Aku Istri Muda

Aku Istri Muda
S2_72. Merasa Iri


__ADS_3

Dengan desakan dari Nathan, akhirnya Alex dan Nara pergi bulan madu ke beberapa negara di Eropa selama dua Minggu. Dan selama itu pula urusan perusahaan dipercayakan pada Gibran dibantu Bisma.


Selama Nara dan Alex berlibur, Nadia sering mengunjungi Serena. Selain karena permintaan Nara, sesama besan Nadia juga ingin mengenal Serena lebih jauh lagi.


Hari ini semua keluarga berkumpul di mansion Juantama untuk menyambut Alex dan Nara yang akan pulang hari ini.


Nadia dan Serena bekerja sama untuk menyiapkan makanan untuk menyambut anak dan menantu mereka. Keduanya sudah seperti saudara. Mereka kompak.


“Kenapa mereka belum sampai juga pa?” Nadia menghampiri Nathan yang duduk di ruang tamu sambil membaca koran.


“Apakah semuanya sudah selesai?” bukannya menjawab, Nathan malah ganti bertanya.


“Sedikit lagi. Hanya tinggal menatanya di meja. Kapan mereka sampai?”


“Kenapa kamu tidak sabaran? Duduklah di sini. Temani aku.” Nathan menarik tangan Nadia dan mendudukkannya di sampingnya.


“Papa! Aku belum selesai.” Nadia hendak berdiri. Tapi tangannya ditahan oleh Nathan sehingga wanita itu tidak berhasil berdiri.


“Ayolah. Aku hanya memintamu menemaniku sebentar. Sejak datang tadi pagi kamu selalu saja mengabaikanku.” Nathan cemberut. Menampilkan wajahnya yang terlihat menyedihkan.


Semenjak mereka tiba di rumah Alex, istrinya ini sudah sibuk bersama dengan Serena. Mereka bahkan pergi berbelanja bersama tanpa mau dia antar.


Setelah kembali dari berbelanja pun, Nadia langsung turun ke dapur bersama dengan Serena. Membuatnya merasa tersingkir seharian ini. Jadi menurut nya tidak akan jadi masalah jika meminta sedikit saja waktu Nadia untuknya. Ia Merindukan istrinya.


“Jangan seperti anak kecil pa. Ingat umur.” Nadia memutar bola matanya malas. Ia merasa, semakin tua bukannya semakin sadar umur. Nathan malah semakin menempel padanya dari hari ke hari. Apalagi Nathan sudah jarang pergi ke kantor karena sudah ada Bisma yang dapat diandalkan. Jadi harinya saat ini akan selalu penuh dengan Nathan di sampingnya.


Sekarang dia seperti memiliki teman baru. Ada Serena yang menyenangkan diajak berbicara. Jadi dia tidak akan merasa bosan jika hanya ditemani Nathan ke manapun. Jadi dia akan memanfaatkan kesempatan untuk menghabiskan waktu dengan Serena.


Bagi Nadia ini semua adalah hal wajar. Namun bagi Nathan ini sebuah penyiksaan. Bagaimana Nadia bisa mengabaikannya demi wanita lain? Ini tidak masuk akal.


“Di depan istriku sendiri aku tidak masalah jika harus menjadi bayi sekalipun.” Ucap Nathan serius. Bahkan wajah Nathan terlihat tanpa beban saat mengatakan hal itu. Membuat Nadia kesal dan mencubit lengan Nathan dengan keras.


“Sakit sayang.” Nathan mengeluh. Dia mengernyit kesakitan akibat cubitan Nadia. “Dari pada kamu memberi cubitan, bagaimana kalau menggantinya dengan ciuman?” dua kali Nathan mengedipkan matanya. Bukankah idenya ini sangat masuk akal?

__ADS_1


Amazing!


Nadia tersenyum manis. Membuat Nathan bahagia. Ia mengira jika Nadia akan memberinya ciuman seperti yang ia inginkan. Namun siapa sangka, ibu empat anak itu malah memberinya ciuman dingin dari centong nasi yang ia ambil dari saku celemek yang masih ia kenakan.


“Sudah mama ganti kan pake ciuman centong. Sekarang biarkan mama pergi.” Nadia tersenyum sambil menunjukkan centong nasi yang terbuat dari stainless tepat di depan Nathan sebelum pergi dengan memanfaatkan keadaan di mana Nathan masih terbengong mendapati aksi istrinya yang tidak pernah ia sangka sebelumnya.


“Ini tidak adil. Awas saja nanti malam aku akan mengambil kompensasiku.” Gumam Nathan melihat punggung Nadia yang bergetar disertai riak tawa kecil. Sial! Istrinya itu sedang menertawakannya sekarang. Lihat saja nanti malam! Lanjut Nathan dalam hati. Pada tahap ini, bibir Nathan menyunggingkan seringaian yang akan membuat Nadia merinding jika melihatnya.


Sepeninggal Nadia, Nathan melanjutkan membaca koran yang sempat tertunda. Namun kegiatan yang baru saja ia mulai kembali mendadak berhenti saat membaca salah satu judul dari berita mengenai seseorang yang dikenalnya.


“Astaga. Semoga ini hanya sekedar prasangka saja.” Ucap Nathan setelah membaca isi dari berita itu.


Tak perlu menunggu waktu yang lama sampai terdengar suara mobil yang masuk ke dalam halaman mansion dan berhenti tepat di depan pintu utama. Nathan segera menutup koran yang baru dibacanya dan dia letakkan di bawah meja. Berita itu tidak boleh sampai ada yang tahu dahulu saat ini. Tidak ada yang boleh merusak kebahagiaan mereka.


Setelah memasyikan jika raut wajahnya sudah kembali normal, ia segera berteriak pada Nadia untuk memberitahu bahwa Nara dan Alex yang mereka tunggu sudah datang.


Mendengar teriakan dari depan, Serena dan Nadia bergegas melepas celemek mereka dan meletakkannya begitu saja di meja dapur. Keduanya langsung berlari kecil menyambut kedatangan anak-anak mereka.


Alex turun terlebih dahulu kemudian membukakan pintu untuk Nara dan membimbingnya keluar dari dalam mobil. Keduanya menghampiri Nadia, Nathan dan Serena yang menyambut mereka di depan pintu sambil berpegangan tangan.


Nara menghambur memeluk Nadia dan Serena bergantian. Baru setelah itu memeluk Nathan sangat lama.


“Princess papa akhirnya pulang. Papa sangat merindukanmu sayang.” Nathan menepuk punggung Nara. Sudut matanya menitikkan air mata.


“Nara juga kangen sama papa.” Nara mencium pipi kanan dan kiri Nathan.


“Alex tidak memperlakukan mu dengan buruk kan?” Nathan melirik Alex dengan tajam.


“Papa sih nggak mau ikut. Papa pasti tidak akan terima jika princess papa ini setiap hari ditindas oleh Alex.” Adu Nara. Gadis itu menggamit lengan kokoh pacar pertamanya itu dan mengajaknya masuk ke dalam rumah. Pemandangan itu disaksikan oleh Alex dan Nadia yang sama-sama menggelengkan kepalanya. Hanya Serena yang melihatnya dengan tersenyum.


“Nara memang paling dekat dengan papanya. Harap maklum ya nak Alex.” Nadia mendekati Alex dan menepuk bahu menantunya itu.


“Tidak usah khawatir ma. Alex paham bagaimana Nara.” Ucap Alex dengan tersenyum.

__ADS_1


“Hah! Pasti kamu dibuat repot kan dua Minggu ini. Anak itu memang paling bisa membuat orang frustasi.” Nadia berkata dengan kesal.


“Hehehehe.” Alex hanya bisa tertawa canggung tanpa bisa memberi komentar. Sebab apa yang dikatakan Nadia adalah suatu kebenaran.


Dua Minggu di luar negeri ia selalu dibuat pusing oleh tingkah Nara. Dalam bayangannya selama dua Minggu di luar negeri, sembilan hari mereka akan menghabiskannya di dalam kamar. Dan sisanya akan ia atur aktivitas di luar ruangan.


Lima hari pertama, tujuan mereka adalah Italia. Dan tiga malam diantaranya akan mereka habiskan di dalam kamar. Dan waktu untuk di luar kamar hanya dua hari. Sekiranya cukup untuk membeli oleh-oleh. Begitu juga dengan kunjungan mereka lima hari di Perancis dan lima hari di Belanda. Alex ingin menjalankan sesuai rencana nya.


Namun semua rencananya gagal total akibat aksi protes keras Nara yang mengancam akan mogok makan jika jadwalnya tidak dibalik. Dengan terpaksa Alex menyetujuinya. Kesialan Alex tidak berhenti sampai di situ. Di hari keenam yang artinya mereka hari pertama mereka di Perancis, Nara justru mendapatkan tamu bulanannya. Alhasil rencana untuk menghabiskan waktu di dalam kamar gagal dan berganti dengan aktivitas luar ruangan.


“Ayo masuk. Kita makan bersama. Keburu dingin makanannya.” Serena mengajak Alex dan Nadia untuk segera masuk. Nadia menyetujui dan segera berjalan di depan.


Serena memandang punggung Alex yang berjalan di depannya. Dengan ragu ia bertanya. “Bagaimana kabarmu Lex?”


“Tidak ada urusannya denganmu.” Alex menjawab tanpa menoleh dan segera mempercepat langkahnya untuk menyusul Nadia yang sudah berjalan terlebih dahulu.


“Apakah kesalahan ku memang tidak bisa dimaafkan lagi?” gumam Serena pelan. Ia merasa iri terhadap perlakuan Alex terhadap Nadia. Tidak bisakah ia mendapatkan hal yang sama dari anaknya sendiri?


*


*


*


Terima kasih sudah mampir 🤩


Mohon maaf masih belum bisa crazy up. Do’ain semoga urusan Akohnya lancar. Biar otak dan waktunya buat ketik² bisa sinkron. 😬


Tank you so much 🥰


Wah masalah baru mulai terpantik!(๑•﹏•)


Jaga-jaga mulai sekarang. ᕦ(ò_óˇ)ᕤ

__ADS_1


Berita apa yang sedang dibaca Nathan?✧(>o<)ノ✧


__ADS_2