Aku Istri Muda

Aku Istri Muda
90. Gosip


__ADS_3

Satu rasa yang menjengkelkan adalah kecewa. Apalagi dikecewakan oleh orang yang disayang.


Terkadang kita sulit memberikan kepercayaan kepada orang lain karena takut akan rasa kecewa. Dengan sepenuh hati kita telah memberinya kepercayaan, menyandarkan harapan padanya tapi yang kita dapat hanya kekecewaan.


Sore ini, Bisma merasakan sakit hati karena kecewa.


Bisma mengurung diri di kamar sejak pulang sekolah. Masuk ke dalam rumah pun dengan menghentakkan kakinya dan raut wajah yang menakutkan. Bahkan, Nara yang biasanya sangat menyukai menggoda sang kakak hanya menelan ludahnya sendiri karena takut.


Nara hanya memandangi kakaknya yang berjalan penuh emosi ke kamarnya.


“Mbak Hana, kak Bisma kenapa sih wajahnya aneh.” Keluh Nara.


Hana yang juga menyadari bahwa keadaan hati Bisma sedang buruk hanya bisa memenangkan Nara dengan bermain dengannya saja daripada mengganggu Bisma.


Di dalam hati Hana juga bertanya-tanya apa yang terjadi sebenarnya. Beberapa hari ini Bisma terlihat bahagia. Bahkan tadi pagi ia juga bersemangat saat berangkat sekolah. Tapi mengapa sepulang dari sekolah suasana hatinya sedang kacau?


Hana menyadari bahwa keadaan ini tidak sama dengan keadaan Bisma beberapa waktu yang lalu. Ini lebih serius.


Tapi yang membuat Nara semakin bingung adalah saat melihat mamanya yang pulang dengan mata yang sembab dan hidung yang memerah. Ini jelas habis menangis. Meskipun Nadia sudah menyamarkan dengan memakai make up yang agak tebal sore itu, jejak itu masih terlihat cukup jelas.


Hana yang melihat tampilan Nadia sore itu pun tahu bahwa ada sesuatu yang tidak baik yang sedang terjadi. Pikiran pertamanya adalah, apakah ada yang salah dengan persiapan pernikahan majikannya itu?


Flash Back On....


Pagi ini, Nadia belanja di pasar untuk membeli sendiri bahan makanan yang akan dimasak di kafe. Ia ingin memastikan bahan-bahan untuk masakan kafenya adalah yang terbaik.


Namun pagi ini ada yang salah. Ia mendengar beberapa perkataan orang mengenai dirinya. Bukan sesuatu yang baik. Ia sedang digosipkan dengan sesuatu yang buruk.


Kabar pernikahannya dengan Nathan yang merupakan pengusaha muda yang mapan lah yang menjadi cikal bakal gosip beredar.


Apa lagi yang menjadi masalah selain status Nadia yang merupakan janda dengan dua anak. Entah dari mana kabar itu mereka dapat.


Nadia bukannya marah mendengarnya. Toh itu memang yang sesungguhnya. Tapi yang membuatnya bersedih adalah ucapan-ucapan miring mengenai dirinya yang menggunakan guna-guna untuk mendekati Nathan, bahkan ada yang berkata bahwa ia menggunakan tubuhnya untuk menggoda pengusaha muda itu.


Nadia yang biasanya kebal dengan gosip kali ini tidak bisa menahannya. Jika dulu ia akan mendengarkan gosip itu sekali lewat, kini ia mempunyai dua orang anak yang sedang tumbuh. Apa jadinya jika mereka berdua yang masih balita mendengarkan kabar yang buruk mengenai ibu mereka?


Hal yang menyakiti Nadia bukan hanya melalui gosip. Siang tadi, saat Nadia berada di kafenya, Miranda datang.

__ADS_1


Gadis itu datang dengan bala bantuan ibu-ibu tukang nyinyir. Miranda memfitnah Nadia bahwa Nadia merebut kekasihnya. Dan ini cukup menjadi bahan bakar ibu-ibu nyinyir yang suka membakar diri untuk hal yang seharusnya bukan menjadi urusannya.


Dengan berbekal kamera handphone di tangan mereka, ibu-ibu itu mendatangi Nadia. Merekam apa saja yang mereka ucapkan kepada Nadia. Mengaploadnya ke dalam sosial media. Menjadikannya bahan gosip yang akan menjadikan mereka terkenal. Mereka sendiri tidak peduli apa yang mereka ucapkan benar apa tidak, yang mereka pikirkan adalah membuat konten.


Tanpa mereka sadari, apa yang mereka ucapkan dan lakukan menghancurkan hati dan kehidupan orang lain. Di zaman sekarang, orang-orang lebih percaya kepada omongan tak bertanggung jawab di dunia maya daripada melihat faktanya di dunia nyata. Ironis.


Nadia yang diserang banyak wanita yang mengoceh banyak hal pada dirinya hanya bisa diam. Ibu-ibu itu tidak memberinya sedikitpun kesempatan untuk menjelaskan diri. Akhirnya, Nadia hanya bisa menangis pasrah. Mendengar ucapan yang tidak benar mengenai dirinya.


Sedangkan Bisma, tanpa sepengetahuan Nadia, pria kecil itu bahkan mendengar hal buruk mengenai mamanya di sekolah. Teman-temannya bahkan tanpa ragu mengatakan bahwa Nadia adalah pelakor.


Padahal, mereka sendiri bahkan mungkin tidak tahu apa yang disebut pelakor. Namun itulah hebatnya sosial media, membuat sesuatu yang tidak dimengerti seperti dimengerti dengan jelas.


Nathan yang datang malam harinya menjadi sasaran kemarahan Bisma. Malam itu, pria kecil yang sedang menunjukkan taringnya itu memintanya untuk berbicara berdua dengannya. Ia ingin meminta pertanggungjawaban atas apa yang dialami sang mama.


Menurut pada calon anak tirinya, Nathan mengikuti Bisma yang membawanya ke gazebo di samping rumah. Duduk berdua seperti dua orang dewasa yang bicarakan masalah serius.


“Apakah om sudah mendengar gosip tentang mama?”


“Aku sudah mendengarnya Bis. Dan aku akan segera menghilangkannya. Aku juga tidak menyangka akan ada gosip seperti itu.”


“Mama wanita baik-baik om. Dia tidak pantas menerima hujatan dan omongan pedas dari orang-orang itu.”


Bisma menatap Nathan dengan sedikit tidak percaya. Ia sedikit tidak mempercayai kemampuan calon papanya. Ia masih kecil, tentu saja belum bisa memikirkan hal sejauh itu untuk menyelesaikan masalah. Awalnya Bisma mengira bahwa Nathan akan mendatangi setiap orang yang menggosip. Ininpasti sangat merepotkan dan melelahkan.


Mendesah. Kini Bisma merasa sedikit lega. Ia berharap bahwa mamanya belum mendengar gosip itu. Tak tahu saja jika mamanya bahkan telah didatangi oleh biang keladinya.


Nathan sendiri langsung datang ke kafe setelah mendapat kabar penyerangan Nadia di kafe. Ia berusaha melindungi calon istrinya. Dan mencari solusi untuk masalah yabg mereka hadapi bersama-sama.


Malam sudah larut. Nathan masih berada di rumah Nadia. Ia ingin menemani calon istrinya lebih lama menghadapi malam ini. Keduanya membutuhkan waktu berdua untuk berbicara lebih.


Di saat hampir semua penghuni rumah telah terlelap dalam tidurnya, Nadia dan Nathan duduk berdua di bangku taman.


“Apa yang mas bicarakan dengan Bisma tadi?”


“Anak itu sudah tahu.” Nathan tersenyum mengingat pembicaraannya dengan pria kecil itu. “Dia, sangat berusaha melindungimu. Sepertinya aku harus bersyukur ada dia di sisimu.” Nathan menarik kepala Nadia untuk diciumnya. Meletakkan lengannya di atas bahu Nadia.


“Kamu benar mas. Dia selalu berusaha melindungiku dan Nara selama ini. Aku beruntung memilikinya.” Nadia mengelus lengan Nathan yang memeluk bahunya.

__ADS_1


“Sayang, apakah kamu sudah siap untuk besok?” Nathan menatap Nadia yang berada di sebelahnya.


“Siap tidak siap mas. Lagipula kita memang harus menyelesaikan semuanya. Aku tidak mau semua ini berdampak pada anak-anak.”


“Kamu benar. Dalam hal ini anak-anak tidak boleh sampai mendapatkan dampak buruk.”


“Bagamana dengan keluarga mas? Maksudku apakah mereka mempercayai berita itu?”


“Keluargaku bukanlah tipe yang hanya percaya pada omongan orang yang tak bertanggung jawab. Apalagi mama sudah mengetahui sifat Miranda yang suka menghalalkan segala cara untuk mencapai apa yang ia inginkan.”


“Mas, apakah kamu benar-benar menolak gadis secantik Miranda hanya untukku yang...”


“Yang apa? Kamu sempurna sayang. Jangan pernah merendahkan dirimu lagi di depanku.” Potong Nathan cepat. Ia segera menangkup wajah Nadia. Menatap lekat mata teduh milik Nadia dengan penuh cinta.


“Terima kasih atas cinta yang tak terhingga ini mas.” Nadia menyatukan tangannya dengan tangan Nathan.


“Sama-sama. Terima kasih juga karena telah bertahan selama ini.”


Tanpa sadar, keduanya mendekatkan wajah mereka. Perlahan tapi pasti, dua bibir itu perlahan semakin mendekat. Dua pasang mata juga terpejam menikmati suasana. Hingga tiba-tiba....


“Woy belum halal!”


Satu anak tiri besar menghancurkan momen romantis keduanya. Nathan segera merutuk pada sahabat yang sebentar lagi akan menjadi anak sambungnya juga. Hah, ini sedikit menggelikan.


*


*


*


Terima kasih sudah mampir...


Like ✔️


Vote ✔️


Komentar✔️

__ADS_1


Hadiah ✔️


__ADS_2