
Bilqis tampak berbinar saat sampai dihalaman villa yang sangat indah dan sejuk,Mama mertuanya menyiapkan Villa itu untuk persembunyian sementara bagi Bilqis,Dia harus bersembunyi dari Suaminya yang yang sangat pencemburu dan sangat posesif itu.
Sebenarnya Dia sangat kasian melihat kondisi anaknya itu,namun demi kebaikan bersama,terpaksa cara itu mereka tempuh agar Radit bisa diberikan kesadaran karena sikapnya selama ini.
Bilqis masuk kedalam Villa yang nyaman dan besar.dengan pemandangan gunung,dan dibawahnya terdapat danau yang sangat indah.
"Teteh..?"Bilqis terkejut saat melihat Sang Kakak sudah berdiri dihadapannya dengan wajah tersenyum bahagia bersama Sang keponakan tercinta,segera saja Nisha menghambur dan memeluk Bilqis dengan sangat bahagia.
"Akhirnya Aku mau punya keponakan,selamat ya Adikku!"Ucapnya dengan wajah yang sangat antusias dan juga rasa haru yang menyeruak,Nisha tidak menyangka akan secepat ini Bilqis mengandung,Dimatanya wanita itu masih adiknya yang menggemaskan,namun kini Dia akan menjadi seorang Ibu,benar benar tidak menyangka pikirnya.
Kemudian mereka berkumpul divilla itu,Ada Ayah Bundanya,Mama Papa Radit,dan juga tentu saja Sang Kakak dan keponakan kecilnya.Bilqis benar benar bahagia,apalagi Bundanya membuat makanan kesukaanya.Ada Ayam,Rendang,Puding Nanas,Batagor requesannya,es goyobod,dan juga Dodol yang diidam idamkannya.
"Mama kok bisa tau Iqis pengen banget makan Dodol!"tanya Bilqis keheranan,saat melihat Dodol yang didambakannya ada dihadapanny.Dengan cepat Bilqis mencaplok 2 sekaligus membuat Bundanya khawatir melihatnya.
"Tau dong,kan Bi Yuni telepon Mama
katanya Dia sudah menyiapkan Dodol yang didatangkan langsung dari kampungnya,Dia juga bilang sama Mama kalau Dia curiga Kamu hamil,ehh ternyata perkiraan Dia benar.Jadi Mama sengaja minta Dodol itu dari Mba Yuni,tapi tidak usah khawatir,Bi Yuni gatau keberadaan Iqis disini."Ucap Mama mertuanya.
"Pelan pelan Qis makannya,ga ada yang mau ngambil!ujar Bunda dengan tatapan khawatir.Papa dan Mama mertua hanya menggeleng geleng melihat tingah Bilqis yang lucu,syukurlah dikehamilanbya yang masih muda itu Bilqis tidak mengalami kendala apapun setelah keluar dari rumah sakit,bahkan sama sekali tidak mengalami yang namanya morning sickness,yang ada Dia hobi sekali makan dan mudah tertidur,membuat Mereka sangat senang melihatnya,sebisa mungkin moodnya dijaga,agar tidak stress dan banyak pikiran,termasuk tentang Radit,Mereka selalu mengatakan Kalo Suaminya itu baik baik saja,dan memberikan waktu untuknya agar Dia bisa tenang dengan kehamilannya,membuat Bilqis tidak terlalu memikirkan keadaan Suaminya.
"Sayaang..Mama dan Papa menitipkan Kamu disini bersama Kakak Kamu ya!"
"Untuk sementara Kamu tinggal dulu disini,sesekali Mama dan Papa akan nengokin Kamu!"
__ADS_1
"Iya Ma,Iqis disini seneng kok,ada Teteh yang nemenin,jadi Iqis ga kesepian,Mama dan Papa gausah khawatir!"ucapnya.
"Ayah sama Bunda juga pulang aja,pasti disana banyak pekerjaan yang harus diselesaikan,Untung saja Si Abang ada proyek disini,jadi bisa nemenin Iqis disini!"ujar Bilqis senang.
Mendengar hal itu membuat mereka menjadi tenang.Mereka pun makan bersama sambil bersenda gurau.
.
.
.
.
*******
"Honeeyy pleasee maafin Aku Honey,marahnya jangan lama lama,Aku ga kuat seperti ini,Aku Kangen sama Kamu Iqis sayaaang....!"Radit menciumi Bingkai foto Bilqis yang ada dimeja kerjanya,Dia seperti dejavu,kalau dulu Di kehilangan Artika,sekarang Dia kehilangan Bilqis,Istri tercintanya,Dia benar benar tidak menyangka takdir seperti sedang mempermainkannya.Penampilannya kini semakin tak karuan,lebih parah dari saat pertama kali bertemu dengan Bilqis,janggut dan kumisnya tumbuh lebat,Dia tidak memperdulikan penampilannya sama sekali.Denis yang langsung nyelonong masuk kedalam ruangan Bosnya,karena sedari tadi Dia mengetuk pintu,tidak diperdulikannya sama sekali.
Setelah dua kali mual mual dan muntah muntah bulak balik kekamar mandi,kini Radit tampak lunglai sampai terlihat lungai sambil mendekap bingkai Foto bilqis,Denis yang melihatnya jadi prihatin,Dia sendiri tidak tahu keberadaan Bilqis dimana sekarang,karena Bigbossnya sudah menyembunyikannya ditempat yang benar benar sulit diketahui,Dia memang menolongnya dan membawanya kerumah sakit,namun setelah itu Dia sama sekali tidak mengetahuinya,bertanyapun percuma karena Mama Papa Radit khawatir kalau Denis akan memberithukan keberadaanya pada Radit.
"Bos,hari ini kita ada meeting dengan perusahaan batubara dari Kalimantan,jadi Saya...!"
"Tolong Kamu handle dahulu pekerjaan ini untuk Aku,Aku bener bener ga fokus,pikiran Aku terpecah,Aku ga pernah merasa setersiksa ini Den,rasanya Aku bener bener ga sanggup!"ujarnya sambil menutup wajahnya menahan airmata yang akan keluar.
__ADS_1
"Den sudah berapa kali Aku bilang jangan pake parfum,Aku sudah bulak balik 2 kali kekamar mandi mual mual sama muntah,gara gara si Angel,parfumnya bener bener bau banget.!"
"Tapi Bos,Mana bisa Saya ketemu klien harus pake minyak telon,maluuu Bos,kemarin aja saat Rapat direksi saya diketawain gara gara pake minyak telon,please Bos untuk hari ini kasih..!"
"Ga bisa,tiap hari Kamu harus pake minyak telon,Kamu tega Den liat Aku muntah muntah terus!"sentaknya.
"I-iya Bos maaf,kalau begitu Saya permisi Bos,nanti pencarian Bilqis Kita lanjut lagi,Saya sudah sewa detektif swasta untuk membantu oencarian Istri Bos."Ujar Denis.
"Bagusss....mungkin dengan memakai detektif,Istriku bisa ditemukan secepatnya.!"
"Jangan lupa Den,SiAngel suruh pake minyak telon,ini perintah,wajib diikuti, kalau nggak Aku potong gaji kalian 70%!"Ancam Radit serius,membuat Denis tak bisa berkutik.
"Yaang bener aja Bosss!"keluh Denis sambil berlalu meninggalkannya dengan wajah lesu.Permintaan Bosnya ini benar benar sangat absurd,Dia sudah meminta Bosnya itu pergi kedokter untuk memeriksakan diri,tapi Radit tidak mengindahkannya,Dia beralasan itu disebabkan karena stress memikirkan Bilqis,yang akan sembuh jika Dia bertemu dengannya,namun Denis berfikir Bosnya itu memang sedang ngidam,mungkin saja Bilqis saat ini sedang mengandung,Denis pernah mendengar kalau seirang istri sedang hamil,suaminyapun bisa ikit ikutan ngidam pikirnya.
Radit kembali termenung dikursinya,air matanya Dia usap dengan kasar,Dia mengingat kembali pertengkarannya dengan Bilqis,betapa jahat dan kasarnya Dia memperlakukan Istrinya seperti itu.
"Apakah tidak ada Maaf untukku Honey,sudah lama Kamu ninggalin Aku seperti ini,Iqis apakah Kamu baik baik saja,cepatlah kembali Honey..I miss u like Crazy..I miss you Iqis sayaaang!"kali ini Dia menangis tersedu,sudah tidak kuat rasanya menahan sakit karena rindu.Ternyata Rindu itu benar benar berat,rasanya Dia sudah tidak kuat lagi menanggungnya.
.
.
.
__ADS_1
********