
Maaf ea, Akoh nggak bisa janjiin buat up extra part cerita ini setiap hari. Cz nya sibuk dari pagi sampek sore. Malam harinya baru ada waktu buat ketik-ketik sambil berhalu-halu manja. ehehehe😉🐣
Hari ini adalah hari kedua bagi pasangan baru itu menikmati hari mereka yang Nathan bilang Honeymoon cicilan. Nadia sempat merengek ingin minta pulang ketika mengetahui keluarganya di hari pertama setelah sarapan. Tapi melihat suaminya yang merengek minta untuk tinggal, akhirnya ia menyerah dan memutuskan untuk tinggal.
“Sudah cukup mas. Hari ini tidak lagi.” Nadia mendorong pelan tubuh Nathan yang seperti menempel dengan badannya.
Namun bukannya menurut dan menjauh, Nathan malah mengeratkan pelukannya pada tubuh polos Nadia di bawah selimut. Ya. Mereka masih berada di atas tempat tidur meskipun matahari sudah mengintip dari balik korden sejak setengah jam lalu.
“Satu kali lagi ya sayang. Please.” Rengek Nathan sambil mengendus-endus ceruk leher Nadia.
“Aku masih sangat lelah mas. Semalaman kita sudah melakukannya.” Nadia dengan susah payah menjauhkan kepala Nathan dari tubuhnya sebelum dirinya ikut terbuai.
“Bukan salahku jika kamu sangat manis kan?”
“Tidak ada alasan. Hari ini mas sudah janji mau mengajakku jalan-jalan di pantai. Kita sudah seharian di kamar kemarin.” Nadia semakin mengeratkan selimutnya yang terus ditarik oleh Nathan.
Nadia menemukan celah agar bisa lepas. Ia segera turun dan berlari cepat masuk ke dalam kamar mandi.
Nathan yang melihat Nadia masuk ke dalam kamar mandi hanya bisa diam terpaku. Bukan hanya karena terkejut, tapi lebih dari itu. Pasalnya, Nadia turun dari kamar mandi dengan cara menyelusup dari dalam selimut dan turun dengan tanpa sehelai benang pun.
Dengan segera ia juga turun dari ranjang dan berusaha mengetuk pintu kamar mandi.
“Sayang, bukain pintunya dong.” Ucap Nathan.
“Tidak. Kita gantian mas.”
“Kita mandi bersama saja biar lebih cepat. Ya?” bujuknya.
“Tidak mau. Aku tahu akal-akalanmu mas. Kemarin kamu juga bilang seperti itu kan. Tapi nyatanya kita malah ada di dalam kamar mandi hampir dua jam.” Jawab Nadia dari dalam kamar mandi. Terdengar jika ia sedang menggosok tubuhnya.
“Itu kan karena aku tidak sengaja. Hehehe.” Nathan menggaruk tengkuknya. Nadia masih belum juga membuka pintunya. Ia masih sibuk dengan ritual mandinya. Sedangkan Nathan masih merengek di depan pintu untuk meminta masuk.
Tak lama kemudian, handle pintu berputar dan terbuka dari dalam. Nadia bahkan sudah memakai bajunya lengkap dengan handuk putih membungkus rambutnya. Nathan hanya menatapnya dengan heran. Seingatnya tadi Nadia tidak membawa apa-apa saat masuk. Lalu dari mana istrinya yang nakal itu mendapatkan bajunya?
Mengetahui kebingungan suaminya, Nadia menjelaskannya dengan santai.
“Karena aku sudah menduga ini akan terjadi, semalam aku telah menyiapkan baju gantiku di dalam. Jadi jika ada hal seperti ini, akan sangat membantu.” Nadia mengerlingkan matanya. ia menang saat ini.
__ADS_1
Penjelasan Nadia membuat Nathan berdecak kesal ketika masuk ke dalam kamar mandi. Istrinya ini benar-benar cerdik.
Satu jam setelahnya, keduanya sudah berada di depan resort untuk bersiap-siap berjalan-jalan dan menghabiskan waktu mereka di sana.
Keduanya berpegangan tangan menyusuri pantai. Hingga waktu beranjak siang dan panas matahari sudah mulai menyengat kulit mereka memutuskan untuk istirahat dan makan siang di kafe sekitar pantai.
“Mas, besok kita pulang kemana?” tanya Nadia ketika mereka selesai dengan makan siang mereka.
“Tentu saja ke rumahku. Kamu kan sekarang istriku. Sudah seharusnya tinggal di rumahku kan?” Jawab Nathan.
“Lalu bagaimana dengan anak-anak?”
“Tentu saja mereka juga akan tinggal disana bersama kita. Mereka bahkan sudah sejak kemarin pindah kesana.”
“Kenapa tidak bilang sebelumnya mas?”
“Hehehe. Awalnya aku mau memberi kejutan. Tapi daripada kamu khawatir dan merengek minta pulang, terpaksa aku memberitahu sekarang.”
“Hem.” Nadia menghela nafasnya pelan. Ia sadar mungkin kekhawatirannya mengenai anak-anaknya sedikit keterlaluan. Ah, mungkin memang sangat keterlaluan. Tapi bukan salahnya juga dalam hal ini. Selama ini ia dan kedua anaknya belum pernah berpisah meski hanya satu hari saja. Di masa lalu, dia dan kedua anaknya hanya bisa memiliki satu dengan yang lain dan terbiasa selalu bersama.
“Sudah semakin panas sayang. Sebaiknya kita kembali ke resort dan istirahat disana. Nanti menjelang sore aku akan mengajakmu ke tempat yang spesial.” Ucap Nathan.
“Tentu saja. Tapi jangan memintaku untuk memberitahumu sekarang. Ini akan menjadi suprise pertamaku untukmu.”
“Baiklah kalau begitu aku tidak akan mengacaukannya. Ayo kita kembali. Sejujurnya aku juga sangat mengantuk.”
“Baiklah. Nanti setelah sampai di kamar kita akan tidur sampai puas.” Ucap Nathan sambil menyeringai. Sayangnya Nadia tidak melihat senyuman licik itu. Andai ia tahu mungkin ia tidak akan mau diajak kembali dan mencari cara untuk menghindar.
Sayangnya Nadia masih belum terbiasa dengan sifat baru Nathan. Akhirnya tanpa sengaja ia akan masuk dalam jebakan akal bulus suami liciknya.
Sesampainya di kamar, Nadia langsung merebahkan tubuhnya begitu saja di ranjang. Kakinya masih menjuntai di lantai. Tangan kananya ia gunakan sebagai bantal sedangkan tangan kirinya ia lipat di atas perut.
Nathan mengikuti apa yang dilakukan Nadia. Namun ia menjulurkan tangan kanannya untuk menggantikan tangan Nadia yang digunakan untuk bantal. Kemudian menarik kepala istrinya hingga menabrak dadanya.
Gerakan kepala tentu saja diikuti dengan miringnya tubuh Nadia. Tanpa sadar, ia menarik kakinya hingga naik ke atas ranjang. Kemudian ia memiringkan tubuhnya dan memeluk Nathan dengan erat. Ia merasa nyaman berada dalam pelukan suaminya.
“Sayang, kamu membangunkan junior.”
__ADS_1
“Junior? Siapa?” Nadia mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan suaminya yang tepat di atasnya.
“Junior yang bisa bikin junior.” Jawaban Nathan masih belum membuat Nadia mengerti. Nadia mengernyitkan dahinya.
Kemudian, dengan seringai licik, Nathan meraih tangan Nadia yang melingkari perutnya. Membawanya bertemu dengan Junior yang dimaksud.
Nadia melotot seketika saat menyadari apa yang baru saja ia pegang. Membuat pipinya memerah. Nathan menyeringai di atasnya.
“Bukan aku yang membangunkannya.” Kata Nadia cemas. Ia hanya ingin tidur sekarang.
“Lalu siapa? Dia tidak mungkin bangun dengan sendirinya.”
“Tapi aku benar-benar tidak melakukan apa-apa.” Nadia semakin bersemu. Nathan tidak membiarkan tangannya lepas. Suaminya itu bahkan membuat tangannya bergerak di bawah sana. Membelai barang besar yang memabukkan.
“Tapi dia sudah terlanjur bangun sayang. Kamu harus tanggung jawab.” Selesai mengucapkannya, Nathan segera membalik tubuhnya. Dengan sekali gerakan, ia sudah berada tepat di atas tubuh Nadia.
Tanpa menunggu izin dari sang pemilik, ia segera membungkam bibir yang dari tadi mengajaknya berdebat. Sedangkan tangannya tidak bisa diam begitu saja. Bergerak-gerak menekan setiap lekuk tubuh Nadia.
Nathan sudah hafal betul bagian mana saja yang akan membuat Nadia mabuk kepayang dan akhirnya terbuai sampai melayang. Ia hanya harus melakukannya dan Nadia akan menuruti kemauannya.
Tak lama bagi Nathan untuk membuat Nadia juga bereaksi. Tubuh Nadia bereaksi pada apa yang dilakukan Nathan secara intens pada tubuhnya. Membuatnya mendesah, melenguh dan menggelinjang.
Dan pada akhirnya siang hari yang erotis menggantikan rencana Nadia yang ingin tidur sepanjang siang. Nyatanya ia jatuh dalam perangkap suaminya yang nikmat dan sulit untuk diabaikan.
*
*
*
Hareudang.....
Requestnya siapa episode kayak gini?
Like👍
Vote✔️
__ADS_1
Komentarnya jangan lupa biar akoh semangat buat extra part lagi😍