Aku Istri Muda

Aku Istri Muda
S2_40. Kejutan Alex


__ADS_3

...Oh ya... Sebelumnya akoh mau berbagi kebahagiaan dengan kalian. Hari ini Aniversary Pernikahan Akoh yang ke 9 tahun. Nggak nyangka sudah jalan selama ini....


...***Pahit manisnya juga banyak banget yang sudah akoh dan suami lalui. Meskipun kemarin ada sedikit problem akhirnya terlewati dengan baik dan indah pada waktunya....


...Terima kasih dukungan kalian semua. Do'a dan semangat kalian semoga dibalas oleh Allah SWT dengan limpahan karunia yang senantiasa terlimpahkam untuk kita semua. Aamiin🤲***...


...***Love you full Reader ❤️...


Happy reading 🥰***


Mobil yang dikemudikan seorang bodyguard Alex melaju dengan stabil membelah ramainya jalan raya. Dua orang yang duduk di kursi belakang sama-sama diam dengan pikiran yang berbeda di dalam kepala mereka. Tangan keduanya saling menggenggam.


Nara berusaha menenangkan degup jantungnya yang mendadak berdetak lebih cepat. Gadis itu sedang gugup. Ia tidak menyangka berada dalam kondisi yang seperti ini berdua dengan Alex. Laki-laki yang dulu ia hindari. Namun saat ini, nyatanya hatinya bergetar hanya dengan mendengar namanya.


Sedangkan Alex, laki-laki itu juga sedang gugup. Ia sedang merangkai kata yang akan ia katakan pada Nara nantinya.


Makan malam kali ini sengaja ia siapkan untuk kembali meminta Nara menjadi kekasihnya. Setelah gagal saat itu, ia ingin kali ini tidak akan gagal lagi.


Namun lebih dari itu, ia lebih bersiap untuk meyakinkan hatinya bahwa apa yang telah ia putuskan adalah hal yang terbaik untuk saat ini.


“Kita sudah sampai tuan, nona.” Bodyguard muda bernama Dion menyadarkan keduanya dari lamunan mereka.


Mobil yang mereka tumpangi berhenti di lapangan parkir danau buatan di tepi kota. Danau buatan yang merupakan proyek Amerta Corp yang ada di samping hotel yang juga milik Amerta. Dua tempat itu baru jadi dan belum diresmikan. Jadi hanya ada mereka disana.


Mata Nara berkeliling memindai tempat itu. Apakah Alex salah tempat? Tempat ini sepi dan gelap. Tidak ada penerangan di situ. Apalagi setelah Dion mematikan mesin mobil. Keadaan menjadi gelap gulita. Nara seketika memeluk lengan Alex dan menyembunyikan kepalanya di dada Alex.


“Aku takut lex. Ini dimana?” tanya Nara.


“Kamu akan tahu sebentar lagi.” Jawab Alex mengelus kepala Nara. Berusaha menenangkan gadis itu. Alex melepaskan pelukan Nara.


“Kamu mau kemana? Jangan pergi.” Nara menarik ujung lengan jas Alex. Menahan pria itu untuk tidak meninggalkan nya turun.


“Aku turun dulu sebentar. Lalu aku akan menjemputmu.” Bujuk Alex


“Tidak. Aku bisa keluar setelah kamu. Lewat pintu itu.” Tolak Nara. Ia sangat takut gelap.


“Baiklah.” Alex sedikit menyesal dengan pengaturan ini. Kenapa ia bisa lupa jika Nara phobia gelap? Jika saya ada satu lampu di sekitar sini pasti tidak akan membuat Nara sampai ketakutan seperti ini.

__ADS_1


“Ayo keluar.” Alex mengulurkan tangannya setelah ia keluar terlebih dahulu. Gadis itu menyambut tangan besar Alex yang kemudian menggenggam hangat tangan kecil miliknya.


“Kita tidak salah tempat kan Lex?” tanya Nara lagi. Sungguh Ia takut gelap. Dan tempat di depannya ini sangat gelap.


“Tidak. Ayo.” Alex menuntun Nara untuk maju. Nara mencengkeram erat lengan Alex karena takut.


Namun kejadian selanjutnya membuat Nara tercengang. Dimana Lampu taman berbagai warna yang diatur dengan sangat indah menyala satu persatu seiring langkah mereka. Namun semua itu hanya sekejap sebelum semua lampu kembali mati. Dan lampu berwarna merah di depan mereka menyala dengan rangkaian huruf yang terbaca dengan jelas.


“I Love You, Nara.” Ucap Alex berbisik di telinga Nara. Ucapannya sama dengan tulisan di depan mereka. Dengan keadaan sekitar yang gelap, tulisan itu terlihat bersinar terang.


Lalu Alex memberikan sebuket bunga mawar merah yang entah ia dapat dari mana. Nara menerima bunga itu dengan senyuman dan segera menghirup dalam-dalam aroma wangi yang menenangkan.


Belum habis keterkejutan Nara, lampu hias kembali menyala. Menampilkan pemandangan malam yang sangat indah.


Nara menutup mulutnya tidak percaya. Apakah ini semua yang menyiapkan adalah seorang Alex yang terkenal dingin? Rasanya ia ingin terbang.


“Jangan bengong terus. Dijawab dong.” Keluh Alex sedikit kesal.


“Apakah itu masih perlu Lex?”


“Tentu saja.”


“Baiklah. Mulai sekarang kita resmi pacaran ya?” tanya Alex berbinar. Ia sudah menduga jawaban Nara. Tapi saat mendengar langsung dari bibir tipis gadis itu, rasanya benar-benar berbeda. Ia ingin sekali waktu kembali berputar dan me-replay ucapan Nara berkali-kali. Atau mungkin ia bisa meminta Nara untuk merekam di ponselnya dan ia jadikan nada dering. Pasti akan sangat menyenangkan mendengarnya berulang kali.


“Em.” Nara mengangguk malu-malu. Wajah gadis itu bersemu merah yang sengaja ia sembunyikan.


“Terima kasih Nara. Terima kasih telah hadir di hidupku yang sepi ini.” Alex memeluk Nara. Meskipun sedikit ragu, Nara akhirnya membalas pelukan Alex.


“Sama-sama Lex. Aku juga bahagia.”


“Baiklah. Mari kita makan dulu. Setelah ini aku ingin berbicara serius denganmu.” Alex melepaskan pelukannya. Sebagai gantinya, ia memeluk pinggang Nara dan ia tuntun ke tengah taman. Sebuah meja dengan dua buah kursi ada di bagian sana. Beberapa lilin menyala di atas meja tersebut.


Setelah keduanya duduk di kursi mereka, beberapa orang pelayan datang dengan membawa nampan berisi makanan dan minuman. Mereka menatanya dengan rapi dan terlihat artistik.


“Makanlah. Semua ini khusus aku pesan sesuai dengan kesukaan mu.” Ucap Alex.


Sedangkan Nara yang ada di depannya segera mengambil sendok untuk makan. Ia masih seorang Nara yang sangat suka makan. Tidak perlu menjaga imej di depan pria yang baru resmi menjadi pacarnya. Lagipula Alex sudah mengetahui bagaimana ***** makan Nara terhadap makanan enak.

__ADS_1


“Apa yang ingin kamu bicarakan Lex?” tanya Nara saat ia beru menghabiskan setengah isi piringnya. Rasa penasaran membuatnya bertanya.


“Nanti saja kita bahas. Sekarang makan dulu.”


“Huft. Baiklah.” Nara hanya bisa menurut. Lagi pula Alex sudah berkata akan mengatakannya nanti. Setelah mereka selesai makan rasa penasaran akan terpecahkan juga.


Alex menggenggam tangan Nara saat mereka sudah selesai makan. Menatap mata Nara dengan penuh cinta. Membuat Nara tersipu dibuatnya.


“Lex, jangan melihat aku seperti itu.” Nara memalingkan wajahnya. Dilihat dengan begitu intens membuatnya sedikit tidak nyaman. Ada rasa gatal di hatinya.


“Biarkan aku puas menikmati cantiknya wajahmu Nara.” Ucap Nara serius.


“Maksudmu apa Lex?” Nara merasa ada yang salah. Mereka akan sering bertemu kan. Saat ini Nara memberanikan diri menatap mata Alex. Mencoba mencari kebenaran di sana.


“Jika aku bilang bahwa aku sangat mencintaimu apa kamu akan percaya?” bukannya menjawab. Alex malah memberi pertanyaan yang semakin membuat Nara berpikir keras.


“Apa maksud semua ini Lex?”


“Nara, setelah ini jalan yang kita lalui tidak akan mudah.” Alex mendesah pasrah.


“Tolong bicara yang jelas Alex. Aku tidak suka basa basi seperti ini.”


“Kamu pasti sudah tahu bagaimana kondisi perusahaan kita kan?”


Nara terkejut. Dia saat seperti ini banyak hal bisa dibahas. Tapi Alex malah memilih membicarakan masalah perusahaan yang memburuk. Ini hanya membuat suasana yang penuh romantis menjadi berantakan.


*


*


*


Terima kasih sudah mampir 🤩


Seperti biasanya, like dulu sebelum berlalu ya gaes. Biar akoh semangat ketik ketuknya 😘


Akoh akan usahain up tiap hari. Yah meskipun jam nya tidak teratur ya....

__ADS_1


Kalau akoh nggak up berarti akohnya sibuk pakek bingits 🥰


See you later in next episode 🥳


__ADS_2