
Nara menggamit lengan kokoh Alex saat keduanya masuk ke ballroom hotel tempat dilaksanakannya pesta ulang tahun salah satu kolega Alex. Keduanya berjalan berdampingan. Siapapun yang melihat mereka berdua pasti akan setuju jika menganggap mereka berdua pasangan yang serasi.
Saat ini Nara memakai gaun berwarna pink muda yang terlihat elegan. Gaun itu panjang hingga sampai mata kaki. Belahan nya pun hanya sampai di bawah lutut. Atasan brokatnya menutupi semua bagian depan dadanya. Dengan taburan Swarovski yang terlihat berkilau terkena cahaya lampu. Gaun tanpa lengan ditambah riasan wajah yang sedikit lebih tebal dari biasanya itu membuat Nara tiga kali lebih cantik. Alex pun tidak bosannya memuji penampilan Nara malam ini.
Tentu saja gaun itu adalah pilihan dari Alex. Laki-laki itu sengaja memilihkan gaun yang terbilang cukup tertutup itu. Hanya satu yang mengganggu Alex, yaitu pada bagian belakang gaun, hanya kain brokat yang menutup punggung Nara. Membuat Alex mewanti-wanti Nara untuk menggerai saja rambut panjangnya yang keriting hingga menutupi bagian punggungnya yang terekspos.
Alex memakai jas hitam dengan kemeja berwarna pink muda dengan dasi pink fanta yang senada dengan tali-tali yang menghias kain brokat yang dikenakan Nara. Memang setelan yang dipakainya merupakan setelan couple dari gaun yang dipakai Nara.
“Ayo kita temui tuan rumah dulu.” Alex menggiring Nara menemui rekannya yang sedang bercengkrama dengan tamu lainnya.
“Selamat malam tuan Yuda. Selamat ulang tahun.” Sapa Alex saat mereka sampai pada kerumunan itu.
Semua orang menoleh ke arah Alex dan Nara. Dua orang laki-laki dan perempuan paruh baya yang Nara yakin adalah pasangan itu melangkah maju. Sang pria merengkuh pinggang sang wanita ketika mereka mendekati tamu yang baru saja menyapanya.
“Selamat malam juga tuan Alex.” Tangannya mengulur dan segera disambut oleh Alex. “Terima sudah datang. Oh ya, perkenalkan ini Sintia, istri saya.” Lanjut laki-laki bernama Yuda itu.
Sintia segera mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Alex. “Tuan Alex. Siapa gadis cantik yang beruntung ini?” Sintia menatap lekat Nara yang terlihat sangat cantik malam ini.
“Hahahaha. Nyonya bergurau. Sayalah yang merasa beruntung bisa menggandeng gadis secantik ini. Namanya Nara. Dia putri tuan Nathan dari Mahardika Grup.”
Nara mengulurkan tangannya dan bergantian menjabat tangan pasutri tersebut.
“Wah benarkah? Aku sudah mengira jika putri dari tuan Nathan dan nyonya Nadia pastilah berwajah cantik. Tapi saya tidak mengira akan secantik ini.” Puji Yuda yang segera diiyakan oleh sang istri. Pasangan ini sudah lama lalu lalang dalam dunia bisnis. Tentu saja mengenal Nathan dan Nadia.
“Terima kasih.” Ucap Nara sopan.
“Oh ya. Aku dengar tuan Nathan masuk rumah sakit beberapa Minggu lalu. Bagaimana keadaanya sekarang?” tanya Yuda yang sekarang sudah dalam mode serius.
“Syukurlah papa sudah sembuh saat ini. Kemarin sudah diperbolehkan pulang. Hanya perlu sedikit istirahat untuk memulihkan kondisinya.” Jelas Nara.
“Syukurlah. Aku juga mendengar jika perusahaan kalian mengalami surut belakangan ini. Dan menurut info kondisinya membaik karena putra putri tuan Nathan. Apakah nona Nara ini salah satunya?” Sintia bertanya dengan sungguh-sungguh.
“Iya nyonya. Saya dan kakak saya.”
“Waah nona Nara sangat hebat. Di usianya yang masih cukup muda dapat mengatasi masalah yang belum tentu dapat diselesaikan oleh orang yang berpengalaman sekalipun.” Puji Yuda. Sebagai sesama pengusaha ia jelas tahu apa yang terjadi pada produk dari Mahardika. Produk yang nyaris gagal jual.
__ADS_1
“Anda terlalu berlebihan memuji saya. Saya hanya sedikit membantu kak Bisma dalam hal ini.” Ucap Nara merendah.
“Tuan Nathan sangat beruntung memiliki putra putri yang hebat.” menjadi pengusaha dalam waktu yang lama membuatnya sangat pandai
menjilat lawan bicaranya. Mulutnya pun akan terasa semanis madu.
“Terima kasih.”
“Oh ya. Ada seseorang yang harus saya perkenalkan juga pada kalian berdua.” Kata Yuda. Kemudian laki-laki itu menengok ke arah para gadis yang sedang berbicara sambil tertawa di sisi ruangan.
“Diandra sini sayang.” Panggil Yuda agak keras.
Seorang gadis cantik yang terlihat paling mencolok di antara teman-teman nya segera menoleh. Tanpa menjawab ia pun segera menghampiri Yuda setelah berpamitan lada teman-temannya.
Gadis itu memakai gaun yang terbilang seksi dan sangatlah terbuka. Dengan panjang gaun yang tidak sampai menutup setengah pahanya yang terlihat mulus. Gaun tanpa lengan itu bahkan memiliki belahan dada yang rendah. Menyebabkan sesuatu hampir menyembul dari kain berwarna hitam mengkilap itu.
Nara yang melihat gadis yang sepertinya hanya beberapa tahun di atas usianya memakai gaun seperti itu bergidik membayangkan jika itu adalah dirinya. Tanpa sadar ia melirik Alex yang kini merengkuh pinggang nya. Entah kenapa ia merasa lega saat mengetahui jika Alex sepertinya tidak tertarik pada gadis yang baru saja bergabung itu.
“Diandra sayang, ini adalah tuan Alex dan nona Nara. Tuan Alex, nona Nara, ini Diandra putri tunggal kami.” Yuda memperkenalkan gadis itu pada kedua tamunya. Mereka pun bergantian berjabat tangan.
Sejak Diandra melihat Alex dari jauh, ia sudah tertarik pada laki-laki itu. Wajah yang tampan, tubuh yang atletis dan juga aura yang terlihat agung itu tentu saja akan mampu menarik perhatian gadis manapun.
“Sebenarnya saya ingin memperkenalkan Diandra pada tuan Alex. Siapa tau berjodoh nantinya. Tapi ternyata tuan Alex sudah memiliki pasangan yang begitu sempurna. Jadi saya rasa putri hanya hanya bisa mundur.” Yuda mengucapkannya dengan terkekeh. Tapi siapapun yang mendengar kalimat nya tentu saja paham jika niat yang diucapkannya itu tidak akan berhenti sampai disitu.
“Ah papa. Aku juga hebat. I’m so Perfect.” Ucap Diandra bangga.
“Putri kami memang sangat istimewa tuan Alex. Dia ini lulusan dari Cambridge University tahun ini. Sebenarnya acara ini juga untuk merayakan kelulusan nya.” Sintia membanggakan putrinya. Diandra yang dipuji seperti itu tentu saja merasa sangat bangga. Ia membusungkan dadanya yang hampir keluar itu.
“Kalau begitu kami ucapkan selamat untuk kelulusan anda nona Diandra.” Alex mengucapkannya dengan sedikit enggan. Ingin rasanya ia segera menjauh dari mereka. Apalagi ia menyadari tatapan Nara yang sudah tidak bersahabat sejak Diandra datang.
“Oh ya tuan Alex silahkan nikmati pesta ini. Saya dan Sintia harus menyapa tamu lain.”
Pamit Yuda.
“Tentu tuan.” Alex mengangguk dengan elegan.
__ADS_1
“Diandra, tolong temani tuan Alex berkeliling.” Ucap Sintia lembut. Senyum wanita itu mengalir seperti air.
“Tidak perlu merepotkan nona Diandra. Saya sudah ada Nara untuk menemani.” Tolak Alex sopan. Bagaimanapun mereka adalah rekan kerjanya.
“Saya tidak merasa direpotkan tuan Alex. Saya ada waktu senggang untuk pria setampan anda.” Ucap Diandra tanpa malu. Tanpa memberi waktu Alex untuk menolak lagi, gadis itu menarik tangan Alex begitu saja.
“Nona Diandra tolong jaga batasan anda.” Geram Alex yang segera melepaskan tangannya.
“Maaf tuan Alex. Saya hanya terlalu bersemangat. Mari saya akan mengajak Anda berkeliling.” Diandra masih dengan tanpa malunya tersenyum dengan lebar.
“Tidak perlu. Kami berdua bisa berkeliling disini dan tidak akan tersesat.” Alex segera menarik tangan Nara untuk menjauhi gadis yang membuatnya muak itu.
Perlakuan Alex yang menolak Diandra berulang kali membuat Yuda dan Sintia merasa geram. Putri mereka adalah gadis yang sempurna. Dan mereka telah memilih Alex untuk menjadi pasangannya. Tapi sepertinya pria ini tidak tertarik sedikit pun.
“Ma, Pa, aku mau tuan Alex.” Rengek Diandra sambil menghentakkan kakinya saat melihat punggung Nara dan Alex yang semakin menjauh untuk menyapa tamu lain.
“Tenang saja sayang. Kamu ini lebih cantik dari pada gadis itu. Saat ini tuan Alex pasti hanya tidak mau membuat citranya buruk di depan umum karena meninggalkan pasangannya begitu saja.” Sintia mengelus rambut anaknya dengan lembut.
“Mamamu benar. Perusahaan kita sedang bekerja sama dengan Amerta Corp. Papa akan mengatur pertemuanmu dengan tuan Alex secara pribadi nanti.” Kata sang papa yakin.
“Papa yang terbaik.” Diandra mencium pipi kiri Yuda dengan tangan yang ia lingkarkan di perut laki-laki paruh baya itu.
Sejak awal, satu keluarga yang tidak punya malu ini sepertinya memang tidak menganggap Nara ada di sana dan menjadi pasangan Alex malam ini. Mengabaikan semua itu dan masih memiliki niat untuk mendekatkan Diandra pada Alex. Menjengkelkan bukan? Pasti banyak reader yang saat ini sedang nyumpahin akoh....
Asal Akohnya jangan disantet online saja! Akoh ini sudah kebal tau! Wleeek😜🤪😝😛
*
*
*
Terima kasih sudah mampir 🥰
Sentuh tanda like 👍 jangan pelit. Masak abis baca kabur gitu aja? Malu laah... Like itu seratus persen Ge-ra-tis. Jika ada yang masih enggan untuk be like 👍 sebuah karya, itu tandanya minta diketok pKek batok kelapa!
__ADS_1
Tok🥥 tok 🥥tok🥥
Haduw! Siapa yang kena?😬😬😬