
Radit tiba tiba mengusap sudut bibirnya.Dan tiba tiba saja Dia mendekatkan wajahnya..refleks saja Bilqis memejamkan matanya,menahan nafas.dapat Dia rasakan aroma wangi segar dari nafas Radit.
"untuk sementara tidur dikamarku saja"
Radit berbisik di telinga Bilqis seraya menahan tawanya,dia menutup bibirnya,bahunya berguncang saat melihat ekspresi lucu Bilqis dengan matanya yang terpejam seolah telah siap Dia Ci*m,namun lagi lagi Radit menahan hasratnya.
"seneng banget ya mempermainkan Iqis..kenapa sih?"
"kalo ga niat ga usah deket deket deh...bikin deg deg an aja"
ucap Bilqis sewot sambil matanya mendelik.Dia tidak terima seolah suaminya mempermainkannya
"udah ga usah deket Iqis,gausah godain Iqis dan gausah muncul dihadapan Iqis.."
Ucap Bilqis menyindir kata yang pernah Radit ucapkan padanya tempo hari sambil tersenyum sinis pada Radit.
Radit yang masih duduk dihadapannya hanya tersenyum simpul.
"Ok"
ucapnya pendek sambil beranjak dari kursinya dan berlalu menuju kamarnya,lampu semuanya Dia matikan, sejurus kemudian Dia berbalik pada Bilqis
"Hati hati..malem malem gini suka tiba tiba ada suara perempuan nangiiisss...padahal apartemen ini kedap suara..hiiii"
Ucapnya sambil bergidik menakuti Bilqis yang tengah terduduk disofa sendirian diruang tamu yang sudah dimatikan lampunya dalam keadaan kakinya masih sakit cenat cenut.
Sedangkan Radit cepat cepat berlari kekamarnya sambil menutup pintunya.
sontak saja hal tersebut membuat Bilqis kesal dan ketakutan.Bisa bisanya Radit berkata seperti itu kepada Bilqis yang memang penakut itu.
"MAS RADIIIIIIIITTT"
"IIIIIIHHH NYEBELIIIIIN"
"MAS RADIIIIITTTTT"
Bilqis teriak teriak memanggil suaminya dengan kesal.
Radit yang pura pura bersembunyi dari kamarnya kemudian keluar menghampiri Bilqis sambil tertawa terbahak bahak.Dia sangat puas mengerjai Istrinya yang lucu menggemaskan itu.Entah sejak kapan Radit yang terkenal pendiam,judes dan dingin kini senang tertawa dan senang mengerjai orang.
"kenapa?"
"Akukan melakukan apa yang kamu suruh"
"aku benerkan"
ucap Radit.
Bilqis cemberut menatap suaminya dengan kesal.
"tega banget si Mas..udah tau kaki aku sakit"
"malah ditakut takutin hiks hiks"
Bilqis menangis karena kesal sekaligus merasakan kakinya yang masih terasa sakit.Radit yang tak tega melihatnya dengan cepat cepat menggendongnya dan membawa kekamarnya.
Radit menawarkan tidur dikamarnya kali ini ,takut kalau kalu Dia membutuhkan bantuan,sedangkan diapatemen hanya ada mereka berdua saja.
Bilqis menyembunyikan wajahnya dileher Radit yang sangat harum,wangi citrus dan aroma woody yang tercium dihidungnya membuat klepek klepek
seorang Bilqis.
__ADS_1
"enak banget wanginya"
gumamnya perlahan sambil mengendus enduskan hidungnya di leher Radit,membuat Radit menggelinjang kegelian.
Bilqis yang melihat Reaksi Radit bertambah semangat mengerjainya.Dia menci*m lehernya,mengh***p,dan mengg***tnya.
"Awwww..awwwww ssshhhhh"
Radit cepat cepat menurunkan Bilqis ditempat tidurnya,sambil meringis memegangi leher yang sudah digigit Istrinya.
"Kamu apa apan sih"
"kayak Vampir aja main gigit gigit"
ujar Radit kesal sambil mengusap usap lehernya yang antara geli dan juga sakit.
"hehe maaf Mas..abis wanginya sungguh melenakan"
Ucap Bilqis seraya tersenyum tanpa dosa,juga malu dengan apa yang diperbuatnya,karena baru benar benar kali ini dia bersikap seagresif itu pada laki laki,padahal waktu berpacaran dengan Arman dipegang tanganpun Dia sangat enggan.Namun entah mengapa sejak bertemu Radit seolah Dia menjadi Gadis yang agresif seperti ini.
"kecil kecil mesum kamu ya..."
"Awas aja nanti kalo sudah sembuh,kamu bakalan kewalahan..."
"atau sekarang saja aku meminta hakku"
Ucap Radit sambil mendekat kearah Bilqis,yang memang penampilannya saat ini sangat menggairahkan dengan hotnpants dan tank top yang sangat seksi.
"jangan Mas jangaaaan..."
Bilqis menyilangkan tangan didadanya takut dengan Radit yang memang saat itu sangat berhasrat.Bisa terlihat dimatanya yang seolah ingin menerkam mangsanya.
"Awww kaki Iqis tambah sakiiit hiks.."
seketika Radit memundurkan tubuhnya,mengambil bantal dan selimut bersiap tidur disofa.
"Mas kenapa tidur disofa..ga nyaman Mas.."
"tidurlah disini"
ucap Bilqis sambil menepuk kasur disampinya.
"Aku takut lepas kontrol dekat denganmu ucap Radit sambil membaringkan tubuhnya disofa,dengan susah payah dia harus meredam hasratnya yang sudah diubun ubun.
.
.Pukul enam pagi,Bi Yuni sudah tiba di Apartemen Radit,wanita paruh baya itu bergegas melakukan pekerjaannya,beres beres,nyapu,ngepel, dan tugas lainnya sebagai asistent rumah tangga,walau terkesan banyak sekali pekerjaannya tapi sebenarnya tidak terlalu berat,pulang kerjanpun seharusnya jam 2 siang,namun Bi Yuni pulang jam 4 agar mendapat Bonus dari pekerjaan lemburnya itu.setelah beres semuanya,Bi Yuni menyiapkan bahan bahan makanan yang dimasaknya untuk sarapan.
"pelan pelann maas sakiiit"
"Awww.."
"jangan terlalu daleemmm... Awwww"
"dibilangin diem jangan banyak gerak"
Bi Yuni yang mendengarnya menjadi syok.telinganya ternoda,pikirannya kemana mana,Apa Dia tidak salah dengar...batinnya.
"Aaaaahhh sakiiit Maaass.aaaah aawww"
"pelaaan pelaaahhnnn"
__ADS_1
ucap Bilqis dengan suara tertahan.
Tak percaya dengan apa yang didengarnya,Bi Yuni mendekatkan telinganya ke pintu kamar Radit.Selain bertugas beres beres Bi Yuni pun punya tugas rahasia dari Nyonya besar alias Mamanya Radit,untuk mengawasi anak dan menantunya itu.Kemudian memberi tahu setiap perkembangan yang terjadi pada mereka.Karena Nyonya besar nya itu tau bagaimana terpaksanya Radit menerima perjodohan itu,dan jangan sampai pernikahan yang dilakukan dengan susah payah itu hancur begitu saja.
Untuk itu Mama Radit memberikan Misi kepada Bi Yuni untuk selalu mengawasi dan melaporkan yang terjadi pada rumah tangga mereka.Agar mereka pun bisa secepatnya memiliki cucu yang sangat mereka idam idamkan.
"agak sedikit bengkak ternyata"
Ucap Radit
Bi Yuni masih menempelkan telinganya di pintu,agar bisa mendengar apa yang mereka lakukan,Diapun senang dengan hal itu sehingga bisa dilaporkan pada Nyonya besarnya.
Bug
Radit yang tiba tiba membuka pintu kamarnya,membuat Bi Yuni terhuyung dan tubuhnya mendarat tepat didada Radit,dengan serta merta Radit menahan tubuh Bi Yuni.Dalam sekejap Bi Yuni merasa malu dan salah tingkah dengan apa yang dilakukannya.
Radit memandangnya heran dengan apa yang dilakukan asisten rumah tangganya itu.
"Ma-maaf Tu Tuan muda..Bibi cuma ma mau menanyakan mau sarapa apa.."
ucap Bi Yuni gugup sekaligus malu dengan apa yang dilakukannya karena tertangkap basah melakukan hal yang tidak pantas, dan untunglah Dia mendapatkan alasan yang tepat.
"Buatkan saja seperti biasanya saja"
"mmhh... kalo Iqis buatkan Bubur saja"
jawab Radit datar
"nggak ah..Iqis gamau bubur,emangnya Iqis sakit apaan,orang cuma kaki doang yang terkilir"
ucap Bilqis manja
"oalah..ternyata lagi sakit kaki toh"
"Ampuuun pikiranku sudah melanglang buana kemana mana"
gumam Bi Yuni dalam hati sambil terkikik sendiri.
Radit yang melihat gerak gerik Biyuni hanya bisa mengernyit heran.
"Kalo begitu Bibi permisi dulu Tuan muda"
ucap Bi Yuni sambil pergi menuju dapur untuk memasak.
Radit sedari tadi sibuk mencoba menelepon Dokter Pribadinya,Dia khawatir karena kaki Bilqis sedikit bengkak dan mengeluh masih terasa sakit.
"Hallo Jhon...ke Apartemenku sekarang"
"cepet ya.."
"iya masih dialamat yang sama...ok Aku tunggu"
Begitu dialog antara Radit dan dokter pribadinya begitu teleponnya Diangkat.
.
.
.*******
Assalamualaikum Bestieeee....readers tercinta....
__ADS_1
Mohon dukukangannya ya Buat Novelku ini,dengan like,Vote,komen,hadiah dan follow juga ya...hehehe supaya aku selalu semangat 🥰🥰🥰🥰🥰😇😇😇😇😇😇😇 Terimakasih ya...❤❤❤❤❤❤❤❤