Aku Istri Muda

Aku Istri Muda
S2_38. Ambisi Rafael


__ADS_3

Nara menghentikan langkahnya saat mendengar suara tawa papa dan mamanya di ruang tamu. Ia memperlambat langkah kakinya untuk masuk ke dalam rumah. Sayup-sayup Nara mendengar suara yang tak asing selain suara Nathan dan Nadia.


“Kenapa dia ke sini?” Gumam Nara saat dia memastikan bahwa ia mengenali suara orang tersebut.


Nara menghela napas sebelum masuk ke dalam rumah. Lagi pula ini adalah rumahnya. Tak ada alasan jika ia harus menghindar.


“Ah itu dia Nara sudah pulang.” Seru Nadia yang baru melihat Nara masuk ke dalam rumah. Dua orang lainnya langsung melihat ke arah Nara.


Nara mendekat ke arah Nathan dan Nadia. Mencium takdzim punggung tangan keduanya. “Pa, Ma.” Sapa Nara.


“Sini sayang. Duduk sini. Lihatlah nak Rafa mengunjungi kita. Kamu pasti kangen kan sama dia kan? Sudah lama kita tidak bertemu.” Nadia menarik tangan Nara agar duduk di sampingnya.


“Iya ma. Hai Rafa.” Sapa Nara saat ia menoleh pada laki-laki yang duduk di ruang tamu itu.


“Hai Nara. Baru pulang? Bukankah sudah lama sejak kamu meninggalkan kantorku?” Rafael mengernyitkan alisnya.


“Aku mampir ke kantor Alex dulu tadi.”


“Lho kalian sudah bertemu sebelumnya?” tanya Nadia sedikit terkejut.


“Iya Tante. Tadi kami ketemu di kantor ku. Sama kak Bisma juga.”


“Wah wah. Dasar anak muda ya. Yang tua-tua ini sudah dilupakan.” Kelakar Nathan sambil tertawa.


“Tentu saja tidak om. Hanya saja saya sangat sibuk sejak tiba di sini. Jadi baru sempat berkunjung. Ketemu Nara dan kak Bisma juga karena pekerjaan.”


“Ow begitu. Ma temani papa ke atas sebentar.” Nathan memberi kode pada Andia untuk mengikutinya.


“Nara kamu temani dulu Rafa ya. Papa dan mama mau ke atas dulu. Kalian sudah lama tidak bertemu. Pasti banyak yang ingin kalian bicarakan.”


“Iya ma.”


Nara menatap punggung kedua orangtuanya yang sudah naik ke lantai atas. Menunggu mereka hingga hilang di balik pintu kamar. Ketika keduanya sudah tidak terlihat lagi, Nara langsung memasang wajah tidak sukanya pada Rafael.

__ADS_1


“Sebenarnya apa yang kamu inginkan Rafa?” tanya Nara to the point. Ia tidak suka berbasa basi dengan laki-laki yang dulu menjadi teman akrab nya itu.


“Maksudmu apa Nara? Aku hanya ingin berkunjung. Itu saja.” Jawab Rafael santai sambil menyesap kopi yang disajikan bi Ida.


“Jangan pura-pura lagi. Aku tahu jika kamu lah dibalik jatuhnya saham Mahardika.”


Rafael terlihat terkejut beberapa saat hingga ia menghentikan aktivitasnya menikmati kopi nya. Namun itu hanya sebentar sebelum senyum lembut kembali ia untaikan.


“Aku tidak menyangka akan secepat ini terbongkar. Tapi tak masalah. Karena kamu sudah tahu, aku tidak perlu lagi berpura-pura di depanmu.” Wajah Rafael menjadi serius. Dan Nara marah mendengar pengakuan itu. Awalnya ia tidak percaya saat informasi itu diberitahukan padanya. Namun ia tidak menyangka jika temannya mampu melakukan hal jahat seperti itu padanya.


Flash Back On....


“Aku sudah mengetahui siapa dalang dibalik ini semua.” Alex berbicara dengan serius saat keduanya baru sampai di kantor Amerta.


Nara yang baru saja mendudukkan diri di sofa langsung menoleh pada Alex yang duduk tepat di sebelah nya. “Siapa?”


“Apa kamu akan percaya dengan apa yang akan aku katakan?” Alex memicingkan matanya. Setelah ia meeting dengan kliennya di restoran tadi sebenarnya Alex berniat akan pergi ke kantor Bisma. Tapi ia tidak menyangka akan bertemu dengan Nara dan Bisma di sana. Dan yang terpenting adalah bersama orang yang telah memainkan triknya untuk membuat saham Mahardika Grup anjlok.


Itulah mengapa Alex sudah tidak menyukai Rafael sejak pertama bertemu. Apa lagi saat melihat laki-laki itu menatap Nara dengan tatapan penuh obsesi.


“Pelakunya adalah Rafael Saputra.” Jawab Alex pasti.


“Tidak mungkin. Kamu pasti bercanda kan Lex?” Nara berusaha tersenyum. Ia mengenal Rafael sejak mereka masih kecil. Temannya itu bukan tipe orang jahat.


“Aku sudah menyangka jika kamu tidak akan percaya apa yang aku katakan.” Alex tersenyum kecut. Ia sudah susah payah mencari tahu semuanya. Tapi di saat pelakunya ada di depan mata, orang yang pertama ia beritahu malah tidak percaya padanya.


“Bukan begitu Lex. Hanya saja aku mengenal Rafa sejak kecil. Aku yakin dia tidak akan tega melakukan hal yang licik seperti itu.” Sebenarnya ada sedikit keraguan di dalam kata-kata Nara. Tapi ia sendiri masih terlalu bingung saat ini.


“Kamu bisa bertanya padanya langsung jika semua bukti ini masih kurang jelas.”


Alex memberikan map berisi semua dokumen yang menyatakan keterlibatan Rafael. Laki-laki itu merusak citra Mahardika hingga menyebabkan


Awalnya Nara tidak percaya. Tapi dengan semua . Bukti yang diberikan Alex telah menjelaskan semuanya. Itulah mengapa ia ingin tahu maksud dari Rafael melakukan semuanya.

__ADS_1


Flash Back Off....


“Aku tidak memiliki maksud apapun. Aku hanya ingin menunjukkan padamu bahwa aku sudah memiliki kekuatan sekarang. Aku telah membuktikan jika aku layak mendapatkan mu.” Rafael memandang Nara dengan tajam.


“Rafa, layak dan tidaknya itu tidak diukur dari kekuasaan seseorang. Ini masalah hati. Tidak bisa dihitung dengan materi dan kekuasaan.” Nara memandang Rafael dengan sendu. Ia berharap temannya itu mengerti ucapannya. Bahwa ia tidak memiliki sedikitpun cinta untuknya.


“Apa ini ada hubungannya dengan tuan Alex?”


“Ada Alex ataupun tidak, nyatanya hatiku tidak bisa mencintaimu Fa.” Jawab Nara tegas.


“Oh ternyata memang benar ini karena tuan Alex.” Rafael terkekeh.


“Rafael harus bagaimana lagi aku menjelaskan nya padamu? Ini tidak ada hubungannya dengan Alex.”


“Kamu begitu membelanya. Apa hebatnya dia dibandingkan denganku?”


Nara tidak bisa menjawabnya. Lagipula rasa cinta pada seseorang tidak harus lebih hebat dari orang lain. Bahkan menurutnya Alex kadang masih menjadi orang yang sangat menyebalkan. Tapi di dalam hati kecilnya tanpa ia sadari cinta tumbuh dengan sendirinya.


“Kamu sendiri sudah tahu apa yang bisa aku lakukan. Aku bisa saja menghancurkan perusahaan papamu dengan mudah jika aku mau. Jadi aku harap kamu mengerti, jika aku tidak bisa mendapatkan mu dengan cinta. Maka aku akan mendapatkan mu dengan kekuatan ku. Dan satu lagi, jika kamu masih bersikeras memilih tuan Alex dibandingkan aku, aku juga akan menghancurkan perusahaannya.” Rafael berkata dengan dingin. Sudah banyak yang ia lakukan untuk mendapatkan Nara. Untuk bisa menjadi layak bersanding dengan Nara. Tapi harapannya sia-sia. Setalah apa yang ia lakukan, Nara masih tidak bisa ia dapatkan.


Nara menatap punggung Rafael yang berjalan keluar dari rumahnya. Ia menatap getir punggung sahabatnya itu.


Sahabat yang ia kenal dulu sangat berbeda dengan sekarang. Sahabatnya telah berubah menjadi laki-laki yang penuh dengan ambisi.


"Lex ternyata kamu benar." gumam Nara.


*


*


*


Terima kasih sudah mampir 🤩

__ADS_1


Like 👍 vote 🍀 dan komentar nya ditunggu EA🥰


__ADS_2