
Masih adakah yang nungguin Akoh up?
Pagi ini untuk pertama kalinya mereka sarapan romantis berdua. Sebelum ini, mereka biasa makan dengan banyak orang yang ikut serta, atau setidaknya ada Nara dan Bisma yang ikut menemani mereka.
Makanan yang terlihat mewah dan enak sudah tersedia di atas meja di balkon kamar yang menghadap langsung ke laut. Semua terlihat menggugah selera.
Nathan membimbing Nadia untuk duduk di kursi dan dia duduk di depan istrinya.
“Mas, bagaimana Nara dan Bisma? Maksudku apa mereka sudah makan?” tanya Nadia setelah ia mengambilkan makanan untuk Nathan.
“Tenanglah sayang, mereka berada di tangan yang tepat. Anak-anak kita tidak akan kekurangan perhatian apalagi makanan. Tenang saja.” Nathan mencoba menenangkan Nadia. Ia tahu betul istrinya khawatir pada anak-anak mereka. Tapi keduanya berada di tangan yang sesuai. Dan ini hari spesial mereka berdua.
Namun melihat wajah Nadia yang masih diselimuti kekhawatiran, Nathan hanya bisa menghela napas. Ia paham perasaan Nadia. Istrinya itu tidak pernah berada jauh dari anak-anaknya jika tidak dalam keadaan yang sangat terpaksa. Apalagi tidak mengetahui keberadaanya seperti sekarang.
“Nara dan Bisma berada di resort kemarin. Bersama mama dan papa. Juga Tasya dan yang lain. Mereka baru akan pulang pagi ini setelah sarapan. Dan kita...”
“Dan kita?” tanya Nadia penasaran. Nathan suka sekali membuatnya penasaran.
“Kita menginap dulu disini. Paling tidak selama dua hari lagi.” Mendengar jawaban Nathan, Nadia menjatuhkan rahangnya.
“Anggap saja kita sedang honeymoon sayang. Kita kan masih belum bisa honeymoon dalam waktu dekat.” Nadia menyerah. Ini salahnya juga. Ia yang tidak mau meninggalkan anak-anaknya untuk honeymoon. Akhirnya mereka memutuskan untuk mengganti acara liburan berkedok honeymoon saat Bisma libur sekolah dua bulan lagi.
“Kau mau kita video call? Akan aku sambungkan dengan Tasya.” Ucap Nathan yang melihat wajah masam Nadia. Mendengar itu Nadia berbinar. Ia benar-benar merindukan kedua buah hatinya meskipun baru semalam tidak melihat keduanya.
Nathan segera mengambil handphone miliknya yang ada di kamar dan menyambungkannya dengan Tasya di seberang sana.
Tak lama kemudian, muncullah gambar wajah-wajah yang baru semalam mereka temui.
Kebetulan mereka sedang sarapan bersama disana. Keluarga dekat kedua belah pihak sedang berkumpul di sebuah meja besar dengan makanan yang penuh di atasnya.
“Mama papa!” sapa dua bocah cilik di antara mereka menyapa keduanya menjadi yang pertama. Keduanya tampak sangat bahagia. Nadia tahu keduanya bahagia karena dapat berkumpul dengan banyak orang yang menyayangi mereka.
“Hai sayang. Halo semuanya.” Sapa Nadia dan Nathan bersamaan. Di seberang sana, terlihat semua orang menyapa keduanya dengan riuh.
Suara semua orang bersahutan. Ribut sekali. Mereka berlomba ingin berbicara pada pasangan pengantin baru yang berada jauh dari mereka.
Ada yang menanyakan kabar, mereka ada-ada saja. Keduanya baru berpisah dengan mereka semua tadi malam. Dan tidak pergi ke tempat yang jauh, hanya sekitar dua kilo meter dari tempat mereka berada. Dan lagi, mereka bukan pergi untuk berperang, yah walaupun kegiatan mereka pada akhirnya malah pertarungan satu lawan satu.
Parahnya lagi, ada yang menanyakan suksesnya MP mereka. Ah! Mereka bahkan melupakan dua bocil Nadia, satu bocil Joni dan satu Bocil Sinta yang ada di antara mereka, mereka malah berbicara yang membuat Nathan dan Nadia saling berpandangan karena bingung mau menanggapi yang mana. Dan akhirnya, keputusan paling bijak, keduanya duduk diam sambil menikmati makanan mereka sembari mendengarkan ocehan dari seberang. Anggap saja hiburan gratis.
__ADS_1
“Woy Nad! Kami disini ngomong sampai berbusa kalian berdua malah enak-enakan makan bukannya jawab!” ucap Satria keras membuat semua orang diam.
“Mau bagaimana lagi? Kalian semua bicara bersama-sama. Membuat kami bingung mau menanggapi yang mana.” Jawab Nathan santai sambil memasukkan sesendok makanan ke dalam mulutnya.
“Sayang-sayangnya mama. Sudah sarapan?” tanya Nadia. Dia sudah sangat rindu pada Nara dan Bisma.
“Ini lagi sarapan mama. Nara bisa makan sendiri sama oma.” Ratna yang ada di samping Nara dan Bisma tersenyum pada menantu dan anaknya. Nadia sangat bahagia melihat pemandangan di layar handphone itu. Semua orang yang ia sayangi ada disana.
Akhirnya sarapan hari ini diisi dengan ngobrol ringan dan juga bercanda diantara mereka. Meskipun Nadia dan Nathan tidak berada bersama mereka tapi rasanya seperti ada. Nadia tersenyum sepanjang waktu, sarapan yang paling hangat selama hidupnya.
...***...
“Nadia, dokter Nathan, kami ada permintaan kecil pada kalian.” Kata Devi yang datang secara khusus ke resort tempat keduanya menginap sebelum Devi dan yang lain kembali ke desa.
“Permintaan seperti apa bu Devi?” tanya Nadia.
“Kami berencana untuk mengadakan pesta pernikahan kalian di desa. Kami harap kalian tidak keberatan.” Ucap Devi yang diangguki para warga desa dengan antusias.
“Benar nyonya muda, eh maksudku Nyonya Nadia.” Ucap salah satu warga desa sambil menepuk bibirnya pelan.
Nadia dan Nathan saling berpandangan kemudian tersenyum. Mereka seperti dapat berbicara satu sama lain hanya dengan senyuman.
“Itu bagus. Kalian tahu, sudah sejak satu minggu yang lalu semua warga desa antusias menyambut pesta pernikahan kalian.” Kata Joni.
“Benarkah?” tanya Nadia tidak percaya. Sampai seperti itukah warga desa?
“Benar. Jika memungkinkan, mereka bahkan ingin ikut hadir semalam.” Tambah Nita.
“Itu benar.”
Nadia merasa sangat terharu mendengarnya. Ia bahkan tidak menyangka warga desanya bisa hadir dalam pernikahannya, bahkan sekarang mereka semua telah menyiapkan pesta untuknya dan suaminya. Ini mengharukan.
“Acaranya hari Minggu ini jika jadwal kalian kosong hari itu.” Kata Satria. Dialah yang diam-diam menyebarkan berita pernikahan keduanya pada warga desa. Menjadi informan untuk warga desa.
“Kami bisa datang hari itu. Tidak ada jadwal lain.”
“Itu bagus.”
“Baiklah. Karena semua sudah sepakat, kami tidak ingin mengganggu waktu kalian lebih lama lagi. Kami permisi. Dan jangan lupa untuk datang kembali ke desa.” Ucap Devi sambil bangkit dari duduknya diikuti semua orang yang ada di ruangan itu.
__ADS_1
Setelah kepergian tamu tak terduga mereka, Nadia dan Nathan bersantai di balkon kamar mereka. Menikmati semilir angin pantai membelai wajah mereka.
Nadia bersandar pada dada Nathan yang ada di belakangnya. Sedangkan Nathan memeluk istrinya dengan mesra sambil sesekali mencium pucuk kepala istrinya yang entah sejak kapan sangat ia sukai aromanya.
“Bagaimana perasaanmu sekarang sayang?” tanya Nathan. Meskipun ia sendiri tahu, ia ingin mendengarnya langsung dari mulut indah milik istrinya.
“Aku tentu saja sangat bahagia. Apalagi yang lebih membahagiakanku daripada ini semua mas? Aku tidak menyangka bisa sampai pada tahap ini. Pada akhirnya semua orang bahagia. aku pun mendapatkan kebahagiaan yang selama ini hanya bisa aku impikan.” Mendengar ucapan sang istri yang mengingatkannya pada penderitaan sang istri, membuatnya mengeratkan pelukannya. Meyakinkan bahwa sekarang mereka telah berdua. Mereka bisa menciptakan kebahagiaan di masa depan.
“Kamu benar sayang. Rasanya kebahagian ini sangat lengkap. Tapi masih kurang lengkap sayang.”
Nadia menoleh ke belakang hingga matanya bertubrukan dengan manik mata hitam Nathan yang menawan. Mampu menenggelamkannya dalam pesonanya. Jika di masa lalu, keduanya akan saling memutus tatapan mata itu, saat ini keduanya saling memandang penuh cinta.
“Apa yang kurang lengkap mas?”
“Kebahagiaan ini akan bertambah lengkap dengan hadirnya adik untuk Nara dan Bisma. Disini.” Ucap Nathan sambil mengelus perut Nadia.
Tidak bisa tidak. Nadia merona dibuatnya. Mereka baru melakukannya sekali, dan sekarang Nathan sudah membicarakan hasil dari kegiatan yang akan menjadi favorit baru mereka.
Ini merupakan kode terang-terangan!
Benar saja, tak lama kemudian mereka sudah berada di dalam kamar dengan suara ambigu yang terdengar dari sana.
Ah! Dasar pengantin baru!!!
*
*
*
...Edisi malam Jumat galau 😘
...
...Maaf baru bisa up. Rumah ibu gentengnya bocor parah. Jadi terpaksa diturunin semua. Eh baru pagi diturunin, malam udah ujan aja. Bahkan dua hari berturut-turut hujan datang menyapa.
...
......Akhirnya tambah repot kan jadinya.....
__ADS_1