
Promosi yang dilakukan Nadia bersama para karyawannya berhasil. Ditambah bantuan dari geng Penyu yang ikut mempromosikan kafe milik Nadia. Purnama Cafe dengan cepat menjadi viral sebagai kafe batu yang recomended.
Kafe yang diberi nama Purnama Cafe ini dipenuhi para pelanggan. Tidak ada karyawan yang menganggur di sini. Menerima pesanan, melayani, dan memasak pesanan para pelanggan. Semua bekerja sama. Bahkan Nadia juga ikut membantu di bagian dapur.
Diskon tiga puluh persen menarik minat pelanggan. Dan ini berlaku untuk tiga hari ke depan. Tentu saja minat pada hal yang di diskon masih menjadi hal nomor satu.
Meskipun tidak mendapatkan laba untuk tiga hari mendatang bahkan malah bisa dibilang rugi, Nadia berharap dengan cara ini dia mampu memperkenalkan kafenya ke banyak orang. Dengan cita rasa yang mereka banggakan, membawa harapan tinggi bahwa para pelanggan yang datang dalam kurun waktu tiga hari ini akan datang lagi dan lagi.
Dan ini hari ketiga. Hari terakhir diskon pembukaan. Ini menjadi puncak di mana pelanggan membeludak di hari terakhir. Hari ini benar-benar hari yang melelahkan untuk semua.
Jam sembilan malam, Nadia dan para karyawannya duduk berkumpul di kursi kafe yang kosong dari pelanggan sejak satu jam yang lalu. Semua bahan masakan habis. Jadi mereka memutuskan menutup kafe lebih awal. Lagi pula mereka tidak akan mempunyai cukup tenaga untuk pelayanan lebih.
“Ini lucu.” Celetuk Andi sambil menyantap makanan di depannya.
“Lucu gimana?”
“Kita bekerja di kafe yang menyediakan makanan. Tapi kita bahkan harus memesan makanan dari luar sekarang. Bukankah ini lucu?” mereka memang memesan makanan dari kafe lain untuk makan malam bersama mereka karena tidak tersisa sedikitpun bahan untuk diolah menjadi masakan.
“Hahahaha. Kamu benar. Padahal aku tadi sudah kepingin makan masakan bu Nadia. Dari aromanya saja sudah nikmat.” Kata Roi yang menjadi koki utama.
“Kamu terlalu berlebihan Roi.”
“Tidak bu. Masakan itu sudah bisa dinilai hanya dari aromanya. Dan aroma masakan bu Nadia sudah the best dinilai dari aromanya.”
“Iya. Tadi aku juga tergoda saat membawa masakan bu Nadia ke pelanggan.” Kata Mega.
__ADS_1
“Baiklah. Walaupun pujian kalian sepertinya agak berlebihan, besok aku akan memasakkan khusus untuk kalian semua.” Kata Nadia. Para karyawannya bersorak gembira karenanya.
Nadia cepat akrab dengan anak buahnya. sikap Nadia yang mudah bergaul juga para anak buah yang mau menerima bagaimana pun masa lalu Nadia membuat hubungan mereka terjalin begitu saja.
Awalnya mereka tidak mengetahui jika Nadia hamil di saat awal pertemuan mereka. Itu saja sudah menjadi kejutan. Apa lagi di tambah kisah hidup Nadia yang membuat semua orang tersentuh.
Hari-hari berlalu begitu saja. Tak terasa enam bulan telah berlalu. Purnama Cafe semakin terkenal dan memiliki banyak pengunjung. Resep-resep masakan yang diajarkan Nadia pada Roi sudah dapat dikuasai pemuda itu dengan lancar. Jadi, Nadia tidak perlu lagi turun ke dapur untuk memasak.
Purnama Cafe bahkan melayani katering untuk beberapa perusahaan. Membuat Purnama Kafe menambah karyawan untuk membantu pekerjaan. Dua sebagai koki dan tiga orang sebagai pengantar pesanan.
Nadia berdiri di balik jendela ruang kerjanya. Menatap pemandangan yang tersaji di depan sana. Jalanan ramai yang jauh berbeda dengan tempat asalnya yang damai. Nyatanya, di luar sana hiruk pikuk kehidupan menggeliat menunjukkan eksistensinya. Nadia melihat sekelilingnya, ini lah dunianya yang baru. Bukan cita-cita mulia lagi yang menjadi prioritasnya sekarang, melainkan Purnama Cafe beserta semua hal yang berhubungan dengannya.
Dengan berdirinya Purnama Cafe, Nadia berharap kehidupannya bersama keluarga kecil yang dibawanya dari desa menjadi lebih baik. Membawa Minah dan Bisma bersamanya tentu saja beserta tanggung jawab yang haris ditanggungnya.
Bahkan jika Dian tidak menitipkan Bisma padanya pun dia akan melakukan hal yang sama. Awalnya, Nadia tetap ingin bertahan di rumah besar selagi menunggu Dian menyelesaikan hukumannya.
Mengingat sifat Devi dan Yulia yang sangat mencintai harta membuat Nadia harus melindungi keluarganya dari bahaya yang bisa saja dilakukan oleh Devi.
Nadia berharap jika rumah yang ia relakan untuk Devi akan membuat wanita itu berhenti mengejarnya. Nadia bahkan meninggalkan surat pernyataan yang menyatakan bahwa ia tidak akan meminta rumah itu kembali. Apalagi meminta harta warisan yang memang belum dibagi saat dia meninggalkan desa.
Tujuan Nadia meninggalkan desa juga berhubungan dengan cintanya, Dokter Nathan. Nadia tidak mau menjadi beban bagi Nathan. Dia berharap dokter tampan itu akan menyerah dan menemukan cinta yang lain yang lebih pantas untuknya.
Nadia masih mengingat betul janji yang mereka buat. Janji untuk menjaga cinta yang diucapkan Nathan membuat Nadia merasa bersalah. Bukannya ia yang tidak memiliki cinta untuk laki-laki itu, melainkan adanya jiwa lain yang tumbuh di dalam rahimnya.
Perasaan bersalahnya pada Joni, Sinta dan juga Nita kerap menghantui. Tidak seorang pun dari mereka bertiga yang mengetahui kabar tentang dirinya. Bukan karena dirinya tidak percaya pada tiga sahabatnya itu, tetapi dia sudah bertekad untuk memulai hidup yang benar-benar baru di sini.
__ADS_1
Sebuah ketukan pintu membuyarkan lamunan Nadia tentang kisah hidupnya sendiri. Mita segera masuk setelah dipersilahkan.
“Nona Tiara dari Tiara Gold ingin bertemu Bu.” Kata Mita.
“Persilahkan masuk.” Kata Nadia sambil berjalan dan duduk di kursinya.
Mita masuk beberapa menit kemudian bersama seorang wanita yang bernama Tiara itu. Setelah berbasa basi seperlunya, mereka membahas bisnis yang saling menguntungkan.
Dan seperti itulah kehidupan Nadia sekarang. Daru seorang wonder woman desa menjadi super mom di kota. Bekerja di kafe demi keberlangsungan keluarga kecilnya untuk bertahan di kota.
Hingga hari-hari yang berlalu dengan sibuk berhasil membuatnya sedikit melupakan kenangan indahnya di desa bersama Nathan yang hingga kini masih menjadi pemilik hatinya.
Purnama Kafe berkembang pesat di bawah kepemimpinan Nadia. Dengan beberapa cabang yang tersebar di beberapa kota di sekitar kota X. Namun dengan banyaknya Purnama Kafe yang baru didirikan, namun Purnama Kafe yang pertama didirikanlah yang menjadi pusat dari semuanya. Dengan bangunan yang juga bertambah luas dan mewah tentunya.
*
*
*
Jika kita menebar bibit yang baik, yang tumbuh tentu saja hal yang baik pula.
Dalam hidup ini, tidak peduli seperti apa dunia mempermainkan kita, tetaplah positif thingking dengan apa yang telah Digariskan-Nya untuk kita.
Semua kejadian yang terjadi di muka bumi ini ada hikmahnya, Right? Tidak ada hal baik yang berakhir dengan sia-sia. Keep smile Friends😊
__ADS_1
Semangat jalani hidup!!!