
Sudah beberapa hari ini Bilqis selalu menanti sang Suami yang pulang larut malam,walaupun masih kesal karena kejadian tadi pagi,Dia tetap berusaha memakluminya,mungkin karena kesibukannya yang membuat Radit seperti itu.namun yang membuat Bilqis kesal,Radit tidak mau memberikan sedikit saja waktu untuk memperhatikan Rafa,apalagi Dia sampai dibentak didepan anaknya,membuat Bilqis sakit jati.Dan kini perasaannya tak tenang,karena sang suami belum juga pulang.
Dari tadi Dia mondar mandir menunggu Radit.Dalam fikirannya terlintas fikiran negatif,namun dengan cepat Dia menghempasnya,Dia tak ingin berprasangka buruk pada sang Suami,walaupun hatinya terasa was was,takut sang Suami tergoda dengan wanita lain,takut sang Suami mendua,pikiran itu ada semenjak memergoki suaminya kemarin,padahal sebelum sebelumnya tidak pernah terlintas pikiran seperti itu,Tapi Bilqis yakin dan percaya jika Radit pasti tidak seperti itu.Suaminya tipe setia dan sangat mencintainya,jadi tidak semudah itu Radit mengkhianati cintanya,pikir Bilqis.
Pucuk dicinta ulam tiba,pepatah ini begitu sangat tepat,hatinya kini menghangat mendengar deru mobil yang membawa suaminya.
Namun Bilqis tidak langsung menghampiri sang Suami seperti biasanya.Dia pura pura tak perduli saat Radit masuk kekamarnya.Radit melirik sang Istri yang tengah duduk sambil memainkan ponselnya.Dia pura pura mengabaikan Radit yang kini menghampirinya.
"Rafa udah bobo ya?Tanya Radit sembari membuka kancing kemejanya,wajahnya terlihat begitu letih.
"Belum,lagi main ditaman belakang,sendirian tengah malam gini!"ujar Bilqis ketus.
"Kamu marah ya sayaang,Aku bener bener lagi buru buru tadi,kerjaan Aku banyak banget,Aku cape dan stress banget."keluh Radit,kemudian mengecup Pipi sang Istri
Mendengar hal itu membuat Bilqis menjadi iba.
"Cape banget ya Pi,Papi mandi dulu sana,nanti Mami pijitin!"
"Makasih sayangku,Kamu memang Istri yang paling pengertian,kasian Rafa kangen banget sama Aku,Aku juga sama Kangen sama Dia,Aku harap Kamu ngerti ya sayang,kesibukan Aku yang bener bener menguras tenaga dan pikiran,Aku bukan gamau gendong tadi,Aku aja hampir telat,kerjaan Aku numpuk.Untunglah sekarang ada sekertaris baru yang bantu Aku jadi lumayan membantu,besok besok mungkin ga sampai larut malam lagi seperti ini!"
"Ya Mami harap Papi ada sedikit waktu untuk Rafa,kasian Dia,kangen banget sama Papinya!"
"Iya sayaang Maapin Papi ya,mungkin Kita harus cari waktu untuk menghabiskan waktu bersama Rafa,bagaimna kalau Kita liburan ke suatu tempat bertiga,Quality time bertiga aja,yang penting Rafa seneng!"
"Terserah Papi aja,Nanti diatur aja waktunya kalau Papi udah ga terlalu sibuk!"
"Siap sayaang,nanti Papi cari waktunya untuk liburan bertiga."
"Dan syukurlah sudah ada sekertaris yang gantiin Mba Angel,Mami seneng dengernya.Yaudah Mandi sana.nanti Mami pijitin!"
"Atau mau Mami siapkan makanan!"
__ADS_1
"Ga usah Honey,tadi sudah makan sama Wanda dikantor!"
"Wanda?Siapa Wanda?"Tanya Bilqis curiga.
"Sekertaris Papi yqng baru Mi,yang gantiin Angel!" jawab Radit.
"Cowok apa cewek Pi?"Tanyanya lagi.
"Ya cewek dong Mi,namanya aja Wanda,masa Cowo!"ucap Radit tergelak.
"Lho kok cewek sih,Papi gimana sih, kan udah janji sama Mami kalau sekertaris Papi itu harus cowok."Ujar Bilqis dengan wajah kecewa.
"Apa sih Mi,hal sepele aja Mami ributin,Angel juga kan cewek,dari dulu sekertaris Papi itu cewek,ga mungkin cowok,Dian aja setengah cewek kan!"
"Tapi Diakan Cowok,kerjanya juga bagus,kenapa ga Dia aja yang jadi sekertaris,kenapa rekrut cewek segala sih?"Bilqis merengut dengan debal.
"Dian sudah ditempatkan yang sesuai kemampuan Dia,lagipula memangnya kenapa kalau cewek,ga biasanya Kamu jadi aneh begini!"
"Aku takut!Aku takut Kamu selingkuh,Kamu ada main sama Dia,apalagi kemarin tanpa sepengetahuan Aku,Kamu nganter nganter cewek kerumah sakit segala,apalagi Dia sampai merangkul rangkul Kamu,hati Aku panas liatnya,Aku ga suka!"ucap Bilqis meleoaskan unek unek dihatinya.
"Ya ampuun,Kamu ga usah berfikiran seperti itu sayaang,perasaan Aku ga akan mungkin berpaling dari Kamu."
"Udah ya,Aku mau mandi dulu,badan Aku cape banget,lengket gini,mau mandi dulu!"
Radit pergi untuk membersihkan dirinya,sedangkan Bilqis masih berkutat dengan kekesalannya pada sang Suami,Dia kecewa karena Radit tak mengindahkan keinginannya.padahal menurutnya itu hal sepele,mudah baginya,apalagi banyak pekerja laki laki yang lebih kompeten untuk dijadikan sekertaris,tapi mengapa hal itu tak Radit lakukan untuknya.Bilqis menjadi kesal sendiri memikirkannya.
******
Penampilan Rafit terlihat lebih segar setelah membersihkan diri,Dia memakai piyama berbahan lembut dan nyaman,kemudian menghampiri Bilqis yang sedang berpura pura tidur dan membelakanginya.
"Honey,katanya mau mijitin,ayo dong sayang,badan Aku pegel banget ini,cape,pusing!"keluh Radit sambil memeluk tubuh sang Istri untuk mengahadap kearahnya.
__ADS_1
"Sayaang,Ayooo jangan pura pura bobo,Aku gelitikin nih.satu...duaa....!"Mata Bilqis langsung terbuka dan mengerucutkan bibirnya,membuat Radit tersenyum sekakigus gemas melihat tingkah sang Istri.
"Papi jahat!Papi ga nurutin omongan Mami,Mami ga suka kalau sekertaris barunya perempuan,harus laki laki,Mami gamau tau,besok harus diganti!"
"Ya ga bisa seperti itu sayaang,semua ada prosedurnya,baru juga kerja kemarin masa langsung dipecat,nanti kalau Dia nuntut perusahaan Kita gimana?"ujar Radit yang kini sudah dengan posisi telungkup.Jari jemari Bilqis yang lentik sudah memijat bahu sang suami.
"Memang ga bisa dipindah kebagian lain,terus Papi cari lagu deh sekertarisnya yang penting cowok!"
"Tidak semudah itu Mi,Papi aja sampai 2 minggu buat cari sekertaris baru,untungnya sekarang sudah dapet,jadi Papi harap Mami ga punya pikiran macem macem,kalau niat macem macem juga mungkin Papi sudah punya hubungan sama Si Angel,apalagi Dia udah kerja setia sama Papi sampai bertahun tahun,dan Dia dulu dulu sering godain Papi,lihat sendirikan itu sama sekali ga mempan,Hati Papi sudah tertambat pada Gadis kecil nakal namanya Bilqis Putri Imron,yang cantik dan seksi,lucu dan..."
"Dan apa!"Tanya Bilqis sambil mencubit manja pinggang Radit.
"Dan pinter goyang diranjang!"Kata Radit sambil tertawa.
Bilqis tersenyum merona mendengar ucapan sang Suami.Tangannya lihai memijiti Sang Suami yang memang tampak kelehan.
"Ya sudah kalau gitu Mami goyang sekarang ya,kan Kita sedang program Anak kedua Pi,kata Dokter harus sering sering berhubungan!"ujar Bilqis yang kini tangannya masuk keounggung sang suami,membelainya dengan manja.
"Pi...Pi....Papi....!"
Dijawab Oleh Radit dengan dengkuran halus,Bilqis langsung tertidur disampingnya dengan perasaan kecewa.
.
.
.
**********
Vote,Like,komen.Jangan Lupa ya Bestieee🙏🙏🙏🥰🥰🥰🥰🥰
__ADS_1