
Nara mengerjapkan matanya saat cahaya matahari yang menelusup melalui korden mengenai kelopak matanya. Betapa terkejutnya ia saat ia membuka mata dan mendapati wajah tampan Alex tepat di depannya.
Ia kembali memerah saat mengingat apa yang telah mereka lakukan semalam. Dan secara otomatis banyangan semalam kembali hadir dan membuatnya menggelengkan kepalanya untuk mengusir semuanya.
“Selamat pagi mantan perawan.” Suara berat khas bangun tidur membuat Nara terkejut. Didapatinya Alex tengah tersenyum kepadanya.
“Jangan menggodaku Lex.” Nara menutup wajahnya dengan tangannya.
“Tidak perlu merasa malu sayang.” Alex menarik tangan Nara dan mencium kening Nara sebelum ia mendekap tubuh polos Nara.
“Bagaimana perasaanmu hari ini?” tanya Alex sambil mengusap kepala Nara.
“Benar apa yang dikatakan Mereka. Ini sakit.” Nara mencebikkan bibirnya.
“Tapi enak kan?” goda Alex. Pria itu menaik turunkan alisnya.
“Iya sih. Tapi...”
“Berarti mereka memang benar kalau malam pertama itu sakit. Tapi Apa mereka juga bilang kalau malam selanjutnya hanya akan ada enaknya saja?” tanya Alex dengan licik. Nara menggeleng cepat. Teman-teman nya memang tidak mengatakannya.
“Baiklah. Kalau begitu nanti malam kita lakukan uji coba lagi.”
“Tidak mau. Ini saja masih sangat sakit.” Tolak Nara cepat. Ia segera menarik dirinya dari pelukan Alex dan menarik selimutnya hingga leher.
“Bagian mana yang sakit?” Alex pura-pura tidak mengerti. Padahal dia sudah menduga hal ini terjadi karena semalam mereka memang melakukan banyak gaya dan juga berulang kali.
“Itu. Di sana nyut-nyutan.” Nara menunjuk bagian bawahnya. Alex nyegir. “Dan ini, rasanya mau patah.” Nara menunjuk pinggulnya. “Semua tubuhku rasanya sakit.” Keluh Nara dengan mengerucut kan bibirnya. Membuat Alex gemas dan kembali *****2* bibir tipis itu.
Nara membeku saat merasakan milik Alex terbangun dan menusuk perut bagian bawahnya. Wajahnya langsung memerah. Dan Alex, suaminya itu begitu cepat mengganti ekspresi nya menjadi terlihat menyedihkan.
“Sekali lagi ya.” Ucapnya penuh harap.
“Tidak Lex. Semalam cukup.” Nara menggeser tubuhnya. Secara otomatis selimut yang menutupi tubuh keduanya ikut tertarik. Dan hal itu tanpa sengaja membuat tubuh polos Alex terekspos.
“Astaga! The big king oyster.” Pekik Nara sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Membuat selimutnya melorot hingga memperlihatkan leher dan dada yang penuh dengan karya abstrak ciptaan alex. Melihat ini, apel Adam pria itu naik turun dengan tergesa.
__ADS_1
“Aku suka dengan sebutanmu padanya. Dan aku lebih suka memperlihatkan kelebihannya padamu secara langsung.” Alex segera mengungkung nara. Berbisik di telinga Nara dan menghembuskan nafas panas di sana sebelum lidahnya bermain.
Nara kembali hilang akal saat Alex sekali lagi bermain dengan tubuhya. Mantan perawan itu lagi-lagi hanya bisa pasrah dan menikmati servis yang dia terima.
...***...
Makanan enak tersaji di atas meja. Terlihat menggiurkan dan menggugah selera. Jam di dinding menunjukkan pukul sepuluh. Ini bukan makan siang yang kepagian. Tapi ini makan siang sekaligus sarapan. Ya. Karena ulah Alex membuat kedua pengantin baru itu melewatkan sarapannya.
Saat ini, Nara memakan makanannya dengan kasar. Sendoknya beberapa kali sengaja ia benturkan keras pada piring. Wajahnya dia tekuk sedemikian rupa untuk menunjukkan kekesalannya. Namun bukannya membuat Alex merasa bersalah, laki-laki itu justru tersenyum bangga sejak tadi.
”Sudahlah sayang. Jangan marah lagi.”
”Bagaimana aku tidak marah? Sekujur tubuhku kamu buat apa hah? Kamu pikir aku ini macan tutul?”
Alex menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Setelah pagi panas mereka, Alex membantu Nara membersihkan tubuhnya karena merasa bersalah telah membuat Nara melewatkan sarapannya yang membuat istrinya kelaparan. Namun saat Nara melihat pantulan dirinya yang telanjang di cermin, Nara terkejut saat melihat tanda merah di seluruh tubuhnya.
Awalnya Nara tidak mengetahui apa itu. Hingga membuatnya mengira jika itu suatu penyakit kulit dan membuatnya panik seketika. Sedangkan sang pelaku tidak mau repot-repot menjelaskannya yang Akan membuat Nara marah padanya.
”Kamu mau telfon siapa?” tanya Alex saat melihat Nara menghubungi seseorang.
”Dokter Rara. Aku mau buat janji temu.” jawab Nara polos. Alex merebut ponsel dan mematikan panggilan yang baru tersambung.
”Tidak.”
”Kamu senang jika aku sakit? Aku mau konsultasi. Bagaimana kalau ini adalah penyakit aneh yang serius?” Alex tidak Bisa menyembunyikan rasa bersalahnya. Dan tampilan itu sampai pada pandangan Nara.
”Lex…”
”Hehehehe.”
”Jangan Cuma cengar-cengir. Aku yakin kamu punya penjelasan untuk ini!” Nara menatap tajam Alex. Pria itu tiba-tiba merasa menjadi bagian dari Barisan Suami-suami Takut Gak Datap Jatah Istri. Ia menelan salivanya dengan susah payah.
”Sebenarnya itu adalah hasil karyaku. Hehehehe.”
”Kamu yang buat ini? Bagaimana bisa?” tanya Nara penasaran.
__ADS_1
”Kamu serius ingin tahu bagaimana caraku membuatnya?” dengan polos Nara menganggukkan kepalanya.
”Kalau begitu ikut aku.” Alex menarik tangan Nara ke depan meja rias. Menyibak baju Nara bagian pundak.
”Apa yang kamu lakukan?” Nara denagn sigap menghalangi Alex menarik bajunya.
”Kalau tidak aku buka bagaimana bisa aku memberitahu mu? Mau tahu tidak?” alex menatap Nara serius. Tapi di dlaam hatinya pria itu sedang tertawa dengan liciknya karena ia mempunyai alasan untuk menggoda istrinya yang terlalu polos.
Nara berpikir sebentar sebelum mengangguk dengan ragu. Melihat Nara mengangguk Alex segera membuka bahu Nara.
”Kamu lihat.” Alex meminta Nara melihat pantulan bayangan mereka di cermin.
Setelah melihat Nara dnwgan patuh melihat cermin, Alex menyeringai dan segera melancarkan aksinya. Menghisap bahu Nara dengan penuh minat. Nara yang melihat itu melotot tidak percaya. Apalagi saat menyadari letak tangan Alex yang meremas bokongnya di bawah sana.
”Leex aah… sudah cuuukuup.” nyatanya, Alex tidak hanya membuat satu kissmark baru. Dia membuat dua dan berniat membuat lagi. Jika ini diteruskan, Nara bisa saja kembali terbuai.
”Hehehehe. Maaf kelepasan.” Alex nyengir kuda.
”Aku tidak habis pikir dengan kamu.” Nara segera merapikan bajunya yang berantakan.
”Memangnya aku kenapa?”
”Kamu belajar dari mana semua ini? Sepertinya kamu snagat ahli. Jangan-jangan kamu sudah sering melakukan nya ya?” Nara memicingkan matanya tajam. Mencoba melihat kebohongan dari mata Alex.
”Tidak. Tentu saja tidak. Sebelum ini aku juga perjaka.”
”Tapi dari mana kamu belajar menjadi sangat ahli?”
”Itu adalah intuisi laki-laki. Semua berjalan sendirinya. Emm. Jangan dibahas lagi ya. Jika lebih lama lagi aku terkurung bersamamu disini, aku bisa-bisa tidak bisa menahan king oyster menunjukkan kebolehannya lagi padamu.”
”Tidak tidak. Sudah cukup hari ini. Ayo kita keluar.” Nara dengan tergesa-gesa keluar tanpa menunggu Alex.
*
*
__ADS_1
*
Terima kasih sudah mampir😘