Aku Istri Muda

Aku Istri Muda
S2_55. Nasihat Mama Nadia


__ADS_3

Puluhan wanita meringsek masuk ke dalam acara. Mereka meneriakkan kata-kata yang membuat telinga sakit. Pihak keamanan hotel kuwalahan menghadapi tamu tak diundang tersebut. Sedangkan pasukan Joni sudah ditarik untuk menangani anak buah Rafael yang telah mereka amankan siang tadi.


“Kenapa kalian membuat keributan di sini!?” Hardik Bisma yang langsung menghampiri para wanita tersebut.


“Kami tidak memiliki urusan dengan mu. Biarkan kami bertemu dengan Nara si pelakor.” Kata satu wanita yang berada paling depan.


“Apa masalah kalian? Kenapa mengatai putriku seperti itu?” Nadia yang tersulut emosi saat mendengar panggilan yang sangat dibencinya tertuju pada putrinya. Dulu dia juga pernah merasakan hal yang sama. Dan itu sangat menyakitkan.


“Hai nyonya. Anakmu itu sudah merebut kekasih orang lain. Kenapa masih anda bela? Apakah anda juga pelakor sepertinya?” baru saja perempuan dengan tubuh tambun berbicara ketika sebuah tamparan keras membekas cap lima jari mendarat mulus di pipinya.


“Kau! Kau berani memukulku hah?” wanita itu menatap nyalang seorang wanita dengan gaun putihnya berdiri tepat di depannya.


Nara acuh tak acuh menjawab. “Aku hanya menggantikan tugas orang tuamu memberi pelajaran pada mulut kotormu itu.”


“Dasar pelakor tidak tahu malu!” umpat wanita itu. Dan suara bising lain segera menyahut.


“Aih! Kamu hanya seekor anj1ng yang disuruh menggigit langsung menggigit. Jika ingin menjadi anj1ng paling tidak pintar lah sedikit.” Ucap Nara sambil melipat kedua tangannya.


“Kamu, kamu. Kamu bahkan ucapannya lebih kotor dari pada aku.”


“Hahahaha. Jadi kamu mengakui jika perkataanmu kotor. Ya sudah kalau sudah menjadi lebih pintar. Aku ikut lega mendengarnya.” Ejek Nara.


“Kamu sungguh pelakor tidak tahu malu. Sudah bersalah masih berani mengejek di depan umum.”


“Buat apa takut jika yang aku katakan adalah benar. Seharusnya kamu yang takut karena bisa saja ucapan yang keluar dari mulutmu bisa memasukkanmu ke dalam hotel prodeo. Aku akan dengan senang hati membantu kalian Check in.”


“Kamu dan ibumu memang pelakor ulung.”


Plak plak


Dua tamparan kembali Nara lancarkan.


“Awalnya aku akan mengampuni mu karena kamu hanyalah anj!ng piaraan. Tapi karena kamu sudah berkali-kali melewati batas ku, aku tidak akan segan.” Nara yang biasanya terlihat ceria kini tampak menyeramkan.


Beberapa orang wanita yang tadi bersemangat saat datang mulai menunjukkan bahwa mereka takut. Mereka saat ini hanya bisa diam dan berusaha tidak melakukan hal yang dapat merugikan mereka.


“Siapa yang menyuruh kalian kesini membuat onar?” Bisma bertanya dengan suara menggelegar. Membuat para wanita itu gemetar. Bahkan beberapa tamu undangan pun melihatnya dengan tatapan horor. Mereka bersyukur karena bukan mereka yang ada di posisi para wanita itu.


“Huh. Untuk membasmi para pelakor kami tidak perlu perintah.” Dengus seorang wanita.


“Ooh. Anj1ng setia rupanya. Bagus-bagus. Andi tolong urus mereka. Jangan biarkan satu pun lolos. Aku ingin besok pagi mereka sudah ada di dalam daftar napi yang akan menghuni salah satu kamar hotel besi.” Bisma melirik Andi yang berdiri tidak jauh darinya.

__ADS_1


“Maafkan kami. Kami tidak tahu apa-apa. Kami tadi hanya sedang berkumpul untuk membahas gosip di mall saat seorang wanita datang dengan menangis tersedu-sedu dan berkata jika kekasihnya direbut oleh pelakor.” Seseorang wanita yang tadi diam muncul dari kerumunan.


“Kenapa dari tadi hanya diam? Membuat mulut lembutku ini harus berkata-kata kasar.” Kata Nara. “Siapa wanita itu?”


“Itu namanya kami tidak tahu. Bagi kami yang terpenting adalah uang. Jadi saat dia memberi kami uang yang banyak kami tidak perlu tahu apapun untuk hal lainnya.”


“Huh! Lebih memilih menginap di kamar besi rupanya.” Alex bertepuk tangan. “Katakan siapa?” tatapan Alex sudah sangat marah.


“No-nona Diandra.”


“Oh dia. Bukan sesuatu yang aneh.”


“Gibran antar mereka semua. Pastikan mereka mendapatkan tempat yang sesuai.” Alex menyeringai. Mana mungkin ia akan membiarkan orang yang telah membuat onar apalagi mengganggu Nara hidup dengan bebas. Orang seperti mereka jika tidak diberi pelajaran sehari atau setidaknya dua hari menginap di penjara juga akan mengulangi perbuatannya lagi jika ada kesempatan.


“Tuan nona maafkan kami. Kami mengaku salah.” Teriak para wanita sebelum suara mereka hilang bersamaan dengan kepergian mereka yang diseret paksa oleh Gibran dan anak buahnya.


“Kami mohon maaf atas ketidak nyamanan ini. Sebenarnya saya secara khusus menyiapkan acara ini untuk memberitahu dunia bahwa saya menikahi seorang Kinara Pramudita Maheswari Mahardika bukan karena terpaksa atau hanya menjadi suami pengganti saja. Sebenarnya Nara sudah menjadi kekasih saya. Namun karena beberapa hal yang memaksa kami untuk melakukan banyak hal demi keselamatan perusahaan kami, kami jadi harus terpisah.” Alex menghela napas. Dia melihat Nara dengan penuh cinta.


“Nara adalah cinta pertama dan akan menjadi cinta terakhir saya. Dan masalah saya dekat dengan Diandra tidak lain hanya untuk mencari barang bukti yang bisa mengalahkan Rafael karena Diandra bersekongkol dengan laki-laki pengecut itu.” Lanjutnya.


“Setelah ini, saya tidak ingin mendengar lagi hal-hal miring tentang hubungan kami. Apalagi sampai merendahkan Nara dan keluarga. Karena mulai sekarang, jika ada yang melakukan hal buruk pada keluarga Mahardika, saya sebagai menantu akan berada di garis depan melawannya.” Kata Alex tegas. Nara sangat terharu mendengar Alex yang telah melakukan banyak hal untuknya.


“Sekian, silahkan nikmati kembali pesta ini.” Semua orang pun bubar.


“Papa bangga padamu Alex. Papa kira kamu hanya ingin pamer saat berkata jika kamu ingin mengadakan resepsi di tempat ini. Ternyata kamu sudah memikirkan tentang kehormatan Nara.” Nathan menepuk bahu Alex dengan keras.


“Itu tidak masalah om.”


“Eit. Papa, panggil papa. Dan panggil aku mama. Sama seperti Nara dan yang lainnya.” Kata Nadia tersenyum hangat.


“Baik ma, pa. Aku akan melakukan apapun untuk Nara.”


“Itu bagus anak muda. Mulai sekarang tanggung jawab kami atas Nara akan kami serahkan padamu. Kami tidak akan ikut campur masalah apapun di masa depan. Kecuali jika kamu menyakiti Nara. Kami tidak akan berpikir dua kali untuk mengambilnya kembali.” Ucap Nathan serius.


“Tenang saja pa. Aku berjanji tidak akan pernah menyakiti Nara sampai kapanpun.”


“Kami tidak butuh janji nak Alex. Cukup dengan kamu membuktikan. Karena di dalam sebuah rumah tangga kita tidak pernah tahu jalannya nanti. Jadi kami harap kamu berusaha menjaga diri sendiri dan Nara dari segala macam bentuk ujian nantinya.” Nadia berbicara dengan serius.


Dua orang yang menjadi satu bukanlah hal yang mudah. Pasti ada kesamaan dan perbedaan. Tapi dalam berumah tangga, bukan karena kecocokan yang membuat mereka dapat bertahan, melainkan karena perbedaan dan saling mencocokkan. Jika satu saja yang egois, maka sebesar apapun cinta yang mereka miliki pada awalnya, lama kelamaan akan terkikis habis oleh rasa tersiksa.


“Terima kasih atas nasihat mama dan papa. Kami akan berusaha sebaik mungkin menjalani rumah tangga ini.” Alex menggenggam tangan Nara dengan erat sambil menatap istrinya dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


*


*


*


Terima kasih sudah setia 🥰


Siapa bilang jika semua masalah akan berhenti dan selesai dengan adanya sebuah pernikahan?


Big No!


Manusia hidup di dunia dengan melalui berbagai proses. Dan dalam setiap prosesnya selalu ada ujian yang silih berganti menghampiri dan menjadikan seseorang menjadi kuat. Namun jika orang itu tidak dapat melalui ujian dengan baik, ia harus belajar lebih baik lagi di masa depan. Jangan sampai berputus asa dan malah membuat hidup menjadi tidak berguna.


Sama dengan perjalanan cinta AlexNara. Perjalanan mereka justru dimulai dari sekarang.


Jika dulu akoh tidak menceritakan kehidupan Nadia dan Nathan setelah pernikahan, kali ini Akoh akan menceritakan pada kalian semua apa yang terjadi di dalam pernikahan AlexNara.


Di dalam pernikahan banyak hal bisa terjadi. Jadi akoh minta tolong siapkan hati kalian. Bisa saja konflik yang akoh munculin nanti akan kalian benci.


Sama seperti cerita Nadia dulu, akoh pengen buat cerita Nara ini menjadi sebuah bacaan yang bukan hanya sekedar sebagai hiburan, tetapi juga bisa menjadi pembelajaran bagi pembaca semua. Khususnya yang berada di tahap awal pernikahan. Masa sepuluh tahun di awal pernikahan adalah masa yang paling sulit'.


Inti dari cerita ini nantinya, akoh akan memberitahu kalian bahwa seberat apapun ujian dalam rumah tangga, jika kita bersama pasti bisa. Dengan diiringi doa dan juga usaha. Bersabar dan berserah diri selalu jadi pendorong.


So, kalau Nemu konflik yang bikin kalian pengen gigit akoh, pengen pukulin akoh, atau pengen santet onlen akoh. Please jangan kasih tahu akoh.


Kasih komen yang baik dan mendukung. Jangan bully akoh karena hati akoh ini selembut sutra dan serapuh busa. Ehehehe


Percayalah akoh juga senang yang happy ending. Jadi akoh sudah atur alurnya dengan racak menuju ke-happy-an buat AlexNara. Di saat itu, kita hanya akan menangis karena haru.


Segitu dulu yang mau akoh informasi kan. Nantinya jika ada yang kurang berkenan atau nggak lagi berminat dengan cerita ini akoh persilahkan untuk pergi meninggalkan akoh dengan senyuman meski hati perih menangis pilu 😭😭😭


• Love you all reader 😘


You’re my spirit to haaaaluuuuu 😁


Salam sayang dari Akoh......


(◍•ᴗ•◍)❤


Queen_Ok

__ADS_1


Author Abal ababil


__ADS_2