
Seperti hari kemarin,Radit pun kali ini pulang terlambat,tepat jam 11 malam Dia baru pulang,Bilqis yang biasanya selalu menyambutnya dengan senyuman,kali ini wajahnya terlihat cemberut dan kesal,apalagi saat tadi sore melihat sang Suami dengan perempuan yang tidak Dia kenal.Membuat dadanya terasa sesak.
"Malam sayang,belum Bobo yang...!"Radit mencium bibirnya sekilas,melonggarkan dasinya yang terasa mencekik dilehernya.Tubuhnya terasa lelah setelah seharian ini pekerjaannya begitu banyak dan benar benar menyita waktunya,namun justru disambut dengan wajah muram sang Istri,namun Radit mengabaikannya.Tubuh lengketnya membuatnya ingin segera membersihkan diri,sehingga Dia menunda untuk menanyai sang Istri.
Bilqis hanya diam tak menjawab apapun.Dia mengikuti sang Suami menuju kamarnya.Hati Bilqis sudah panas, benar benar kesal dan dongkol,ingin segera mencecar segala pertanyaan yang ada dibenaknya,namun melihat wajah Radit yang begitu kelelahan,Diapun mengurungkan niatnya,Dia ingin sabar sampai sang suami sendiri yang menjelaskannya,walau hatinya tidak tahan,Dia ingin segera bertanya.
Radit keluar dengan handuk yang hanya dililitkan dipinggang,entah karena kelehalan atau apa,sudah beberapa ini Bilqis merasa hampa,Radit yang biasanya selalu agresif,kini Dia seperti kehilangan selera terhadapnya,untuk itu Kali ini Bilqis sudah tampil aduhai dengan gaun satin super seksi warna merah menyala,sengaja menggoda sang Suami.Radit yang sedang mengusap usapkan handuk kerambut basahnya tersenyum lebar melihat penampilan sang Istri yang tampak menggairahkan.
Bilqis segera saja menghambur untuk memeluknya.
"Kamu akhir akhir ini beda Pi,apa udah bosen sama Mami?"Tanya Bilqis manja dan menggiring sang suami untuk duduk diatas ranjang yang masih mengenakan handuk sebatas pinggangnya.
"Beda gimana Honey,hemmm!"Tanya Radit sambil meraih pinggang sang Istri untuk duduk dipangkuannya.
"Kalau udah bosen bilang aja langsung ya Pi,jangan pernah sakitin hati Aku!"ucap Bilqis tertunduk lesu,segera Radit memegang dagunya mengangkat wajah sang Istri.
"Mami ngomong apasih aneh,siapa yang mau nyakitin hati Mami...yang ada Aku cinta mati sama kamu sayaang!"Radit memeluknya dengan erat dan mengecup bibirnya sambil tersenyum.
"Jangan cium Aku,kamu Jahat!"Bilqis bangkit berdiri dari pangkuannya dan menjauhi sang Suami dan membelakanginya,wajahnya ditekuk karena kesal.
"Ada apa sayaang,Kok sikap Kamu aneh?Kamu marah gara gara tadi pagi Aku ga pamit sama Kamu?MaafinAku Honey,Aku buru buru,kerjaan Aku semakin banyak,apalagi sekarang Angel sudah cuti kerja karena sedang hamil besar,sedangkan Denis dan Dian menangani pekerjaan lainnya yang juga sangat penting,Aku kekurangan orang sekarang,kesibukan Aku semakin bertambah,Aku sedang mencari sekertaris baru untuk gantiin Angel sementara.Untuk itu sebelum ada gantinya, terpaksa Aku harus berangkat pagi pulang malam,mungkin kalau sudah ada sekertaris baru,pekerjaanku agak ringan.Maaf ya sayangku!"Radit memeluknya dan menaruh dagu dibahunya,membujuk sang Istri yang sedang merajuk padanya.Namun Bilqis melepas pelukannya dan kini menatap sang Suami.
"Yang buat Aku marah bukan itu aja!Tadi Aku lihat Kamu sama perempuan dirumah sakit,siapa Dia?"Tanya Bilqis dengan wajah kesal.
"Dirumah sakit?memangnya Mami tadi kerumah sakit?"Radit balik bertanya.
"Jawab pertanyaan Mami dulu,Papi tadi ngapain disana sama perempuan?"Tanya Bilqis yang menatapnya dengan nyalang.Namun Radit tersenyum senang melihat kecemburuan diwajah sang Istri.
"Bukan siapa siapa,tadi ga sengaja mobilku nyerempet Dia,Aku ajak kerumah sakit,untungnya ga Papa,cuma kakinya lecet sedikit."Jelas Radit.
"Terus kenapa telepon Aku ga diangkat angkat tadi?"Tanya Bilqis lagi yang masih cemberut.
"Ponsel Aku ketinggalan tadi dikantor,Aku buru buru mau ketemu klien,karena terburu buru jadinya nyerempet orang,tapi untungnya Dia gapapa Honey!"
"Bener bukan siapa.siapa?"tanyanya tak percaya.
__ADS_1
"Bener dong sayang masa bohong siih!"
"Awas aja kalo Papi macem macem,Aku sunat tujuh kali,liat aja!"Ancam Bilqis,namun Radit justru tertawa terbahak bahak.
"Lucu banget sih kalau lagi cemburu begini,Aku jadi makin cinta sama Kamu!"
"Beneran Pi,Dia bukan siapa siapa kan?"
"Udah dong jangan nanya nanya mulu,Aku cape bangeeet Sayaang,tapi kayaknya Aku belum mau tidurr!"
"Aku mau Kamu yang,kangen banget udah seminggu ya,Aku ga ngerasaiin sensasi Kamu yang selalu menggigit,Yuuk sekarang yaaa!"Bisik Radit menggoda,Dia menatap Bilqis dengan tatapan berkabut gairah.Tangannya mulai bergeriliya menjamah setiap lekukan tubuh sang Istri,bibinya sudah menyapu leher jenjang sang Istri,membuat bercak bercak tanda cinta disana,Bilqis yang tadinya dikuasai oleh rasa curiga,kini tubuhnya pasrah berada dalam pelukan suami yang menggiringnya keranjang empuk mereka.Segera saja Radit menerkam sang Istri,baju seksi merah menyalanya sudah terlepas dari tubuh mulusnya,begitupun Radit yang membuang handuknya dengan sembarang.Kamar megahnya kini dipenuhi dengan suara ******* nikmat keduanya,saling memberikan kepuasan pada tubuh masing masing.
Radit tersenyum bahagia sambil memeluk sang Istri didadanya.Tangannya mengusap usap punggung sang Istri yang berkeringat,seperti biasanya percintaan mereka selalu hot dan memuaskan satu sama lain.Mata Radit sudah mulai berat,rasa kantuknya menerjang,namun tidak dengan Bilqis,hatinya seperti masih mengganjal.
"Piii...Papiiii!"Bilqis mengguncang dada sang suami dengan manja.
"Apa sayaaang!"tanya Radit dengan mata terpejam,tak kuasa menahan kantuknya.
"Aku mau sekertaris yang menggantikan Mba Angel harus laki laki,jangan perempuan ya!"ujarnya posesif.
"Heeemmhh!"jawab Radit.
"Janji ya Pi..!"
"Heeemmhh!"Jawab Radit yang diikuti oleh senyuman Bilqis.Hatinya kini sedikit tenang,walaupun memang dimana mana sekertaris itu biasanya perempuan dan Bilqis sama sekali tidak keberatan,namun entah kenapa saat Bilqis tadi melihat Suaminya memapah wanita lain,bahkan wanita itu merangkul pinggang sang Suami,hatinya benar benar panas,tak rela rasanya melihat sang Suami harus akrab dengan wanita lain.Dan kini hatinya sedikit tenang,Suaminya mau menuruti perkataannya.Rasa lelah dan kantuk kini dirasakan Bilqis,akhirnya Dia tidur dengan perasaan yang nyaman dalam.pelukan Radit yang hangat.
***********
Pagi pun datang,Mentari menyembulkan dirinya,semburat jingga terlukis dicakrawala.Dan dua sejoli yang masih bergelung dalam selimut seolah enggan terusik dari tidur lelapnya,namun Suara letukan pintu membuat Bilqis mengerjapkan matanya.Dia bangkit memgambil pakaiannya yang tercecer dilantai,namun ternyata pakaian itu terlalu seksi untuk dilihat orang lain,jadilah Bilqis menghambur mencari pakaian yang pantas untuk menemui sang pelayan.
"Iya Bi kenapa?"
"Den Rafa sudah bangun Neng,nyariin Papinya!"ujar Bi yuni yang sedang menggendong sang Anak dengan muka bantal mengucek ngucek matanya,rambutnya yang tebal hitam,agak sedikit berantakan,muka bantalnya benar benar lucu dan menggemaskan,membuat Bilqis tak kuasa untuk tidak menciumnya.
"Anak Mami udah bangun,pinter banget siiih!"
__ADS_1
"Papiii Papiiii!"
"Iya yuk sayaang,kangen sama Papi ya!"Bilqis menuntun sang Anak untuk menemui Papinya namun Radit sudah beranjak dari tempat tidurnya,kini Dia bergegas mandi.Dia ingat hari ini ada banyak pekerjaan kantor yang masih tertunda.
"Eh Papinya lagi mandi dulu sayaang,Rafa tunggu sebentar sama Mami disini ya.Mau mimi dulu ga,Mimi susu dulu yuk!"
"Afa au Papiiiiii!"Teriak Rafa dengan wajah yang hampir menangis.
"Iya sayaang tunggu sebentar Ya,Kita nunggunya sambil main dibelakang yuk,mau lihat anak kelicinya ga,kelincinya kan udah punya Dedek bayi,Rafa mau lihat ga?"Tanya Bilqis antusias,Rafa pun menganguk.Mereka pun pergi ketaman belakang melihat peliharaan Rafa yang kini punya sepasang kelinci lucu berwarna putih dan coklat,serta anak anaknya.Rafa begitu senang melihatnya,Dia mengusap usap bulunya yang lembut.
Tak lama kemudian,Radit menghampiri Anak dan Istrinya ditaman belakang,yang begitu tampak Asyik.
"Mi..Papi berangkat dulu ya,udah telat ini!"
"Lho,ini kan baru jam 6 Pi,Kasian Rafa kangen banget sama Papinya!"
"Iya Maaf ya sayaang,nanti Papi usahakan pulang cepat,kalau sekarang Papi bener bener buru buru!"
"Yaudah gendong sebentar Mas,kasian tadi baru bangun langsung nyariin Papinya!"
"nanti saja gendongnya,sekalian main Sama Papi ya,sekarang Papi berangkat dulu,dadah Rafa sayaang Muach!"
Radit bergegas pergi kekantornya,diikuti suara tangis Rafa,membuat Bilqis tak tega.
"Mas kenapa buru buru banget siih,minimal digendong sebentar Anaknya,kasian kan!"
"Aku buru buru Qis,Kamu ngertiin dooong!"sentak Radit dengan wajah kesal,seketika Bilqis terdiam,Dia tidak ingin bertengkar didepan sang Anak,walau hatinya begitu jengkel pada sang Suami.
"maaf ya Rafa sayang,nanti Kita main ya Nak."Radit pergi terburu buru dengan mobilnya,Bilqis menggendong sang Anak yang masih menangis mengantarkan Radit sampai menghilang dari pandangannya.
.
.
.
__ADS_1
**********