
Bilqis mengerjapkan matanya yang sembab,kepalanya pusing dan masih terasa berat.Semalam Dia menangis lama,tak menyangka akan jadi seperti itu lagi,setiap ingin memulai hal baik dengan suaminya,secara tiba tiba Dia berubah.Tiba tiba Dia baik,Dia mesum,Dia lembut.Namun tiba tiba juga Dia langsung bersikap dingin,sinis dan jutek.
Bilqis tidak mengerti akan sikap suaminya yang sering berubah ubah itu.Ada apa gerangan,yang membuatnya bersikap dingin lagi.Bukankah Dia yang memintanya untuk membuka hati dan memulai hubungan mereka dari awal,namun yang terjadi malah seperti ini kembali...batinnya.Bilqis bingung harus bersikap bagaimana menghadapi sikap suaminya yang suka mendadak berubah.
Bilqis malas beranjak dari tempat tidurnya.Dia menyadari kalau tadi malam suaminya tidak tidur bersamanya.Sekarang suaminya itu pasti sudah berangkat untuk pergi keluar kota.Dia tak menyiapkan apa apa untuk kepergian Radit keluar kota.Rasa kesal masih bersemayam dihatinya.Bergegas Bilqis memaksakan diri beranjak untuk membersihkan diri,apalagi hari ini ada kuliah pagi,Tadinya Dia ingin ijin tidak masuk kuliah pagi ini,namun Dia tak ingin terlarut dalam kesedihan memikirkan sikap Suaminya itu.
Cling...
Bunyi pesan dari ponselnya
Mas Arman :Selamat Pagi Tuan Putri yang cantik,Semoga hari ini adalah hari yang paling Indah untukmu,warnai hari Ini dwngan senyuman,karena senyumanmu dalah penyemangatKu...love u.
Membaca pesan dari Arman membuat Bilqis senyam senyum sendiri.Bilqis hanya membacanya,tidak membalasnya sama sekali.Laki laki ini memang benar benar gombal,pandai berkata kata,tapi Bilqis sangat suka Arman memperlakukannya seperti itu,Dia merasa sangat dicintai dan dihargai olehnya.Walaupun hatinya benar benar bimbang,entah bagaimana harus menjelaskan statusnya pada Arman.Dia takut melukai hati Arman,Dia takut Arman terluka.
.
.
"Berangkat sekarang Bos?"
Tanya Denis begitu telah sampai dikantornya,swgera Dia mwnuju ruangan Bosnya,ternyata Bos tercintanya sudah stand bye lebih dulu.
Padahal biasanya Dia selalu ontime,tidak terlambat maupun tidak kepagian.
"tumben Bos udah ada dikantor?"
Tanya Dennis sambil melitik ekspresi Bosnya yang tengah sibuk memeriksa berkas penting.
Radit tidak menjawab apa apa,Sikapnya sangat dingin seperti biasanya.melihat hal itu Denis seperti sudah memahaminya.Dia diam tak berkutik menunggu intruksi selanjutnya dari Bos dinginnya itu.
"Berangkat sekarang saja lebih cepat lebih baik."Ucap Radit tegas namun tetap bersikap dingin.
"Siap Bos"Ucap Denis dengan semangat.
"tapi sebentar...."
"Aku ingin menanyakan sesuatu padamu.....ini mengenai temanku"ucap Radit dengan mimik wajah yang serius namun Sia terlihat ragu.
"Ada apa dengan temannya Bos,teman yang mana?"Tanya Denis penasaran
"ehhhmmm..jadi gini..."
__ADS_1
"temenku kan punya Istri.."
"Nah....Istrinya temenku itu dapat surat cinta ,ada bunganya juga,terus suaminya marah banget sama Dia"
"memangnya Neng Iqis dapet surat cinta dari siapa Bos?"Pancing Denis
"nah itu Aku juga gatau Den,soalnya Aku langsung marah banget sama Dia!"Jelas Radit yang membuat Dennis terkikik geli
"Kok jadi malah bahas Aku sih"Ucapnya sewot
"Ini Istrinya temenku,bukan Istri Aku Den!"Bentak Radit Kesal,yang justru malah keceplosan.
"Jadi temenku ini marah banget sama istrinya,apalagi malem itu tuh harusnya jadi momen yang paling romantis tapi sayangnya Istrinya itu sudah bikin kecewa suaminya"
"menurut kamu harus gimana suaminya?"
Tanya Radit dengan sikap yang kikuk dan salah tingkah.
"ya Bos tinggal minta maaf aja sama Nyonya muda"
"Dia kayaknya anaknya baik,polos,pemaaf.Jadi wajar aja Bos kalo Dia banyak yang suka"
"sangat wajar itu Bos"
"sekarang lebih baik Bos minta maaf sama Nyonya muda... kasian!"
"mana mau ditinggal 2 hari lagi,pasti perasaannya lagi galau Boss"
"wanita masih muda,cantik,seksi,badannya bagus..laki laki mana sih yang ga tergoda?"Dennis panjang lebar memberi nasihat pada Bosnya.
"Jadi selama ini Kamu memperhatikan Istriku?"Radit melotot wajahnya murka.
"Bu-bukan begitu Bos..."
"Sa saya cuma memberi masukan."ucap Denis membela Diri.
"ngapain bawa bawa Bilqis segalaa Hah!!"
"bilang cantik,seksi,jangan kurang ajar ya Kamu"
"KELUAR SANA!!"
__ADS_1
"A-ampun Bos siap Bos..."Denis hampir terjengkang dari kursinya melihat Radit yang malah tambah murka.Dia terbirit lari ketakutan melihat kemarahan Bosnya,niat hati memberi saran yang ada malah kena marah.
"Ahhh...Sial banget gue"
Denis menggurutu dan membenarkan penampilannya setelah diluar ruangan Bosnnya,Dia tak sadar seseorang mendekatinya perlahan.
"Hai...tampaaan..."Angel mendekati Denis dengan agresifnya.Denis berusaha tenang.
"baru saja aku keluar dari kandang harimau,eh malah ketemu singa betina"Gumamnya dalam hati.
"Hari ini temani Aku makan siang yaa..."ucapnya sambil tangannnya menyentuh Dada Denis dengan mesra,dan membetulkan Dasinya padahal terlihat masih rapi.
"bo boleeh..Kamu tunggu Aku ya"Ucap Denis dengan terpaksa tapi kemudian Dia tersenyum seperti merencanakan sesuatu.
"Beneraaan?"Tanya wanita seksi itu dengan mata yang berbinar.Kemeja bunga bunga sangat ketat dengan rok sepan super pendek disertai belahan dipinggirnya membuat penampilannya Angel sanga sangat menghoda,namun tidak bagi Denis Dia justru melihatnya sangat jijik,Dia sangat tidak suka dengan sekeetaris Bosnya itu,ditambah make upnya yang sangat tebal,padahal Denis yakin Dia justru akan terlihat sangat terlihat lebih cantik bila Angel berdandan lebih natural.
"Iya di kafe seberang kantor ya,jangan lupa!"Ucap Denis mengedipkan sebelah matanya dengan tersenyum manis membuat Angel semakin kesengsem dibuatnya.
"siaaap ganteeeng aku tunggu Disana ya!"
Muach..
Angel mencium pipi Denis dengan mesra,membuat stempel bibir dipipinya terbentuk dengan jelas.Denis berlari secepatnya menuju lip,Dia menyeka pipi bekas ciuman Angel dengan jijik.
"Dasar perempuan itu,sudah menor..agresifnya minta ampunn..hiiii..."Denis bergidik.ngeri.
Sementara Radit sama sekali tidak konsentrasi dalam pekerjaannya,obrolannya dengan Denis tadi juatru malah menambah hatinya semakin gusar.Benar apa yang dikatakan Denis,kalo Istrinya itu memiliki banyak pesona.Selain masih muda,cantik,dan seksi.Sangat sempurna untuk seorang wanita.Dia sangat cantik dan menggairahkan.Padahal kemarin Bilqis sudah menawarkan dirinya dangan sikapnya yang hampir saja membuat Dia gila,bisa bisanya kemarin Dia menolak gadis itu mentah mentah,apalagi keagresifannya yang membuat Dia sangat suka pada gadis itu.Tubuhnya yang seksi masih saja terbayang dipelupuk matanya,wangi tubuhnya yang harum,bajunya yang menggoda.
"Dari mana Dia mendapatkan baju itu"
"Aahhh..Dia memang pandai menggoda"
"Rasanya Aku ingin pulang dan menghambur ke pelukannya"
"Ya ampuuuun Bilqis Kamu benar benar membuatku gilaaa"
.
.
*****
__ADS_1