TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Penjelasan


__ADS_3

Setelah orang orang tadi membubarkan diri,John membawa Istrinya ke mobil dan mendudukkannya.Nisha pun sudah terlihat tenang dan dapat mengendalikan emosinya.John memasangkan seatbeltnya dan memandang sang Istri,namun Nisha membuang muka.Hatinya masih sangat marah dan kecewa pada John.


Keduanya hanya diam dan larut dalam pikiran masing masing.Sesekali John melirik kearah Nisha.Saat keduanya beradu pandang,Nisha menatapnya dengan penuh permusuhan.


"Kalau Kamu lapar kenapa ga bilang,Yang.Pergi nggak bilang bilang,ga pamit seperti ini,Aku seperti orang gila nyariin Kamu kemana mana!"John membuka percakapan diantara kebisuan Mereka.


Nisha tak menanggapi omongan sang suami,Dia sibuk mengutak untuk ponselnya memesan tiket pesawat untuk pulang ke Jakarta.


"Sayang....!"John menggenggam tangan Nisha.


"Apa sih,lepasin,gausah pegang pegang."Ucap Nisha sewot,mendelik marah dan menghempaskan tangan John.


"Kenapa Kamu bisa senekad ini,keluar tengah malam bahkan hampir subuh, Kamu sendiri asing dengan kota ini,kalau ada apa apa dengan Kamu gimana,kalau ada orang yang jahatin Kamu gimana?"Tanya John dengan tatapan tajam.


"Aku panik nyari nyari Kamu ditengah malam begini."Ucao John lagi.


"Aku nggak minta dicariin,siapa suruh cari cari Aku,lagi pula kenapa Kamu nggak lanjutin aja sampai pagi dengan si Aneke."Balas Nisha ketus.


"Kamukan Istriku Nisha,tentu saja Aku panik nyari nyari Kamu,kita ini sudah sama sama dewasa,kalau ada masalah kenapa tidak dibicarakan baik baik.Kenapa harus pergi seperti ini,benar benar kenakan."Ucap John kesal.

__ADS_1


"Kamu bilang Aku ke kekanakan?Apa Kamu ga mikir saat sedang berduaan dengan perempuan lain ada seorang Istri yang gelisah menunggu kedatangan suaminya,Dia bahkan sengaja meninggalkan Anaknya demi mendampingi suaminya,Dia juga tau sifat Istrinya yang begiu pencemburu,Dia bahkan tau kalau Istrinya itu tidak suka kalau suaminya dekat dengan perempuan itu tapi kenapa,Suaminya itu masih nekad bertemu bahkan sampai larut malam,lebih parahnya lagi tidak ada kabar apa apa dari Dia."Ucap Nisha.


Mendengar hal itu John merasa hatinya tertohok.


Memang benar yang dikatakan Nisha,semua itu memang salahnya.Gara gara insiden ponselnya tertinggal,Dia sampai tidak bisa mengabari Nisha,seandainya tadi Dia menyempatkan diri untuk pulang dan mengajak Istrinya,atau berpamitan padanya,tentu kejadiannya tidak akan seperti ini.Sifat Nisha yang pencemburu dan emosional,Dia melakukan sesuatu tanpa memikirkan dampak kedepannya.Dan lagi lagi kesalahan yang sama John lakukan,padahal Dia sendiri menyadari kalau Istrinya itu pencemburu,baru kemarin Dia berbaikan dengan Nisha,dan sekarang Dia kembali bermasalah dengan kesalahan yang sama.


John mengusap wajahnya dengan kasar,entah harus bagaimana membujuk Nisha kali ini,apalagi sekarang Dia benar benar sedang sangat marah,dapat dilihat raut wajah sang Istri begitu garang saat menatapnya.Apalagi kata kata pisah tadi sudah meluncur dari mulut sang Istri.Pernikahan yang baru dijalaninya masih seumur jagung,dan lumayan sering diwarnai percekcokan masalah kecemburuan Nisha.John hanya bisa terdiam sembari memikirkan solusi untuk masalahnya.


Tak terasa Mereka sampai dihotel tempat John menginap.John bergegas turun lebih dulu,dan membukakan pintu untuk Nisha.Wanita itu bergegas turun dan berjalan cepat cepat,John berlari kecil.mengejarnya dan merangkul bahunya.Kali ini Nisha membiarkan apa yang John inginkan.Namun saat memasuki Lift, tangan John kembali dihempaskan dengan kasar.


"Sayaang...Aku..!"


*******


Keduanya sampai Dikamar hotel,Nisha segera menarik kopernya,merapikan pakaiannya dan aksesoris miliknya dimasukkan kedalam kopernya.


"Mau kemana Nish,ini masih malam!"Ucap John dengan wajah lesu.


"Gak perlu Aku jawab juga Kamu pasti udah tau Aku mau kemana!"ucap Nisha.

__ADS_1


"Tadi malam itu Aku menghadiri pertemuan bersama kolegaku sampai jam 10 malam,saat mau pulang,Aneke menahanku untuk pulang,katanya Dia sudah merencanakan perayaan ulang tahunnya,Aku nggak tega buat menolaknya,Aku pikir toh tidak ada salahnya sekedar menghadiri,sebagai bentuk persahabatan.Aku memang salah nggak ngasih kabar keKamu karena ponsel Aku tertinggal disini.Saat Akan memaksa pulang,Aneke bertanya tentang Kamu...dan.."


"Sudahlah...Aku nggak mau denger alasan apapun,terserah Kamu.Kali ini Aku udah bener bener nggak peduli dan udah muak!"Ucap Nisha sembari menjejalkan pakaiannya kedalam koper."


"Dengarkan Aku Nish,Aku menjelaskan tentang perasaan Aku kekamu pada Aneke agar Dia tidak mengharapkan Aku lagi,karena Aku sudah punya Istri.Aku sudah punya Kamu.Aku berusaha memberikan pengertian sama Dia Nish.Aku bahkan lebih banyak menghabiskan waktu dengan sahabat sahabat lamaku,teman seangkatan dulu saat awal awal tugas kedokteran.Aku sama sekali ga bermaksud buat Kamu kesal dan menunggu,kesalahan Aku karena Aku ceroboh,nggak ngasih kabar ke Kamu."Jelas John yang duduk disamping sang Istri yang masih terlihat tekun merapikan pakaiannya.


Aku mohon untuk kali ini Kamu maafin Aku Nish,Alu memang salah.Kamu berhak marah sama Aku,tapi jangan pergi seperti ini,Kita datang kesini sama sama,pergipun harus bersama."Ucap John dengan wajah memelas.


"Penjelasan Kamu nggak berpengaruh apa apa buat Aku,Aku udah cape,udah males dengan masalah yang sama.Kamu tuh nggak nganggap Aku sebagai Istri Kamu,mungkin karena Kamu masih merasa sendiri,sehingga kehadiran Aku sama sekali nggak berarti buat Kamu,dan akan lebih baik kalau Aku memilih mundur dalam pernikahan ini."Ucap Nisha.


"Tidak seperti itu Sayang,justru kehadiran Kamu sangat berarti dalam hidup Aku.Selama puluhan tahun hidup sendiri dan sangat takut untuk menjalani komitmen dengan seorang wanita,begitu banyak perempuan yang ingin dekat denganku,bukan hanya Aneke,tapi banyak Aneke lainnya.Dan Aku tolak Mereka,karena memang hatiku tidak menginginkannya,namun entah mengapa sejak Kamu hadir dihidup Aku,membuat Aku merasa terusik,membuat Aku gelisah,padahal sudah beberapa kali Aku ingin mengenyahkan perasaan ini ke Kamu,tapi semakin Aku menghindar,rasa cinta Aku semakin besar.Sehingga Aku beberapa kali melamar Kamu,bukan hanya karena keinginan Dimas,tapi karena Aku memang cinta sama Kamu Nisha.Perasaan ini hanya untuk Kamu,tidak ada wanita lain.Mungkin Kamu nggak percaya dengan apa yang Aku katakan,tapi Aku akan terus mengatakannya sama Kamu,kalau Aku hanya cinta sama Kamu.


"Kesalahanku karena tidak bisa bersikap tegas pada Aneke,karena Aku hanya menganggap sahabat,tidak ada niatan apa apa.Kalau Kamu tidak mau Aku dekat dengan Aneke,Aku akan mengundurkan diri dari pekerjaanku sekarang juga.Aku sadar kalau ternyata Dia sudah membuat runyam rumah tangga Kita.Mulai sekarang Aku nggak akan dekat dengan Dia,nggak akan berteman atau bersahabat sama Dia kalau Kamu keberatan!Aku janji sama Kamu!Ini terakhir kalinya Aku berbicara sama Dia."


.


.


*********

__ADS_1


__ADS_2