Aku Istri Muda

Aku Istri Muda
S2_75. Rahasia Yang Terkuak


__ADS_3

Semua orang pasti memiliki masa lalu. Masa lalu, masa sekarang dan masa depan selalu berkaitan satu dengan yang lainnya. Masa lalu merupakan awal mula dari segala hal yang ada di masa sekarang dan juga masa depan.


Apa yang terjadi di masa lalu menentukan seperti apa masa depan yang dimiliki. Oleh sebab itu, sebelum melakukan sesuatu hendaklah berpikir jauh ke depan. Jangan sampai apa yang kita lakukan akan membuat kita menyesal di setiap langkah kehidupan yang kita ambil.


“Saat itu perusahaan kakek Alex hampir gulung tikar. Kakek Alex ditipu oleh rekannya. Menyebabkan krisis di perusahaan kecil miliknya. Dalam keputusasaan karena tidak Bisa mengembalikan kondisi perusahaan, mas Yoga datang dan menawarkan bantuan.”


“Namun semua bantuannya ada syaratnya, yaitu mama harus menikah dengannya. Padahal saat itu mama memiliki kekasih. Dan mama tidak mengenal mas Yoga sebelumnya. Mama juga tidak mengerti bagaimana itu bisa terjadi.”


“Karena itulah kakek Alex memaksa mama menikah dengan mas Yoga. Dan mama dengan berat hati harus mengorbankan perasaan dan juga cinta mama.” Nara menepuk punggung tangan Serena. Dalam hatinya ia bersyukur apa yang terjadi pada Serena tidak terjadi juga padanya. Atau mungkin kisah masa lalu akan terulang kembali.


“Awalnya mama yakin seiring berjalannya waktu, mama akan mampu mencintai mas Yoga dan hidup bahagia bersamanya. Namun seberapa keras mama mencoba, mama hanya bisa menganggap mas Yoga sebagai seorang kakak. Tidak ada rasa cinta sedikit pun.” Kata Serena sendu.


“Awalnya semua baik-baik saja. Hingga Mantan kekasih mama datang kembali setelah sekian lama. Pada saat itu kami masih saling mencintai, namun karena mama sudah menikah dan memiliki Alex, kami berdua hanya bisa menahan perasaan dan menerima kenyataan.” Serena menghela napas.


“Namun mas Yoga salah paham terhadap hubungan kami. Dia cemburu dan mulai melakukan kekerasan. Ia akan memukul, menendang, meludah dan menghinaku jika aku melakukan sedikit saja kesalahan.” Serena mendesah.


“Mama sudah mencoba bertahan demi Alex. Hampir dua tahun mama menerima perlakuan seperti itu setiap harinya. Mama sudah berusaha menjauh dari Hans. Tapi sepertinya takdir selalu mempertemukan kami dalam ketidaksengajaan dan itu semakin memperburuk situasi. Mas Yoga pun semakin sering melakukan kekerasan pada mama.” Air mata Serena menetes.


“Mama tahu mas Yoga sangat mencintai mama. Setiap kali ia melakukan kekerasan, ia akan menyesal. Ia bahkan berlutut meminta maaf pada mama.”


“Namun hal seperti itu terjadi setiap hari. Dan mama tidak sanggup lagi menahan semua rasa sakit yang mama derita.”


“Nyonya... maafkan saya yang tidak bisa melindungi nyonya dulu.” Mak Jum yang dari tadi sudah menangis menjatuhkan dirinya di lantai. Mak Jum adalah pelayan yang dibawa Serena dari rumah keluarganya. Pada awal pernikahan Serena Dengan Yoga, Mak Jum lah yang menemani Serena di mansion Juantama yang asing baginya.


Mak Jum berlutut di depan Serena. Mak Jum dan Mak Marni menjadi saksi semua perlakuan Yoga terhadap Serena. Namun keduanya hanya diam selama ini. Mereka harus menjaga perasaan Alex. Alex tidak boleh tumbuh menjadi pria yang penuh dendam pada papanya sendiri jika mengetahui kebenarannya.


“Mak Jum jangan menyalakan diri sendiri. Dalam hal ini tidak ada yang salah. Semua juga sudah berlalu. Berdirilah Mak Jum. Kamu sudah tua. Kakimu akan sakit nanti.” Serena mengulurkan tangannya untuk membantu Mak Jum bangun.

__ADS_1


“Apa Alex tahu semua ini?” tanya Nara. Serena menggeleng.


“Nyonya melarang saya dan Mak Marni untuk memberitahu tuan Alex yang sebenarnya. Bahkan saat tuan Alex mendengarkan gosip yang menjelekkan nyonya, kami hanya bisa diam tanpa berkomentar. Nyonya membuat kami menjanjikan hal yang sulit.” Mak Jum tetap melanjutkan kata-katanya meskipun Serena melarangnya.


“Saya sudah diam terlalu lama nyonya. Sekarang sudah saatnya tuan Alex mengetahui kebenarannya. Nyonya telah menderita selama bertahun-tahun. Sudah saatnya nyonya bahagia.” Lanjut Mak Jum.


Di luar ruangan, Alex memiliki cukup waktu untuk mendengarkan pembicaraan ketiga perempuan di dalam kamar Serena. Dia masih diam tidak percaya apa yang baru saja ia dengar. Baginya yang sudah mempercayai apa yang ia dengar sejak kecil pasti tidak akan mudah mengubah pandangannya.


Awalnya Alex masih berpikir jika itu adalah akal-akalan yang dibuat oleh Serena untuk memperdayai Nara. Namun saat mendengar Mak Jum mengiyakan perkataan Serena, saat itu juga perasaannya hancur seketika.


Kebenciannya kepada Serena selama ini ternyata tidaklah benar. Ia termakan gosip yang menjerumuskan dalam penyesalan.


Tanpa sadar kaki Alex membawanya melangkah masuk ke Dalam kamar dengan air mata yang mengalir dari matanya tanpa ia sadari. Alex berhenti tepat di ambang pintu. Ia menatap sendu wanita yang telah melahirkannya.


Nara yang mengetahui kedatangan Alex segera berdiri dan menghampiri suaminya. Ia yakin Alex sudah mendengar apa yang sebenarnya terjadi selama ini.


“Kenapa mama tidak pernah bilang? Kenapa mama tidak pernah membela diri mama?” Alex berhenti dan memandang Serena intens.


“Maafkan mama...”


“Apa mama sadar mama telah membuat Alex menjadi anak yang sangat jahat.”


“Kamu selalu jadi putra kebanggaan mama.”


Alex menghambur memeluk Serena Dengan erat. Air mata pun mengalir karena haru. Nara ikut menghambur memeluk Serena dan Alex. Sedangkan Mak Jum semakin terisak haru.


“Mari kita lupakan masa lalu. Dan kita sambut masa depan yang lebih baik. Kita akan menjadi keluarga yang bahagia mulai sekarang.” Nara menarik diri dari pelukan. Alex dan Serena melakukan hal yang sama. Namun Alex mengganti pelukannya dengan genggaman tangan yang menghangatkan hati Serena.

__ADS_1


“Benar. Mulai saat ini kita akan tinggal di rumah ini dengan bahagia.”


**


DI tempat lain, di sebuah apartemen mewah Vera baru saja pulang. Di tangannya terdapat beberapa paper bag berisi tas, gaun dan sepatu dari berbagai brand terkenal.


Vera menjatuhkan dirinya di atas sofa setelah meletakkan barang bawaannya di atas meja. Setelah itu ia mengeluarkan ponselnya yang bergetar. Ponsel itu merupakan ponsel yang baru ia beli beberapa hari lalu beserta kartu SIM yang juga baru. Di dalam ponsel itu hanya tersimpan satu nomor dari dari orang yang telah membawanya ke apartemen mewah tersebut.


“Ya halo~”


“...”


“Aku baru saja pulang dari mall.”


“...”


“Oke. Aku akan bersiap.”


Setelah sambungan terputus, Vera membereskan barang bawaannya sebelum masuk ke dalam kamarnya. Setelah sampai di kamar, dia memasukkan semuanya ke dalam lemari.


“Lebih baik aku segera bersiap. Kalau tidak aku akan ketinggalan dalam kesenangan ini.” Vera segera mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.


*


*


*

__ADS_1


Terima kasih sudah mampir 😘


__ADS_2