
Seminggu setelah kepulangannya dari Amerika kedua sejoli itu kini disibukkan kembali dengan pekerjaannya.John dengan jadwal padatnya dirumah sakit,sedangkan Nisha kini sibuk membantu Ayahnya dikantor.Nisha sengaja mengambil banyak kesibukan agar Dia tidak terlalu memikirkan tentang keinginannya menambah momongan.Dia tak mau terlalu terbebani dengan pikiran seperti itu sehingga Nisha sengaja membantu Ayahnya.Namun tentu saja hal itu tidak membuat perannya sebagai seorang Istri dan Ibu menjadi terbengkalai.
Nisha membantu sang Ayah hanya ala kadarnya.Dia tak terikat dengan waktu.Semaunya Nisha dan sebisanya Dia.Sang Ayah pun tak menuntut Sang Anak untuk full mengabdi diperusahaannya itu.
Setelah menyiapkan sarapan pagi untuk keluarganya.Nisha sudah terlihat cantik akan berangkat kekantor.John menyempatkan diri untuk mengantar Istrinya itu.Mereka kini sudah tiba didepan kantor sang Ayah.
"Sayang maaf ya,kalau nanti pulangnya gak bisa jemput!"
"Nggak apa apa Pa,santai aja.Aku bareng sama Ayah Aku.Kalau nggak naik tasi online aja."jawab Nisha.
"Nanti bawa mobil.sendiri aja ya Sayang,biar Kamu gak ribet,harus naik taksi online.Aku agak khawatir mikirinnya."ucao John.
"Iya deh nanti bawa mobil sendiri aja!"
"Ya udah Aku kerja dulu ya Pa,doain lancar ya!"
"Iya Sayang,semangat kerjanya.Kalau sekiranya cape,pulang aja ya!"ucap John,mendengarnya membuat Nisha tertawa.
"Masa baru kerja sebentar udah pulang,ada ada aja nih suami Aku.Yaudah dadah Sayang muach!"Nisha mencium pipi sang suami kemudian beranjak dari mobil,namun kemudian ditarik kembali oleh John.
"Eits tunggu mau kemana Sayang?Cium dulu dooong!"John menarik tangannya,kemudian John mencium bibir itu dan ********** dengan oenuh gairah.Sejenak mereka berciuman dengan begitu terlenanya.
"Sayang udah,nanti Kamu terlambat,dah sana cepet pergi ya.babay Ayang!"Nisha kemudian turun dati mobil itu dan bergegas masuk kedalam kantor Ayahnya.John masih menunggu sang Istri hingga hilang dari pandangannya.
Kedatangan Nisha disambut oleh karyawan sang Ayah.Nisha sendiri ditempatkan sebagai wakil manager.Sedangkan managernya adalah Raihan,yaitu orang kepercayaan Ayahnya.
"Sang Ayah mengenalkan Nisha ke beberapa karyawannya juga pada Raihan sang manager.Lelaki tampan itu tampak senang sekaligus terpesona dengan kecantikan Nisha.
Baru kali ini Dia bertemu dengan wanita cantik itu.Padahal dulu,Pak Imron yang merupakan Ayah Nisha sangat ingin menjodohkan wanita cantik itu dengannya,sedangkan Raihan tidak menganggapnya serius,apalagi Dia sangat mengejar kariernya diperusahaan itu,perusahaan yang dulunya kecil.namun sekarang kemajuannya sudah terlihat pesat.Dan tentu saja itu juga berkat kelihaian Raihan dalam mengelolanya,apalagi setelah mendapat suntikan dana dari investor.
__ADS_1
Raihan tampak tak berkedip memandang Nisha yang begitu cantik,bening,bagai artis Korea.Terbersit rasa penyesalan pada dirinya,kenapa Dia tidak serius dan menanggapi keinginan pak Imron untuk dirinya.Nisha ternyata sangat cantik,ramah dan pembawaannyapun menyenangkan.
"Mari Bu Nisha,Anda satu ruangan dengan Saya!"Ucap Raihan,begitu perkenalannya selesai.Nisha berjalan beriringan dengan lelaki tampan itu.
"Terimakasih Pak Raihan,mohon bimbingannya!"Ucapnya seraya tersenyum Pada Raihan,membuat hatinya berdesir diberikan senyum semanis itu oleh Nisha.
Nisha tampak sangai tekun dan menikmati pekerjaanny.Sesekali Dia akan bertanya pada Raihan,bila ada yang membuatnya tidak mengerti.
Ternyata lingkungan dikantor Ayahnya sangat menyenangkan.Nisha jadi merasa menyesal mengapa tidak sejak dari kemarin Dia membantu diperusahaan Ayahnya.
*********
Setelah selesai makan siang,Nisha kembali kedalam ruangannya,disana tampak Raihan sudah duduk sembari oandangannya memandang Nisha dengan penuh kekaguman.
"Kenapa tadi tidak menunggu Nish,padahal Kita bisa makan siang bersama."
"Waah,jadi penasaran sama masakan Bu Nisha,boleh nggak nih cobain sedikit masakannya.Pasti Enak banget masakannya."
"Ah biasa aja Pak Raihan,masakan rumahan biasa."
"Oh iya Pak,mohon maaf nih Saya tidak bisa kerja full time hehe,disini hanya bantu bantu saja ala kadarnya,cuma untuk ngisi waktu aja.Saya mau pamit sekarang nih Pak,mohon maaf ya Pak.Saya jadi ga enak banyak merepotkan!"
"Santai saja Bu Nisha,tidak usah sungkan.Lagi pula pekerjaan hari ini juga tidak terlalu berat.Kalau begitu biar sekalian bersama Saya.Saya juga sekalian mau keluar,jarena ada pekerjaan yang harus diurus."ucap Raihan menawarkan.
"Wah tidak usah repot repotĀ Pak.Saya bawa kendaraan sendiri!"Ucap Nisha bohong,karena Dia tidak ingin akrab dengan Lelaki manapun.Dia tak mau kejadian seperti disekolah dulu.Dia sangat takut dan trauma,apalagi pandangan mata Raihan terlihat berbeda.
"Ayolah bu Nisha,Saya benar benar memaksa lho bu."
"Justru itu Saya sangat tidak suka dipaksa,permisi Pak Raihan!"Ucap Nisha dengan wajah sedikit kesal.Membuat Raihan jadi merasa tidak enak.
__ADS_1
Nisha masuk kedalam kantor Ayahnya dan melihat sang Ayah begitu sibuk.
"Yah,Nisha duluan pulang ya.Mau jemput Iday!"
"Iya yasudah Kamu hati hati Nish"
"Yah,Nisha minta untuk besok Nisha bantu diruangan Ayah saja.Nisha ga mau satu ruangan dengan Raihan.Nisha merasa tidak nyaman Yah."
"Memangnya kenapa dengan Dia.Raihan itu orang yang baik Nish,Dia sangat jujur.Dia tangan kanan Ayah dikantor ini."
"Iya tapi Nisha kurang nyaman Yah,Cara melihat Nishanya Dia sangat berbeda.kayak Aneh begitu Ayah."
"Ah itu hanya perasaan Kamu aja Nish,Dia itu baik.Dulu memang ingin Ayah jodohkan sama Kamu,hanya saja mungkin bukan jodohnya,tapi Dia ya biasa saja.Tidak pernah bertanya sama Ayah.Ga ada gelagat yang Aneh Aneh dari Dia Nish.Dia Anak yang pekerja keras dan sopan.Jadi Kamu gak usah berpikiran macam macam.Kelak Kamu yang akan meneruskan usaha Ayah ini,jadi dari sekarang Kamu harus banyak belajar,tidak usah banyak pikiran negatif sama orang,Karena semua orang itu tidak sama Nisha.Mereka berbeda.
"Mungkin Kamu takut karena ada kejadian kurang menyenangkan ditempat kerja Kamu dulu,tapi Ayah yakin Raihan baik,hanya mungkin memandang kagum saja sama Kamu.Lagi pula siapa sih yang tidak kagum pada kecantikan Kamu.Kamu ini sangat cantik dan manis,sehingga Dia sering memandang Kamu dengan perasaan kagum.Tapi Ayah rasa itu sangat wajar.
"Ah Ayah ini bisa aja kalau lagi ngegombal,tapi benr lho Yah,kalau Raihan itu bukan orang berbahaya."
"Ya jelas bukanlah.Dia itu Anak yang taat agama.Solatnya rajin,ibadahnya rajin.Ayah yakin kalau orang yang taat ibadah,hatinya itu bersih"
"Ya semoga aja benar,Nisha percaya sama Ayah"
"Eh bisa jadi Dia ngeliatin Kamu memang karena suka.Diakan belum tau kalau Kamu sudah bersuami.Karena Ayah belum ngasih tau sam Dia kalau Kamu sudah bersuami!"
.
.
*******
__ADS_1