
"Gimana?"Tanya John saat Nisha memegang beberapa tespack yang dibelinya diapotek kemarin.Wajahnya menunduk terlihat sedih dan lesu.
"Negatif!"Ucapnya sambil memberikannya pada Sang suami dengan sikap yang dingin.Dia duduk diranjangnya dengan perasaan kecewa.
Tak terasa pernikahan John dan Nisha sudah berjalan lebih dari setahun.Wanita itu sangat begitu bahagia.John suami yang baik,juga Ayah yang penyayang.Namun justru hal itu sangat membebani pikiran Nisha.Dia merasa belum bisa membalas kebaikan dan perhatian Suaminya,Nisha sangat ingin secepatnya hamil,Dia ingin membuat Lelaki itu semakin sayang dan cinta padanya dengan memberikan seorang Anak,walaupun memang John tidak pernah mendesaknya,begitupun Haidar,padahal awal awal nikah,Haidar begitu sangat ingin Ibunya itu memberikan seorang Adik untuknya,namun entah apa yang John katakan. sehingga Haidar tak pernah lagi menagihnya untuk memberikan seorang Adik padanya.
Tapi entah kenapa sikap John tersebut semakin membuatnya sangat ingin mempunyai Anak.Untuk itu,beberapa bulan ini Dia sudah mengikuti program hamil.Rutin konsultasi dengan Dokter,memakan obat penyubur kandungan,juga memakan makanan yang direkomendasikan Dokter,bahkan obat obat herbal yang sering Dia lihat diiklan online pun Dia coba,dan juga tidak ada yang perlu Dia khawatirkan dengan kondisi rahimnya,karena setelah diperiksakan semuanya sehat dan normal.Namun memang mungkin belum waktunya saja Nisha diberikan keturunan.
"Nggak usah sedih begitu sayang,masih banyak waktu untuk Kita,lagi pula Aku juga ingin puas puasin untuk banyak waktu berduaan sama Kamu.Aku ingin pacaran dulu."Ucap John berusaha menghibur sang Istri dengan duduk disampingnya dan memeluknya,namun Nisha menghindar.
"Aku tau Kamu ngomong begini karena ga mau buat Aku kepikiran.Tapi Aku nggak suka kalau Kamu pura pura bahagia dan seneng didepan Aku,padahal Kamu juga sangat mendambakan untuk secepatnya punya Anak dari Aku.Ga usah pura pura baik Mas.Kamu pasti kecewa!"
"Kamu bicara apa sih,pernikahan Kita ini baru 1 tahun,enjoy aja Kita nikmati.Jangan terlalu terbebani dengan keinginan menambah momongan.Ya memang Aku ingin,tapi Aku nggak ngoyo Nish.Lagi pula Kita sudah punya Haidar,keponakanku juga banyak,Itu sudah lebih dari cukup untuk Aku.kenapa harus dipusingkan dengan masalah Anak sih."Ucap John kesal.
"Tapi Aku bener bener ingin cepat hamil,Aku ingin hamil Anak Kamu!"Ucap Nisha dengan wajah sendu.
"Iya sabar sayang,nanti kalau sudah waktunya pasti Kamu akan segera hamil.Nikmati saja dulu hubungan Kita,Gimana kalau Aku ambil cuti saja,lagi pula Kita kan belum sempat berbulan madu."
"Terserah Mas aja,tapi Aku ijin,besok ingin pulang ke Bandung.Besok ulang tahun Bang Dimas,Aku ingin ziarah ke makamnya."
"Kita berangkat sama sama ya sayang,tapi kalau besok sepertinya nggak bisa.Karena ada Rapat penting dengan divisi rumah sakit.Mungkin lusa Aku bisa"
"Ya sudah Aku pergi sendiri aja,lagi pula Haidar juga sedang ujian.Jadi nggak mungkin nemenin Aku!"
"Aku nggak bisa nemenin Kamu dong,kalau Kamu besok perginya.Nggak nunggu Aku aja,biar bisa sama sama perginya."Bujuknya lagi.
"Kalau nunggu Kamu libur,kapan perginya.Aku takut justru nanti nggak sempat kesana dan malah lupa.Lagi pula Aku sudah lama nggak nengokin rumah."Ucap Nisha.
"Ya sudah kalau memang maunya Kamu seperti itu,mungkin Aku nyusulin Kamu kesana sama Iday!"
"Ya terserah Kamu,kalau ada waktu silakan,kalau nggak ada ga usah maksain!"Ucap Nisha dingin.
__ADS_1
"Kamu kenapa sih,kok jadi aneh!"
"Apanya yang aneh,Aku cuma mau ziarah aja.Kangen juga dengan kota Bandung!"
"Ya aneh aja biasanya kalau kemana mana pasti harus sama Aku,kalau Aku nggak bisa ga jadi pergi.Lagipula,memangnya nggak bisa diundur perginya,biar Kita sama sama liburan kesana."
"Kanu nggak ngerti banget sih Pa,Aku maunya besok,kenapa harus ditunda tunda.Kalau Kamu nggak bisa Aku nggak maksa Kamu ikut.Aku bisa pergi sendiri kesana.Aku udah kangen dengan Bang Dimas."Ucap Nisha dengan nada tinggi,membuat John sedikit kaget.Tidak biasanya Nisha berbicara seperti itu padanya,belum lagi rasa cemburunya mendera hatinya setiap kali Nisha menyebut mendiang Adiknya.Rasanya tidak rela kalau dihati Nisha masih ada cinta untuknya.Namun Dia berusaha mengerti.
"Oh,ya sudah!"ucap John berusaha mengerti keinginan sang Istri.Karena Dia sangat tau kalau sifat Nisha yang sedikit keras kepala.
********
Dengan membawa sebotol air juga bunga untuk ditaburkan dipusara Dimas,Nisha berjalan diarea pemakaman yang tampak rapi,dengan banyaknya tanaman Kamboja juga berbagai jenis pohon lainnya yang membuat area pemakaman itu terasa sejuk.
"Abang gimana kabarnya?Nisha disini Alhamdulillah bahagia.Maaf baru hari ini bisa menemuai Abang.Kak John suami yang baik,terimakasih Abang sudah menitipkan Nisha pada Dia."
Nisha berbicara sendiri dipusara sembari menabur bunga.sesekali mengusap nama Dimas yang terukir dipusara itu.
Setelah berlama lama mencurahkan Isi hatinya,Nisha langsung menuju kerumahnya diantar dengan taksi yang sedari tadi setia menunggunya.
Dia membuka pegar rumahnya yang berwarna putih,Rumahnya tampak sangat terawat.Bunga bunganya pun tumbuh dengan segar dan indah.Bunga bunga favoritnya yang Dia tanam sendiri.
Begituu masuk kedalam,Nisha sudah disambut hangat oleh asistennya yang setia menunggui dan mengurus rumahnya.
"Ya ampuun.Neng Nisha!"Si Bibi kaget sekalus senang,melihat majikannya datang.
"Neng Nisha,bikin pangling aja.Neng tambah cantik dan agak gemukan sekarang,wajahnya juga makin cerah!"Ucap Si Bibi.
"Makasih Bi atas pujiannya, dan juga udah merawat rumah ini,terlihat bersih,nyaman,sejuk dan nggak ada sedikitpun yang berubah dari rumah ini!"Ucap Nisha tersenyum,mengedarkan pandangannya melihat rumah yang dirindukannya.
"Bibi hanya menjalankan amanah saja dari Neng Nisha,Alhamdulillah kalau pekerjaan Bibi bisa kepake.Bibi juga terimakasih Neng mau membantu Anak Bibi kuliah!"
__ADS_1
"Sama sama Bi,santai aja.Oh iya ini ada sedikit oleh oleh buat Bibi sama Bi Ema!"
"Ya Allah Neng makasih banyak.Bibi udah banyak ngerepotin,padahal ga usah repot repot begini."Ucap Si Bibi merasa tak enak karena majikan cantiknya itu sudah begitu baik dan royal kepadanya,Dia tak segan membantunya saat Dia kesusahan.
"Tapi Neng,ini Bibi nungguin Ema lama banget,dari tadi belum juga datang kesini,sebenarnya Bibi sekarang ada keperluan mendesak,tapi Bibi nggak enak kalau ninggalin Neng Nisha sendirian!"Ucapnya.
"Gapapa kok Bi,kalau memang ada keperluan mendesak,pulang aja gapapa,Saya sendiri disini juga berani,tapi kalau bisa nanti suruh Bi Ema kesini ya!"
"Beneran Neng ngga apa apa?Bibi jadi nggak enak.
"Nggak Papa kalem aja Bi!"
"Ya sudah Neng Bibi permisi sebentar pulang dulu,nanti kesini lagi kalau nggak pasti Bi Ema datang!"
"Iyaa sip!"Sibibi berlalu dari hadapannya,dan Nisha langsung masuk kekamarnya.
Nisha merpikan koper yang dibawanya,kamar tidurnya pun ternyata tidak ada yang berubah.Bersih dan terawat.
Rencananya Dia ingin menghabiskan 2 hari diBandung,sembari membereskan lukisan lukisan sang suami yang akan Dia pamerkan.Bahkan John bersedia menseponsori Pameran lukisan yang sudah sejak lama ingin Dia lakukan.
Setelah selesai membereskan kopernya,Nisha melepon sang suami.Dia merasa bersalah dengan sikapnya yang sedikit emosi pada sang suami.Padahal Dia begitu baik dan pengertian padanya.Namun sayangnya setelah beberapa kali meneleponnya, tidak juga John angkat.
Dan Dia dibuat kaget,mendengar ada seseorang mengetuk rumahnya.
"Cepet banget siBibi pulangnya,tapi kenapa ngetuk pintu segala,kan Dia juga bisa langsung masuk.Atau jangan jangan Suamiku,Ahhh Papa ternyata Kamu beneran nyusulin Aku!"Dengan wajah berbinar,Nisha cepat cepat membuka pintu."
Matanya terbelalak melihat seseorang yang sama sekali tak ingin dilihatnya.
"Apakabar Nisha!"
.
__ADS_1
.
*********