Aku Istri Muda

Aku Istri Muda
S2_32. Hampir Jadian


__ADS_3

Alex mengajak Nara untuk segera pulang setelah ia selesai menemui para koleganya. Saat pamit pada Yuda pun ia beralasan pulang terlebih dahulu karena ia merasa tidak enak badan.


“Jika anda merasa tidak enak badan, saya bisa meminta Diandra untuk memesankan kamar di hotel ini untuk anda tuan Alex.” Kata Yuda yang berharap Alex tidak pergi begitu saja dari pestanya.


“Tidak perlu tuan Yuda. Kalian pasti sangat sibuk dengan pesta ini. Saya bisa kembali dengan Nara. Yang saya butuhkan adalah istirahat dengan tenang.” Tolak Alex saat melihat Yuda akan memanggil Diandra untuk mendekat.


Setelah itu tidak ada lagi alasan untuk menahan Alex untuk tetap tinggal. Nara awalnya heran saat Alex mengajaknya pulang. Apalagi saat mengetahui jika pria itu sedang tidak enak badan saat ini.


“Lex biarkan aku yang menyetir.” Kata Nara saat mereka sudah berada di depan mobil yang terparkir di tempat parkir.


“Kenapa?” tanya Alex heran.


“Bukannya kamu sakit?” Nara menatap Alex penuh selidik. Melihat laki-laki itu dengan seksama ternyata tidak ada yang berbeda. Alex jelas seorang pria yang sehat. Namun kenapa dia berbohong?


“Aku tidak akan berada di tempat yang wanitaku tidak nyaman ada di sana.” Kata Alex saat melihat wajah bingung Nara.


“Jadi kamu berbohong?”


“Mau bagaimana lagi? Melihat wajahmu yang ditekuk sepanjang waktu membuatku merasa tersiksa.” Alex memegang dagu Nara. Menghadapkan wajah gadis itu tepat di depannya.


“Itu bukan urusanmu. Urus saja nona Diandra yang akan dijodohkan denganmu.” Nara mamalingkan wajahnya dengan segera. Ia mengepalkan kedua tangannya.


Alex tertawa. Wajahnya terlihat sangat bahagia saat ini. Apakah Nara saat ini tengah cemburu padanya? Jika benar Nara cemburu itu artinya gadis itu telah memiliki cinta untuknya. Hanya saja mungkin gadis itu masih belum menyadarinya saja.


“Tertawa saja sana. Biar para gadis semakin banyak yang terpesona.” Geram Nara. Ia segera membuka pintu mobil. Namun mobil itu masih terkunci.


“Sial!” umpatnya. Ia pun berjalan ke arah jalan raya. Ia memutuskan untuk naik taksi saja.


“Nara jangan ngambek dong.” Alex segera berlari mengejar Nara yang pergi dengan menghentakan kakinya gadis ini sepertinya benar-benar marah padanya.


“Nara bukan salahku jika aku menjadi pusat perhatian para gadis. Ini semua karena aku yang mempunyai wajah yang tampan dan rupawan.” Kata Alex bangga sambil terus mengejar Nara.


“Iya. Kembalilah masuk dan tebarlah pesonamu di sana. Aku bisa pulang sendiri.” Nara semakin mempercepat langkahnya.


“Nara ayolah jangan seperti ini.” Wajah Alex terlihat panik. Pria itu dalam masalah besar kali ini. Ia tidak pernah pacaran sebelum nya. Jadi ia tidak memiliki pengalaman bagaimana caranya meredakan seorang gadis yang sedang cemburu.


Tanpa terasa Alex dan Nara sampai di taman yang menjadi tempat berkumpulnya para muda mudi. Mereka melakukan banyak hal di tempat itu.


Sebuah kerumunan besar menarik perhatian Nara. Di tengah-tengah kerumunan ada tiga pemuda yang sedang menunjukkan beberapa trik sulap. Nara sangat antusias melihatnya sampai ia melupakan jika tadi ia sampai berada di sana karena marah pada Alex. Bahkan gaun yang dipakainya saat ini sangat tidak cocok dipakai di tempat seperti ini. Membuat Nara sempat menjadi pusat perhatian karenanya.


Namun kesenangan Nara terganggu saat ia mendengar suara seseorang yang tidak asing baginya sedang berbicara. Nara segera mencari asal suara itu karena namanya juga disebutkan.


“Lagu ini saya persembahkan untuk wanita pujaan saya. Kinara Pramudita.” Ya. Orang itu adalah Alex. Saat ini Alex berada di tengah kerumunan dengan sebuah gitar di tangannya. Jas yang tadi ia pakai sudah ia lepas entah di mana. Meninggalkan kemeja pink yang lengannya sudah digulung hingga sampai siku. Dengan penampilan seperti ini ia terlihat lebih muda.


Ten2Five “I Will Fly”


You know all the things i’ve said


(Kau tahu semua yang telah aku katakan)


You know all the tings that we have done

__ADS_1


(Kau tahu semua yang telah kita lakukan)


And tings I gave to you


(Dan semua yang telah aku berikan kepada mu)


There a change for me to say


(Ada kemungkinan untuk ku katakan)


How precious you in my live


(Betapa berharganya kamu di hidupku)


And you know that it's true


(Dan kamu tahu semua ini adalah kebenaran)


Suara Alex memang tidaklah merdu. Namun masih cukup layak untuk di dengarkan. Suaranya berat dan terasa dalam. Namun semua itu mengena di hati Nara. Gadis itu sampai menutup mulutnya agar tidak menganga.


Pre-chorus


To be with you is all that i need


(Bersamamu, hanya itu yang aku mau)


Cause with you, my live seems brighter


(Karena denganmu, hidupku terasa lebih cerah)


(Dan ini semua yang ingin aku katakan)


Nara terdiam di tempatnya. Ia merasakan sesuatu yang sangat asing baginya. Sepertinya di dalam perutnya saat ini berisi ribuan kupu-kupu yang terbang cantik menyusupkan sebuah rasa yang terasa bergemuruh di dada.


Chorus


I Will fly into your arms


(Aku ingin terbang ke dlaam pelukanmu)


And be with you


(Dan bersamamu)


Till the end of time


(Hingga akhir waktu)


Why are you so far this way


(Mengapa kamu begitu jauh di jalan ini)

__ADS_1


You know it’s very hard for me


(Kamu tahu ini sangatlah berat untukku)


To get myself close to you


(Untukku mendekatkan diri padamu)


Yah. Seperti itulah perasaan yang dirasakan Alex saat ini. Nara merasa sangat bersalah mendengarnya. Ia tidak menyangka jika Alex ternyata mencintai nya dengan begitu dalam. Dan tersiksa saat ia tanpa sengaja menggantung hubungan mereka hanya karena ia masih ragu.


Alex belum menyelesaikan lagunya saat Nara tiba-tiba menghambur memeluknya dengan air mata penyesalan dan kebahagiaan yang berkumpul jadi satu. Gadis itu sampai terisak saat kedua tangannya melingkar di leher Alex dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher pria itu.


Gitar yang sedang dipangku Alex menjadi penghalang keduanya. Alex segera memberikan gitar itu pada pemuda yang sepertinya adalah pemilik gitar yang dipinjamnya. Setelah gitar itu tidak ada, Alex segera mendekap Nara. Mendudukkan gadis yang masih terisak itu di pangkuannya. Mereka mengabaikan jika mereka mempertontonkan posisi yang cukup ekstrim di depan para remaja yang masih belum cukup umur itu.


“Hei Nara, jangan menangis lagi.” Alex mengusap punggung Nara.


“Maafkan aku Lex.” Kata Nara di sela isakan tangisnya.


“Jadi apakah kamu akhirnya mau menerimaku?” tanya Alex penuh harap. Kesempatan ini tidak boleh sampai ia lewatkan.


“Terima! Terima! Terima!” suara itu menggema di taman itu. Semua orang yang ada di sana akhirnya fokus pada Nara dan Alex. Mereka ikut bahagia melihat adegan romantis keduanya.


Nara segera sadar jika mereka sedang berada di depan umum dengan posisi yang sangat memalukan untuknya. Apalagi ia baru sadar jika ia berada di pangkuan Alex. Aih! Pria ini pandai mengambil kesempatan. Nara segera bangun dari pangkuan Alex. Merapikan gaunnya yang sedikit berantakan.


“Jadi bagaimana Nara?” tanya Alex lagi.


“Lex aku....”


Sebelum Nara menjawab pertanyaan Alex, suara ponselnya mengganggu. Nara mengatur nada khusus untuk sang kakak. Dan saat ini ia tahu bahwa sang kakak yang sedang menelepon.


Dengan perasaan bersalah Nara mengambil ponselnya dan menunjukkan layarnya pada Alex untuk memberitahu pria itu bahwa itu panggilan dari Bisma dan harus segera ia angkat.


Nara menempelkan ponselnya di telinganya. Mendengarkan Bisma di seberang sana dengan seksama hingga wajahnya berubah serius saat ini. Alex yang melihatnya tidak bisa untuk tidak khawatir.


“Baiklah. Aku mengerti kak. Aku dan Alex akan segera ke sana.” Ucap Nara sebelum memasukkan kembali ponselnya ke dalam dompet.


“Ada apa?”


“Lex kita harus segera ke kantor. Ada keadaan darurat.” Alex mengerti dan segera mengangguk.


Dalam detik itu juga mereka berjalan keluar dari kerumunan. Meninggalkan rasa penasaran dari para penonton dan pembaca.


Mereka pun bersorak “Huuuuuu”


Jengkel digantung? Para remaja itu juga merasa begitu. Padahal mereka sudah menunggu akhir dari momen romantis mereka berdua tadi. Eh ternyata dua tokoh utama pergi begitu saja tanpa penjelasan. Mereka pun akhirnya pergi meninggalkan kerumunan dengan wajah jengkel mereka.


Adakah dari reader yang juga sama?


*


*

__ADS_1


*


Terima kasih masih setia menunggu kelanjutan cerita ini 🥰


__ADS_2