TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Rumah Mertua 2


__ADS_3

"BOY!lepaskan Istriku!"Radit tiba tiba saja ada dibelakang keponakannya itu,namun Boy nampak tak peduli Dia terus saja berusaha menolong Bilqis,membuat Bilqis menjadi tidak enak,apalagi saat mendengar suara Suaminya yang menggelegar.


"Sudah Dek,Teteh baik baik aja Kok,ga kenapa napa!"Ucap Bilqis sambil mengucek ngucek matanya,Radit segera merengkuhnya.Melihat itu Boy mengalah,Dia tidak mau membuat keributan dirumah Omanya,apalagi baru kali ini Dia bisa berkumpul dengan Keluarga Indonesianya itu setelah sekian lama.


"kenapa mata Kamu?"tanya Radit dingin,dan dilihatnya mata kirinya memerah,karena Bilqis menguceknya terlalu keras,


"Sini jangan dikucek terus,nanti malah Iritasi!"Radit membasahi sapu tangannya kemudian ditempelkan dimata Bilqis.


"Ayo bilas matanya dengan air sebanyak banyaknya"menarik lengan Bilqis menuju kamarnya.


"Kamu gausah keganjenan bisa ngga?"Ucap Radit setelah Bilqis merasa sudah baikan dengan matanya.Bilqis duduk ditepi ranjang dengan wajah polosnya.


"Maksud Kamu apa Yaaaaang...?"Tanya Bilqis bingung dengan perkataan Suaminya.


"Kamu jangan keganjenan!"ucap Radit tajam.


"keganjenan sama siapa?"tanya Bilqis lagi.


"Gausah pura pura ga ngerti,ngapain Kamu tadi sama si Boy?"tanya Radit dengan nada kesal.


"Oalaaah Mas..Mas...keponakan sendiri kok dicemburuin,Akukan cuma ngobrol biasa sama Dia.gada maksud apa apa,apalagi sampe ganjen segala,Aku nganggap Dia ya keponakan,malah Aku anggap Adik,Dia kan lebih muda dari Aku Mas.Masa cemburu sama Dia sih,aneh deh."Ucap Bilqis sambil tertawa melihat tingkah Suaminya yang menurutnya konyol,cemburu buta.


"Pokoknya Aku ga suka Kamu deket deket Dia,Kamu ketawa ketawa sama Dia,bercanda sama Dia,Aku ga suka."Ucap Radit mengungkapkan perasaan cemburunya itu kepada Istrinya dengan nada serius membuat Bilqis agak kesal melihatnya,betapa posesifnya Suaminya itu.


"Ya ga bisa gitu dong Mas,Dia itu cuma Bocil,ga ada alasan buat Mas Radit cemburu sama Dia,tadi itu Aku ngajarin Dia bahasa sunda,makanya ketawa ketawa,yang menurut Dia lucu,Aku juga diajarin bahasa Inggris sama Dia Mas,terus katanya Dia mau sekolah disini juga"Ucap Bilqis menjelaskan dengan panjang lebar.


"Apa?Mau sekolah disini?"tanya Radit tak percaya.

__ADS_1


"Iya,katanya biar deket sama Oma dan Opanya,terus katanya Dia bosan tinggal di Amerika,ingin mencoba hidup baru disini Maaaas.."Jelas Bilqis lagi.


"Huh,dasar akal akalan bocah itu aja,ingin dekat dekat dengan Bilqis,ga akan pernah Aku biarkan"Gumam Radit dalam hatinya.


"Pokoknya Aku gamau Kamu deket lagi dengan si Boy,walaupun Dia keponakanku,namun Dia itu Lelaki dewasa Qis,yang punya hasrat juga terhadap lawan jenis,apalagi saat Dia memandang Kamu dengan pandangan yang beda"Ucap Radit.


"Ayaaangku lucu banget Kalo udah cemburuan kayak gini,gemesin deh"Bilqis merayu Suaminya sambil duduk gelayutan manja dipangkuannya,kemudian mencium pipinya sekilas,dan menyetuhnya dengan sayang,membuat Radit memejamkan matanya meresapi sentuhan Istrinya itu.


"Suami Aku ganteng banget Ciiiih,sebenernya Aku suka sama brewoknya kenapa jadi polos begini"Ucap Bilqis yang masih menelusuri wajah Suaminya dengan jari nya membuat Radit membuka matanya mendengar kata kata Bilqis.


"Kamu suka kalo Aku brewokan?"tanya Radit.


"Iya suka,tapi tipis aja,kalo gondrong jatohnya serem hahaha"Bilqis tergelak


"Iiih nakal,udah pinter godain suami rupanya!"Radit menjatuhkan sang Iatri keranjangnya,dan menggelitikinya dengan gemas,membuat tawa Bilqis nyaring.


TOK


TOK


TOK


"Om Radiiit dipanggil Oma..!"Boy mengetuk pintu itu,sengaja Dia memanggilnya karena merasa Bilqis begitu lama tidak kembali lagi ke acaranya,padahal Boy sudah menunggunya sejak tadi.Dengan terpaksa Radit menghentikan canda tawanyanya dan menarik lengan Bilqis agar kembali ketaman belakang tempat pesta kecil itu diadakan.


Semua keluarga besar itu sudah berkumpul dan duduk mengelilingi meja makan yang besar.Radit Dan mamanya duduk disamping Papa Riza,Bilqis duduk disamping Radit,lalu Saras dan suaminya duduk berdampingan,sedangkan Boy berkesempatan duduk didekat Bilqis sesuai keinginannya.Radit mendelik kesal melihatnya,namun Dia berusaha bersikap tenang.


"Iqis gimana apa cucu Papa sudah mulai tampak?"tanya Papa riza membuka obrolan ditengah keluarga yang menikmati olahan daging bakar yang sedang mereka nikmati.

__ADS_1


"Hehehe sedang OTW Pa"ucap Bilqis,membuat semua orang tergelak.


"Opa kok nanya kayak gitu sih,memangnya harus ya kalo orang menikah,harus langsung punya anak?"Tanya Boy sambil menyuapkan udang bakar ke mulutnya.


"Harus sih ngga Boy,Papa cuma berharap Bilqis secepatnya bisa mengandung,agar Radit ada penerusnya."


"memangnya Mas Radit mau punya anak berapa nih?"tanya Saras ikut nimbrung.


"Ya sebanyak banyaknya lah,banyak Anak kan banyak rejeki"jawab Radit mantap yang menikmati daging bakar sambil mencocolnya kesaus barbaque itu dan memasukkan kemulutnya dengan lahap.


"Mama kenapa tanya Om Radit,yang punya rahim kan Teh Iqis,jadi ya Dia yang berhak menentukan,mau punya anak berapa,mau mengandung apa nggak,Dia yang berhak menentukannya,Kita tidak boleh menanyakan hal seperti itu,hal itu pasti membuat Teh Iqis kepikiran,kan bisa membuat Dia stres juga,apalagi Teh Iqis masih muda,tentu Dia ingin menikmati masa mudanya,akan beda keadaanya saat Dia nanti punya Anak,tanggung jawab Dia menjadi lebih besar."Ucap Boy kritis dan panjang lebar.membuat semua orang yang ada disitu tertegun mendengarnya termasuk Bilqis,membuatnya merasa tidak enak.


Selesai acara makan makan,kemudian dilanjut dengan karokean,mereka bernyanyi nyanyi dan tertawa bahagia.Saras menyanyi lagu balad sesuai request dari Mamanya,kemudian Papa dan Mamanya itu berdansa dengan mesranya disambut canda dan tawa dari anak anaknya.Boy memandang kearah Bilqis,Dia ingin sekali mengajaknya berdansa namun Dia kalah cepat karena Omnya itu langsung menarik tangan Bilqis untuk berdansa bersamanya.Bilqis mengalungkan lengannya dan Radit meraih pinggangnya,mereka berdansa dengan mesra mengikuti alunan lagu.Boy menatapnya dengan geram.


"Honey,apa permintaanku membuatmu terbebani?"tanya Radit sambil menatap Bola mata indah itu dengan penuh cinta.


"Permintaan yang mana?"tanya Bilqis


"mengandung buah cinta kita,Aku takut Kamu belum siap,Aku tau Usia Kamu masih muda,tentu Kamu masih ingin menikmati masa mudamu,setelah Aku renungi,omongan Boy memang benar,Kamulah yang berhak menentukan,walaupun disini Akupun ikut menanam 'saham'.ucap Radit sambil tersenyum dan tetap berdansa diiringi lagu persembahan dari Saras,yang ternyata mempunyai suara yang merdu.lagu Fly Me to the Moon mengalun indah dibawakan olehnya.


"Ya kalo kita sudah siap menikah,tentu harus siap juga punya anak,Kalo Aku sih sedikasihnya aja Mas,let it flow aja(mengalir aja),memang pertama ada keinginan menunda,tapi Aku juga ingin membuat Kamu bahagia,dengan melahirkan seorang anak untuk Kamu,untuk kita,dan itu juga akan menjadi kebahagiaan terbesar buat Aku,yaitu membahagiakan orang yang Aku cintai dan Aku sayangi."Radit yang mendengar penuturannya begitu tersentuh,segera meraih tengkuknya dan menciumnya dengan mesra dihadapan semua orang.Boy yang melihatnya begitu marah,Dia meninggalkan tempat itu dengan kesal.Bocah yang baru beranjak dewasa itu kini merasakan betapa sakitnya patah hati.Padahal itu pertama kalinya Dia baru merasakan indahnya jatuh cinta.


.


.


.

__ADS_1


*******


__ADS_2