
"BILQIS!"
"Eh Kak Denis,kok bisa ada disini!"Denis berlari mengejar Bilqis,dan kini sudah ada dihapadannya sambil mengatur nafasnya yang ngos ngossan.
"Aku tadi beberapa kali manggil manggil Kamu,tapi Kamunya jalan terus!"
"Maaf Kak,Aku ga denger!"ujar Bilqis sambil tersenyum meringis.
"Iya Aku kesini jemput Angel,sekalian janjian sama Bos mau ngasiin berkas berkas penting ini!"
"Ohhh!"ujar Bilqis singkat,Dia ingin secepatnya pergi dari tempat itu,lama lama berada diMall itu membuat perasaannya semakin tak menentu.
"Katanya tadi Angel ketemu Kamu ya,malah belanja bareng juga?Tanya Denis.
"I-iya Kak!"
"Makasih ya Qis udah ngerepotin Kamu,tapi Aku mau ngerepotin lagi boleh ga?"Tanya Denis.
"ngerepotin apa Kak?"Tanya Bilqis bingung.
"Aku bisa minta tolong ga Qis,tolong kasiin ini Ke Bos Radit,katanya Lagi nungguin direstaurant favoritnya.Pleasee tolongin Aku,kasian Angel takut kelamaan nunggu,Kakinya tadi keram katanya,jadinya Aku jemput.Maklumlah,mungkin kelamaan main dimall,jadi sekarang agak manja dan gampang ngambek!"Ucap Denis,dengan wajah memohon.
"Iya siap Kak,biar Aku aja yang kasiin!"Ujar Bilqis terpaksa.
"Makasih banyak ya Qis,Kamu memang Ibu Bos paling baik.!"
"Ihhh apaan sih pake ibu Bos ibu Bos segala!"
Bilqispun mengambil berkas itu dari tangan Denis,walau sebenarnya Dia sangat enggan,tapi terpaksa Dia akhirnya menemui Sang Suami.
Awalnya Dia agak ragu untuk kembali ke restaurant itu,hatinya sesak dan merasa tak rela bila sang Suami begitu akrab dengan wanita lain,namun terpaksa Bilqis memberanikan diri,walau Dia merutuki dirinya sendiri,kenapa mesti Dia yang menyerahkan berkas itu,padahal mungkin jika Denis yang menyerahkannya pasti perasaannya tak akan seperti ini.
__ADS_1
Dan apa yang dilihatnya kini membuatnya geram.Dia diam terpaku seolah tak percaya.Radit kini tampak akrab dengan seorang anak Laki laki yang duduk disebelah wanita itu,wanita yang ada dihadapan Radit,sang Suami kembali tertawa bahkan tampak mengajak ngobrol Anak yang berada dihadapannya.
Panas dihatinya kian membara melihat interaksi Radit bersama wanita dan Anak itu!"
"Ayah Radit Aku mau main sama Ayah Radit nanti!"begitu kalimat Yang didengar Bilqis membuat perasaannya benar benar marah seketika.
Segera saja Bilqis dengan wajah yang sangat marah dan cemburu menghampirinya.
"Mas!"Seketika Radit dan sekertaris itu menoleh,juga Anak laki laki itu menatap dirinya.
"Ehhh Honey,kok ada disini,sama siapa kesini sayang?"Tanya Radit kaget melihat sang Istri muncul dihadapannya.
"Tadi Aku nganter Mba Angel belanja,Ini ada titipan dari Kak Denis!"ujarnya ketus.
"Sepertinya Aku sudah mengganggu acara pertemuan Ayah dan Anak!"Sindir Bilqis sambil mendelik kearah Radit.
"Jangan salah faham sayang,ini sekertaris Aku yang baru,dan ini Anaknya.Dia kesini tadi sama Tantenya,kebetulan melihat Mamanya disini,jadinya Dia ikut bergabung, Tantenya belanja dulu,Aku ada ketemuan sama klien tadi,cuma Dia sudah pergi,ya sudah sekalian makan siang saja barusan,sebelum balik lagi kekantor!"Jelas Radit dengan tampang yang sangat biasa saja.
"Salam kenal,Saya sekertaris Mas Didit!"ujar Wanita yang mungkin tak jauh beda usianya dengan sang suami,namun terlihat cantik dan berpenampilan cukup sopan dengan kemeja warna marun dan rok sepan hitam selutut.Sedangkan Anaknya begitu tampan dan tinggi,Anak usia ABG itu tersenyum tulus padanya.
"Hallo Kak,Nama Saya Damar!"Ucap Anak itu sopan.Agak terdengar lucu,memanggil Bilqis dengan sebutan Kakak.Namun yang membuat Dia sebal cara sekertaris itu memanggil Suaminya.
"Mas Didit?"Tanya Bilqis sambil mengerutkan keningnya.
"Oh maaf yaampuun,kebiasaan dulu dikampus!"ucapnya terkikik geli sambil menutup mulutnya,sedangkan Bilqis memutar bola matanya jengah.
"Mas Didit Aku ke toilet dulu ya,sekalian nganter anakku,ucapnya pada Radit yang Bilqis dengar begitu manja da sok akrab,Kemudian Dia nampak tersenyum sinis pada Bilqis.Ingin sekali Dia menjambak dan menampar mulutnya yang sok akrab itu.Namun karena Bilqis lihat Dia membawa anaknya,dan juga Dia menjaga wibawanya sendiri dan kehormatan sang Suami.Apalagi Radit yang sudah dikenal sebagai salah satu pengusaha kaya di Indonesia yang sering wara wiri masuk berita dan majalah.Tentu hal itu akan berdampak buruk bila Dia membuat masalah.Jadilah Kini Bilqis harus menahan rasa dongkolnya.
Bilqis kini duduk dihadapan Radit dengan wajah sangat marah.
"Sepertinya Aku mengganggu Reuni Ayah dan Anak juga seorang Janda yang ternyata sekertaris suamiku sendiri!"sindirnya menatap wajah Radit dengan penuh permusuhan.
__ADS_1
"Hahaha sayaang,Kamu lucu banget bicara seperti itu,siapa yang reuni.Dia hanya sekertarisku sayang,bukan siapa siapa!"Jelas Radit lagi.
"Ohhh ya?Bukan siapa siapa.Itu anaknya memanggil Kamu Ayah dan Perempuan itu memanggil Kamu dengan nama kesayangan,Apa pantas seorang bawahan memanggil nama seperti itu,jijik Aku dengernya.Jangan jangan Dia itu Istri simpanan Kamu dan Anak itu Anak Kamu ya Mas?"Bilqis marah,menatap sang suami dengan nanar,melipat tangannya didadanya menahan amarah.
"Ya ampuun lucunya istriku kalau lagi cemburu begini.Sayaang...jangan marah.Memang sudah kebiasaan Dia seperti itu dari dulu,Dia teman lama Aku,bahkan suaminya itu sahabatku waktu kuliah.Anaknya menganggapku sebagai Ayah,katanya Aku mirip dengan ayahnya hahahha,lucu ya sayang!"
"Sebelah mana yang lucu?Sumpah Mas ga ada lucu lucunya,Kamu pergi pagi pagi buta bahkan ga ada waktu sama sekali buat Rafa,Dan sekarang dengan mudahnya Kamu akrab sama Anak orang lain,Sama sekertaris itu.kesel Aku dengernya!"
"Silakan Kamu habiskan waktu Kamu sama sekertaris baru Kamu itu Mas,Aku pulang dulu.Nikmati waktu kalian. Nostalgia mengenang masalalu indah,dan silakan dinikmati bersama Anak baru nya,Mas didit,Ayah Didit!"Sindirnya lagi dan kini pergi dengan hati yang benar benar sedih,marah,dan kecewa.
"Yaang...sayaaang tunggu,jangan marah dong yang,jangan cemburu begitu!"Radit mencekal tangannya,dan mendudukkan Bilqis kembali dihadapannya.
"Iih Amit amit,Aku ga cemburu sama perempuan kayak gitu,Aku lebih cemburu sama Mba Angel dibanding sama Dia.Sekali lagi,silakan nikmati waktu Kamu sama Dia,Aku pulang dulu.Kasian Rafa mungkin sudah kangen sama Aku,untungnya Dia juga ga nanyain Papinya,karena Papinya lebih bangga dipanggil Ayah sama Anak orang lain!"
"Sayaang kok ngomong gitu sih,tentu saja Aku lebih bangga dengan Rafa,Dia anakku.Jangan mojokin Aku terus sayaang.Dia bukan siapa siapa,hanya sekertaris dan Anaknya!"
"Mas Didit,ini sudah terlalu siang,sebentar lagi ada pertemuan penting dikantor Mas!"ujar Wanda sang sekertaris baru,yang tiba tiba sudah ada didekatnya,tatapan menantang diarahkannya pada Bilqis,dan dibalas pula oleh Bilqis dengan menatapnya penuh permusuhan.
"Sayang Aku pamit dulu ya,nanti Kita ketemu dirumah,Aku janji Akan pulang cepat hari ini!"Ujar Radit.
"Tunggu sebentar!"Bilqis berjalan maju namun melewati sang Suami.
"Ibu Wanda,Anda adalah bawahan Suami Saya,tidak sepantasnya Anda memqnggilnya seperti itu pada Suami saya,walaupun ini bukan dikantor,tapi ini Masih jam kantor,Anda masih bekerja,panggilah dengan panggilan sopan.Memangnya siapa Anda manggil2 suami Saya seperti itu,jangan sok akrab!"Ucap Bilqis tenang namun tatapannya nyalang seolah menantang wanita itu.
"Maaf kalau Anda tidak nyaman mendengarnya,tapi Suami Anda sendiri tidak keberatan!"ucapnya.
"Iya kan Mas Didit?"Tanyanya dengan penuh percaya diri.
"Sudahlah sayang,hal sepele seperti itu tidak usah diributkan,Aku kantor dulu ya,tunggu Aku pulang ya Honey!"Radit mencium pipinya kemudian berlalu dari hadapan Bilqis,dan Wanita itupun berjalan dibelakang suaminya kemudian menatap Bilqis senyum penuh kemenangan.
********
__ADS_1
Vote Atuh Bestieš„°