
John membangunkan sang Istri yang masih terlihat malas malasan ditempat tidur.Dia masih menyelimuti seluruh tubuhnya,padahal hari sudah siang,tak biasanya sang istri bermalas malasan seperti ini.John menduga hal itu dikarenakan pengaruh dari hormon kehamilannya.
Biasanya bila akan berangkat kerja,Dia selalu menyiapkan semua kebutuhannya,namun Nisha sekarang tampak senang beemalas malasan dan santai ditempat tidur.John tak keberatan sama sekali.Dia justru senang Istrinya mau menurutinya untuk berdiam diri saja,tidak terlalu banyak aktivitas.
"Sayang,Aku berangkat dulu,ya.Iday udah nungguin dari tadi,kalau Kamu masih ngantuk ya sudah tidak usah dipaksakan.bobo lagi aja,nanti sore aja periksa lagi kedokter,jadwal kontrol kamu sayang!"ucap John
"Heemmh!"Nisha hanya bergumam kemudian kembali memunggungi sang suami.John hanya geleng geleng kepala.melihat istri cantiknya itu bermalas malasan.John menciuminya baru kemudian bergegas bsrangkat kerumah sakit,sembari Dia memasangkan dasinya sendiri,karena biasanya selalu Nisha yang memasangkannya,kemudian bergegas masuk kedalam mobilnya,karena Iday sudah menunggunya.
"Mama masih bobo ya Pa?"Tanya Haidar.
"Iya sayang,biasa kalau lagi hamil kan seperti itu,lemes,mual.Tapi ya sudah yuk berangkat takut Iday terlambat."
Kemudian mobil pun melaju.Dengan semangat John mengantar sang Anak kesekolah,sesekali mereka mengobrol,Haidar tampak begitu sayang dan mengagumi Ayah sambungnya itu
Tiba tiba ponselnya berdering,kemudian Haidar membantu mengangkatnya.
"Hallo Ma!"
"Kenapa nggak pamit duku tadi.Papa juga nggak bangunin Mama,bilang sama Papa,Mama mau asinan bogor sekarang!"
Mendengar hal tersebut membuat John bingung.Mencari asinan bogor dimana pagi pagi begini.
"Gawat Day,Mama ngidam minta asinan bogor,mana Papa hari ini sibuk banget lagi,minta tolong Pak ujang aja buat nyariin asinan bogornya,Akalau hari ini Papa nggak bisa keluar,ada meeting oenting!"
"Iya Pa,sama Pak ujang aja,Pak ujang pasti tau temoat belinya dimana."
"Pinter banget Anak Papa."
"Iday nanti mau ikut nggak,kerumah sakit anterin Mama periksa kandungannya?"
"Mau banget Pa.Iday mau ikut!"
"Ok sore ini Kita akan periksa Mama dan melihat perkembangan calon Adikmu didalam perut Mama!"
"Yeeeayy,Iday udah nggak sabar banget Pa,mau lihat Dede bayi diperut Mama!"
"Iya Sayang,Papa juga ga sabar!"
********
Haidar sudah terlihat tampan dengan setelan kasualnya,Dia sudah tampak tak sabar menunggu Mama dan Papanya yang sedang dikamar,masih bersiap siap untik pergi kerumah sakit.Krena sore ini Nisha akan kembali ke dokter kandungan.
"Ayo sayang Kita berangkat ke dokter!"Ucap Nisha.Wanita cantik itu bwgitu segar wajahnya yang diberi riasan tipis dan memakai dress warna toska yang tampak cantik ditubuhnya.Kemudian John menghampiri Anak Istrinya dan bergegas untuk pergi memeriksakan kehamilannya.
******
Hari ini John memang sengaja pulang lebih cepat dari biasanya,walaupun Dia bisa menunggu sang Istri dirumah sakit,namun Dia sengaja ingin menjemoutnyaingin menjadi aeorang suami yang siaga.Selalu mendampingi Istri dalam kehamilannya kali ini.Apalagi Dia tengah mengandung buah cintanya.Jihn tampak begitu bersemangat.
Kemudian Mereka bergegas masuk kedalam mobil.Haidar pun begitu senang bisa mengantar sang Mama.Sepanjang perjalanan Doa terus berceloteh bertanya banyak hal kepada Papa dan Mamanya itu mengenai calon Adik yang ada didalam kandungan sang Mama.
"Kalau perempuan pasti mirip Papa,kalau laki laki pasti mirip Iday!"
"Ihh curang kok nggak mirip Mama,kenapa jadi mirip Papa?Kamu nakal.Mama yang hamil tapi kok nggak mirip Mama sih!"Nisha pura pura cemberut membuat kedua pria itu tertawa tawa melihatnya.
"Iya deh mirip Mama,tapi miripnya sedikit saja ya.Soalnya Iday kan udah mirip.Mama,jadi dede bayi yang sekarang harus mirip Iday sama Papa!"ucapnya lagi.
__ADS_1
"Iya deh,terserah Iday saja.dede bayinya boleh mirip Papa dan Kakak Iday!"
"Eh mau dipanggil Kakak atau Abang?"Tanya Nisha pada sang Anak.
"Dipanggil apa ya bagusnya?"Iday balik bertanya.
"Pa,bagusnya dipanggil apa.ya?"
"Kakak Iday aja,biar gampang.Kalau di panggil Abang,entar yang nongol tukang bakso lagi!"seloroh John yang disambut tawa bahagia oleh Istri dan Anaknya itu.
"Yaudah deh Kakak aja,sama Kayak Rafa.dipanggilnya juga Kakak.Yeeay...Iday juga nggak kalah lagi sama Rafa,Iday sekarang jadi punya Adik.Jadi kakak beneran,ga pinjem adik lagi sama Rafa!"
"Kamu ada ada saja sayang,masa pinjem adik sih.Kan memang Rafa dan yang lainnya juga adiknya Iday.Karena Ate Iqis kan adiknya Bunda.Jadi Mereka semua juga Adiknya Iday."
"Oh begitu ya Ma,berarti Adiknya Iday banyaj dong!"
"Iya banyak banget malah!"
*******
Tak beraoa lama keluarga kecil itu sudah sampai dirumah sakit.untunglah didalam perjalanan begitu kancar,apalagi mendengar celotehan Haidar,membuat perjalanan kerumah sakit kian terasa singkat.
John merangkul sang Istri juga memegang erat tangan Haidar.Mereka beberapa kali berpapasan dengan beberapa kolega John sesama dokter.Beberapa orang tampak takjub melihat John menggandeng Nisha yang sedang hamil,karena beberapa diantara Mereka ada yang bekun mengetahui oernikahan John.Karena memang pernikahan Nisha dan John dilakukan sangat sederhana dirumah sakit yang hanya dihadiri beberapa orang saja."
Mereka tak menyangka dokter berpredikat bujang laouk itu akhirnya menggandeng Iatri dan Anak juga akan menyambut kehadiran Anak kedua mereka.Mata mereka memandang kagum.kearah Nisha yang behitu canyik membuat John sedikit kesal saat Dia memperkenalkan Iatrinya itu.Hingga John tak mau berlama lama berbasa basi dengan Mereka Dia.Dia secepatnya menuju ruangan dokter Sandra dan dokter cantik itu sudah menyambut kedatangan Mereka.
*****
"Hai hai Ibu hamil.cantik Kita yang satu ini bagaimana kabarnya?"Apakah ada keluhan?"Tanyanya pada Nisha.
"Baguslah kalau begitu.Usia kandungan Kamu sudah berjalan 5 bukan ya Nish."
"Nah lebih baik kita langsung di usg saja yuk.biar pekermbangannya lebih kelihatan"Ucap Dokter Sandra.
"Oh ini ya calon Kakaknya,waaah ganteng banget nih.Siaoa namanya?"Tanya Dokter Sandra.
"Namaku Haidar tante tapi nama kesayangannya Iday!"Ucao Haidar membuat Sandra kagum dengan Haidar yang tampak percaya diri.
"Hai Iday,Iday mau punya adik cewek apa cowok?"Tanya Sandra membuat John tersenyum melihat interaksi Iday dan Sandra yang juva sahabatnya.
"Apa aja Iday seneng,yang penting Dedenya sehat Mama juga sehat!"Jwab Anak kecil itu bijak,lagi lagi membuat Sandra takjub.
"Ok deh Kita langsung saja lihat oerkembangan bayinya ya.Kayaknya Iday udah nggak sabar banget ya mau lihat dese bayi diperut Mama!"Haidar menganggukakan kepalanya.
"OK deh iday yuk ikut keruangan Usg!"Sandra beranjak dan Nisha juga Isay dan John mengekorinya.
Dan Nisha berbaring diatas temoat tidur diibantu oleh oerawat,kemudian mengoleskan Jell dioerut bawahnya.Lalu Sandra menggerakkan transducer dengan lihainya diperut Nisha.Haidar tampak takjub melihatnya.Beberapa kali matanya tamoak begitu berbinar melihat jabang bayi calon adiknya itu dilayar monitor.Bibir mungilnya tak henti bertanya pada sang dokter,membuat Nisha dan John tersenyum dibuatnya.
"Perkembangan bayi kalian sangat baik ya.Sudah mulai tumbuh organorgan sesuai dengan usia kandungannya."
"Pasti udah penasaran banget kan mau gau jenis kelamin bayi kalian ini?Baiklah Kita lihat ya,nah ini bisa terlihat kalau bayi yang kalian kandung ini beejenis kelamin perempuan.
"Selamat ya John,jadi punya Anak sepasang.Laki laki dan perempuan.jadi seperti keluarga berencana nih!"Mendengar hal tersebut John dan Nisha tamoak sangat senang.Apalagi Haidar sampai melonjak kegirangan.
"Yeaaay horeeeee adik Aku perempuan,Jadi nggak rebutan mainan kayak Rafa.Iday akan melindungi kalau ada yang nakak ke Adik iday.Iday juga mau nanti dedenya rambutnya oanjang kayak Mama biar cantiknya sama.Kalau ada yang macem macem sama Adik Aku.Aku pukul Dia!"ucapnya.Membuat semuanya tertawa.
__ADS_1
"Iday ada ada aja!Masa dipukul sih."
"Pokoknya ga boleh ada gang jahat sama Adik Aku Pa!"
"Iya deh iya tapi adiknya dijagain disayangin,gaboleh dicubitin!"Ucap Dokter Sandra.
"Tentu saja Iday akan jaga dan akan sayangi Adiknya Iday!"
"Apa ada yang mau ditanyakan lagi nih sama Pak dokter?"Tanya Sandra pada John yang sedang membelai Nisha dengan begitu sayangnya.
"MMmmhhn,ga ada sih,kalau nengokin usia kandungan segini masih aman kan,jadi ya sepertinya Aku gak akan cerewet banyain lagi."
"Baguslah kalau udah ngerti,kalau ioarmu itukan amouuun maksa banget harus busa hahaha!"
"Ga pokoknya dikondisikan ya John,kalau Nisha kan normal tak ada riwayat apaountapi walauoun begitu.Kamu tetap harus hat hati,jangan sampai menimbukkan kontrasi dan membuat Nisha harus melahirkan prematur.
"Iya dokter Sandra.Terimakasih atas sarannya!"
******
Kemudian setelah memeriksakan kandungan sang istri,Mereka mampir kerumah Ayah dan Bundanya.
"Bagaimana perkembangannya Nish,oerkembangan bayi kalian?"Tanya Bunda sembari menyuguhkan keik Wortel buatannya.
"Alhamdulillah sehat Bun,bayi dalam perut Nisha sehat dan perkembangannya baik.Juga..."
"Juga apa? Tanya sang Bunda.
"bayinya perempuan Bun "
"Wah syukurlah Nisha.Sesuai dengan yang Kamu mau ya!Kalau bahasa sundanya Mah sajodo.
"Jadi Laki laki dan perempuan cukup,gak bikin penasaran lagi.Atau Kamu mau nyaingun adik Kamu.Seru banget dirumah Bilqis.Rame banget sama suaraa ketawa bayi juga suara tangis.
"Kalau Nisha sih sedikasihnya aja Bund.Yang oenting sehat.Nisha bisa melahirkan secara normal."
"Iya Bunda sangat berharap Kamu bisa melahirkan secara normal,semuanya sehat dan baik baik aja!"
"Minta selalu dioakan ya Bun,sama Ayah juga minta agar Nisha bisa dikasih kelancaran!"
"Iya sayang Anak Ayah semoga nanti semuanya dimudahkan dan dilancarkan."
"Oh iya gimana dikantor?kerjaannya lancar Yah?"Tanya Nisha.
"Alhamdulillah semuanya lancar Nish,Malah usaha Ayah semakin oesat,ya semiga suatu hari Kamu bisa menangani usaha yang ayah jalankan,itu untuk Kamu dan Bilqis.
"Oh iya itu si Raihan nanyain Kamu terus!"
"Siapa Raihan?"Tanya John mengernyit.
.
.
********
__ADS_1