
Nisha membuka matanya dengan perlahan,tangan kokoh John mendekapnya dengan erat,pantas saja Dia sedari tadi merasa susah bernafas,John ternyata memeluknya dengan dengan begitu erat.Nisha bangun dan menengadahkan kepalanya,menatap John yang begitu damai sedang terbuai dialam mimpi.Dia menatap lekat lekat wajah tampan itu.Lelaki yang kini sudah memilikinya itu tampak kelelahan setelah percintaan panjang Mereka subuh tai,John sampai melakukannya beberapa kali,sepertinya pengalaman pertama yang baru mereka lalui dini hari tai memang membuatnya candu,mengingat hal itu membuat Nisha tersipu.
Perlahan Nisha menyingkirkan tangan John yang masih mendekapnya.Dia memunggunginya,tubuhnya benar benar terasa remuk redam,disatu sisi Dia bahagia berada disamping John dan menjadikan dirinya sudah menjadi milik John seutuhnya.Setelah penantian panjang dan gagal berkali kali,setelah percekcokan dan perdebatan panjangnya.Akhirnya semuanya selesai dan berakhir manis dengan saling meluaokan hasrat dan gairah yang sudah lumayan lama ditahan ileh keduanya.Nisha kembali menatap dan mengagumi Lelaki disampingnya,kemudian tangannya perlahan membelai wajah John yang tetap terlihat tampan walau matanya masih terpejam.Nisha memberanikan diri mengecup kening sang suami,kemudian Dia memegang bibirnya dan tersenyum sendiri.Lalu kembali mencium pipinya,hidungnya,dan mengecup bibinya berkali kali.Rahanya yang berbulu Dia elus elus dengan penuh rasa sayang sayang.Namun John yang sepertinya sangat kelehan,Diam saja tak bergerak.Nisha menjadi merasa bersalah,akibat sifatnya yang kenakan dan kabur kaburan,Mereka berdua hampir tidak Istirahat sama sekali.Tadi malam Nisha menunggu kedatangan suaminya sampai menahan rasa kantuknya dan kemudian mereka bertengkar,Untunglah sifat John yang sabar dan ngemong,membuat pertengakaran sengit itu berakhir bahagia.
Nisha bangun kemudian memakai kemeja John yang teronggok dilantai,setelah mendengar bunyi handphone suaminya dan melihat panggilan dari Aneke juga beberapa pesan darinya.Nisha membacanya,dan melihat jam yang sudah menunjukkan pukul setengah delapan,Nisha bergegas membangunkan sang suami.
Sayang bangun,bukannya acaranya jam.8 pagi,Si Aneke sudah beberapa kali menelepon!"Nisha membungunkan John dengan wajah panik.
"Pa...Ayo banguuun,nanti terlambat!"Ucap Nisha sembari mengguncang guncangkan tubuh sang suami.
Dan perlahan John membuka matanya,dan mengumpulkan kesadarannya.
Tubuhnya terasa lelah setelah pergulatan hebat bersama Istri cantiknya.Nisha menatap khawatir wajah sang Suami yang justru sedang tersenyum manis kearahnya.
"Nisha sayaang,Aku mau lagi!"Ucapnya lirih.Namun dibalas cubitan dipinggang sang suami.
"Ihhh malah ngomong yang aneh aneh,Ayo cepet mandi!"omel Nisha,tapi sang suami justru menariknya kedalam pelukannya,John memeluknya dengan erat sembari memejamkan matanya.
"Nakal banget sih,cepetan sayang. itu si Aneke berisik telepon terus!"Ucap Nisha sembari mengerucutkan bibirnya.
"Ahhh biarin aja,lebih baik Dia aja yang datang,Aku ingin meneruskan kegiatan yang tadi subuh,Kamu buat Aku ketagihan!"Ucap John sembari tertawa tawa
"Ihhh jangan seperti itu sayang,Nanti bagaimana kalau dipecat dari pekerjaan Kamu,Aku nggak mau punya suami pengangguran!"rengek nisha,membuat John tergelak.
Mau tak mau Dia bergegas bangkit dari tidurnya dan berjalan kekamar mandi dengan rasa malas.
Namun setidaknya John merasa bersyukur karena Nisha sudah memaafkannya dan Mereka kembali berbaikan.
Nisha merapikan tempat tidurnya sembari senyam senyum membayangkan peristiwa yang tadi terjadi antara Dia dan sang Suami,rasanya Dia seakan tak percaya dengan apa yang terjadi,padahal baru beberapa waktu lalu mereka berdebat namun keduanya kini sudah berbaikan.
Kemudian Dia menyiapkan pakaian untuk suaminya.Nisha sendiri hanya memakai kemeja John yang tampak kebesaran ditubuh mungilnya.
__ADS_1
********
Nisha mengerjapkan matanya,entah sudah jam berapa sekarang.Saat Nisha tadi membangunkan suaminya,jam menunjukkan pukul setengah 8 pagi,setelah meladeni keperluan suaminya,Nisha sengaja mengistirahatkan tubuhnya yang benar benar terasa lelah,apalagi rasa kantuk yang benar benar tidak tertahankan.Kemudian Dia meraba raba tempat tidur disampingnya,Nisha tersenyum senyum sendiri mengingat peecintaan Mereka yang begitu hebat,John sampai beberapa kali mendapatkan pelepasannya.Pria itu benar benar sangat hebat,puji Nisha dalam hati.Nqmun Dia juga merasa khawatir karena John belum Istirahat sama sekali,setelah drama kaburnya semalam,dan pergulatan oanasnya difanjang,Suaminya sama sekali belum mengistirahatkan tubuhnya.
Kemudian Nisha terbangun dari tempat tidurnya masih memakai kemeja milik suaminya yang meninggalkan aroma khas sang suami yang teramat disukai Nisha,Dia memeluk tubuhnya sendiri dan menghirup kemeja itu kuat kuat.Dia membayangkan John kembali sedang memeluknya.
Nisha tak menyangka bisa kembali merasakan jatuh cinta pada Lelaki yang berbeda.John seakan telah membuatnya menggila,Dia seperti kembali menjadi remaja ABG yang mudah marah dan merajuk pada suaminya itu,jika mengingat hal itu membuat Nisha malu sekaligus senyuk senyum sendiri.Dia sendiri tidak habis fikir mengapa emosinya selalu meledak ledak semenjak menikah dengan John,cemburu buta seperti anak ABG,padahal saat menikah dengan Dimas Dia tidak pernah merasa cemburu selebay ini sampai kabur kaburan segala.
Bunyi perutnya terdengar merdu ditelinganya,Nisha merasakan begitu lapar,perutnya belum.terisi apapun,Dia benar benar merasa sangat lapar,apalagi tenaganya terkuras setelah pertempuran perdananya bersama John.Dia bangkit mencari ponselnya yang ternyata tidak ada diatas nakas,namun matanya tertegun melihat meja disamping tempat tidurnya terisi penuh dengan makanan,ada snack,makanan berat juga desert dan buah buahan.Nisha mengernyit heran.Dia bertanya tanya,siapa yangenyiapkannya,bukankah suaminya sedang berada dipertemuan.
Namun Nisha tidak mau pikir panjang,Dia bergegas duduk dan mengambil piring serta nasi yang sidah tersedia,dan mengambil sup Buntut favoritnya,walaupun sudah agak dingin,tapi rasanya begitu nikmat,entah karena rasanya yang enak atau karena Dia memang benar benar merasa sangat lapar.
Nisha makan dengan lahapnya.
Saat dulu masih menjadi Istri Dimas,Dia memang terbiasa melayani suaminya itu,apalagi hobinya memasak yang langsung diajari oleh Bundanya,makanya Nisha sangat pandai dalam pekerjaannya menjadi Ibu rumah tangganya,Dan sekarang melihat makanan begitu banyak dihadapannya,Nisha jadi merasa tersanjung,ternyata disela sela kesibukannya,bahkan bergadang semalaman ternyata John masih sempat memperhatikannya.
********
Namun jantungnya hampir saja copot saat tiba tiba ada seseorang yang memeluknya dari belakang.
"Ya ampuuun Sayaang,Kamu bener bener bikin Aku kaget.Aku pikir Kamu kabur lagi.Aku hampir paniik lihat kamar kosong dan sudah rapi begini!"Ucap John.sembari menghadapkan tubuhnya dan memeluk Nisha dengan sangat erat.
"Hehehe maaf,Aku sengaja ngumpet tadi,habis lama banget sih,Aku kan kangen!"Ucap Nisha yang berjinjit sembari berbisik ditelinga John.
"Kirain belum bangun!"Ucap John,tapi ternyata Istrinya sudah terlihat cantik dan segar.
"Udah maman sayang?"Tanya John sembari mengelus elus rambut Nisha.
"Udah Pa,makasih ya,udah repot repot siapin makanan,Aku beneran lapar banget,tadinya mau keluar.Eh ternyata udah ada banyak makanan dimeja!"Ucap Nisha sembari memeluk dan bersandar ke dada sang Suami.
"Iya sengaja,takutnya ada yang kabur lagi ke warung nasi kucing,apalagi tenaganya kemarin sudah terkuras habis,Aku khawatir tubuhnya semakin mungil dan mengecil kayak minion!"Canda John sambil tergelak.Membuat Nisha mencubit pinggangnya dengan gemas.
__ADS_1
"Enak aja bilang Aku mungil,badan Aku ini ideal untuk ukuran perempuan di Indonesia,tubuhmu aja yang kayak raksasa.Aku jadi kelihatan mungil begini!"Ucap Nisha dengan wajah imutnya pura pura sedih membuat John gemas.
"Aku kangen,lama banget sih pertemuannya.Aku hampir aja mau kabur lagi."
"Jangan dong sayang,jangan kabur kabur lagi.Sekarang Aku udah ada disini,yuk puas puasin kangen kangenanya!"Ucap John sembari merengkuh sang Istri,kemudian duduk disofa dan menarik Nisha ke pangkuannya.Menatap dalam dalam wajah Nisha yang cantik dan imut.Dia tersenyum penih cinta,membuat Nisha tersipu,wajahnya merah merona dengan sikap John yang membuat hatinya meleleh.Dia merasa sangat begitu dicintai oleh Lelaki dihadapannya
John mencium kecil pipi sang Istri yang begitu lembut.lalu membelainya dengan penuh cinta.
"Tadi bangun jam berapa Sayang?"tanya John sembari tangannya membuka satu persatu kemeja yang dipakai sang Istri.
"Bangun jam 10an mungkin,habis makan cuma bengong aja,ga ada teman ngobrol,paling cuma berkabar sama Iqis dan Iday,setelah itu Aku banyak bengong aja karena Aku....kangen sama Kamu!"Ucap Nisha yang sudah todak malu lagi mengungkapkan perasaannya.
"Ihhh kok sama sih,Aku juga kangen banget,tadi diselama pertemuan berlangsung,Aku nggak bisa konsentrasi sama sekali,Aku mikirin Kamu terus.Rasanya nggak mau kemana mana,maunya deket terus sama Kamu Yang,Udah kayak ABG yang lagi jatuh cinta!"Ucap John senyam senyum namun tangannya bergeriliya,mengelus elus bahu nisha yang telanjang karena kemejqnya sudah John buang entah kemana,Nisha hanya mengenakkan tank top dan dalam saja.
"Pake bajunya kok berlapis lapis begini,Aku jadi susah ini mencari benda favoritku!"protes Lelaki tampan itu.
"Hehe sengaja,biar kesusahan!"Ucap Nisha terkikikik.Membuat tangan John semakin bersemangat menggerayanginya sehingga Nisha meliuk liukkan tubuhnya karena merasa geli.Kedua tqngan kokoh itu begitu sigap tau tau sudah merematnya dengan perlahan,membuat Nisha mengatupkan bibirnya menahan ******* dan lenguhan seperti tadi malam yang membuatnya malu saat mengingatnya.
"Sayaanghhh udaaahhhh geliiiihhh aaahhh!"Ucap Nisha menahan geli.
"Sttthhh diam Sayang,ini nih yang membuat konstrasi Aku buyar tadi di pertemuan,akhirnya Aku bisa merasakannya lagi!"Ucap John yang dengan tidak sabar melepaskan tanktop dan dalaman yang dipakai Nisha dan kembali membuangnya sembarangan,Kini tubuh sang Iatri sudah setengah polos dan John menghisapnya bergantian seperti bayi.
John melupakan niatnya untuk menahan hasratnya,namun ternyata memang sangat sulit dikendalikan.Padahal Dia berencana ingin mengajak sang Iatri jalan jalan sebelum pulang ke Jakarta,Dia ingin jalan berdua sembari membawakan buah tangan atau makan khas kota semarang untuk keluarganya,dan memberikan hadian untuk Haidar karena Dia sudah mengijinkan Mamanya ikut bersamanya.Bamun apa mau dikata,Dia tidak bisa menahan gidaan dari Istri cantik dan seksi yang ada didepannya.
John menggenggam kedua tangan Nisha dan menariknya ketas kepala Nisha,menyandarkannya tubuh wanita cantik itu disofa,dan kembali mecumbuinya.kali ini Nisha sudah tidak dapat menahan hasratnya lagi dan tubuhnya menggelinjang merasakan nikmatnya cumbuan John yang begitu liar.Dan mendengar suara lenguhannya membuat John semakin menggila,hasratnya kembali membara.
.
.
.
__ADS_1
********