
Radit mengepalkan tangannya menahan amarah,dengan pandangan mengikuti arah Bilqis pergi,wajahnya terlihat sangat kesal.Sang Istri tidak memandangnya sama sekali,seakan mereka tidak saling mengenal satu sama lain.Sebenarnya Dia tadi melihat sang Istri begitu kerepotan,namun karena hatinya masih dongkol,jadilah Dia membiarkan Istrinya begitu saja,lagi pula saat itu Dia sedang bersama kliennya yang juga teman lamanya,namun karena merasa tidak tega,akhirnya Radit menyusulnya dan kebetulan sang klien yang diketahui bernama Lita itu dijemput oleh anaknya,namun saat Dia berhasil menemukan sang Istri,Dia justru sedang asyik ngobrol bersama Laki laki yang tempo hari dilihatnya,yang Bilqis katakan bahwa Dia teman kuliahnya,tentu saja membuat hatinya kesal.Bisa bisanya Dia enak enakan berduaan dengan laki laki lain,sedangkan melihat suaminya sendiri begitu cuek.
"Ta,sorry Aku pulang duluan,nanti di lanjut saja lagi meetingnya,sekaligus tentang kerjasamanya nanti,bisa diaturlah waktunya!" ujar Radit sambil menelepon supirnya.
"Looh,baru juga kita ketemu lagi Dit,bentar dong.Eh iya ini kenalan dulu sama Anak Aku!"Lita memanggil Panca yang sedari tadi pandangannya tak lepas dari Bilqis.Dia sebenarnya ingin mengantar gadis itu pulang,namun selalu ditolak mentah mentah oleh Bilqis.
"Ngeliatin gebetan mulu,bukannya dianter pulang!"ujar Lita,membuat Panca tersenyum simpul.kemudian Panca mengulurkan tangannya kearah Radit,yang disambut dengan wajah yang jutek.
"Tadi Dia sama Pacarnya Dit,cuma duluan pulang."Jelas Lita sambil melirik kwarah Oanca yang hanya menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.
"Bukan pacar Ma,baru mau,hahahha!"
"Ahhh Kamu,sama Mama sendiri aja malu,kalau berani,utarakan dong perasaan Kamu sampe dipendem dari SMP!"
"Belom saat nya Ma!"ujar Panca sambil tersenyum.
Radit sudah tidak tahan lagi mendengarnya,hatinya sudah benar benar merasa panas.
"Dah ya Lit,Aku pulang duluan permisi!"
Radit melebarkan langkahnya,dengan cepat menuju mobilnya.Dia menyuruh sang supir untuk segera sampai kerumah Mamanya sebelum Bilqis ada disana.
**********
__ADS_1
Bilqis tampak kerepotan membawa belanjannya,untunglah sang supir begitu cekatan membantunya,Dia agak terkejut melihat mobil sang suami sudah terparkir disana,padahal baru beberapa waktu yang lalu Dia melihat sang suami masih berada di Mall.Bergegas Diapun masuk,tak sabar rasanya untuk bertemu dengan Rafa,seharian tak bertemu bagaikan sudah berbulan bulan lamanya,seandainya bukan karena kuliah lagi,Diapun rasanya tidak ingin harus jauh jauh dari buah hatinya itu.
Deg
Bilqis begitu kaget saat melihat Sang suami sudah ada didepannya sambil menggendong putra kecilnya.
"Ingat pulang rupanya,Aku pikir akan pulang dengan pacarmu itu!"Sindir Radit sambil mendekap bayi gembulnya.
"Maksudnya pacar?"tanya Bilqis tidak mengerti denga arah pembicaraan sang Suami.
"Ga usah pura pura,tadi Kamu pergi belanja dengan laki laki itu kan!"
"Oooh si Panca,tadi Aku ga sengaja ketemu Dia di Mall,katany mau jemput Ibunya,dan tau ga Mas.Katanya Ibunya itu lagi pede kate sama temen lamanya,pantas saja teman lamanya itu dideketin Istrinya pura pura ga kenal,gataunya lagi enak enakkan pede kate sama janda tua!"Bilqis membalas sindiran sang Suami
"Yaampuuun pasangan ini,sini Rafa biar Mama gendong,baru dateng bukannya makan dulu,mandi dulu,ini malah berantem,sana selesaikan dikamar,jangan didepan Rafa,apalagi Dia masih sangat kecil untuk menerima beban masalah kalian,jangan egois dong jadi orang tua!"Ujar Mama kesal,dan dengan paksa Dia mengambil Rafa dari gendongan Ayahnya,dan pergi dari hadapan mereka berdua,melihat hal itu membuat Bilqis merasa bersalah,karena memang tidak seharusnya Rafa melihat pertengakaran mereka,akan sangat berdampak bagi tumbuh kembang sang Anak terutama kesehatan mentalnya kelak.
"Apa maksud Kamu nuduh Aku?"Ujar Radit tidak terima,behitu sang Mama berlalu dari hadapannya.
"Jangan pura pura ga ngerti Mas,Mas lihat Akukan tadi di Mall,bawa belanjaan banyak?Dan Kamu cuma ngliatin Aku dengan tatapan sinis,seolah Kita ga saling kenal,Kamu lagi asyik berbincang dengan ibu ibu tadi.Kenapa Kamu bersikap kekanakan seperti itu?Kamu bahkan udah mendiamkan Aku selama seminggu,tidurpun sampai di kamar tamu sendiri,kenapa sampai seperti itu sih?"
"Gara gara Aku kuliah?atau gara gara pil pil ini?"Ucap Bilqis sengan wajah menahan amarah,pipinya sampai memerah saking kesalnya dengan sikap sang Suami.
"Ok Aku buang sekarang juga,Aku ga akan minum minum pil itu lagi kalau Kamu marah dan gak suka,terus apalagi?karena kuliah Aku?Ok mulai besok Aku ga akan melanjutkan kuliahku kalau Kamu ga suka!"
__ADS_1
"Kamu tuh kalau udah marah jahat banget sama Aku,sampe pura pura ga kenal segala!"ujar Bilqis dengan lantang,sedangkan Radit tidak mau kalah Diapun balas menatap sang Istri dengan tatapan penuh permusuhan.
"Bukannya Kamu yang pura pura ga kenal,Kamu pergi buru buru,saat Aku lihat Kamu dengan Laki laki itu,Aku tau kalau Kamu kuliah itu hanya alasan saja supaya Kamu bisa bebas,bisa bergaul dengan banyak laki laki,mungkin Kamu sudah bosan denganku,karena Aku terlalu tua buat Kamu,Kuliah itu hanya alasanmu saja agar Kamu bisa seperti gadis gadis lain sesusia Kamu yang bisa bermain,belanja,nongkrong dengan teman.
"Kapan Kamu lihat Aku seperti itu?Aku ga seperti yang Kamu tuduhkan,belanja tadi juga itu sebagian besar untuk kebutuhan Rafa.Kamu jahat Mas,nuduh Aku dengan hal yang engga engga,Aku kuliah tentu saja agar Rafa mempunyai seorang Ibu yang berpendidikan,Aku ingin Dia bisa bangga sama Aku,Kamu juga sebagai Suami Ikut bangga,Ayah dan Ibuku juga,tapi kalau itu justru membuat kecurigaan Kamu sama Aku semakin bertambah besar,ya sudah Mas lebih baik Aku mengalah,Aku ga lanjut kuliah,dari pada Kamu curiga terus dengan hal hal aneh.
"Hal hal aneh apa?jelas jelas kecurigaanku itu beralasan.Laki laki tadi bahkan mengaku menyukai kamu sejak SMP,bahkan Dia akan segera mengutarakan perasaannya sama Kamu,Apa Kamu sengaja menyembunyikan status pernikahan Kita,sampai sampai selalu saja ada lelaki yang mengejar ngejar Kamu sama seperti dosen itu.
"Apa ga kebalik?justru Kamu yang sedang dikecengin sama Ibunya si Panca,Kamu sengaja bertemu berdua dengan perempuan tadi,sedangkan Aku ga sengaja ketemu si Panca diparkiran,jadi mungkin Kamu Mas yang mau selingkuh dan mendua dari Aku,buktinya selama seminggu ini Kamu diemin Aku,tidur juga sampe pisah pisah segala,bilang aja kalau dah bosen sama Aku Mas,gausah cari alasan alasan memutar balikan fakta,padahal jelas jelas disini Kamu yang egois dan selalu mencari cari kesalahan Aku."Ucap Bilqis sambil menahan air matanya.
"Kenapa jadi salah Aku semuanya? semua ini berawal dari Kamu,Kamu sampai minum minum pil gituan segala biar ga hamil,Kamu ingin selalu terlihat cantik,terlihat muda,supaya banyak laki laki yang suka sama Kamu!"
"Terserah Mas mau berfikiran apa,seminggu yang lalu semenjak Kamu mendiamkan Aku,Aku sudah ga pernah minum lagi pil KB itu,dan ini sisanya Kamu lihat ini Aku buang tuh!"ujar Bilqis sambil membuangnya ketempat sampah.
"Dan untuk kuliah,mulai besok Aku ga akan kuliah lagi,padahal Aku hanya ingin membanggakan diriku sendiri,membanggakan suami dan juga keluargaku,setidaknya ada yang bisa Aku banggakan didepan Rafa nanti,kalau ini membuat jadi banyak masalah,Aku akan berhenti.Biarin Aku cuma seorang lulusan SMA,dari keluarga miskin,Aku ga akan denger lagi kalau semua orang merendahkan Aku.Aku akan tutup mata dan tutup telinga."
"Kamu kalau mau cuekin Aku lagi,diemin Aku lagi silakan.sekarang Aku ijin mau pulang kerumah Bunda,Aku ajak Rafa!"
Bilqis berlalu dari hadapan sang Suami dengan mata kosong,rasanya cape tiap hari harus menangis,Dia tidak mau terlihat selalu sedih didepan sang anak,jadilah dengan sekuat tenaga,Dia tahan rasa sedihnya.
.
.
__ADS_1
.