi lihat apa yang terjadi?"
"Apa Papi lupa,Akukan sudah bilang dari tadi akan mampir kesini ngajak Rafa sekalian makan siang,sayangnya Rafa gamau ikut,Dia malah seneng main sama Oma dan Opanya.Jadilah Aku kesini sendiri,bermaksud makan siang berdua sama Kamu,tapi apa yang Aku lihat sekarang!"ucapnya dengan nada kecewa,menatap Radit dengan sedih.
"Maaf ya Ibu Bos,Saya bener bener gatau maksud Ibu Bos,tadikan Saya Bilang Mas Didit meeting,gatau sampai kapan.Mengapa Ibu Bos memfitnah Saya,Saya tau sedari awal Anda tidak suka dwngan kehadiran Saya disini,Saya disini hanya ingin bekerja,tidak ada maksud apa apa."
"Honey jangan seperti itu,jangan salah faham sama Dia,kasian Dia sayang.Wanda tolong maafkan Istriku ya,Dia tidak bermaksud seperti itu sama Kamu!"
"Ohhh jadi Kami lebih percaya sama Dia?ok gapapa,Aku pulang.Makasih sudah bersikap seperti ini sama Aku."
Bilqis bangkit berdiri,dan pergi dari ruangan itu dengan hati kecewa.
.
.
__ADS_1
.
*******