Aku Istri Muda

Aku Istri Muda
S2_89. Rencana Tersembunyi Virly


__ADS_3

Serena segera bergegas saat mendengar suara mobil Alex yang memasuki halaman. Ia sudah tidak sabar mendengar hasil pemeriksaan Alex dan Nara. Ia berharap anak dan menantunya mendapatkan hasil yang baik.


Saat melihat Virly yang keluar dari dalam mobil, Serena sedikit terkejut. Tapi ia juga merasa senang. Virly gadis yang menyenangkan. Setidaknya begitulah kesannya setelah beberapa kali mereka bertemu.


“Selamat sore Tante.” Sapa Virly sambil tersenyum. Ia mendekat dan mencium tangan Serena seperti yang dilakukan Alex dan Nara.


“Sore Virly. Kenapa kamu bisa bersama dengan Alex?” tanya Serena. Meskipun mereka sangat dekat di waktu kecil, untuk saat ini mereka bahkan seperti orang asing. Alex yang tumbuh menjadi pria dingin tentu saja akan sulit menerima Virly meskipun gadis itu datang jauh lebih dulu dari pada Nara. Apalagi gadis ini datang dari masa lalu Alex yang pahit.


“Kami tidak sengaja bertemu di mall tadi. Virly melihat Alex dan Nara jadi aku menghampiri mereka. Iya kan Nara?” Virly menoleh pada Nara meminta dukungan.


“Iya ma.” Nara mengangguk pelan.


“Oh ya tante, aku tadi berjanji pada Alex untuk membuatkannya steak salmon. Apa Tante keberatan aku meminjam dapurnya?” tanya Virly antusias.


Alex melirik Virly dengan tatapan tidak suka. Dia tidak suka dimanfaatkan oleh seseorang. Apalagi orang itu adalah orang asing.


Nara yang melihat Alex hendak mengatakan sesuatu segera meremas tangan Alex yang bertautan dengan tangannya. Sesaat keduanya saling pandang, Nara menggelengkan kepalanya sebagai kode agar Alex mengurungkan niatnya untuk protes.


“Tapi dia menggunakan aku sebagai alasan.” Bisik Alex di telinga Nara. Nara hanya tersenyum tipis. Ia juga melihat hal itu. Tapi untuk berurusan dengan Virly secara terus terang itu tidaklah baik. Ia mengenal bagaimana Virly. Meskipun terlihat sangat baik di luar, tapi ia tahu sifat licik yang disembunyikan nya dibalik wajah polos yang senantiasa tersenyum itu.


“Kalau begitu biarkan Tante menunjukkan dapurnya. Dan kalian langsung ke kamar saja. Kalian pasti lelah.” Serena segera mengait tangan Virly dan menariknya masuk ke dalam rumah.


Alex dan Nara juga mengikuti apa yang dikatakan Serena pada mereka. Keduanya memang lelah setelah seharian beraktivitas.


“Apa ada yang mengganggumu sayang?” Alex duduk di samping Nara yang sedang mengoleskan pelembap di wajahnya.


“Kenapa bertanya seperti itu?” Nara melirik Alex.


“Tidak. Aku hanya merasa aneh jika kamu diam sedikit lebih lama.” Alex menyeringai.


“Huh! Apakah menyenangkan mengolokku seperti itu?” Nara memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


Emmuach. Alex tidak menyia-nyiakan bibir menggoda di depannya. Secepat kilat ia mendaratkan bibirnya di sana. “Ini yang lebih aku sukai.” Ucap Alex sambil melingkarkan tangannya di perut Nara. Kemudian meletakkan dagunya di bahu Nara.


“Ish! Dasar mesum.” Dengus Nara. Ia membenarkan bathrobe bagian bahunya yang berantakan akibat ulah kepala Alex yang terus bergerak di lehernya. Jika ini dibiarkan terus, mereka akan telat makan malam.


“Minggir aku mau ganti baju dulu.” Nara mendorong tubuh Alex menjauh darinya dan berdiri.


Di saat ini, Alex hanya bisa menurutinya. Karena menurut dokter Kania, berhubungan intim terlalu sering juga tidak baik. Semalam mereka melakukannya berkali-kali. Itu artinya malam ini mereka hanya bisa harus puas dengan tidur berpelukan.


Sedangkan di dapur, Virly sedang memanggang daging salmon dengan hati-hati. Sebelumnya, salmon fillet itu sudah dimarinasi dengan bawang, jahe, merica dan garam yang dihaluskan.


Wajan panas itu mendesis saat kulit salmon itu menyentuh permukaannya. Minyak salmon keluar dan menambah aroma gurih yang menyebar di udara. Setelah tiga menit, Virly membalik daging itu. Lagi-lagi wajan mendesis. Dan bau harum bawang seketika menyeruak. Tiga menit kemudian steak salmon fillet sudah matang dan diangkat. Virly mengulangi prosesnya hingga tersedia empat steak salmon yang terlihat menggugah selera.


Keempat steak itu ditata dalam empat buah piring. Lalu saus yang terbuat dari bawang putih giling, bawang merah giling, bubuk kari dan juga merica yang dimasak dengan santan dan sedikit garam disiramkan di atasnya hingga menghasilkan perpaduan aroma yang nikmat.


Selain itu, daun selada juga ditata di samping steak lengkap dengan kentang goreng berwarna keemasan yang terlihat gurih di atasnya. Lalu, irisan daun bawang ditaburkan di atas steak yang telah disiram saus. Untuk tampilan terakhir, Virly meletakkan daun seledri yang langsung menguarkan aroma segar di atasnya.


Serena yang melihat sejak awal Virly memasak merasa kagum melihat keahlian Virly yang begitu cekatan. Aroma yang tercium sudah mampu memberitahu bahwa rasanya pun pasti tak kalah dari tampilannya yang menarik.


“Kamu hebat sekali. Tante tidak menyangka kamu pandai memasak.” Puji Serena.


“Iya kamu memang benar.” Serena tersenyum. “Masakannya sudah siap. Lebih baik kamu ganti baju dulu. Masalah di sini biar di selesaikan Mak Marni dan yang lainnya.” Ucap Serena sambil menyuruh Mak marni bertanggung jawab masalah di dapur.


“Oh ya. Beberapa Hari yang lalu saat jalan-jalan di mall, Tante lihat ada gaun yang cocok untukmu. Tapi Tante belum sempat memberikanya padamu. Tidak tahu sesuai atau tidak.” Serena memberikan paper bag pada Virly.


“Gaun yang dipilihkan Tante pasti sesuai. Terima kasih Tante, aku akan ganti dulu.” Virly mendekap paper bag pemberian Serena Dengan senang.


“Kamu Bisa gunakan kamar tamu yang ada di sebelah kamar Tante. Ayo Tante temani. Nanti kita ketemu saat makan malam.” Serena berjalan di depan dan Virly di belakang. Serena mempersilahkan Virly masuk ke dalam kamar tamu sedangkan Serena sendiri masuk ke dalam kamarnya.


Saat Alex dan Nara turun ke ruang makan, aroma harum dari steak salmon langsung menyapa. Membuat perut Nara tiba-tiba berdemo ria.


Virly yang menyadari kedatangan Alex dan Nara segera menoleh dan tersenyum. “Alex ayo coba steak buatanku.”

__ADS_1


Saat Virly membukakan kursi untuk Alex. Pria itu segera menghentikannya. “Kau tidak perlu melakukan itu. Aku bisa melakukannya sendiri.”


Setelah itu Alex membukakan kursi untuk Nara duduk di sampingnya.


“Terima kasih sayang.” Nara tersenyum. Alex mendaratkan ciuman di kening Nara sebelum ia duduk di kursinya sendiri.


Virly tersenyum kecut melihat perlakuan lembut Alex terhadap Nara dan diam-diam membandingkan nya dengan perlakuan Alex terhadap nya yang sangat bertolak belakang. Seketika ia segera bertekad di dalam hatinya bahwa ia akan menaklukkan Alex bagaimana pun caranya.


“Nah karena semuanya sudah berkumpul ayo kita mulai makan malam ini. Mama sudah tidak sabar ingin mencoba masakan Virly.”


Mendengar itu Virly tersenyum bangga. Namun saat melirik Alex yang hanya diam ia tersenyum masam. Pada tampilan ini, di mata Alex saat ini Virly bahkan tidak berada satu meja dengannya. Baginya gadis bernama Virly ini tidak ada di sana.


“Steak ini lezat sekali Virly. Lembut dan gurih.” Ucap Serena senang.


“Syukurlah jika Tante suka. Lain kali aku akan memasakkan makanan yang lainnya.”


“Kamu memang gadis yang sangat baik.” Serena menepuk punggung tangan Virly yang duduk di sampingnya. Gadis itu tersenyum bangga.


“Bagaimana menurut kalian masakan Virly ini?” Serena menatap Alex dan Nara yang hanya diam dan menikmati makanan mereka.


“Ya. Seperti yang mama bilang, ini enak.” Jawab Nara sambil tersenyum. Ia melirik Alex yang hanya diam tanpa ada niat untuk berbicara.


Makan malam pun berjalan dengan tenang. Perbincangan antara Serena, Nara dan Virly berpadu dengan suara pisau dan garpu yang menabrak permukaan piring. Sedangkan Alex hanya sesekali menimpali saat ada yang bertanya padanya.


*


*


*


Terima kasih sudah mampir 😘

__ADS_1


Akoh sebelumnya sudah pernah bilang akan ada konflik tentang rumah tangga. Namun akoh bisa memastikan jika tidak akan ada orang ketiga yang akan mampu menghancurkan rumah tangga AlexNara. Sebaliknya, rumah tangga mereka akan semakin kuat waktu demi waktu.


Thank you 🥰


__ADS_2