TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Sayang sedikit


__ADS_3

"Papaaaaa!"Haidar membuka pintu dan cepat cepat menghambur memeluk John,seketika Nisha mendorong tubuh sang Suami sehingga pertautan Mereka harus terhenti.Untung saja tubuh Jhon tidak sampai terhuyung ke bawah.Nisha menutup mulutnya menahan tawa melihat ekspresi John yang tampak meringis.Momen kemesraan Mereka terganggu karena tiba tiba saja Haidar datang begitu semangat.


"Sayaaang kok ngga ketuk pintu dulu?"Tegur Nisha pada sang Anak yang sedang bergelayut manja pada John.


"Maaf Ma,Iday buru buru!"


"Iday kok nggak tau Papa pulang,Papa jam berapa?"Tanya Haidar yang duduk ditengah tengah Mereka.


"Maaf ya tadi malam Papa mau pulang cepat,hanya saja ada urusan yang sangat penting,jadi Papa pulang malem banget kemarin!"tutur John sembari mengusao usap kepala Haidar dengan penuh sayang.


"Iday mau jalan jalan sama Papa sama Mama,Iday mau kepantai kalau nggak ke gunung,kalau nggak Kita kemping bertiga yuk Pa!Pasti seru banget!"Pinta Haidar penuh semangat.


"Waaahhh iya pasti seru banget,Ok nanti Papa jadwalkan,kayaknya minggu ini bisa,tapi coba nanti Papa lihat lagi ya,takutnya ada pertemuan mendadak seperti kemarin,tapi Papa janji sama Iday,Kita akan pergi bertiga,sekalian bulan madu."ucap John sambil melirik Nisha yang hanya menunduk saja saat disinggung bulan madu.Kemudian tangan John menggenggam tangannya dengan erat dan tersenyum kearah Nisha.


"Bulan madu itu apa Pa?"Tanya Haidar dengan keningnya yang berkerut.


"Bulan madu itu jalan jalan sehabis nikahan,kan kemarin Papa baru nikah sama Mama,jadi setelah nikah Kita mau jalan jalan,iya kan Ma?"John melirik Nisha meminta persetujuannya,wanita cantik itu menggangguk kecil.Sebenarnya pikirannya masih belum fokus akibat ciuman hangat dan lembut yang tadi diterimanya.Nisha masih terbuai,Dia merasa seperti Anak ABG yang mendapatkan first kiss nya,Nisha senyum sendiri dibuatnya.


"Mama kenapa senyum senyum?"Tanya Haidar.


"Hah,siapa yang senyum sendiri,Mama cuma lagi bingung mau masak apa!"jawab Nisha membuat John mengulum senyum.


"Yaudah Mama siapkan dulu buat sarapan ya,Iday jangan lupa mandi.Nanti sekolahnya telat!"Ujar Nisha sambil beranjak dari tempat tidurnya,diikuti pandangan penuh cinta dari John.Lelaki itu merasa menyesal,karena kemesraan bersama istri mungilnya harus tertunda,andai saja kemarin tidak terlambat pulang,sudah pasti Dia sudah merasakan indahnya malam peetama bersama Nisha.


"Aaahhh tidak apa apa,masih banyak waktu!"gumamnya dalam hati.


"Ayo jagoan Papa,mandi dulu,nanti Papa antar ke sekolah!"ucap John pada Haidar.


"Tapi jalan jalannya kapan Pa?"Tanya Haidar.


"Segera sayang,setelah Papa atur jadwal,supaya ga ada yang ganggu perjalanan Kita,jadi Papa harus rencanakan perjalanan Kita jauh jauh hari!"ujar John.


"Ok deh,Iday tunggu kabar baik dari Papa!"ujar Haidar membuat John gemas pada Anak sambungnya yang terlihat sok dewasa itu.


*******

__ADS_1


Saat Haidar beranjak kekamarnya,John pun bergegas membersihkan diri,setelah itu Dia menghampiri Nisha.Sang Istri tampak sibuk menyiapkan makanan didapur.


"Yaampuuun!"Nisha terpekik kaget ketika john tiba tiba memeluknya dari belakang.Para pelayan yang melihatnya langsung menyingkir tidak ingin mengganggu kemesraan pengantin baru itu.


"Masak apa Sayang?"Tanya John yang menempelkan pipinya di pipi Nisha.


"Jangan kayak gini Pa,malu dilihat sama si Bibi!"protes Nisha.


"Aku kangen,pengen lanjutin yang tadi Sayang!"


"Iya nanti dong,jangan disini!"bisik Nisha.


"Mau sarapan apa?nasi goreng nggak mau kan,berarti Roti ya?"


"Mau sarapan Kamu aja Yang,karena Kamu lebih manis dan lebih legit!"ujar John yang terus saja menggoda Nisha.Mereka berdua kini lebih berani mengungkapkan perasaan masing masing.Dihati Nisha pun sudah hilang rasa keraguan,Dia bertekad untuk menjadi Istri yang baik untuk John.Apalagi John seorang Ayah yang baik untuk Haidar,karena yang paling utama adalah laki laki yang bersamanya harus mencintai Anaknya seperti Anak sendiri,dan itulah yang membuat Nisha yakin untuk menerima John dihatinya saat ini.


"Udah Pa,nanti Bapak Ibu lihat,Aku malu!"prites Nisha sembari mencubit kecil lengan kokoh itu,namun bukannya menyingkirkan tangannya John justru makin mempererat pelukannya.


"Berarti kalau nggak ada orang bisa dilanjut dong yang tadi!"


"Ihhh udah ah,dari tadi godain terus!mau masak juga jadi susah gerak ini,Nanti ga selesai selesai Pa!"rengek Nisha manja.


********


Begitu selesai mengantar Haidar,Nisha pun diantar John untuk kerumah orang tuanya,atas permintaan Nisha.


"Nanti pulang jam berapa?jangan kayak kemarin pulang telat tapi nggak ada kabar!"Ucap Nisha melirik sang suami.


"Iya Istriku sayang,Oh iya lebih baik hari ini gausah repot repot masak,Kita makan diluar aja,sekalian ajak Haidar jalan jalan,Aku pulang sore kayaknya!"ucap John.


"Yang bener,nanti telat lagi kayak kemarin!"ujar Nisha menyindir.


"Nggak kok Sayang,beneran hari ini Aku janji pulang sore,nggak ada tugas terlalu mendesak hari ini.Akukan sudah mulai menjalankan tugas Aku sebagai wakil direktur rumah sakit,sebenarnya Aku masih bwlum mau mwnerima jabatan ini,Aku lebih suka prakteek sebagai dokter biasa saja,sebagaimana profesi Aku sebelumnya,hanya saja Mereka sudah memilih,mau menolak juga rasanya sulit."Ucap John.


"Terus kasus yang kemarin itu gimana?sampai ada yang menuntut rumah sakit segala!"Tanya Nisha.

__ADS_1


"Pihak rumah sakit sudah menunjuk pengacara,untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan!"


Nisha mengangguk angguk mendengar penjelasan John.


"Oh iya Pa,Mama boleh minta ijin ga?"Tanya Nisha.


"Ijin kemana Sayang?"Tanya John.


"Aku ingin kerja ditempat Ayah,bantuin usahanya.Sambil ngisi waktu luang aja,boleh ya?"


John tampak berpikir sembari menyetir mobilnya.


"Mmmhhh terus Haidar gimana?Kita jadi sama sama sibuk berdua,apa nanti Anak Kita ga terbengkalai,takutnya Dia merasa kurang perhatian,kurang kasih sayang.terus nanti kalau Dia punya adik gimana?bukannya Dia sangat ingin cepat cepat punya Adik,Kamu kan ga boleh kecapean,Aku nggak mau Kamu sibuk diluar,sementara Anak Kita terabaikan."ucap John.Dan perkataan suaminya itu benar.Kalau Mereka berdua sama sama sibuk,tentu Haidar yang akan jadi korbannya,walaupun sang Anak bisa saja dititipkan pada Kakek Neneknya,tapi Dia menjadi kurang kasih sayang darinya,dan tentu saja hal itu sangat tidak baik untuk sang Anak.


"Maaf ya sayang,coba Kamu pikirin lagi,gimana baik buruknya kalau sekiranya Kamu kerja,terutama Haidar.Kalau Aku sih sangat mudah saja untuk mengijinkan Kamu,Aku gamau mengekang Kamu,mau melakukan apapun kalau itu hal positif,Aku pasti mendukung Kamu yang!"Ucap John sambil meraih tangan Nisha dan menciumnya,membuat Nisha baper diperlalukan sebegitu manis oleh sang Suami.


"Ga perlu minta maaf,Kamu bener Yang,Aku harusnya pikirin mateng mateng tentang hal ini,tentu Haidar jadi kurang oerhatian dari kedua orang tuanya,apalagi Papa nya ini sibuk banget!"ucap Nisha.


"Kamu panggil Aku apa tadi?"Tanya John.


"Panggil apa?"Nisha balik bertanya.


"itulho kalimat yang tadi kamu ucapin!" ucap John lagi.


"Yang mana Sayaaang!"Ucap Nisha,membuat John tertawa sumringah.


"Kamu udah sayang sama Aku?"Tanya John.


"Sedikit!"ujar Nisha sembari menunjukkannya dengan jarinya.


"Waaah nakal bilang sedikit minta di....!"


.


.

__ADS_1


.


**********


__ADS_2