Aku Istri Muda

Aku Istri Muda
55. Berdamai Dengan Masa Lalu


__ADS_3

Masa lalu memang sudah berlalu. Tapi masa lalu adalah bagian penting dari jalan hidup yang berhubungan dengan masa depan. Sering kali kejadian yang terjadi di masa lalu menjadi penyebab dari hal besar yang terjadi di masa depan.


Banyak orang berkata, lupakan masa lalu. Nasihat itu memang tidak sepenuhnya salah, tapi mungkin kurang tepat dalam beberapa situasi. Bagaimana pun juga, tidak akan ada masa depan tanpa adanya masa lalu.


Ada dua kata bijak yang mungkin paling tepat untuk segala sesuatu, jadikan masa lalu sebagai pelajaran hidup. Ada lagi yang berkata, tataplah masa depan, tapi jangan melupakan masa lalu. Tengoklah masa lalu sesekali sebagai pedoman hidup.


Beberapa kenangan di masa lalu mungkin membuat hati kita sakit. Tapi percayalah jika apa yang terjadi di masa lalu, pasti ada hikmahnya. Ada suatu tujuan adanya masa lalu itu terjadi.


Masa lalu memang telah berlalu. Seperti kejadian lima belas tahun yang lalu. Tapi akibat yang ditimbulkan oleh kejadian itu adalah berubahnya sifat seseorang, berubahnya kehidupan banyak orang karena hal itu hingga sekarang.


Akibat yang terjadi di masa lalu, membuat kehidupan yang dulunya bahagia menjadi kacau. Seorang suami yang setia kepada istrinya pun berubah. Membuat banyak hati tersakiti.


Saat kejadian masa lalu yang telah lama dilupakan mendadak muncul di permukaan. Menggores kembali luka yang belum sepenuhnya kering. Orang-orang dari masa lalu datang dengan niat memperbaiki masa depan.


Devi yang menjadi orang yang paling menderita disini tentulah sulit menerimanya. Belasan tahun hidupnya penuh penderitaan yang diakibatkan oleh kejadian di masa lalu. Dan dengan tiba-tiba orang yang merusak kebahagiaannya datang. Suaminya yang dulu setia berubah menjadi seorang suami dengan banyak wanita di sekitarnya. Membuat hatinya sakit dan was-was setiap saat.


Kembali ke masa sekarang,


Dasuki menatap sendu kakak iparnya yang sedang menangis di depannya. Menghela nafas dalam sebelum berkata dengan tenang, “Kami datang kesini dengan niat ingin memperbaiki kembali hubungan kita yang telah hancur mbak. Izinkan mas Bondan pergi meninggalkan kita dengan hati yang tenang mbak. Keluarga kita sudah lama tercerai berai. Marilah kita mulai kembali hubungan yang telah hancur ini dengan niat baik.”


“Apa? Dengan seenaknya kalian datang padaku setelah semua ini? Kalian tidak tahu apa yang terjadi dalam hidupku akibat ulah kalian. Kalian telah merubah kehidupanku yang sempurna menjadi kehidupan yang paling menderita.”


“Kami tahu mbak. Maafkan kami. Kami salah.”

__ADS_1


“Kalian lihat dia!” tunjuk Devi pada Nadia yang berdiri di samping Sinta. Nadia yang tiba-tiba menjadi pusat perhatian mendadak merasakan kegugupan dan kecanggungan di hatinya. Sinta yang menyadari hal itu segera menggenggam erat tangan Nadia.


“Dia adalah istri muda bapak. Usianya bahkan lebih muda dari Sinta. Kalian telah merubah suamiku yang setia menjadi suami yang... yang...” Devi tak bisa melanjutkan kalimatnya. Air matanya sudah luruh.


“Maafkan aku mbak. Maafkan aku.” Istri Dasuki segera berlutut di depan Devi. Air matanya tidak berhenti mengalir sejak ia masuk ke dalam kamar. Perbuatan yang ia lakukan dulu memang sangat jahat. Dan ia menyesal sekarang.


Para generasi muda kini mengetahui penyebab kedua keluarga itu terpecah. Dan hal itu pulalah yang membuat banyak orang menderita karenanya. Mereka memang tidak mengetahui dengan detail cerita di baliknya, tapi mereka semua paham bahwa kejadian di masa lalu itu merubah juragan Bondan menjadi seperti sekarang.


“Bu, semuanya sudah berlalu. Paman dan bibi sudah datang dengan niat yang baik. Lebih baik kita berdamai dengan masa lalu. Kita perbaiki kekeluargaan di antara kita. Mungkin ini akan menjadi salam perpisahan terindah untuk bapak.” Kata Satria menghampiri ibunya. Ikut berlutu di depan Devi dan memegang kedua tangan ibunya. Memciumi telapak tangannya.


“Satria tahu bahwa ibu pasti sangat menderita selama ini. Mulai sekarang, lepaskan bebanmu bu. Kita mulai hari baru dengan senyuman. Satria yakin ibu akan lebih bahagia.” Ucap Satria tulus. Menatap ibunya dengan penuh harap.


“Baiklah. Ini demi bapak. aku akan memaafkan mereka.” Lirih Devi. Membuat semua orang yang ada di dalam kamar tersenyum.


Yang bisa mereka lakukan saat ini adalah berdamai dengan masa lalu. Membiarkan kenangan pahit yang terjadi di masa lalu menjadi pelajaran berharga bagi mereka menjalani kehidupan di masa depan.


Dengan berdamai dengan masa lalu, semua beban yang menumpuk di dalam hati akan luruh. Menyisakan kelegaan di hati yang akan memberikan kebahagiaan tanpa beban.


“Baiklah. Karena masalah ini sudah selesai, sebaiknya kita segera melanjutkan proses pemakaman bapak. Dia sudah tenang disana. Melihat kita kembali rukun tentu memberikan kebahagiaan untuk bapak di alam sana.” Kata Satria. Semua orang setuju. Mereka keluar dari kamar dan berkumpul di ruang tamu.


Yanto berbicara pada tetua desa untuk segera memulai pemakaman.


Setelah berbagai macam prosesi, jenazah juragan Bondan yang sudah di masukkan ke dalam keranda segera di bawa ke pemakaman umum desa. Para pelayat yang berkenan ikut mengantar jenazah sampai ke pemakaman. Tapi beberapa dari mereka yang kebanyakan para wanita langsung pulang ke rumah mereka.

__ADS_1


Sedangkan Nadia dan yang lain memutuskan untuk ikut sampai ke pemakaman. Mereka akan memberikan penghormatan terakhir sebelum laki-laki tua itu dimasukkan ke dalam liang lahat.


Semua proses mulai dari penurunan jenazah sampai selesai, baik Satria sebagai anak kandungnya maupun kedua menantu dari Juragan Bondan ikut membantu secara langsung.


Sebuah gundukan tanah berwarna coklat yang masih basah menjadi tempat peristirahatan terakhir orang nomor satu di desa. Kelopak bunga mawar dan bunga yang lainnya tersebar di atas makam. Sebuah batu nisan bertulis nama Bondan Darusman menjadi penanda bahwa satu lagi manusia yang telah menyandang gelar almarhum.


Setelah semua proses pemakaman selesai, para pelayat satu persatu meninggalkan tanah pemakaman. Meninggalkan para keluarga inti yang masih setia berada disana. Dipimpin seorang ustadz mereka mengadakan tahlil guna mendo’akan almarhum.


Mereka duduk di antara makam yang lain. Duduk berdampingan sebagai keluarga. Pada saat ini, mereka melupakan konflik yang terjadi di antara mereka beberapa waktu yang lalu.


“Sebaiknya kalian ikut kami pulang. Banyak hal yang perlu kita bicarakan setelah lama kita tidak hidup bersama. Lagipula beberapa kamar masih kosong. Kalian bisa menginap di rumah sementara waktu.” Kata Devi saat Dasuki dan keluarganya pamit akan pulang. “Kita bahkan belum saling menyapa secara resmi.” Lanjutnya.


“Jika kami tidak merepotkan, kami akan dengan senang hati menerima tawaran mbak.” Kata Dasuki. “Beberapa dari kita juga belum saling mengenal. Seiring berjalannya waktu, Banyak wajah baru yang menjadi keluarga.” Lanjutnya.


Bukankah di balik sebuah musibah ada sebuah anugerah. Aku sudah bilang jika semua ada hikmahnya. Dan hikmah dari kematian juragan Bondan kali ini sangat besar untuk keluarganya. Keluarga yang lama tercerai kini kembali bersatu di saat kematian sang juragan.


*


*


*


Huh! Leganya....

__ADS_1


Awalnya mau akoh buat Dasuki ini akan mengganggu jalannya proses pemakaman, tapi sepertinya akan lebih indah jika membuat Dasuki bahkan bisa berbaikan dengan Bu Devi. Pada akhirnya, keluarga akan bersatu. 😊


__ADS_2