Aku Istri Muda

Aku Istri Muda
S2_35. Hukuman Dari Alex


__ADS_3

Nara memandang dua laki-laki yang berada di depannya dan di sampingnya bergantian. Ia pun membayangkan jika keadaan itu digambarkan dengan kartun mungkin akan ada gambar petir di antara keduanya. Nara segera menggelengkan kepalanya. Menghilangkan dengan segera gambaran aneh itu.


“Kami mau makan siang di sini Lex. Kamu sendiri ada urusan apa?” Nara nyengir. Ia tahu laki-laki di depannya sedang menahan tutup botol cuka agar tidak tumpah.


“Ya. Untung saja klien ku tadi mengajak meeting disini. Jadi aku tahu kamu ke sini.” Ucapan Alex seperti ditujukan pada Nara. Tapi pandangan matanya tajam menatap laki-laki tampan yang ada di sisi kiri Nara.


“Kebetulan sekali. Perkenalkan ini adalah Rafael. Presdir Lunar Ind. Dia adalah teman kecil kami.” Bisma memperkenalkan Rafael pada Alex. Keduanya saling berjabat tangan. Namun hanya Bisma yang tidak menyadari adanya bibit perselisihan diantara keduanya.


“Mana pak Gibran?” Nara celingukan mencari keberadaan sekretaris Alex. Sudah lama ia tak bertemu dengannya.


“Kenapa kamu mencarinya?” Alex mengerutkan alisnya.


“Tidak apa-apa. Hanya heran saja dia tidak ikut meeting.” Nara menggemukkan bahunya. Awalnya ia memang hanya berniat mengalihkan perhatian.


“Aku sudah suruh dia kembali ke kantor.”


Nara ingin mengatakan sesuatu, tetapi Rafael dengan cepat menghentikannya. “Apakah ini tuan Alex Kingston Presdir dari Amerta Corp?” senyum ramah Rafael terlihat tulus.


“Ya. Itu saya.”


“Bagus sekali. Ternyata saya bertemu dengan orang hebat lagi hari ini.”


Alex hanya diam menanggapi. Pandangannya kini menatap tajam Nara yang menunduk dengan gugup.


“Karena kita sudah bertemu disini kenapa tidak makan siang bersama saja?” Bisma akhirnya menangkap keadaan yang dari tadi belum ia sadari.


“Benar tuan Alex. Mari makan siang bersama.” Rafael ikut menimpali.


“Baiklah.” Alex segera meraih tangan Nara. Pemandangan ini tak luput dari pandangan Rafael yang tetap tersenyum lembut melihatnya.


“Sekretaris saya sudah memesan tempat disini. Ayo.” Rafael segera berjalan mendahului. Namun tangan kanannya yang berada di saku celana ia kepalkan dengan erat.


Nara masih menunduk saat melihat tangan besar Alex yang menggenggam tangannya dengan sedikit remasan. Ketika ia mendongakkan kepalanya, ia melihat Alex melirik tajam padanya.


“Hehehehe. Kebetulan sekali kita bertemu disini.” Nara memaksakan senyumnya. Ia sangat gugup. Ia merasa seperti sedang ketahuan selingkuh. Tapi dia kan bukan pacar Alex.


“Iya. Kebetulan sekali aku di sini. Jadi aku tahu kamu sedang menghabiskan waktu dengan laki-laki lain.” Sinis Alex.


“Rafa teman kecilku. Dia anaknya Tante Luna. Sekretaris papa dulu.”

__ADS_1


“Aku tidak peduli.”


“Benarkah? Bukankah kamu sedang minum sebotol cuka sekarang?” Nara mencubit pipi kanan Alex sambil menggoyangnya pelan.


“Kamu harus di hukum setelah ini.”


“Eh! Kenapa?”


“Karena kamu berani bermain-main.”


“Tapi kan...”


“Diam dan menurutlah.” Potong Alex cepat ia segera menarik Nara agar ia duduk di sampingnya saat mereka sudah sampai di ruangan yang dipesan Rafael.


Setelah mengobrol cukup lama akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke kantor nya masing-masing. Lagi pula saat ini jatah makan siang sudah lama terlewat.


“Bisma, hari ini aku akan mengantar Nara pulang.” Kata Alex saat mereka tiba di luar restoran. Ia kembali menggenggam tangan Nara yang terlihat mungil di dalam lindungannya.


“Baiklah. Pastikan dia pulang tanpa sedikitpun goresan.” Bisma berkata tanpa menoleh pada Nara yang saat ini sedang meminta bantuan melalui isyarat pada pada kakaknya. Tapi semuanya nihil.


Nara tidak bisa membayangkan apa yang akan dilakukan Alex kali ini. Sepertinya ia telah membuat Alex benar-benar marah.


Bisma juga pergi setelah itu. Tapi sebelumnya ia meminta Rafael untuk berkunjung ke rumahnya. Ia berpikir jika papa dan mamanya akan senang bertemu dengan putra dari Luna.


Kini hanya tinggal Rafael sendiri. Ia segera mengubah wajah ramah bersahabat nya menjadi wajah yang licik dan penuh siasat.


Dikeluarkan ponsel miliknya untuk menghubungi seseorang. “Cari informasi mengenai Alex Kingston. Pemilik Amerta Corp. Aku minta datanya sudah ada di mejaku nanti malam.” Katanya sebelum menutup telponnya.


Sesingkat itu. Bahkan dirinya tidak perlu menunggu kesanggupan dari anak buahnya yang selalu standby melaksanakan tugas yang diberikan olehnya.


...☘️☘️☘️...


Nara mengerutkan keningnya saat melihat apa yang terlihat dari balik kaca mobil Alex. Pintu utama Amerta Corp sudah tak asing lagi baginya terlihat jelas dari sana. Ia tidak mengerti kenapa Alex membawanya kesana.


“Kenapa mengajakku ke sini Lex?” tanya Nara bingung.


“Apa lagi? Tentu saja untuk menemaniku. Kamu tadi kan sudah menemani tuan Rafael mengobrol lama saat Bisma mengajakku berbicara secara pribadi.” Jawab Alex sebelum ia turun dari mobilnya.


Alex segera membuka pintu mobil untuk Nara saat gadis itu masih belum keluar. Sebenarnya ia sangat enggan kembali masuk ke dalam kantor ini. Apa lagi dengan gosip yang beredar terakhir kali.

__ADS_1


“Ayo turun.” Alex mengulurkan tangannya. Berharap Nara menyambutnya. Namun ia malah melihat Nara yang enggan turun. “Mau aku gendong?” Alex mengedipkan matanya kanannya sambil tersenyum penuh arti.


“Tidak perlu. Aku akan turun.” Nara segera meraih tangan Alex yang membantunya turun. Padahal ia sendiri bisa turun tanpa bantuan dari Alex.


Keduanya berjalan berdampingan dengan tangan yang saling mengait. Nara juga sudah menguasai dirinya lagi. Ia berjalan tanpa menundukkan kepalanya. Biarkan saja mereka melihat. Toh ia juga bukan bagian dari mereka lagi. Pikirnya.


Nara mengerti tatapan heran para karyawan yang melihat mereka berdua. Tapi siapa Nara? Dia tidak akan jatuh hanya karena gosip. Dia lebih kuat dari pada itu.


Alex membawa Nara masuk ke dalam ruangannya. Ia meminta gadis itu duduk di sofa sambil menunggunya menyelesaikan pekerjaannya. Pekerjaan nya menumpuk. Tapi ia tidak rela jika Nara lepas dari pengawasan nya lagi.


Cukup lama Nara duduk diam di sana. Sampai ia merasa bosan.


“Lex bisakah aku pulang sekarang?” tanyanya sambil menghentakkan kakinya.


“Kenapa? Kamu tidak suka menemiku?” Alex berbicara. Tapi pandangannya masih pada berkas yang sedang ia baca.


“Menemanimu apanya? Kenyataannya adalah aku hanya melihatmu bekerja. Dan kamu mengabaikan aku dari tadi. Huh!” Keluh Nara. Ia mendengus dan membuang muka.


Mendengar keluhan Nara, Alex menyeringai. Ia segera mendekati Nara dengan gayanya yang cool. “Ooh. Jadi kamu mau diperhatikan?”. Nara yang masih memalingkan wajah tidak mengetahui jika Alex sudah duduk di sampingnya.


Nara baru sadar saat merasa gerakan dari sofa yang ia duduki. Ia segera menoleh dan terkejut saat melihat Alex yang melihatnya dengan senyum jailnya.


“Lex! Apa yang kamu lakukan disini?” tanya Nara sambil mengelus dadanya yang berdebar karena terkejut.


“Aku? Tentu saja untukmu. Katanya kamu mau diperhatikan.” Alex menangkup wajah Nara. Menarik dagu gadis itu hingga jarak mereka sangat dekat.


“Le-lex. Ini kantor.” Ucap Nara panik saat melihat Alex mendekatkan wajahnya.


*


*


*


...Begadang ooohh begadang...


...Terima kasih sudah mampir 🥰...


...Like👍 dan komen² oke😁...

__ADS_1


__ADS_2