TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK

TERPAKSA MENIKAHI BUJANG LAPUK
Pergi


__ADS_3

Bilqis terbangun dan mengerjapkan matanya,tubuhnya terasa berat dan sesak,Dia menarik nafas dalam dalam,dapat tercium aroma tubuh suaminya yang menenangkan.Radit memeluknya dengan erat,sehingga Dia kesulitan bergerak.Dia berbalik kesampingnya,dilihatnya Radit terlelap dengan damai.perlahan Bilqis mendorong lengan Radit dari tubuhnya,Dia menjauhinya,bergegas mencari pakaiannya,Dia ingin secepatnya pergi dari tempat itu.Untunglah dress dan jaketnya masih layak dipakai,karena pakaian ********** sudah terkoyak tidak berbentuk.


Masih membekas dalam ingatannya pertengkaran tadi siang,benar benar membuat hatinya begitu sakit dan perih,dan membuatnya kembali berlinang air mata.Dia tidak mengerti mengapa Radit menjadi seperti itu,mengapa suaminya kini benar benar sangat berubah.Dia ingat saat bertemu dengan Arman,wajah suaminya begitu menakutkan,kemurkaan terlihat jelas dimatanya.Dia menyebutnya wanita murahan,juga menyebutnya sebagai wanita penggoda.Entah mengapa Dia berpikiran seperti itu,Dia akui Dia salah bertemu dengan Arman,tapi ini Denis,bagaimana mungkin Dia juga cemburu pada asistennya itu,Orang yang sudah mendampinginya selama bertahun tahun.


Sesekali dilihatnya wajah tampan dan damai itu,Betapa Bilqis begitu mencintai suaminya,apakah Radit tidak menyadarinya,apakah Radit tidak tahu betapa hanya lelaki itu saja yang ada dihati dan dipikirannya.Tega teganya Dia mengatakan hal seperti itu kepadanya,


Bilqis menyeka airmatanya yang berlinang,sembari duduk ditepi ranjang,yang masih betah memandangi ketampanan Radit dalam keadaan polos yang sudah diselimutinya.


"Aku cinta Kamu Mas,Aku sayaaang sama Kamu,apa kamu tidak menyadari itu Mas,perasaan Aku begitu besar sama Kamu!"gumamnya dalam hati.


Mengapa Radit berubah seperti itu,Dia sendiri merasa tidak mengenalinya,padahal saat awal awal menikah,walaupun belum ada rasa cinta,Radit tidak pernah bersikap sekasar ini,memori memori yang indah berkelebatan di ingatannya,sikap lembutnya,perhatiannya,dan juga sikap mesumnya yang membuatnya menyunggingkan senyum,sungguh sangat lucu dan romantis pikirnya.Malam pertama pun dapat diingatnya,Radit sangat lembut memperlakukannya,bulan madunya walaupun ada insiden tak mengenakkan tapi tetap saja lelaki itu sangat romatis,bahkan sampai menyiapkan makan maalam romantis yang sangat indah.


Tapi yang diperbuatnya kali ini benar benar membuatnya sangat marah dan sakit hati.Belum puas Dia berkata kata kasar,Suaminya itu juga kini memperkosanya.


Bilqis benar benar sangat marah.Bilqis tidak akan memaafkan Radit dengan mudah,Dia sudah menginjak injak harga dirinya,tekadnya kini sudah bulat,Dia akan pergi meninggalkan pria itu,pergi jauh membawa luka dihatinya,entah akan kemana,yang jelas Radit tidak akan mudah untuk menemukannya..


.


.


.


******


Radit tersenyum dalam keadaan matanya masih terpejam,tangannya meraba raba ranjangnya,Dia segera bangkit terduduk saat menyadari yang dicarinya tidak ada,Istri kecilnya tidak ada disampingnya.


"Honey.....!"panggilnya dengan mesra,dengan cepat Dia memakai pakaiannya.

__ADS_1


"Honey...!"Dilihatnya ditoilet,tapi Bilqis tidak ada disana,segera Dia keluar dari ruangan kerjanya.


"Angel,Dimana Istriku!"Tanyanya pada sang sekretaris yang kini cara berpakaiannya lebih elegan dan tidak terlalu terbuka seperti sebelum sebelumnya.


"Tadi saya tanya katanya pulang duluan!"jawab Angel dengan mimik wajah yang datar.


"Tapi saya lihat wajah Iqis pucat Bos,dan...!"


"Dan apa..?"Bentak Radit.


"ada bercak darah tadi dilantai,saya pikir mungkin itu Istri Bos....mmmmhhh...seperti orang yang sedang menstruasi,atau mungkin..Iqis sakit Bos..maaf kalo saya salah mengira!"ucap Angel sambil menunduk takut.


"Jangan sembarangan Kamu kalo ngomong!"Sentak Radit yang membuat Radit kalang kabut dengan cepat Dia melepon Bi Yumi untuk memastikan keberadaan Bilqis.


"Hallo Bi...apa Bilqis sudah sampai rumah?"tanya pada pada Bi Yuni.


Terlihat Bilqis keluar dari gedung itu dan mengndarai taksi.Radit bergegas menelpon orangnya agar secepatnya menemukan Istrinya itu,Dia takut Bilqis tidak pulang kerumahnya.


Radit kembali kedalam ruang kerjanya dan bergegas mengambil kunci mobilnya,Dia ingin secepatnya menemukan Bilqis,Dia takut terjadi apa apa dengan Istrinya itu,apalagi Dia sudah memperlakukannya dengan sangat buruk.


Radit berlari menuju parkiran,dengan cepat dia segera melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata rata,kali ini tujuannya adalah rumah mertuanya,Bilqis pasti ada disana,Dia sangat khawatir dengan kondisi Istrinya itu, apalagi Radit telah berbuat kasar saat percintaan tadi siang dengan Istrinya,saking marahnya karena dikuasai oleh rasa cemburu,Dia memikirkan perkataan Angel kalau Bilqis tadi tampak sangat pucat,apalagi memang ada noda darah diranjangnya,entah itu darah apa,membuat Dia benar benar panik dan ketakutan,sampai sulit sekali konsentrasi dalam.mengemudi,sehingga hampir saja Dia menabrak seorang yang akan menyeberangjalan,untung saja Dia mengeremnya dengan cepat.


Rumah mertuanya tampak sangat sepi,hanya ada satpam dan juga asisten rumah tangga.Apalagi malam kini semakin larut,membuatnya benar benar dirundung rasa cemas,apalagi setelah 3 kali menelepon Bi yuni,Istrinya belum juga pulang,pikirannya mendadak membayangkan hal hal yang buruk,membuatnya menjadi ketakutan.


"Bi,orang rumah pada kemana?"tanya Radit saat sampai kedalam rumah yang sudah disambut oleh Bi Ijah sang Asisten.


"Oh bapak dan Ibu pergi kerumah saudaranya di Bogor,katanya Kakak ipar Bunda meninggal dunia."Ucap Bi Yuni

__ADS_1


"Tuan Radit sendirian ya,Neng Iqisnya kemana Tuan?"tanya Bi ijah dengan.wajah penasaran.


"Mmhhh...Oh itu Bilqis ada dirumah!"Ucap Radit berbohong,karena jelas jelas Dia kesitu bertujuan mencari Sang Istri yang kini entah kemana.sudah ratusan kali Dia menelepon Bilqis,tapi tidak aktif.


"Ayah sama Bunda kapan pulangnya ya?"tanya Radit.


"Kurang tau Tuan,ya mungkin sampai beres pengurusan jenazahnya,baru mereka pulang Tuan,tapi ya Bibi ndak tau juga Tuan."Ucap Bi Ijah.


"Oh ya sudah kalau begitu saya permisi Bi!"


"Lho kok buru buru Tuan,minum dulu Tuan Radit."pinta Bi Ijah.


"Ga usah Bi ini saya mau cepat pulang saja!"ujar Radit.


"Baiklah kalau begitu Tuan,sampaikan salam Saya kepada Neng Iqis."


"Iya nanti saya sampaikan!"Ucapnya.


Radit segera bergegas pergi dengan hati yang was was dan juga cemas,Dia khawatir dengan kondisi Bilqis,apa mungkin Bilqis pergi kerumah orang tuanya,tanpa pikir panjang,bergegas Dia menuju kediaman orang tuanya,berharap sang Istri ada disana,karena perasaanya kini diliputi rasa takut dan rasa bersalah yang teramat sangat.


.


.


.


*********

__ADS_1


__ADS_2