
Seorang Dokter datang bersama para suster untuk memeriksa seorang pasien cantik,yang kini sudah tersadar,setelah sekian jam Dia terbaring tak sadarkan diri.
"Selamat Siang semuanya,bagaimana keadaan sleeping beauty kita hari ini?"tanya Dokter bercanda untuk mencairkan suasana yang begitu tegang,dilihatnya disamping kanan kiri tempat tidur perawatan Bilqis,Ayah Ibu,Papa dan Mama mertuanya sangat mencemaskan keadaan Putri mereka.
"Bagaimana Dok keadaan anak saya Dok?"tanya Bunda dengan mimik wajah yang sangat khawatir.keempat orang paruh baya itu menunggu Bilqis dengan wajah teramat khawatir dan cemas,Wanita muda nan cantik itu dibawa oleh Denis kerumah sakit dalam keadaan pingsan.
Flashback.
Denis menyelesaikan tugas kantornya untuk memimpin rapat dikantor cabang,namun begitu Dia sampai dikantor,lagi lagi Dia melihat Istri Bosnya berjalan sendirian dan kemudian menaiki taksi entah menuju kemana,karena khawatir,Dia lantas membuntutinya,kemudian berinisiatif menyalip taksi tersebut,untung saja feelingnya benar,karena terlihat Bilqis dalam keadaan tak sadarkan diri dengan darah mengucur dikakinya membuat Denis panik,segera saja pria itu membawa Bilqis ke rumah sakit dan langsung menghubungi,Papa dan Mama Radit,sengaja Dia tidak menghubungi Radit,khawatir Suami Istri itu dalam emosi yang belum terkendali,yang justru akan memperumit keadaan.
Mama dan Papa Radit terlihat sangat panik dan khawatir dengan kondisi menantunya itu,apalagi setelah mendapat laporan kalo Bilqis sedang bertengkar dengan Radit,membuat mereka sangat marah.Untuk itu dengan sengaja Papa dan Mamanya meminta agar Denis merahasiakan keberadaan Bilqis.Papa dan Mamanya sangat murka,karena Radit telah memperlakukan Bilqis dengan tidak baik.
Flashback Off
"Putri ibu baik baik saja,syukurlah pendarahannya tidak membahayakan janin yang ada dalam kandungan.Karena hamil muda seperti ini sangat rentan sekali ya,untuk itu harus benar benar dijaga,apalagi terdapat sedikit luka dimulut rahim,ini agak berbahaya,untuk itu sebaiknya tidak usah berhubungan dulu dengan suami. ya,takutnya semakin membahayan kondisi janin,karena masih sangat rentan,dan tentu sebaiknya Suaminya harus puasa dulu ya Mama!"Ucap Bu Dokter itu yang serta merta membuat keempat orang itu terkejut sekaligus bahagia,keempatnya mengucap syukur atas berita yang mereka dengar.Benar benar membuat perasaan mereka bahagia,mendengar penuturan Dokter bahwa kini Bilqis sedang mengandung.
"ALHAMDULILLAH!"Ucap mereka serempak.
"Akhirnya berita bahagia yang kita tunggu tunggu datang juga!"Ucap Papanya Radit dengan wajah berbinar bahagia.
"Alhamdulillah Pa,akhirnya Radit akan punya anak,Mama seneng banget!"
__ADS_1
"Alhamdulillah ya Jeng,nambah lagi cucu kita!"ucap Bunda yang menangis haru,sedangkan Bilqis yang mendengarnya Diapun menangis bahagia,sambil menyandarkan dirinya ditepi ranjang,mengusap perutnya dengan perasaan yang teramat bahagia.Dia tidak menyangka,kini ada makhluk mungil tumbuh dirahimnya,Buah cintanya bersama Radit.
"Aku hamil...Aku hamil Bun!"tanyanya seolah tak percaya.
"Iya sayaang,Iqis bentar lagi punya anak,Iqis harus kuat,Iqis harus sehat,supaya Dede yang ada dalam kandungannya sehat dan kuat juga sayang!"Ucap Bunda dengan lemah lembut.
"Waah sepertinya semua orang yang ada disini,baru tahu kabar bahagia ini ya,baiklah untuk detilnya nanti saya akan berikan foto usgnya,yang jelas sekarang anak ibu sedang hamil enam minggu,benar benar masih sangat muda kehamilannya,apalagi tadi ada sedikit pendarahan,yang untungnya tidak membahayakan kondisi ibu dan janin,namun saya sarankan agar dijaga dengan baik,Ibu tidak boleh kecapean,harus Istirahat,tidak boleh stress,dan yang tak kalah penting,Suaminya harus puasa dulu ya,untuk satu semester ini,karena kondisinya benar benar masih lemah."Ujar Dokter panjang lebar.
"Suaminya yang mana ini Ya.."tanya Dokter sambil celingukan,karena yang terlihat dihadapannya hanya keempat orang paruh baya.
"Oh emmh anu...sedang dinas keluar negeri Dok!"Ucap Mama menimpali,padahal kini Radit sedang kebingungan mencari keberadaan Bilqis.
Setelah Dokter dan para perawat pergi kini hanya ada Bilqis danpoara orang tuanya.Bilqis terlihat menangis,membuat mereka khawatir.
"Iqis gamau ketemu Mas Radit Mah,Iqis gamau...Dia jahat sama Iqis,Iqis takut!"Ucap Bilqis sambil menangis dipelukan Mama mertuanya.
"Tenang saja sayaang,Radit ga akan pernah tau Iqis ada dimana,Mama sudah siapkan tempat untuk Kamu menenangkan diri,Radit harus Mama kasih pelajaran,tenang saja ya Iqis sayang,Iqis akan aman,Mama pastikan Radit ga akan deket deket Iqis,Anak itu bener bener sudah keterlaluan."Ucap Mama dengan wajah yang sangat kesal,begitupun Papanya saat mendengar sikap Radit selama ini,setelah mendengar laporan dari orangnya,yqngvrutin memberikan laporan untuk mengetahui kondisi rumah tangga anaknya itu.
"Iya sayaang,Iqis tenang aja ya,Papa tidak akan membiarkan Anak kurang ajar itu menyakiti Kamu lagi,benar benar sudah keterlaluan!"Ujar Papa dengan wajah marah.Sedangkan Ayah dan Bunda hanya bisa diam,mendengar penuturan dari besannya itu,mereka sebenarnya sangat Prihatin Putri mereka diperlakukan seperti itu,padahal yang mereka lihat,Radit tampak sangat dewasa dalam bersikap dan bertindak,namun mengapa sikapnya kini justru membuat mereka sangat kecewa.
.
__ADS_1
.
.
********
Sementara itu dikantornya Radit sibuk menghubungi orang orangnya,memerintahkan mereka untuk.mencafi keberadaan Bilqis disetiap sudut tempat,Dia mengerahkan orang orangnya untuk berpencar mencari ketempat sekiranya Bilqis pergi.dari mulai terminal,stasiun,bandara,Mall,dan merekapun menaruh orang didekat rumah mertuanya,kalau kalau Bilqis bersembunyi disana.
Radit bertekad tidak akan pernah berhenti mencarinya,sampai Bilqis berada dipelukannya.
Lagi lagi Radit harus dibuat kecewa dengan orang orang yang Dia kerahkan,tidak ada satu pentunjukpun disana,kemana perginya Bilqis,yang seolah menghilang ditelan bumi,membuat Radit benar benar sedih mendengarnya.Dia tak percaya Istrinya itu benar benar telah menghilang.
"Aku harus cari kemana lagi Den,Bilqis bemar benar pergi ninggalin Aku!"Ucapnya putus asa disamping Denis yang kini sedang mengendarai mobilnya.Hidung Radit ditutup masker,karena setiap Dia mencium bau asistennya itu,perutnya akan terasa mual kemudian muntah muntah.Melihat kondisi Bosnya Dia benar benar merasa tidak tega,tapi Big Bos nya alias Papa dan Mama Radit mewanti wanti agar Dia merahasiakan dulu keberadaan Bilqis,demi kebaikan keduanya.Terpaksa Denis pun menutup mulutnya rapat rapat,Dia pura pura membantu mencari keberadaan Istri Bosnya itu,padahal Dia sendiri yang menyelamatkan Istri kecil Bosnya itu.
Aku takut Bilqis kenapa napa Den,apalagi katanya Dia sampai berdarah darah,gimana kalau ditemukan sama orang jahat terus Dia di...!"Radit meremat rambutnya dengan kasar tak kuasa meneruskan kata katanya,Dia tampak benar benar putus asa.Penyesalannya kini sudah terlambat,andai saja Dia tidak memperlakukan Istrinya seperti itu,Andai bisa mengulang waktu,Andai saja Dia tidak terhasut omongan Arsinta yang terus terngiang dipikirannya.
.
.
.
__ADS_1
*********