Aku Istri Muda

Aku Istri Muda
S2_25. Ternyata Nathan...


__ADS_3

Nadia menghela napas lega begitu Nara, Alex dan Gerry pulang. Dia segera masuk ke dalam ruang ICU dimana sang suami terbaring di atas ranjang di ruangan itu.


“Mereka sudah pulang. Berhenti berpura-pura memainkan drama ini.” Mendengar ucapan Nadia, Pasien yang dari tadi tergeletak tak berdaya di atas ranjang mengerjapkan matanya.


“Apa mereka curiga?” tanya Nathan. Dia baru sadar setengah jam sebelum Nara dan Alex datang. Namun ia masih meminta Nadia untuk merahasiakan nya. Bahkan pihak dokter pun juga diminta untuk merahasiakan bahwa ia sudah sadar.


“Tidak. Tapi kenapa papa merahasiakan kalau papa sudah sadar?”


“Aku mau melihat bagaimana anak-anak kita mengatasi masalah yang ada sayang. Aku juga ingin mengetahui siapa saja yang berkhianat di perusahaan kita. Sudah cukup lama aku mencium bau-bau penghianatan.” Jawab Nathan.


“Papa berhasil membuat kami merasa cemas pa.” Nadia menghampiri Nathan. Memeluk suaminya. Dia belum puas untuk mengobati rindunya. Tadi begitu Nathan sadar, ia langsung memanggil dokter untuk memeriksa. Dan baru saja mereka berbincang sebentar, Nara dan Alex datang.


Nathan mengelus punggung Nadia yang bergetar. Istrinya sedang menangis. Entah Nadia menangis sebab sedih melihat keadaan Nathan atau bahagia karena Nathan sudah sadar. Yang pasti kelegaan ada di dalam hatinya.


Nathan berusaha membalas pelukan Nadia. Ia juga merindukan istrinya itu. Walaupun hanya semalam mereka seperti tidak bertemu, namun karena kali ini Nathan dalam kondisi yang lumayan parah, rasanya perpisahan singkat ini menjadi sangat berat.


“Sayang, apa kamu nanti benar-benar akan mencari suami baru kalau aku tiada?” tanya Nathan begitu Nadia kembali duduk.


Mendengar pertanyaan sang suami, Nadia menepuk lengan Nathan sehingga membuat laki-laki itu mengaduh. “Maaf pa. Kamu sih tanya yang aneh-aneh.” Ucapnya seraya mengelus lengan Nathan yang tadi dipukulnya.


“Aneh apa? Aku tanya betul-betul.” Nathan cemberut. Ia benar-benar khawatir jika Nadia memang memiliki rencana seperti itu. Jika Nadia memang memiliki rencana seperti itu, bukankah itu berarti Nadia sudah tidak mencintainya? Apakah istrinya ini sudah bosan hidup bersamanya? Ini harus segera diatasi.


“Ya tidak lah pa. Aku ini sudah tua. Sudah jelek. Mana ada yang mau.” Dengus Nadia. Bisa-bisanya suaminya ini bertanya seperti itu. Untung saja tadi ia cepat membawa Nara keluar. Jika tidak, mendengar ucapan Nara yang memicu pertanyaan konyol ini bisa-bisa rencana suaminya itu gagal.


“Siapa bilang? Bagiku kamu masih tetap wanita tercantik yang pernah aku temui.” Ucap Nathan. Nathan bicara yang sesungguhnya. Di matanya, Nadia tetap wanita yang paling cantik sejagat raya. Nadia dengan usianya yang hampir setengah abad memang masih terlihat cantik. Bahkan ia terlihat sepuluh tahun lebih muda. Suami mana yang tidak khawatir memiliki istri dengan pesona seperti itu?


“Jangan menggodaku terus. Kita ini sudah tua. Zamannya kisah cinta kita sudah expired. Sudah basi.” Setua apapun seorang wanita, jika digoda oleh suaminya tentu akan merasa senang. Begitu juga Nadia yang masih merona dibuatnya. Dan Nathan menyukai keadaan ini. Jika ia dalam keadaan sehat, dia akan menerkam istrinya yang masih menggoda itu.


“Kisah kita selalu dikenang sayang. Kalau tidak percaya, tanyakan saja pada para pembaca setia.” Nathan menaikkan alisnya.


**

__ADS_1


Rencana awalnya tadi, Alex akan berpisah dengan Nara dan Gerry begitu mereka tiba di parkiran. Alex akan kembali ke kantor sedangkan Nara dan Gerry akan pulang ke rumah. Sejak semalam Gerry belum pulang. Awalnya dia menolak untuk pulang karena ingin menemani Nadia, tapi setelah dipaksa kakak dan mamanya, akhirnya playboy itu menurut untuk pulang.


Namun sekarang Nara berubah pikiran.


“Lex bisakah aku menumpang sampai ke kantor papa dulu?” pertanyaan Nara membuat Alex dan Gerry kaget.


“Kak Nara tidak jadi pulang?” tanya Gerry.


“Nanti. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan kak Bisma.” Jawab Nara.


“Kalau begitu biar aku antar kakak dulu sebelum pulang.” Tawar Gerry. Lagipula daripada kakaknya meminta tumpangan pada orang lain kan lebih baik ia antarkan saja.


“Tidak apa-apa Gerry. Lagi pula rumahmu dan kantor Mahardika berbeda arah. Jika kamu mengantar Nara ke kantor dulu, itu artinya kamu akan putar balik nantinya. Aku nanti lewat sana. Jadi tidak masalah.” Nara juga berpikir seperti itu. Berbeda dengan kantor Alex yang memang searah dengan kantor papanya.


“Kamu pulanglah dulu Ger. Kamu pasti lelah. Lagi pula jika nanti Dini pulang kalau tidak ada orang kan kasihan dia.”


“ Baiklah kalau begitu.” Gerry segera masuk ke dalam mobil milik Nara. Playboy itu memang merasa lelah. Ia hanya tidur sebentar semalam. Itupun dengan posisi yang tidak nyaman.


Tak berapa lama setelah meninggalkan rumah sakit, Alex merasa sedikit aneh dengan gadis itu. Ia melirik gadis di sampingnya yang ternyata terlihat ngantuk. Gerakan jarinya tak selincah tadi.


Alex meraih laptop itu dan meletakkannya di sampingnya. Nara yang sedang mengantuk tentu saja tidak cukup cepat untuk menghalangi aksi tiba-tiba Alex.


“Apa yang kau lakukan Lex? Cepat kembalikan!” marah Nara sambil berusaha meraih laptopnya.


“Berhenti bergerak atau aku yang memaksamu berhenti bergerak?” ancam Alex. Nara langsung menciut. Akhir-akhir ini tingkah Alex semakin mesum. Pria ini sering kali memberinya hukuman dengan ciuman atau mengancamnya dengan menggendong atau memeluk jika ia tidak mematuhi perintah. Siapa yang tahu kali ini akan terjadi apa?


“Lex tolong kembalikan laptopnya. Aku belum selesai.” Kata Nara mengiba. Alex memandang Nara, kemudian menghela napas.


Nara jelas terlihat kelelahan. Tapi ia tahu betul jika pekerjaan Nara belum selesai. Sebagai anak yang berbakti tentu saja Nara akan membatu orang tuanya sekuat tenaga. Dan Alex tahu itu.


“Kamu mengantuk. Jarimu saja sampai bergetar saat mengetik. Biar aku saja yang melakukannya. Kamu cukup berkata apa yang harus aku tulis.” Kata Alex pada akhirnya.

__ADS_1


Nara akhirnya setuju. Lagi pula Alex lebih keras kepala dari dia. Jadi akan sia-sia berdebat dengannya. Terlebih dia memang membutuhkan bantuan saat ini. Dan bantuan dari Alex sangatlah tepat.


Nara berbicara dan Alex yang mengetik. Awalnya berjalan lancar hingga kata-kata Nara berubah rancau dan tidak beraturan. Gadis itu setengah sadar. Alex menggelengkan kepalanya. Gadis ini keras kepala. Lihatlah sekarang!


Alex merangkul bahu Nara, mengelusnya pelan sambil ia dorong perlahan untuk menyender ke bahunya. Dan ketika ia mendapati akhirnya Nara menyender ke bahunya pun tersenyum. Ia meletakkan laptop Nara di sebelahnya, setelah itu Ia pun dengan hati-hati memindahkan kepala Nara ke atas pangkuannya agar gadis itu merasa nyaman.


Setelah memastikan bahwa Nara dalam posisi yang nyaman, tangan Alex dengan lincah mengetik berbagai macam cara promosi yang ia ingat saat Nara menjelaskan nya tadi. Ditambah dengan strategi pemasaran yang ia ketahui dan sering digunakan di Kingston Corp. Sesekali ia mengusap kepala gadis yang tertidur di pangkuannya.


Setelah Alex selesai mengerjakan tugas Nara, ia iseng membuka laptop yang merupakan laptop pribadi gadis itu. Alex langsung membuka file yang berisi foto. Ia melihat satu persatu foto koleksi Nara.


Tanpa sengaja, Alex menemukan foto Nara yang sedang berdandan sangat cantik dengan pakaian pesta yang melekat di tubuhnya. Ia memiliki ide di kepalanya tentang foto itu.


*


*


*


Terima kasih sudah mampir 🥰


Hem.... Kira-kira apa ya yang akan Alex lakukan pada foto Nara?


A. Menyimpannya di ponselnya


B. Mengeditnya menjadi aneh


C. Mengeditnya dengan foto dirinya sebagai pasangan


D. .....(Isi sendiri)


Salam Kamis manis...

__ADS_1


😍🤗


__ADS_2