
Nisha mengerjap ngerjapkan matanya,kemudian dilihatnya ini baru jam satu malam,namun perutnya terasa sangat lapar.
Padahal sebelum tidur perutnya sudah terisi penuh dengan berbagai makanan setelah perutnya terasa mual tadi saat diacara Bilqis.
Nisha bangun perlahan,Dia tidak mau membangun kan sang suami yang nampak tidur terlelap.Dia seperti seorang maling yang mengendao endao dan pergi menuju dapurnya.
Entah mengapa tiba tiba Nisha ingin makan Mie Instant,mie instant pake sayuran dan cabe rawit rasanya gerngiang ngiang sipikirannya.Dan memang sudah lumayan lama,Nisha tidak makan Mie Instant.Jadilah Dia dengan perlahan pergi kedapur.
Rumah besarnya itu tampak sangat sepi.Tentu saja karena memang semua orang yang ada dirumah itu sedang tidur terlelap.
Nisha menyalakan lamou dapur.Mengambil.2 buah Mie instant.Kemudian mengambil sayuran dan cabai rawit juga beberapa fishcake untuk menambah topping kedalam Mie instantnya.Nisha mulai menyalakan kompor dan memasak air,setelah mendidih baru memasukkan mie instant,beberapa detik kemudian baru fish cake dan sayuran dimasukkan kedalamnya.
Nisha sudah sangat tidak sabar menikmatinya,dan akhirnya Mie yang diidamkannya audah jadi,tak lupa Dia menaburi potongan cabai rawit kedalamnya.
Wajahnya tampak berbinar,rasanya sudah tak sabar menikmatinya.Nisha duduk dipantry sendirian namun Dia tampak sangat senang.
"Sayang,ngapain malam malam begini!"tiba tiba John sudah ada dihadapannya membuat Nisha terkejut.
"Ih Papa nih ngagetin aja!"
"Ini Aku kok.tiba tiba pengen makan mie instant oake sayuran pake rawit merah yang banyak.heemmmh seger pisan."Ucapnya sembari memperlihatkan mie kreasinya.
"Ya ampuun sayang,kok tumben sih,malem malem lho ini.Inikan jam satu,kok tiba tiba ga ada angin,ga ada hujan Kamu makan mie instant."
"Ya lagi pengen aja Pa,memangnya nggak boleh?"
"Boleh boleh aja sih,cuma Aneh aja,tiba tiba Kamu makan Mie instant jam segini.Kan bisa oagi atau siang,laha ini tengah malam.Aku sampai kaget tadi waktu Aku mau peluk Kamu,eh ga ada dicaro di kamar mandi juga nggak ada,bikin Aku was was.
"Hehe maaf Pa,sengaja gamau gangguin Papa,Papa takut kecapean."
"Aku nggak papa Sayang,takutnya Kamu mau ditemenin!"
"Nggak usah Pa,kalau Papa maaih ngantuk,bobo aja lagi."
******
Tak terasa hari sudah beranjak pagi,namun tak biasanya pagi ini Nisha kesiangan.Apalagi begitu bangun perutnya terasa sangat tidak nyaman.terasa mual seperti saat Dia dirumah Bilqis kemarin
Huweeek
Huweeek
Nisha cepat cepat lari kekamar mandi,membuat John kembali keheranan.
"Kenapa Sayang...Kamu sakit."John menyusul sang istri,dan memijit tengkuknya.
Huweeek
Nisha gampak lemas dan tak bertenaga,membuat John terlihat panik.Dia membeesihkan mulutnya kemudian menggendong Nisha dan mendudukkannya ditemoat tidur.
"Kamu dari kemarin mual mual terus sayang!"
"Aku kalau telat makan memang suka begini Pa,dulu juga Aku ngiranya hamil."
"Ya lebih baik dioeriksa aja sayang,walaupun sakit maag.Hari ini lebih baik ikut Aku periksa ya.Sekalian di usg!"
"Ngga ah Pa,Aku takut kecewa!"
"Kenapa mwsti kecewa.Ini kan mau mendeteksi sakit Kamu.usg abdomen,takutnya lambung kamu luka gara gara malem kemarin Kamu makan mie cabenya banyak banget!"
__ADS_1
"Mau ya Sayang,Aku khawatir banget sama Kamu.Aku takut ada apa apa dengan Kamu Nish!"
Nisha tampak berpikir,namun kemudian akhirnya Dia menyetujuinya.
******
"Selamat Nish,perjuanganmu tidak sia sia,Kamu hamil!"ucap Sandra,dokter yang biasa menangani Bilqis yang juga teman suaminya!"
"Waaah...yang bener dok!"Wajah Nisha takjub,matanya tampak berkaca kaca.Begitu juga John yang ikut mengantar sang Istri kedokter,Dia tamoak bahagia sekaligus terharu mendengar kabar yang sangat membahagiakan itu.Nisha sampai menangis tersedu.Kemudian dioeluk oleh sang suami dengan hangatnya.
"Sayaang,selamat ya.Akhirnya Kita akan punya Anak lagi!"ucao John sembari mencium puncak kepalanya.
"Aku bener bener ga percaya Pa,akhirnya imoian dan doa Aku terkabul.Aku seneng banget!"
"Iya sayang,selamat ya.Ga sia sia Kamu minum jamu dan segala macam herbal lainnya!"Ucap John.
"Nisha ini ya reseo obatnya,ini obat anti mual diminum sebelum makan.Kamu sehat sehat ya.Hebat nih Kakak beradik hamilnya barengan.Janjian ya kalian?"Tanya Sandra.
"Dokter bisa aja.Masa iya Kita janjian!"
"Kalian Adik Kakak benar benar kompak,sekali lagi selamat,jangan lupa kontrol dianter sama Ayang ya!"seloroh Sandra.
"Thanks ya San!"
"Sama sama..!"
John dan Nisha berlalu dari sana,Mereka kemudian segera pulang kerumahnya,Nisha masih mengusap usap perutnya dengan takjub.Dia benar benar merasa sangat bahagia.Hal yang dinantikannya akhirnya datang juga.
"Sayang banyak istirahat dirumah,tidak usah banyak aktivitas dulu.Kerjanya distop dulu ya sayang.Kamu kan ada mual mual,lemas juga,Aku gak akan ijin lho!"ucap John mengancam.
"Iya Papa,Aku ga kerja dulu.Aku mau istirahat aja dirumah,jadi ibu rumah tangga lagi seperti biasanya,nungguin suami pulang seperti biasanya."
"Nah begitu dong sayang,Kamu menurut sama Aku demi kebaikan Kamu dan bayi kita."
"Aku ngidam dikelonin Kamu seharian"
"Ih nakal!Udah nggak sabar ingin ngasih tau Haidar.Dia pasti seneng banget kalau sebentar lagi mau punya adek.
"Iya Aku juga nggak sabar!"
******
Dan dihari hari berikutnya Nisha masih saja merasakan mual mual dan juga muntah.Semenjak Nisha hamil semua orang begitu protektiv padanya,apalagi suaminya.
Nisha begitu dimanjadan disayang,apapun John akan lakukan.Seperti pagi ini Dia tak memoerbolehkan Nisha untuk melakukan rutinitas pekerjaannya.Semuanya Kohn percayakan kepada para pelayan.Haidar pun seperti itu.Setiap kali bertemu dengan Mamanya,Haidar akan menciumi perut Nisha dengan penuh masih sayang.
Nisha pun senang sekali diperlakukan seperti itu oleh dua lelaki yang begitu dicintainya.
"Pa,masa Aku nggak bolrh ngaoa ngapain sih,Akukan bosan Pa,masa ga boleh ngapa ngapin sih."
"Udah sayang nurut aja,gausah banyak bergerak.Aku gamau Kamu kecapean."
"Nanti aja kalau kondisi Kamu sudah stabil.Baru Kamu boleh melakukan pekerjaan.Itu juga jangan yang bedat berat."
"Iya tapi masa tiduran aja nggak ngapa ngapain nanti badanku kaku."protes Nisha.
"Pokoknya diem,istirahat dulu"
John tampak semangat menyiapkan makanan untuk Nisha,wajahnya fokus kedepan,tidak memperdulikan Nisha yang berada disampingnya yang terus saja menatap John sedari tadi,agar Dia diijinkan membantunya,Dia memegang tangan sang suami,namun John tak mengijinkan Nisha bergerak sama sekali membantu apapun yang dilakukan.
__ADS_1
"Sudah diem aja Sayang,gausah nga ngapain,tidaj usah dibantu,kayakgini sih Aku juga bisa.Kamu mau omlete bikinan Aku lagi,kalai ini gak akan gagal.Kamu pasti suka."
Wajah Nisha langsung pucat mengingat omlete vuatan John yang rasanya tidak karuan itu.
********
"Aaa Aku masih laper!"Ucap Bilqis dengan wajah polosnya tanpa memperdulikan sikap Radit yang masih marah padanya.Lelaki itu tampak masih cemburu gara gara Boy menyuapinya makan.Membuat Radit malas untuk makan.Padahal tadi pulang kerja Dia begitu semangat ingin ceoat sampai.Namun saat melihatnya sang Istri gampak mesra sedang disuapi Boy.
"Aa laper juga kan,tadi belum sempet dimakan ya nasinya nya?"Tanya Bilqis.Namun sama sekali tidak digubris,wajahnya masih terlihat sangat marah.
"Aa sayang udah dong cemburunya,Boy itu adikku.Masa hal kecil aja bikin marah kayak gini"ucap Bilqis lagi,walau sikap Radit sangat dingin dan masih terlihat marah.
"Aa Mamam dulu ya!"pinta Bilqis sambil membelai pipi sang suami dengan punggung tangannya.
"Bisa diem ga tangannya,dari tadi ga bisa diem,Aku kesel Kamu nggak menghargai perasaan Aku,walaupun Dia keponakanku,bukan berarti Kamu bebas mesra begitu sama Dia,pake suap suapan segala!"ujar Radit ketus sambil kembali menghempas tangan Bilqis.
"Sayang,Aku nggak sengaja minta tolong diauapi karena tadi lagi repot ngurusin sikembar,sementara perutku lapar banget.
"Papi jangan marah marah terus dong.Aku beneran ga ada niat macem macem,apalagi lagi hamil begini,perut Aku udah membuncit!"ujar Bilqis bingung,karena Dia sendiri merasa tidak pernah melakukan kesalahan apapun pada suaminya itu.
"Kamu tuh genit.Aku sebel sama Kamu!"ucap Rafit sinis.
"Masa sihh...kok gitu aja dibilang genit!"ucao Bilqis tertawa kecil.
"Kamu kok malah cengengesan,Aku lagi marah lho,bukan lagi muji Kamu!"
"Habisnya Papi lucu banget sih,masa cuma nyuapin Aku doang,dibilang genit!"
"Memang kenyataannya Kamu genit.Ngobrol akrab kayak gitu,ngijinin Dia nyuapin Kamu pas Aku gak ada,Aku ga suka!"
"Jadi Aku harus gimana,apa Aku menolak pertolongan Dia?Dia udah punya pacar lho Pi."
"Bodo amat,ga peduli.Yang penting Papi nggak suka,Dia deketin Kamu kayak gitu.Aku nggak suka Kamu akrab sama Si Boy."
"kalau bisa pura pura aja ga kenal,judes,ketus,cuek bisa kan?
"Ga bisa bisa gitu dong Pi,Diakan tinggal disinj!
"Oh jadi Kamu lebih milih si Boy dibanding dengan menjaga perasaan Aku,Kamu ga marasa Kalau Dia suka sama Kamu,kagum sama Kamu!"
"Ya itu hak Dia Pi,Aku ga bisa larang,Yang penting cinta dan sayang Aku cuma untuk Kamu seorang!"ucap Bilqis sambil mencoel dagu sang suami agar tersenyum.
"Aku ga percaya!"ucap Radit.
"lha ini buktinya Aku mengandung Anak Kamu lagi yang ke 5 diperut Aku!"ujar Bilqis sambil terkikik geli.Mendengar hal itu Radit diam tak membalas perkataan Bilqis lagi.
"Udah Ya Papi manjaku,jangan marah terus.Nanti tambah tua lho!"goda Bilqis,membuat Radit mendelik kesal kearahnya.
"Mau mamam nasi ga,Aku suapin ya?"goda Bilqis sembari mengedipkan matanya.
"Makan aja sendiri aja,ga usah disuapin.Kamu juga kan disuapinnya sama orang lain.Setelah Aku makan.Aku mau tidur.Aku cape!"Ucap Radit ketus.
"Oh yaudah gapapa deh,Papimakan sendiri aja,kalau Aku jadi males makan.Ini jam berapa ya?"Tanya Bilqis bertanya pada Radit.
"Lihat sendiri aja diponsel Kamu!"ucap Radit judes.
"ok Kalau Papi musuhin Mami,Mami juga bisa.Awas kalau nanti tiba tiba nyapa Aku.Aku kesel sebel sama Papi,padahal udah dikasih tau jangan cemburuan.Tetep aja Papi cemburu buta kayak gitu.Papi jahat.masa sama saudara sendiri cemburuannya sampai kayak gitu banget"
.
__ADS_1
.
*********