
Bilqis tiba dirumahnya dengan hati yang sedih,kesal dan benar benar merasa kacau,merasa tidak dihargai.Dia tiba diapartemen dengan kesal dan wajahnya tertunduk lesu
"loh neng..kok sudah pulang?"
Tanya Bi Yuni dengan heran melihat Bikqis sudah kembali dengan cepat,dipikirnya Dia akan pulang bersama Radit.
"iya Bi...Mas Radit ada meeting diluar"jawab Bilqis yang masih tertunduk saat menutup pintu apatemennya.
"Neng Iqis sudah makan siang belum..Bibi siapkan ya"
"gausah Bi..nanti saja"
ucapnya lagi sambil masuk kedalam kamarnya.
Bilqis kembali menangis dikamarnya,tubuhnya gemetar menangis tersedu sedu,Dia menumpahkan rasa sedihnya,rasa malunya semua perasaan kacau yang ada dalam dirinya Dia tumpahkan dengan tangis yang tadi ditahannya.Dia menangis dengan sepuas puasnya.
Seharian ini Bilqis tidak keluar kamar.Beberapa kali Bi Yuni mengetuk kamarnya,namun tidak ada jawaban.Jam sudah menunjukkan pukul empat sore,itu waktunya Bi Yuni pulang,namun Dia masih merasa khawatir akan keadaan Bilqis yang masih mengurung diri dikamarnya.
"Neng Iqis Bibi pamit pulang ya"
karena sudah beberapa kali diketuk pun tak juga dibuka,akhirnya Biyuni pulang setelah semuanya beres.
.
.
.
Pukul sembilan malam Radit baru tiba dirumahnya.Dia melihat rumahnya gelap gulita.
"ini kok rumah gelap gulita begini, kayak Rumah Hantu"
Radit menyalakan lampu dan melihat ke sekeliling.
TOK TOK TOK....
"Qis..."
"Iqiiisss..."
"Iqiiis..."
"tumben kamarnya dikunci.."
Ucap Radit sambil mengoyang goyangkan gagang pintu berusaha masuk kekamar Bilqis namun terkunci.
Setelah beberapa kali mengetuk pintu,akhirnya Bilqis membukakan pintu kamarnya.tercium aroma semerbak dari tubuhnya yang mengeluarkan aroma segar dan harum dari sabun mandi.tampak Bilqis keluar dengan menggunakan tank top motif bunga bunga dan hotpants seksi,rambutnya yang panjang diikat pini tail,wajahnya cantik natural tanpa make up,terlihat matanya masih sembab dan hidungnya memerah,namun tetap terlihat cantik dan mempesona.
Radit yang melihatnya tampak berdiri mematung melihat cantiknya bilqis yang natural.Rasanya Dia ingin berlari memeluknya dan menciumi Sekujur tubuhnya.Lelah dan penatnya bekerja seharian.meeting sana sini benar benar telah menguras seluruh tenaganya,namun kini saat matanya memandang pemandangan indah didepan matanya,serasa menguap semua rasa lelahnya,terbayarkan dengan melihat pemandangan istri cantiknya itu.
"Ada apa?"
tanya Bilqis datar dengan wajah agak judes,kemudian Dia menundukkan pandangannya tidak ingin bersitatap dengan Radit.
"Tadi kok apartemen gelap banget"
"Aku pikir tidak ada orang dirumah"ucap radit ramah,dengan nada suara yabg lembut,
"Aku ketiduran"
__ADS_1
ucapnya lagi singkat,lagi lagi Dia tidak memandang Radit.Radit tau Bilqis tengah marah padanya,namun Ekspresi wajah Bilqis yang cantik dan imut sungguh menggemaskan justru membuat radit gemas.rasanya Radit ingin mencium bibirnya yang sedang cemberut itu.sungguh gemas melihatnya batin Radit.
"kita makan bersama ya,aku mandi dulu" ajak Radit pada Bilqis
"Aku ga lapar" jawab Bilqis ketus
"kata Bi Yuni kamu belum makan apa apa dari tadi siang"
ujar Radit lagi sambil mengendurkan dasinya .wajahnya yang tampak lelah namun kali ini Dia berbicara begitu lembut pada Bilqis...padahal Biasanya selalu ketus dan jutek.Ada perasaan bersalah dalam hatinya karena selalu bersikap dingin pada Istri kecilnya itu.
"Aku tidak lapar"ucapnya sambil membuang muka
"kalo tidak ada yang perlu dibicarakan lagi,aku tidur dulu"
Ucap Bilqis sambil menutup pintunya.Bilqis bersandar pada pintu itu,sebenarnya Tadi Dia sudah berencana untuk makan malam sendiri saja,setelah seharian menangis perutnya sudah sangat lapar keroncongan,namun melihat tampilannya sendiri yang kusut masay,matanya sembab karena menangis sampai ketiduran,akhirnya diapun bergehas membersihkan diri.Dia pun tidak tahu Bi Yuni pulang jam berapa,karena saking nyenyaknya.Bilqis baru bangun tadi tepat jam delapan malam.
Akibat menolak ajakan Radit,kini Bilqis gelisah dikamarnya,Dia menunggu Radit agar tertidur supaya Dia bisa pergi kedapur mengambil makanan,jangankan bisa tidur,dudukpun Dia tidak tenang karena sejak tadi perutnya keroncongan.Padahal Biasanya kalo Bilqis marah atau sedang sedih Dia akan melampiaskannya ke makanan.Dia makan sebanyak banyaknya,ngemil sebanyak banyaknya sampai Bundanya tidak habis pikir dengan kebiasaannya itu,Namun untunglah walau punya kebiasaan seperti itu,tubuhnya tetap langsing dan ideal.
Lagi lagi Bilqis mengintip dibalik pintu,melihat situasi apakah Radit sudah tertidur,Dia lihat lampu semua sudah dimatikan,kamar Radit pun terlihat gelap.Dengan pelan pelan Bilqis keluar kamarnya,mengendap endap seperti pencuri.mengambil makanan yang ada di dalam kulkas untuk dimakan dikamarnya.
Bruk..
"Awwww....Aduuuuh"
karena terburu ingin secepatnya masuk kamar setelah mengambil makanan,kaki Bilqis terantuk Kursi dan jatuh terjerembab kelantai, Dia berteriak kesakitan,.
"sssshhhhh.....awww"Bilqis meringis kesakitan
"ngapain Kamu"
tanya Radit yang sudah ada dihadapannya,Radit menyalakan lampunya.terlihat Bilqis terduduk dilantai sambil memegangi kakinya,Dia mengernyih kesakitan.
"ujar Radit
"Awww.."
pekiknya lagi sekaligus malu karena kini ada Radit dihadapannya,Bilqis merutuki kebodohannya,Akibat terburu ingin cepat kembali kemarnya,hendak makan disana.kini yang ada kakinya malah tersandung kursi,dan makanan yang diambilnya tercecer kemana mana.
"ceroboh sekali sih kamu"
"ini nih akibatnya kalo marah samansuami"
"tadi diajak makan pura pura nolak"
"begininkan jadinya.."
Ucap Radit ketus
sambil mengepal kedua tangan didadanya,seperti biasa..radit bertelanjang Dada,hanya memakai celana pendek saja.
Bilqis berusaha berdiri dengan berpegangan pada kursi,namun tubuhnya ambruk kembali kelantai karena pergelangan kakinya terkilir,kakinya terasa sakit saat dia berusaha menginjakkannya kelantai.
"Aduuuuhh..ssssshhhhh sakiiit bangeeettt"
rengeknya .sambip mengusap usap kakinya.
"makanya jangan ceroboh...Bisa ga sih".
Ucap Radit kesal sambil berusaha membantu Bilqis berdiri,namun karena kakinya masih kesakitan,Radit menggendongnya ala bride style.
__ADS_1
"Mas ngapain siiih.. Turunin Iqiiis,turuniiiin"
"ga usah sok peduli sama Iqisss.." rengek Bilqis
"Bisa diem ga"
ucap Radit sambil menatapnya tajam dan mengintimidasi.Kemudian mendudukkan Bilqis di sofa.
"Diem disini dulu"
"Aku mau beresin yang berantakan"
ucapnya Dingin.kemudian Radit membereskan makanan yang berserakan dilantai dengan telaten.setelah beres semuanya,kemudian Raditbkembali menghampiri Istrinya sambil membawa kotak obat.
Tanpa basa basi Radit duduk disebelah Bilqis,kemudian menaruh kaki bilqis yang sakit dipangkuannya dan memeriksanya.
"mau diapain Mas,jangan sentuh kaki Iqis.huuuu"
"belum juga diapa apain" Radit meliriknya dengan tajam
"sakit banget mass...ngiluu iiihhh..huuuu"
Bilqis menangis seperti anak kecil menahan rasa sakitnya,matanya yang sembab kini harus kembali menangis,
"pelan pelan mas.."ucapnya lagi
Radit perlahan memutar pergelangan kakinya.
"Awww..aahhhh..sakiiit"
"udah masss Iqis gamau ga mau diapa apain"
"sakiit bangettt...Iqis ga bohong.. Hik..hik.."
Bilqis kembali merengek dengan wajah meringis seraya menangis.
"Diem jangan banyak bergerak..bentar lagi juga udah selesai"
ucap Radit sambil mengoleskan salep pereda nyeri.
"Nah sudah selesai,semoga ini meredakan sakit kamu,besok kalo masih sakit,aku panggil dokter kesini"ujar Radit..Bilqis hanya bisa pasrah dwngan keadaanya.Diapun tidak sempat mengagumi tubuh suaminya yang berotot yang sedari tadi wara wiri sibuk mengurusinya.
Kriuuuk...Kriiiuuukk
suara perut Bilqis berbunyi..yang memang sedari siang belum makan apa apa,kembali Bilqis harus menahan malu saat Dia melirik kearah Radit yang sedang menahan tawa mendengar suara perutnya.
"Tunggu Disini..aku ambilkan makanan untuk kamu"
Tak lama kemudian Radit membawa sepiring nasi beserta lauk pauknya,untunglah Bi Yuni sudah memasak untuk mereka,sehingga perut lapar Bilqis bisa terobati.
"Biar aku makan sendiri"ujar Bilqis saat Radit sudah duduk dihadapannya.
"sudah diam..Biar aku menyuapimu.."
ucap Radit seraya menyendokkan nasi dan menyuapi Bilqis,sedangkan Bilqis tidak bisa menolaknya.Diapun dengan lahap menerima setiap makanan yang disuapkan,matanya beradu pandang dengan mata Radit,ada rasa gugup didadanya,detak jantungnya sulit dikendalikan,karena Radit tiba tiba mengusap sudut bibirnya.Dan tiba tiba saja Dia mendekatkan wajahnya..refleks saja Bilqis memejamkan matanya,menahan nafas.
.
.
__ADS_1
******