
"Aduh aduuuuh kedatangan pengantin baru nih!"Goda Bilqis yang menyambut kedatangan sang Kakak sembari memangku salah satu bayi kembarnya.Nisha mencium pipi kiri kanan,kemudian mengambil bayi dari gendongan Bilqis.
"Makin tembem aja nih bayik,yang dua kemana?"
"Ada dikamar!"
"Teteh dari mana kok tumben tumbenan main kesini!"
"Iya Teteh mampir tadi habis anter Haidar ke sekolah barunya!"
"Kesini dianterin Mas Bulu?"Tanya Bilqis sembari nyengir.
"Yaiyalah sama siapa lagi!"
"Pantesan itu lipstiknya sampai belepotan gitu,habis nganu dimobil ya?Hayo ngaku!"Tanya Bilqis penuh selidik.
"Enak aja Nganu!"Ucap Nisha sewot,karena memang antara Dia dan John belum terjadi apa apa,walaupun John sempat mengancamnya tadi dimobil,namun momen tersebut belum sempat terjadi karena ada panggilan telepon penting untuk John,dan Lelaki itu pergi dengan cepat setelah Dia mengantarnya kerumah Bilqis,bahkan Nishapun lupa untuk mencium tangan suaminya.
Mereka berdua kini berada dikamar Bilqis,bayi kembar tiganya yang kini sudah bertambah besar,sudah berusia 4 bulan.terlihat gembul dan montok.wajah Mereka perpadua Radit dan Bilqis.Namun si Bungsu Ryo begitu mirip wajahnya dengan Bilqis,terlihat lucu dan imut.Mereka tampak digendong oleh para pengasuhnya masing masing,sehingga Bilqis tidak yerlalu kerepotan mengurus Mereka.
"Mertua pada kemana Qis?"Tanya Nisha.
"Lagi di Amerika Teh,Mba Saras lagi sakit,jadi Mama sama Papa nengokin kesana!"
"Itu Teteh bawa apa?Kok dari tadi dipegangin terus?Tanya Bilqis yang matanya mengarah pada paper bag yang sedari tadi dipegang oleh Nisha.
"Ahhh ya ampuuun,Ini bekal makan siang suami ku,kok malah dibawa lagi!"keluh Nisha sembari melihat paper bag dalam genggaman tangannya.
"Teteh siiih,terlalu konsen sama yang lain,jadi aja lupa segala galanyaaahhh...apalagi itu sengaja dibuatkan yang spesial buat Mas Buluuu!"
"Pikiran teteh kan sedang terbuluuu buluuu ya khaaannn!"goda Bilqis sambil tertawa teebahak bahak,seneng sekali menggoda Nisha yang ikut tertawa mendengar ledekkan sang Adik.
"Kamumah aya aya waeee,boro boro mikirin bulu,yanng ada suami Aku cuek dan dingin,Dia marah ke Teteh Qis!"
"Yaaaah,berarti belum praktek dong malem jumat kemarin?"
"Husss ah,gausah dibahas!"
__ADS_1
"Kenapa bisa cuek dan dingin?bukannya Kak John udah mulai sayang sama Teteh?"Tanya Bilqis lagi.
"Sayaang apaan?Biasa aja Qis,Dia cuma sayang sama Haidar,dan menjalani pernikahan ini karena wasiat terakhir si Abang,untuk perasaan dan lain lain kayaknya enggak deh!Tapi baguslah,karena Teteh juga memang maunya seperti ini!"jelas Nisha.
"Teteh ga boleh membohongi perasaan Teteh sendiri,Iqis tau kok kalau Teteh juga udah mulai punya perasaan sama Kak John,cuma Teteh gamau ngaku aja"ucap Bilqis sambil tersenyum mengejek.Nisha hanya memutar bola matanya.
"Ah udah Qis Teteh gamau bahas,Teteh mau jemput Iday dulu,tapi mau nganterin makan siang dulu.Sayang kan udah dibikin caoe cape,nanti malah mubazir!"
"Oh yaudah,biar dianterin sama supir!"
********
Hari sudah beranjak siang,dan sinar matahari terasa menyengat dikulit,Nisha buru buru masuk kedalam rumah sakit tempat suaminya bekerja,untunglah ada supir yang mengantarnya,sehingga Dia bisa cepat sampai.Dia segera menuju ruangan John.
"Apa benar yang Papa katakan kalau Mas sudah menikah beberapa waktu lalu?"
"Itu ga bener kan Mas,semua itu cuma berita bohong kan?"Tanya Aneke dengan emosi yang hampir meluap.
"Itu benar,Aku memang sudah menikah beberapa waktu lalu,maaf ya Aku memang sengaja menyembunyikan pernikahan ini,karena Aku belum meresmikannya!"jawab John.
"Apa?"
"Tapi itu semua benar Ne,Aku memang menikah!"
"Apa wanita yang waktu itu kamu kejar?"Tanya Aneke.
"Iya,Dia Istriku!"jawab John datar,Dia tampak.sibuk memeriksa berkas berkas yang ada dihadapanya.Sedangkan Aneke tampak shock mendengar penuturan John,Dia menggeleng gelengkan kepalanya dengan wajah menahan tangis.
"Mas bohong kan,Aku tau Mas belum mau berkomitmen denganku,tapi jangan berbohong seperti ini Mas,bertahun tahun Aku nunggu Kamu dengan sabar,jadi ga mungkin tega sama Aku.Itu bohong kan Mas?"wajah Aneke memelas dan berharap semua yang didengarnya itu kebohongan belaka.
"Maaf Ne,tapi itu benar,Aku sudah menikah,dan perempuan yang tempo hari itu adalah Dia,Nisha Istriku,selama ini Aku hanya menganggapmu sebagai sahabat,sebagai seorang Adik.Aku yakin Kamu akan mendapatkan jodoh yang lebih baik dari Aku.
"Kamu jahat Mas,Kamu tega.Kemarin waktu Kamu mau makan malam dengan Papaku,Aku pikir Kamu mau serius dengan hubungan Kita.Ga mungkin Kamu ga sadar dengan perasaan Aku.tapi Kamu justru setega ini sama Aku Mas!"Aneke setengah berteriak.John merasa bersalah melihatnya,buru buru Dia menghampiri dan memeluk Aneke yang tampak terpukul mengetahui pernikahan John dan Nisha.
"Jangan seperti ini Ne,Kita memang tidak berjodoh tapi bukan berarti pertemanan yang sudah Kita jalin akan terputis begitu saja,Kamu sahabatku Ne,Aku yakin Kamu akan mendapatkan yang terbaik melebihi Aku."
"Kamu jahat,tidak ada persahabqtan antara wanita dan Pria,seharusnya Kamu tau itu."
__ADS_1
"Kapan Mas menikah,kenapa ga mengundangku,kenapa Aku gatau dari dulu,sehingga Aku ga terus beeharap sama Kamu Mas!"
"Beberapa hari lalu!"jawab John sambil melepaskan pelukannya.
"What?beberapa hari lalu?berarti masih baru dong nikahnya?Aku ga habis fikir Kamu sejahat ini sama Aku,Aku yang deketin Kamu tapi Kamu nikah sama orang lain?"
"Apa Kamu dipaksa?dijodohkan?"desak Aneke.
"Itu bukan urusan Kamu Ne,yang jelas Aku sudah menikah,dari dulu pun Kamu tau kalau Aku hanya menganggapmu sebagai sahabat!"
"Berarti memang dijodohkan,jadi Aku masih ada kesempatan untuk merebut Kamu kembali!"gumam Aneke dalam hati,sambil menyeka air matanya.
"Kalau begitu selamat ya Mas,tapi pernikahan Kamu tidak merubah persahabatan Kita kan?"Tanya Aneke kembali mendekati John dan memeluknya.
"Tentu saja,Kamu akan selalu jadi sahabat terbaikku Ne!"John tersenyum tulus sembari memegang kedua pundak Aneke.
"Tapi Aku patah hati Mas,Kamu taukan bertahun tahun Aku memendam perasaan ini sama Kamu tapi Kamu justru menikahi wanita lain."
"Itu artinya Anda belum belum berjodoh dengan suami Saya!"Keduanya menengok bersamaan pada sumber suara itu.Nisha sudah berdiri didepan pintu,wajahnya terlihat sangat marah melihat kemesraan sang suami dengan wanita yang beberapa waktu lalu dilihatnya.Sebenarnya Nisha ingin pergi dari sana,begitu melihat suaminya sedang berpelukan dengan wanita lain,namun begitu mendengar pembicaraan Mereka,Dia bertahan untuk mendengarkan apa yang terjadi dan kini memberanikan diri muncul dihadapan Mereka.
John begitu terkejut melihat kemunculan sang Istri,Dia tak menyangka Nisha akan datang menemuinya.Dia menatap sang Istri yang terlihat begitu cantik seperti biasanya,dress warna putih sebetis lengan pendek dengan sepatu hak tinggi warna hitam dan shoulder bag bermerk warna senada,membuat penampilan Nisha begitu anggun,rambutnya diikat ekor kuda.
"Mama cuma mau nganterin bekal makan siang yang tertinggal,Papa pasti lupa,jadi langsung anter kesini deh!"Ucap Nisha dan meletakkan sebuah kantung berisi bekal yang sudah Dia masak untuk John.
"Ya ampun,Istri Mas rajin banget ya,buatin makan siang segala,padahal gausah repot repot.Disini juga ada banyak kok yang jualan makanan,dan biasanya Kita selalu makan berdua dikantin kalau nggak direstaurant dekat rumah sakit."ucap Aneke sambil tertawa sinis.
"Ooohhh itu dulu,kalau sekarang karena sudah punya Istri yang pintar masak,suamiku sengaja meminta Aku untuk membuatkan bekal,supaya lebih higienis,rasanya lebih enak dan yang paling penting dibuat dengan penuh perasaan sayang dan cinta."Nisha membalas perkataan Aneke dengan senyuman tak kalah sinisnya,membuat wanita itu mearasa sangat kesal dan panas.
"Papa mau mamam sekarang,Mama suapin ya?"Nisha sudah duduk dipangkuan John sambil mengalungkan tangan dilehernha.Seketika John mendadak beku,tubuhnya menegang.Dia tidak percaya Istrinya itu akan bertjngkah seagresif ini.
Aneke semakin panas melihatnya,Dia pergi meninggalkan ruangan John dengan hati sangat dongkol.Nisha tersenyum penuh kemenangan.
Begitu menyadari Aneke sudah pergi dari hadapannya Dia segera beranjak dari pangkuan John,Nisha merasa malu sendiri dengan tingkahnya yang begitu agresif pada Lelaki yang baru beberapa hari ini jadi suaminya.Nisha bangkit dari pangkuan John,namun lelaki itu menahannya,Dia kembali mendudukkan Nisha dipangkuannya.
"Mau kemana Ma,katanya tadi mau nyuapin Papa."ucap John sambil tertawa menggoda Nisha,John begitu gemas melihat tingkah Nisha.
.
__ADS_1
.
*********