
Halaman belakang sebuah hotel bintang lima sudah diatur untuk acara reuni alumni kampus Nara. Meja-meja berisi berbagai jenis makanan dan minuman. Makanan ringan dan juga makanan pendamping berbagai jenis juga tersedia.
Kursi dan sofa juga diletakkan di beberapa tempat yang dapat digunakan untuk tempat bersantai. Baik mengobrol atau pun menikmati makanan mereka sebelum acara inti berlangsung. Selain itu, ada juga meja bundar dengan beberapa kursi di sekitarnya.
Reuni tahun ini lebih spesial dari tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun-tahun sebelumnya hanya akan ada acara ramah tamah dan juga beberapa sambutan, tahun ini akan diadakan lelang amal. Dimana hasil dari penjualan akan disumbangkan untuk beasiswa mahasiswa berprestasi yang kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan mereka.
Beberapa orang tampak bergerombol. Berbincang-bincang satu dengan yang lainnya. Saling menanyakan kabar dan juga saling pamer pekerjaan dan perestasi.Yang baru datang segera mencari teman yang mereka kenal. Senyum dan tawa terlihat di mana-mana.
Tahun ini tahun kedua Nara menjadi alumni.
Tahun kemarin, Nara hadir tanpa ragu saat mendapat undangan. Dia datang bersama dengan ketiga sahabatnya. Meskipun ketiganya memiliki pasangan, namun mereka lebih memilih menemani Nara yang jomblo.
Siapa sangka, di tahun berikutnya, Nara lah yang justru datang bersama dengan suaminya. Sedangkan kedua temannya malah menjadi jomblo yang hanya bisa menjadi obat nyamuk diantara Alex dan Nara.
Nara menggamit lengan Alex yang kokoh. Dengan gaun panjang dengan belahan sedikit di atas lutut berwarna hitam dengan tali-tali berwarna merah yang menghias bagian depan gaun membentuk bunga dengan Payet berkilau sebagai kombinasinya.
Rambutnya ia gelung sebagian dan sebagian lagi ia tata di bagian depan bahu kanannya. Sebuah jepit emas berbentuk hati dan bunga terselip di sebelah kanan rambutnya.
Wajah Nara malam ini dipoles make up cukup tebal yang sesuai dengan acara malam ini. Pada acara seperti reuni mahasiswa apalagi yang anggotanya adalah orang-orang kaya, penampilan adalah nomor satu. Jika tidak bisa menghargai penampilannya, tidak akan ada yang mau melihatnya.
Sebagai penunjang penampilannya, sebuah kalung berlian melingkar di lehernya. Anting yang tak kalah indah juga tergantung di kedua telinganya. Belum lagi jam tangan merk Patek Philippe melingkar di pergelangan tangannya.
Berjalan dengannya, Alex berpenampilan tampan seperti biasa. Dengan jas berwarna hitam dengan pinggiran jas berwarna merah yang sama dengan hiasan tali di gaun Nara, juga dasi berwarna merah. Keduanya tampak serasi dengan gaun yang memang mereka pesan berpasangan di salah satu butik langganan Nara.
Saat keduanya masuk ke dalam area pesta, mereka langsung menjadi pusat perhatian.
Nara yang memang menjadi bunga kampus yang terkenal tidak mudah didekati kini berjalan dengan suaminya. Dan di tempat itu, tidak ada yang tidak mengenal Alex.
Pebisnis muda yang tampan. Presdir yang terkenal kejam dan dingin. Tidak akan ada yang menyangka jika pada akhirnya, Nara si boneka India mereka akan menikah dengan moster dingin seperti Alex.
Syila dan Gita yang melihat sahabat mereka datang langsung menghampirinya. Memeluk Nara dengan erat. Kesibukan mereka membuat mereka hanya bisa mengambil cuti dua hari. Jadi, pagi ini mereka baru tiba di tanah air.
__ADS_1
“Wah nyonya Alex semakin cantik saja.” Puji Gita.
“Ahahaha. Bisa saja kalian. Kalian juga sangat cantik hari ini.”
“Tuan Alex, malam ini baik-baik jaga Nara nya. Di sini istri anda punya banyak penggemar.” Syila tersenyum penuh arti.
“Apa mereka pantas bersaing denganku?” sifat narsis Alex kembali muncul. Namun demikian, ia mengeratkan pelukannya di pinggang Nara. Tidak dipungkiri jika ia masih menyimpan sedikit rasa khawatir jika Nara akan berpaling.
“Hahahaha. Betul. Memang betul. Kalian memang pasangan yang sangat serasi.” Syila membenarkan. Sifat keduanya pun sama. Sama-sama narsis dan arogan jika menyangkut penampilan.
“Kalian sudah lama datangnya?” tanya Nara pada keduanya.
“Ah belum lama juga. Hem. Sekitar lima menit lebih lama dari kalian.” Syila menjawab setelah melihat jam di pergelangan tangannya. Gita menganggukkan kepalanya.
“Ayo kita sapa teman-teman yang lain. Kami sengaja menunggumu.” Ajak Gita.
“Oke. Sayang kamu mau ikut apa menunggu di sini?” tanya Nara pada Alex.
Nara menggelengkan kepalanya. Suaminya ini suka pamer.
Karena tamu yang datang tidak hanya dari satu fakultas, Nara dan teman-teman nya berniat hanya menyapa mereka yang mereka kenal saja. Teman sekelas dan beberapa mahasiswa dari fakultas lain yang mereka kenal. Tapi karena ada Alex yang bersama dengan mereka, bahkan mereka tidak perlu repot datang untuk menyapa. Beberapa Kakak tingkat juga datang menyapa dan berharap memiliki kesempatan untuk sedikit saja dilirik oleh Alex.
“Hai Alex, Nara. Kalian sudah datang?” sapa Virly yang tiba-tiba saja datang dan bergabung dengan Nara dan teman-teman nya. Syila dan Gita mengerutkan alisnya. Sejak kapan Nara dekat dengan Virly? Bukannya dulu keduanya seperti tidak saling mengenal?
“Iya. Kamu datang dengan siapa?” Nara mengedarkan pandangannya. Ia ingin tahu pasangan yang dibawa Virly.
“Aku datang sendirian. Maklumlah nasib jomblo. Hehe.” Virly malu-malu. “Kalian mau menyapa yang lain? Aku boleh gabung kan?” lanjutnya.
“Em. Tentu.” Nara mengangguk setelah melihat reaksi Gita dan Syila yang sepertinya tidak keberatan.
“Sayang, aku cari tempat duduk dulu ya. Nanti kamu menyusul setelah selesai. Aku merasa aneh berjalan dengan banyak wanita.” Jika hanya Syila dan Gita, Alex tidak akan keberatan. Namun saat Virly masuk rasanya semakin sesak. Jadi lebih baik menghindar.
__ADS_1
“Oh. Baiklah. Kamu nikmati pestanya ya. Aku akan segera menyusul. Jangan lupa bawakan aku camilan dan minuman oke?” Nara memberikan ciuman perpisahan di pipi Alex sebelum berjalan meninggalkan suaminya. Alex tersenyum dan mengangguk. Ia berjalan menuju meja jamuan dan meminta seorang pelayan untuk membawakannya beberapa makanan dan minuman untuknya dan Nara. Untuk teman Nara yang lain, itu bukan urusannya.
Tidak ada yang menyadari, jika semenjak Nara dan Alex masuk, ada seseorang yang memperhatikan keduanya. Ah! Lebih tepatnya memperhatikan Nara dari sudut tak terlihat. Seorang pria tampan dengan segelas minuman di tangannya.
Pria itu memperhatikan setiap gerak gerik Nara. Melihat bagaimana ia berbicara. Tersenyum dan tertawa saat bertemu dengan teman-teman nya.
“Kamu sudah putus dengan Roy?” tanya seorang teman yang melihat Virly datang bersama Nara.
“Ya. Beberapa bulan setelah lulus. Kami sudah tidak ada kecocokan.” Jawab Virly sambil mengeratkan giginya.
“Sayang sekali. Padahal kalian itu kan pasangan best of the best. Bagaimana bisa tidak cocok?” kata mahasiswa lain.
“Roy semakin sibuk setelah mulai masuk perusahaan. Dia kan anak tunggal. Jadi sudah harus bersiap-siap mengambil alih perusahaan.” Virly melirik seseorang yang sedang dia bicarakan. Yang juga sedang melihat ke arahnya. Bukan. Lebih tepatnya melihat Nara. Dengan tatapan yang dulu. Tatapan memuja yang sangat ia benci.
Sebenarnya, alasan mengapa sampai hubungan nya dengan Roy bisa putus sedikit banyak ada hubungannya dengan Nara. Selama mereka berpacaran, Roy selalu saja membandingkannya dengan Nara. Tak jarang Roy meminta Virly untuk berpenampilan seperti Nara.
Semakin lama Virly merasa jika ia hanya menjadi pelampiasan karena Roy tidak bisa mendapatkan Nara. Tapi meskipun menyadari hal itu, Virly berusaha bertahan karena ia memang mencintai Roy. Dan di dalam hatinya ia berharap suatu hari Roy bisa menerimanya apa adanya.
Tetapi, keadaan semakin menjadi setelah Nara menikah dengan Alex. Roy semakin memperlakukannya dengan buruk. Ia sering ditelfon seseorang untuk membawa Roy yang mabuk di bar. Dan mendengar pacarnya itu memanggil-manggil Nara dengan frustasi. Itu membuatnya sangat membenci Nara.
Akhirnya Virly pun menyerah. Ia meminta putus dari Roy.
Hari ini, melihat lagi bagaimana cara Roy melihat Nara membuatnya kembali merasa sakit hati. Rasanya ia ingin sekali melampiaskan amarahnya.
“Maaf. Aku permisi ke toilet sebentar.” Virly segera berjalan cepat ke toilet. Ia harus membasuh wajahnya yang sudah panas akibat amarah.
*
*
*
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir🥰