
......🔞🔞🔞Area 21+...
...!!!🔞🔞🔞......
......Di bawah umur tolong skip saja. Ini belum waktunya kamu pelajari nak!...
.........
......Yang nggak kuat jangan baca!...
.........
......Yang suka ikutan panas, bacanya pas malam aja di samping pasangan tercinta!...
.........
......🔥🔥🔥...
...
Nara menyembunyikan tubuhnya di dalam selimut. Saat ini ia sedang memakai lingerie merah maroon yang tersedia di dalam lemari. Setelah berpikir beberapa saat, ia pun meyakinkan hatinya jika ia akan memenuhi kewajibannya sebagai istri pada Alex malam ini.
Namun saat ia sudah selesai mengganti pakaiannya dengan lingerie yang menurutnya paling tertutup dari puluhan yang ada di dalam lemari, Ia masih merasa dirinya begitu memalukan dengan pakaian seperti itu saat melihat pantulan dirinya di cermin.
Nara menarik renda yang ada di bagian dadanya. Saat itu juga gundukan gunung kembarnya langsung terekspos.
“Kalau terlihat jelas seperti ini lalu apa gunanya pakaian ini?” gumamnya. “Tapi ini lebih baik dari pada tidak berpakaian.” Lanjutnya. Kemudian ia mengambil selimut dan menutupi tubuhnya saat ia berjalan keluar. Jujur saja ia tidak percaya diri. Ini sangat memalukan untuknya.
Nara semakin memejamkan matanya saat mendengar pintu kamar mandi yang terbuka. Samar-samar ia mendengar suara Alex yang sedang menggosok rambunya dengan handuk. Lalu mengeringkannya dengan hair dryer.
Rasa penasaran menderanya, Nara mencoba mengintip. Nara begitu terkejut saat ia melihat Alex yang hanya memakai handuk sebatas pinggang sampai lutut. Meskipun laki-laki itu sedang membelakangi nya, itu sudah mampu membuatnya menelan salivanya dengan kasar.
Ia segera menutup matanya rapat saat menyadari gerakan Alex yang hendak berbalik. Laki-laki itu berjalan ke arah lemari dan mengambil kaos dan juga celana pendek dari sana kemudian kembali masuk ke dalam kamar mandi.
Tidak membutuhkan waktu yang lama sampai Nara merasakan gerakan di sampingnya. Tanpa sadar ia gemetar. Kini ia merutuki keputusan nya yang membuatnya berakhir dengan lingerie yang memalukan itu. Ia berharap Alex tidak akan menyadari jika ia memakai lingerie itu saat ini.
“Sayang apa kamu sudah tidur? Kenapa kamu menutupi tubuhnya seperti itu? Apa kamu tidak merasa gerah?.” Tanya Alex. Ia merasa heran sejak pertama kali melihat Nara yang menutupi seluruh tubuhnya dan hanya menyisakan bagian kepala. Alex berusaha menarik selimut yang menutupi tubuh Nara. Namun gadis itu menahannya dengan kuat. Gadis itu kini tidak lagi berpura-pura tidur. Ia membuka lebar kedua matanya.
“Kenapa? Aku juga ingin memakai selimut.” Kata Alex.
__ADS_1
“Kamu pakai saja selimut yang lain. Di dalam lemari ada banyak.” Jawab Nara panik.
“Kamu ini kenapa? Selimut ini lebar dan cukup untuk kita berdua. Atau jangan-jangan....” Alex menggantung kata-katanya dan melihat Nara penuh curiga. Tanpa banyak bicara Alex menarik keras selimut Nara hingga menampakkan pemandangan yang membuatnya membeku di tempatnya.
Menyadari semuanya sudah terbongkar, Nara segera duduk dan degan panik menutupi aset pribadinya dengan kedua tangannya.
“Nara, aku sudah mengatakan jika aku tidak akan melakukannya jika kamu tidak mengizinkan. Tapi dengan penampilan mu seperti ini membuatku tersiksa.” Keluh Alex. Sesungguhnya ia sudah melupakan masalah malam pertamanya yang kemungkinan akan gagal. Baginya tidak mengapa karena masih banyak malam-malam yang lain.
“Maafkan aku Lex. Aku merasa aku akan sangat egois jika aku tidak memberikan hakmu. Tapi aku takut...” Nara menunduk sambil menggigit bibirnya.
“Apa yang kamu takutkan Sebenarnya?”
“Kata teman-temanku akan sakit saat malam pertama nanti.” Jawab Nara ragu.
“Apakah teman-teman mu sudah pernah melakukan nya?”
Nara menggelengkan kepalanya. “Belum.”
“Itu artinya mereka berkata tanpa ada bukti. Bagaimana kalau kita buktikan?” Alex menyeringai. Nara yang polos seperti itu sangat mudah dipengaruhi.
“Tapi bagaimana jika nanti sakit?”
Saat ini Nara telah memberinya kode bahwa ia siap. Mana mungkin ia akan melewatkan kesempatan yang sangat berharga ini. Masalah nanti bisa dipikirkan lagi. Yang penting untuk saat ini membuat Nara bersedia.
Nara dengan ragu mengangguk. Alex segera melakukan aksinya. Ia segera melompat ke atas tubuh Nara. Mencium gadis itu dengan penuh minat. Nara yang diserang dengan begitu gencar kesulitan mengimbangi permainan Alex yang seperti sudah ahli.
Tangan Alex tidak diam saja. Dia berkeliaran di atas tubuh Nara. Membuat si pemilik merasakan geli yang sulit dijabarkan. Tangan Nara yang berusaha menghentikan tangan Alex yang mulai menelusup ke dalam baju segera di tarik ke atas oleh Alex.
Ciuman semakin intens. Beberapa tanda dibuat Alex di sekitar leher dan pundak Nara. Nara mulai terbuai oleh pemanasan Alex. Ia mulai dapat mengimbangi langkah Alex.
Alex yang sudah tidak sabaran pun merobek kain tipis merah maroon itu dan melemparnya ke sembarang arah. Nara yang menyadarinya segera menutup dua gunungnya dengan tangan. Alex menggeleng dan kembali meraih tangan itu dan mengalungkannya di lehernya.
“Nikmati saja sayang. Kamu tidak perlu takut.”
“Aku malu Lex.”
“Kamu tidak perlu malu. Mulai malam ini kita akan sering saling melihat.” Bisik Alex dan membuat Nara meremang. Alex mencium kening Nara sebelum melanjutkan aksinya.
“Ah Lex. Apa yang kamu lakukan di sana?” Nara merasakan sesuatu yang aneh di area intinya saat Alex mulai bermain di bawah sana. Alex tidak menjawab dan semakin bersemangat saat mendengar Nara mulai meracau.
__ADS_1
“Lex aku ke kamar mandi sebentar, aku pengen pipis.”
“Keluarkan saja. Tidak apa-apa.”
“Aku tidak mau ngompol. Aah.” Teriak Nara saat Alex semakin membuai dirinya. Dan sesuatu yang hangat pun keluar dari Nara. Dengan segera pikiran Nara menjadi kosong. Rasa itu sungguh sangat asing.
Alex menyeringai saat Nara mendapatkan pelepasan pertamanya. Dilihatnya gadis yang kini penuh dengan peluh. Namun Alex belum merasa puas mempermainkan Nara. Ia kembali memulai permainannya. Ia meraup bibir Nara yang terus meracau. Sedangkan di bawah sana tangannya sibuk berkerja.
Nara merasa lega dan lemas di saat yang bersamaan kala sesuatu yang membuncah kembali keluar. “Apa yang kamu lakukan padaku Lex?” tanya Nara dengan lemas.
“Aku akan membawamu terbang. Sekarang kita sedang melakukan pemanasan terlebih dahulu.” Jawab Alex sebelum kembali beraksi. Ia mulai melepas celana boxernya. Kemudian segera memposisikan dirinya di atas Nara.
“Tahan sebentar sayang.” Alex menghentakan miliknya ke dalam inti Nara.
“Sh.. sakit Lex.” Ucap Nara saat merasa sesuatu di bawah sana menerobos masuk dan merobek dirinya. Ia pun mencakar punggung Alex. Sadar jika Nara kesakitan, Alex menghentikan gerakannya. Menahan miliknya tetap berada di dalam. Membiarkan milik Nara menyesuaikan keberadaanya. Dia kembali meraup bibir Nara. Bermain-main di sana sampai Nara teralihkan.
Setelah itu, hanya suara-suara tidak jelas yang mengisi kamar. Entah berapa kali Nara melemparnya tubuhnya untuk berganti posisi sesuai keinginan Alex. Membuat keduanya larut dalam suasana yang menyenangkan.
“Terima kasih sayang.” Bisik Alex saat ia baru mendapatkan pelepasannya yang kesekian kali. Sedangkan Nara hanya mengangguk karena dia sudah lelah dan mengantuk.
Alex bangun saat memastikan Nara sudah tertidur lelap dan mengambil salep di dalam kotak P3K.
Alex menggelengkan kepalanya saat ia melihat hasil perbuatannya pada milik Nara. Milik Nara saat ini terlihat merah dan membengkak. Pasti akan sakit. Ia diam-diam merasa bersalah. Tapi saat mengingat nikmatnya tadi, ia tidak menyesal dan masih akan melakukannya lagi.
Dengan lembut Alex mengoleskan krim penghilang nyeri pada daerah pribadi Nara. Krim itu diberikan oleh Nadia sebelum mama cantik dan pengertian itu pulang. Ia kini tahu jika ini akan sangat berguna.
“Semoga besok baik-baik saja.” Katanya sambil mengoleskan krim yang terakhir sebelum kembali menutup selimut dan mengembalikan krim itu ke dalam kotak.
Alex masuk ke dalam selimut dan memeluk Nara dengan erat. Mencium kening wanita itu beberapa kali.
“Terima kasih sudah memberiku kehormatan sebesar ini.” Ucap Alex mencium lama kening Nara sebelum ia juga ikut tidur.
*
*
*
Siapa yang hareudang?
__ADS_1
Kurang syur?