Aku Istri Muda

Aku Istri Muda
93. Kecemburuan Nathan


__ADS_3

Nathan membawa Nadia beserta kedua anaknya berlibur di pantai. Tapi kali ini mereka bukan hanya sekedar liburan. Mereka datang ke pantai ini dengan tujuan untuk membuat foto pre-wedding yang akan menghiasi undangan pernikahan mereka.


Nara didandani dengan imut. Rambutnya yang keriting dikucir dua menambah kesan manisnya. Wajahnya hanya dipoles dengan bedak bayi tipis. Pakaian pantai berwarna pink cerah dengan gambar bunga-bunga berterbangan diterpa angin pantai. Membuatnya seperti kupu-kupu yang berterbangan di antara bunga-bunga.


Bisma tak kalah bergaya hari ini. Dengan memakai kaos longgar berwarna putih dengan kemeja bergambar bunga seperti milik Nara yang tidak dikancingkan. Dipadukan dengan celana putih selutut membuatnya terlihat keren sesuai umurnya.


Fotografer yang Nathan sewa beberapa kali mengambil potret keduanya ketika mereka menunggu Nadia bersiap. Sang fotografer tidak bisa menahan diri untuk mengabadikan kelucuan dua anak ini.


“Tuan Nathan, anak-anak anda sangat lucu dan fotogenic. Saya punya penawaran untuk mereka sebagai foto model.” Ucap Mike sang fotografer.


Nathan yang mendengarnya mengernyitkan dahinya. Dari tadi ia melihat Mike tidak berhenti meminta kedua calon anaknya berpose sesuai keinginannya. Yang menjadi titik herannya adalah, Mike dengan mudahnya meminta Bisma yang notabene sulit diatur.


“Bagaimana tuan?” tanya Mike kembali saat tidak mendapati jawaban Nathan.


“Tidak. Anak-anakku tidak harus melakukan hal itu. Mereka bisa bebas bermain sesuai keinginan mereka tanpa terhalang jadwal yang mengekang mereka.” Jawab Nathan acuh tak acuh. Kelucuan anak-anaknya bukanlah untuk konsumsi publik. Ia sadar betul apa yang akan menjadi dampak jika keduanya menjadi model. Akan banyak omongan-omongan mengenai mereka di masa depan.


“Ah sayang sekali. Padahal saya melihat masa depan cerah mereka di dunia model.”


“Hahaha. Mereka masih terlalu kecil untuk memikirkan masa depan. Terlebih aku dan istriku bisa memastikan masa depan mereka.”


Mike ingin membalas ucapan Nathan, namun kehadiran sosok di depan nya membuat lidahnya kelu.


“Mas. Aku sudah siap.”


Mendengar suara Nadia, Nathan segera berdiri dan menghampiri Nathan. Ia kini menyadari apa yang membuat Mike bungkam. Tiba-tiba hatinya merasa masam. Laki-laki itu tertarik pada calon istrinya.


Nadia terlihat sangat cantik dan segar hari ini. Dengan busana pantai yang sama dengan Nara membuatnya terlihat manis. Wajahnya dipoles senatural mungkin. Terlihat segar dan cantik dalam waktu bersamaan. Wanitanya mengagumkan.


Menyadari adanya saingan menurutnya, Nathan segera merengkuh Nadia. Melingkarkan tangannya di pinggang Nadia.


Di sisi lain, Nadia menyadari adanya keanehan pada sikap Nathan hari ini. Ini lebih banyak posesif terhadapnya melebihi hari-hari biasanya.

__ADS_1


Tapi melihat di sisi lain adalah Mike dengan penampilannya yang hanya sedikit di bawah Nathan, Nadia menyadari apa yang membuat sikap Nathan hari ini.


Nadia mengambil langkah dengan melingkarkan lengannya pada Nathan dan mengajaknya duduk di depan Mike untuk membicarakan pose-pose yang akan mereka ambil.


Menghindari hal yang tidak diinginkan, Nadia sengaja duduk berhimpitan dengan Nathan. Tangannya juga tak ia lepaskan dari tangan besar hangat milik Nathan. Mencoba memberi keyakinan pada pria itu bahwa dirinya hanyalah milik Nathan.


“Tersenyumlah mas. Kita buat foto pertama kita dengan penuh kebahagiaan.” Ucap Nadia sambil mengecup pipi Nathan singkat. Pasalnya, wajah Nathan yang penuh kecemburuan terlihat jelas disana. Membuat mereka terpaksa mengulangi pose yang sama beberapa kali.


“Baiklah.” Wajah Nathan berbinar sekarang. Akhirnya foto pertama berhasil diambil. Nathan dan Nadia berdiri di belakang sedangkan Bisma dan Nathan berdiri di depan keduanya. Dengan latar belakang pantai yang indah. Mereka berempat menggunakan pose bebas dimana senyum mereka bebas terlihat alami.


Foto kedua diambil. Nathan menggendong Nara di balik punggungnya, Bisma berada digandengan tangan Nadia. Keempatnya tersenyum lebar di foto itu.


Foto-foto selanjutnya, diambil dengan sempurna. Baik bersama anak-anak maupun hanya kedua calon mempelai berdua.


Setelah sesi pengambilan foto selesai dilakukan, anak-anak dibiarkan bebas bermain di sekitar pantai dengan ditemani Hana. Sedangkan Nadia dan Nathan melihat hasil foto mereka bersama dengan Mike.


“Banyak sekali foto yang diambil tuan Mike. Bukankah saya rasa cukup empat atau lima saja. Ini bahkan lebih dari dua puluh foto yang terlihat bagus. Saya jadi bingung harus pilih yang mana.” Ucap Nadia ketika melihat hasil foto yang berhasil mereka abadikan. Belum lagi foto-foto Nara dan Bisma sebelum sesi foto yang sebenarnya tadi.


“Iya. Tapi semuanya bagus. Bagaimana menurut mas? Mana yang akan kita pilih?” Nadia meminta tanggapan Nathan yang duduk di sebelahnya. Laki-laki itu juga memperhatikan foto-foto yang telah dipindah dalam layar laptop dengan seksama. Nathan juga puas dengan hasilnya. Semua terlihat indah.


Nathan mengetuk dagunya. Jujur ia juga bingung jika harus memilih empat dari semuanya.


“Aku punya ide yang lebih bagus.” Ucap Nathan kemudian. Otak cerdasnya berhasil memikirkan ide yang briliant menurutnya.


Nathan memberikan ide jika foto-foto mereka akan dipajang pada saat pesta resepsi mereka. Foto-foto mereka akan menghiasi setiap sudut ruangan nantinya.


“Ini ide yang menarik. Aku setuju mas.”


“Oke. Gantilah bajumu. Kita pulang sebentar lagi.” Ucap Nathan. Nadia mengangguk dan berdiri dari tempatnya. Kemudian mencari anak-anaknya untuk meminta mereka bersiap. Hanya setelah ia menemukan keduanya anaknya telah berganti baju ia mengurungkan niatnya dan kembali untuk mengganti bajunya sendiri.


Nadia dibuat terkejut ketika mendapati Mike berada di luar ruang ganti menunggunya.

__ADS_1


“Apa yang sedang anda lakukan di sini tuan Mike?” tanya Nadia yang tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.


“Saya sengaja menunggu anda.” Nadia mengernyitkan alisnya. Ia tahu betul jika Nathan mengetahui jika keduanya diam-diam bertemu akan menjadi masalah yang mungkin cukup besar. Melihat api kecemburuan yang ditunjukkan Nathan selama proses pengambilan gambar tadi, ia tidak bisa membayangkan sebesar apa api yang akan muncul jika Nathan mengetahui hal ini.


Menghindari hal yang tidak inginkan, Nadia mengajak Mike untuk pergi ke luar. Berbicara sambil berjalan mungkin bisa meredakan dampaknya.


Sedangkan Mike menjadi masam. Niatnya memang ingin berbicara dengan wanita cantik itu secara diam-diam. Keinginannya menjadikan Nara dan Bisma, mungkin juga wanita di sampingnya itu model sangat menggebu dan tidak bisa ia tahan. Sebagai fotografer yang telah mengambil banyak gambar dari banyak orang menjadikannya menyadari potensi dari dua bocah yang merebut perhatiannya.


Di kesempatan yang telah berlalu ia telah mendapatkan penolakan dari Nathan. Namun ia masih mempunyai harapan dengan membujuk Nadia. Biasanya para wanita ini menyukai ketenaran dan uang yang banyak. Ini pasti lebih mudah.


Jadi, ketika mendapatkan penolakan yang sama dari Nadia, Mike tidak bisa tidak merasa kecewa.


“Baiklah tuan Mike, jika tidak ada lagi yang perlu anda bicarakan saya permisi.” Nadia segera berlalu meninggalkan Mike yang berdiri di tempatnya dengan menelan pil kekecewaan untuk yang kedua kalinya.


Di tempat lain, Nathan mengepalkan kedua tangannya setelah melihat Mike dengan terang-terangan menggoda Nadia. Meskipun ia tidak mendengar apa yang mereka bicarakan, Ia merasa cemburu melihat Nadia hanya berdua dengan laki-laki itu.


Nadia datang bersama Nara, Bisma dan Hana di sampingnya. Keempatnya sudah bersiap untuk pulang. Mereka segera mendatangi Nathan yang telah menunggu mereka di salah satu bangku pantai.


Tidak mempunyai firasat apapun, Nadia segera mengajak pasukannya untuk masuk ke dalam mobil. Nathan juga segera masuk ke dalam mobil dan memposisikan diri di belakang kemudi.


Sepanjang perjalanan, laki-laki itu lebih banyak diam daripada saat berangkat tadi. Hal ini membuat Nadia menyadari ada sesuatu yang salah.


*


*


*


Terima kasih....😊


Menuju end...

__ADS_1


__ADS_2