Aku Istri Muda

Aku Istri Muda
94. Mendamaikan Hati dengan Hati


__ADS_3

Ketika mobil berhenti di depan rumah Nadia, Hana membawa Nara dan Bisma untuk keluar. Ia telah menerima intruksi melalui pesan whatsap bahwa Nadia ingin berbicara hal penting dengan Nathan secara pribadi.


Dua orang yang masih tinggal di dalam mobil hanya diam setelah beberapa lama. Nadia sangat jelas menyadari bahwa Nathan meremas kemudi dengan keras beberapa kali. Ia hanya bisa mendesah sambil berpikir bagaimana meredakan situasi ini.


“Apa ada masalah yang terjadi mas?” akhirnya Nadia bertanya secara langsung. Ia berharap jika ia tahu penyebab sikap Nathan, ia bisa menyelesaikan masalah yang terjadi.


“Apa yang kamu bicarakan dengan Mike tadi?” Nathan berbalik dan menatap lekat Nadia dengan serius. Namun ketika melihat senyum Nadia, ia melengos. Tak bisakah ia tidak tersenyum saat mendengar nama laki-laki yang menyebabkan hatinya sakit.


Ia semakin masam setelah mendengar Nadia malah terkikik di sebelahnya sebelum ia merasakan sebuah tangan lembut menyentuh rahangnya dan sebuah benda kenyal lembut mendarat di pipinya. Dalam sekejap, tubuhnya menjadi kaku. Perasaan ini tidak bisa ia jelaskan. Ia sangat bahagia. Seperti ada bom bunga yang meledak dari dalam dirinya.


“Apakah calon suamiku ini sedang cemburu hem?” Nadia menarik wajah Nathan untuk menghadap ke arahnya.


“Bagaimana aku tidak cemburu melihatmu berjalan berdua dengannya. Apa lagi kalian mengobrol cukup akrab tadi.”


Kini Nadia mengetahui apa yang sedang terjadi. Ia menghela napas lega.


“Dengarkan aku mas. Tidak peduli seperti apa laki-laki yang datang menghampiriku, pada akhirnya aku hanya akan berakhir menjadi milikmu. Percayalah padaku mas.”


“Aku percaya padamu sayang, tapi aku tidak bisa percaya pada laki-laki itu.”


Nadia terkekeh. Membuat Nathan sedikit kesal. Tidak bisakah calon istrinya mengerti dirinya yang sedang dalam kondisi cemburu tingkat tinggi?


“Dimana rasa percaya diri atas segala hal sempurna yang kamu miliki mas? Apakah hanyut ketika kita bermain di pantai tadi?” godanya.


“Aku serius Nadia. Tidak kah kamu melihat jika aku takut kehilanganmu? Mike itu cukup tampan meskipun lebih tampan aku. Aku takut kamu tergoda.”


“Jika mas menyadari jika mas berada pada level di atas orang lain, masih bisakah mas cemburu terhadapku? Aku mencintaimu mas. Aku telah menjaga hatiku selama bertahun-tahun hanya untukmu. Aku tidak mungkin menghianati cinta kita. Jadi bisakah mas jangan memikirkan hal ini lagi? Melihatmu dengan wajah seperti ini membuatku ingin tertawa.”


“Apanya yang lucu?”


Nadia menyentuh bibir Nathan dengan jari telunjuknya. “Bibir ini akan maju beberapa senti.” Kemudian berganti menyentuh dahi Nathan yang memunculkan tiga garis hitam disana.


“Dahi mas berkerut. Aku jadi membayangkan wajah mas ketika sudah tua nanti.”


“Ini tidak lucu Nadia.”


Nadia meraih tangan Nathan. Menggenggamnya erat.


“Kita sudah sama-sama dewasa mas. Rasa cinta yang kita rasakan bukan sesuatu yang bisa dianggap main-main. Sejak aku menyadari bahwa aku mencintaimu dan berjanji menjaga cinta ini untukmu, tidak sekalipun terlintas dalam pikiranku bahwa aku akan menghianati cinta ini. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu mas.”


Mendengar pernyataan cinta yang begitu tulus, Nathan menyadari bahwa rasa cemburunya tidak beralasan. Ia segera meredakan emosinya dan meraih Nadia ke dalam pelukannya. Meminta maaf dengan dalam pada wanita yang sempat ia ragukan perasaannya tadi.

__ADS_1


“Tadi tuan Mike menawari Nara dan Bisma untuk menjadi modelnya.” Ucap Nadia akhirnya. Ia tidak mau Nathan memiliki pemikiran buruk terhadapnya.


“Lalu?”


“Tentu saja aku menolaknya. Dunia seperti itu terlalu kejam untuk anak-anak seusia mereka. Apa lagi dengan status mereka.” ucap Sendu Nadia.


“Aku tidak percaya bahwa dia masih berani mengungkapkan idenya di depanmu setelah aku menolaknya tadi.”


“Ya. Dia bilang bahwa ia melihat bahwa Nara dan Bisma berbakat dalam model. Mereka akan menjadi model terkenal.”


“Huft. Kamu mengambil keputusan yang tepat sayang. Aku tidak akan membiarkan Nara dan Bisma mengalami hal buruk di masa depan.”


“Terima kasih telah menyayangi anak-anakku dengan sepenuh hati mas.”


“Anak-anakmu akan menjadi anakku juga. Ini akan menjadi latihan kita sebelum kita memiliki anak-anak hasil kerja keras kita sendiri.” Nathan mengucapkan hal sensitif seperti itu dengan santai. Ia tidak menyadari bahwa ucapannya membuat wanita di dekapannya merasa terbakar di wajahnya.


Keduanya baru melepaskan pelukan mereka ketika mendengar suara deru mobil lain yang memasuki halaman. Mobil berwarna putih itu sudah familiar di rumah itu. Pemilik mobil tak lain adalah Hesti kekasih Satria.


Nadia segera keluar untuk menyambut kedatangan Hesti. Keduanya langsung terlibat perbincangan yang akrab. Nathan yang juga ingin menyapa Hesti segera berjalan mendekati dua wanita yang cukup akrab itu.


“Selamat sore calon papa mertua.” Sapa Hesti. Nathan mendengar panggilan dari Hesti sedikit geli di hatinya. Melihatnya, kedua wanita itu tertawa cukup renyah.


“Sudahlah Hes. Jangan kamu goda lagi calon suamiku seperti itu. Nanti kalau dia kabur bagaimana?”


“Mama, aku senang sekali melihat kalian berdua romantis seperti ini.”


“Apakah kamu merasa iri sayang? Kita bisa lebih romantis dibandingkan mereka.” Satria yang baru saja datang segera mendaratkan ciumannya di pipi kekasihnya sebelum melingkarkan lengannya di pinggang Hesti.


“Aku percaya.” Hesti membalas perbuatan Satria. Mendaratkan ciumannya di pipi Satria.


“Tidak bisakah kalian tidak pamer kemesraan di depanku? Aku sudah bosan melihat kalian seperti itu dua tahun ini.” Cibir Nadia.


“Hei mama, kamu tidak sendiri lagi saat ini. Jadi jika mama ingin memiliki momen romantis seperti ini, buatlah dengan calon papaku yang tampan itu.” Satria kembali mendaratkan ciumannya.


“Sayang jangan menggoda calon pengantin. Atau kita akan tersiksa nantinya.”


“Kamu benar. Bagaimana kalau mereka mempraktekkan adegan plus dua satu di depan kita sebagai ajang balas dendam. Ih serem....”


Menyelesaikan kalimatnya yang menggoda kedua calon pengantin, Satria segera menarik Hesti pergi dari sana sebelum mendapatkan amukan dari mamanya.


“Kami tidak akan pulang malam ini. Kami ada kerjaan di luar kota hingga besok. Kalau kalian mau menabung sebelum membuka rekening kalian bebas malam ini! Huahahaha.” Teriak pasangan somplak itu sebelum keduanya masuk ke dalam mobil putih milik Hesti.

__ADS_1


Keduanya meninggalkan dua orang calon pengantin yang geram akan tindakan Satria dan Hesti yang dengan terang-terangan menggoda mereka.


“Jangan dengarkan mereka mas. Sejak keduanya menjadi pasangan kekasih, keduanya menjadi pasangan somplak tukang menganggu.” Ucap Nadia.


“Tapi sepertinya ide terakhir mereka boleh juga.” Nadia merasa ngeri melihat seringai di bibir Nathan.


“Jangan macam-macam deh mas.”


“Tidak macam-macam sayang. Bisakah kita mulai menabung sekarang?”


“Tidak! Jika mas berbicara hal seperti ini lebih baik mas pulang saja.”


“Baiklah-baiklah. Aku juga bukan tipe seperti itu sayang. Aku akan lebih menyukai jika kita menabung setelah membuka rekening pribadi kita. Aku tidak sabar menunggu waktu itu tiba.”


Nadia hampir tidak percaya ini. Bagaimana dokter Nathan yang ia kenal dulu menjadi laki-laki yang mengucapkan kata-kata vulgar dengan ekspresi yang setenang itu?


Mungkinkah ini efek dari tiga puluh satu tahun menjomblo?


Nadia yang pernah mengalami hal yang secara implisit yang dari tadi mereka bicarakan hanya bisa membeku. Ia tahu betul maksud ketiga orang tadi. Ia tak bisa membohongi rasa tubuhnya yang memang merindukan sentuhan laki-laki terlebih laki-laki itu adalah seseorang yang sangat ia cintai. Tiba-tiba ia merasa tidak nyaman dengan dirinya. Ia harus segera berendam di dalam air hangat yang menenangkan.


*


*


*


Jadilah pembaca bijak yang memberikan apresiasi pada apa yang telah dibaca.


Bisa berupa :


Like 👍


Vote✔️


Rate


⭐5


Komentar📝


Atau jika berkenan kalian juga bisa bagi hadiah buat Akoh....xixixi

__ADS_1


Terima kasih...


__ADS_2