
Virly masuk ke dalam kantor Alex tanpa diminta. Gadis itu berjalan dengan gayanya yang menggoda mendekati Alex. Tali depan gaunnya sudah dia longgarkan. Memperlihatkan gundukan miliknya di balik bra berwarna merah.
Virly ingin mengambil kesempatan Nara yang sibuk dengan keluarganya untuk mendapatkan pehatian alex. Hari ini Virly sudah bertekad akan menaklukkan Alex. Dengan tubuhnya yang sexy dan juga wajah yang cantik. Ia yakin akan bisa menaklukkan Alex dengan merayu pria itu. Di dunia ini, tidak ada pria yang mampu menahan godaan dari wanita cantik.
Aroma parfum yang menyengat langsung menusuk hidung Alex saat Virly semakin mendekat.
Awalnya Alex tidak begitu memperhatikan penampilan Virly yang tidak sopan itu. Ia hanya melirik sekilas saat gadis itu masuk. Ia mengira jika Virly masuk karena ada sesuatu yang perlu disampaikan padanya.
Virly yang merasa diabaikan segera mempercepat langkahnya. Dengan gesit ia sudah sampai di belakang Alex. Membuat pria itu terperanjat kaget saat tangan Virly tiba-tiba saja memijit bahunya.
“Biarkan aku memijatmu. Kamu pasti lelah kan?” ucap Virly dengan nada yang terdengar manja.
Alex segera manepis tangan kecil dan mulus itu. “Jangan bertindak tidak sopan!” hardik Alex.
“Jangan munafik Lex. Aku tahu kamu menginginkanku juga kan?” dengan tidak tahu malunya, Virly duduk di pangkuan Alex dan mengalungkan tangannya di leher bosnya itu.
Alex segera mendorong kasar tubuh Virly hingga membuat gadis itu jatuh dengan keras. Virly yang terjatuh memanyunkan bibirnya. Dengan kesalnya berdiri dan melepas kemejanya. Meletakkannya begitu saja di lantai.
“Lihat aku Lex. Apa kamu benar-benar tidak menginginkanku?” Virly kembali mendekat. Namun secepat mungkin Alex mendorongnya kembali hingga gadis itu kembali terjatuh.
“Kamu seorang wanita. Tidak bisakah menjaga harga dirimu sendiri?” ejek Alex menatap jijik gadis di depannya.
“Aku tidak kalah cantik dari Nara. Aku tidak masalah menjadi yang kedua. Atau aku juga bisa menjadi simpananmu saja sudah cukup bagiku.” Virly tersenyum menggoda.
“Heh! Kamu sungguh menilai tinggi dirimu rupanya.” Alex membalas tatapan manja Virly dengan tatapan mengejek yang sangat terlihat. Virly menggigit bibir bawahnya.
“Di mataku. Kamu tidak ubahnya seperti pelacur di luar sana.”
“Kenapa kamu begitu merendahkan ku Lex?” Virly mulai meneteskan air matanya.
“Kamu sendiri yang merendahkan dirimu di depanku. Kenapa jadi menyalahkan ku? Sebelum aku semakin emosi. Segera keluar dari ruangan ku.”
“Tapi aku benar-benar mencintai mu Lex.”
“Itu bukan masalahku. Aku hanya mencintai Nara. Jadi kamu lebih baik menyerah. Masih banyak laki-laki di luar sana yang lebih baik dari pada aku.”
“Tidak Lex. Aku hanya mau kamu.”
“Cukup! Apa kamu pikir aku tidak tahu jika kaulah yang ada di belakang penculikan Nara.” Virly sedikit terkejut. Namun ia segera menormalkan sikapnya.
“Apa yang kamu katakan? Aku benar-benar tidak mengerti.” Virly menggeleng dengan cepat.
“Tidak perlu berpura-pura di depanku. Jika kamu pintar, kamu seharusnya segera mengajukan surat pengunduran diri dan pergi sejauh mungkin dari kehidupan ku.”
__ADS_1
“Tidak Lex. Aku sangat mencintaimu. Biarkan aku berada di sisimu.” Virly yang masih terduduk di lantai segera merangkak dan memeluk kaki Alex dengan erat. Alex segera menggoyangkan kakinya untuk melepaskan Virly dari kakinya.
“Aish! Kenapa kamu tidak pergi juga? Apa perlu aku panggil security?” Virly menggeleng. Dengan sekuat tenaga ia memeluk kaki Alex.
“Lepaskan! Apa kamu benar-benar tidak tahu malu?” ucap Alex sambil menggoyangkan kakinya agar Virly terlepas.
Bukannya melepaskan kaki Alex, gadis itu semakin mengeratkan pelukannya. “Aku mohon padamu Lex...”
“Lex... Apa yang kamu lakukan?” Serena tercengang melihat pemandangan di depan mereka. Serena datang ingin meminta Alex dan Nara untuk pulang. Ia sadar jika apa yang dilakukannya keliru.
Virly yang biasanya terlihat rapi kini terlihat sangat berantakan. Bagian atas tubuhnya hanya tertutup oleh bra di bagian gunung kembarnya. Sedangkan baju kerjanya terserak tak jauh dari tempatnya.
“Tante tolong Virly Tante. Alex mau melecehkan Virly. Huhuhu.” Dengan cepat Virly menghambur memeluk Serena yang masih diam mematung.
Alex mengernyitkan alisnya. Apa yang dilakukan Virly? Apakah gadis itu mencoba memfitnah nya dengan membalikkan fakta yang ada?
“Apa yang sebenarnya terjadi Lex?” tanya Serena.
Namun sebelum Alex menjawab, Nara tiba-tiba juga masuk ke dalam ruangan. Wanita itu pergi ke kantor suaminya ketika dalam perjalanan pulang setelah ia bertemu dengan Karina. Melihat suasana yang tidak benar, Nara segera menutup pintu di belakangnya.
“Ada apa ini sayang?” tanya Nara saat Alex mendekat padanya.
Tanpa membiarkan Alex berbicara, Virly segera memotong ucapan nya. “Nara biar aku jelaskan padamu. Alex mau melecehkan ku saat aku menolaknya. Dia bilang ingin menjadikanku istri keduanya. Tapi meskipun aku juga menyukai Alex, aku tidak ingin melukaimu. Huhuhu.” Virly memegang lengan Nara.
“Apa aku memintamu berbicara?” Nara menatap tajam Virly di depannya. Menghempaskan dengan kasar tangan yang memegang lengannya.
“Akh!” Virly memekik kesakitan saat lagi-lagi pant4tnya menabrak lantai. Serena segera membantu Virly bangun.
"Nara kenapa kamu begitu kasar?" teriak Serena tidak percaya. selama ini ia mengenal Nara selalu baik dan penyayang. Baru kali ini ia melihat Nara begitu marah dan bertindak kasar.
“Alex mama kecewa kepadamu!” ucap Serena Dengan nada rendah setelah ia memakaikan kembali kemeja gadis itu.
“Aku belum mengucapkan satu katapun. Dan mama sudah mengatakan jika aku bersalah. Hebat. Memang hebat.” Alex menatap tidak percaya pada mamanya.
“Sudah seperti ini kamu masih mengelak. Kamu harus tanggung jawab.” Sentak Serena.
Nara dan Alex saling memandang. “Mama dengarkan dulu penjelasan Alex.” Nara mendekati Alex. Mengaitkan tangan mereka.
“Mama tahu kamu terluka Nara. Tapi sebagai sesama wanita apa kamu tega melihat keadaan Virly seperti ini?”
“Tante. Jika Alex tidak mau bertanggung jawab. Aku tidak apa-apa. Hiks.”
“Tidak Virly. Aku akan membuat Alex bertanggung jawab padamu.”
__ADS_1
“Apa mama gila? Apa yang harus aku pertanggungjawabkan? Aku sama sekali tidak menyentuhnya.”
“Mama tidak mau tahu. Ayo Virly tante antar kamu pulang.” Serena menarik tangan Virly meninggalkan ruangan Alex.
Virly pun keluar dengan senyum kecil di sudut bibirnya.
“Sebenarnya apa yang terjadi Lex?” tanya Nara dengan perasaan yang kacau. Ia tadi berusaha untuk tidak menangis. Ia tidak boleh kelihatan lemah di depan wanita yang berniat buruk padanya. Dan sekarang, air mata itu akhirnya meluncur keluar.
“Maafkan aku membuatmu bersedih. Tapi kamu harus Percaya padaku sayang.” Alex memeluk Nara sambil mengelus punggung istrinya yang bergetar.
“Aku percaya. Tapi bisakah kamu menjelaskan apa yang terjadi?”
Akhirnya Alex pun menjelaskan apa yang terjadi sebelumnya. Pun beberapa kejadian dimana ia sering merasa Virly sengaja menggodanya. Sebelumnya Alex masih bisa mentolerir perilaku Virly karena tidak ada bukti.
“Aku sama sekali tidak menyangka hal ini akan terjadi. Virly melakukan tindakan yang nekad.” Nara menghela napas panjang.
“Sejak awal aku keberatan jika ia masuk ke Amerta. Aku sudah memiliki firasat buruk tentangnya. Aku berharap ia tidak lolos wawancara, tapi siapa yang menyangka jika kemampuannya memang bagus.”
“Virly ternyata gadis yang sangat licik. Ia bisa dengan cepat membalik keadaan. Membuatnya yang awalnya bersalah menjadi korban. Bahkan sampai berhasil mendorong mama untuk memintamu menikahinya. Gadis ini tidak bisa ditebak.”
“Sayang, kamu harus percaya bahwa aku tidak akan mencintai wanita lain. Aku juga tidak akan menikah dengan Virly.”
“Tapi mama membantunya. Apa yang harus kita lakukan?”
“Tenang saja. Jika kita bersama, masalah ini akan segera selesai.”
“Kamu benar. Kita AlexNara akan menghadapi semua masalah bersama-sama.”
“Benar. Kita lanjutkan rencana kita. Dan kita dapatkan lagi mama di sisi kita.”
*
*
*
Terima kasih 😘
Ikut geregetan?
Akoh juga.
Tapi kisah perjuangan AlexNara akan segera sampai di ujung badai. Dan pelangi yang indah sudah menanti mereka di depan mata. 🤩
__ADS_1