
Malam ini Bilqis begitu merasa sedih dan kesepian.Sejak kejadian di Mall itu,Radit kini selalu pulang tengah malam,membuat Bilqis benar benar sangat sedih dan kecewa,apalagi Radit sudah mulai agak berubah,tidak pernah perhatian lagi padanya,juga pada bayi dalam kandungannya.Seminggu ini Radit selalu pulang tengah malam,sungguh hal itu membuat perasaan Bilqis yang sedang hamil besar menjadi kalut dan risau dengan perasaannya,Dia tidak habis fikir,kenapa suaminya itu berubah lagi sikapnya,apa karena pertemuan dengan Arman waktu dimall, sampai sampai marahnya berlarut larut seperti ini,padahal Bilqis sudah berulang kali ingin menjelaskan,bahkan hadiah yang Arman berikan untuk bayi diperutnya Dia simpan digudang,karena belum ada ijin dari Radit,laki laki itu selalu saja diam seribu bahasa,saat Bilqis ingin menjelaskan hal yang terjadi sebenarnya,bahkan Dia pergi begitu saja sebelum Bilqis menyelesaikan omongannya.
Kali ini Bilqis yang sedang hamil besar itu harus diuji kesabarannya oleh sang Suami yang masih marah kepadanya,padahal Dia ingin segala sesuatunya bisa dibicarakan baik baik,namun sepertinya Radit masih memendam rasa kesalnya,Terbukti sampai sekarang Dia selalu pulang larut malam,dan akan berangkat pagi pagi saat Istrinya belum bangun,Bilqis pikir dengan mendiamkan suaminya selama ini,rasa marah sang suami justru akan menghilang dengan sendirinya,dan akan menghampirinya,kemudian membujuknya dan meminta maaf seperti sebelum sebelumnya bila mereka sedang bertengkar,karena memang dalam rumah tangga selalu saja ada masalah yang menghampiri,namun Radit selalu mengalah dan meminta maaf kepadanya terlebih dahulun,namun kali ini sepertinya harapan Bilqis harus sirna,karena justru makin kesini,Radit justru kian menjauh,hal ini benar benar membuat Bilqis gelisah,Dia sangat takut sang Suami justru meninggalkannya.
Jam menunjukkan pukul setengah 1 malam,tapi Radit belum juga pulang kerumah,hal itu membuat Bilqis semakin gelisah,diraihnya ponselnya dan menelepon sang suami.
"Ha-hallo..maaf bu ini telepon bapak ada disaya,ini sebentar lagi sudah sampe dirumah,saya tutup dulu teleponnya ya bu!"
Ternyata yang mengangkat teleponnya justru Pak Tatang,supirnya sang Suami.
Bilqis bangkit berdiri,menuju ruang depan untuk menyambut kedatangan suaminya,Dia memakai kimono menutupi penampilan seksinya,setiap malam semenjak Radit mendiamkannya Dia selalu tampil dengan pakaian seksi kesukaan suaminya,namun bukannya disambut dengan pelukan mesra dari Radit justru Lelaki itu akan bergegas tidur dan memunggunginya.
__ADS_1
Bilqis duduk disofa menunggu kedatangan Radit,deru suara mobil terdengar,Dia langsung berdiri membukakan pintu,Radit pulang dengan dipapah masuk oleh Pak Tatang,wajahnya menunduk,jalannya sempoyongan,Bilqis sampai harus memanggil satpam penjaga untuk memapah suaminya,karena Pak Tatang terlihat kepayahan,Suaminya pulang dalam kondisi mabuk.
"Ke-kenapa Suami Saya bisa seperti ini Pak?"Bilqis memandang khawatir sang suami saat berhasil dibaringkan ditempat tidurnya.
"Tadi Tuan Radit ada pertemuan dengan rekan kerjanya di hotel,waktu keluar dari hotel,Tuan Radit dipapah oleh sekretaris nya.
"Maksudnya Kak Denis ya?"
"Bukan Nyonya,ini sekertaris baru yang menggantikan Mba Angel!"
Semalaman Bilqis gelisah tidak bisa tidur sama sekali,memikirkan sang Suami yang pulang dalam kondisi mabuk,selama menikah dengan Radit,baru kali ini Dia melihat Pria itu mabuk,apalagi mabuk dihotel dengan sekertaris baru,membuat prangsangka prasangka buruk berkelebatan dipikirannya,hal itu membuat hatinya sakit sampai Dia menangis pilu.Dia merasa Suaminya kini berubah hanya dalam waktu satu minggu,Dia berfikir apa ini ada hubungannya dengan pertemuan Dia dan Arman,sampai sampai Suaminya ini mendiamkannya selama seminggu,belum lagi kini pulang larut malam dalam keadaan mabuk,hatinya benar benar sakit,dadanya terasa sesak,air mata kini membanjiri pipinya.
__ADS_1
Radit terbangun dari tidurnya dengan kepala yang terasa berat,Dia menoleh kekanan dan kekiri mencari keberadaan Istrinya,dan ternyata Bilqis sedang tidur terlelap disofa dengan posisi miring karena kini perutnya yang semakin membesar.Perlahan Radit menghampirinya,Dia duduk merungguh dihadapan Bilqis,walaupun kepalanya masih terasa pusing,tapi Dia memaksakan diri untuk melihat sang Istri yang tidak tidur disampingnya.
"Sebenci dan sejijik itukah sampai Kamu tidak ingin tidur disampingku ?"gumamnya sambil membelai pipi Bilqis yang tertutup rambut panjangnya,Radit pun tak lupa membelai Perut Bilqis,mencium perut yang sudah kian membuncit,walaupun Dia mendiamkan Istrinya namun Dia tidak oernah lupa untuk selalu mencium dan memperhatikan buah hati yang masih dalam kandungan sang Istri,sebenarnya satu minggu ini Dia benar benar merasa tersiksa karena harus mendiamkan sang Istri,tapi bukannya meminta maaf atau apa,menurut Pikiran Radit,Bilqis justru tampak biasa saja,padahal Dia tentu tau kalau Suaminya itu sedang kesal,marah dan cemburu kepadanya,tapi Bilqis justru terlihat cuek,bahkan kini sampai tertidur disofa,Dia bertanya tanya,apakah Bilqis sudah tidak mencintainya lagi,apakah Dia sudah tidak sayang lagi,puncak rasa kesalnya Dia luapkan dengan dengan pergi minum bersama sekertaris barunya setelah pertemuan dengan rekan bisnisnya,Dia mengira Istrinya itu akan perhatian padanya,namun yang ada justru Bilqis menghindarinya seolah jijik padanya,begitu menurut fikiran Radit.
Radit bangkit bediri setelah puas menciumi dan bercengkrama dengan sijabang bayi,Dia bergegas membersihkan tubuhnya dan ingin ceoat ceoat pergi kekantor sebelum Istrinya itu bangun,Dia masih ingin meneruskan aksi marah dan kesalnya,sampai rasa kesal dan cemburu itu hilang dalam hatinya,entah sampai kapan,namun Radit masih keukeuh ingin melanjutkan aksinya karena merasa Bilqis sudah tidak sayang lagi padanya,Radit tidak peduli,sifatnya ini kekanakan atau tidak,tapi setiap melihat wajah Bilqis Dia teringat Istrinya itu tertawa bahagia dengan Lelaki lain membuat hatinya panas saat mengingatnya.Dia pikir ini pelajaran untuknya karena tidak pernah mengerti dengan sifat cemburunya,Bilqis tidak menghargai perasaannya,begitu mudahnya gadis itu tertawa bahagia dengan Lelaki lain dibelakangnya.
.
.
.
__ADS_1
*********
Vote atuh Vote vote voteπππππ